
Seminar Kanker Otak IPB 2009
peduli, berbagi, saling mendampingi
14
May

Seminar Kanker Otak IPB 2009
6
May
Saat vonis kanker jatuh, 75% penderita dan keluarga menjadi panik dan bertindak irasional dalam upaya pengobatan. Keluarga, kerabat, dan tetangga kanan-kiri yang merasa turut prihatin menyumbang berbagai informasi pengobatan. Katanya… katanya… katanya…. berbagai informasi “katanya” diberikan dengan itikad baik, sayang berasal dari sumber-sumber yang tidak jelas.
Saat pengobatan medis terasa menakutkan dan mahal, maka pengobatan alternatif menjadi pilihan utama. Seribu informasi “katanya” dicoba satu demi satu, tidak peduli rasional atau irasional, sudah teruji secara ilmiah atau belum. Penderita mengobati dirinya sendiri tanpa bekal pengetahuan yang cukup, dan akhirnya meninggal dunia tanpa mendapat penanganan yang benar. Penyesalan memang selalu datang terlambat.
5
May
Ass.Wr. Wb.
Salam Sejahtera
Saya seorang pemuda 30th memiliki seorang kakak ipar perempuan yang berusia sekitar -+ 43 th. Di sini saya ingin bercerita terlebih dahulu sebelum bertanya..
Tepatnya 2 tahun yang lalu, kakak ipar saya beraktivitas seperti umumnya seorang ibu rumah tangga dengan dikarunia 2 orang putra dan putri. Pada suatu malam harinya dia mengeluh mengalami sedikit nyeri disekitar ketiaknya. Awal-awalnya dia mengabaikan apa yang dia rasakan apalagi ada benjolan kecil disekitar payudaranya kira-2 sebesar biji kacang. Maklum kakak ipar saya orang yang minim akan informasi teknologi apalagi mengenai kesehatan tepatnya tanda2 kanker payudara. Berselang 6 bulan kemudian ia baru menyadari kalau apa yang ia rasakan selama ini dari benjolan kecil seukuran kacang sampai seukuran kelereng adalah benar kanker payudara.
Kami sekeluarga bagaikan tidak percaya apalagi info ibu & nenek yang kebetulan masih hidup, bahwasannya background keluarga baik dari kakak ipar saya dari ibu,nenek sampai buyut tidak ada yang mengalami kejadian seperti ini. Kalut & bingung tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya suami kakak ipar saya yang kebetulan hanya pegawai TU biasa mencoba mengambil keputusan untuk pengobatan alternatif dari yang tradisional sampai 1/2 paranormal pun pernah dicoba. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan walaupun hanya dengan pengobatan biasa. Waktu terus berjalan sekitar menginjak -+1 tahun. Benjolan yang tadinya mulai membesar tiba-tiba pecah sehingga terjadi luka dan mengeluarkan nanah, darah dan bau yang tidak sedap.
1
May
Dear friend,
Mama saya baru saja divonis kanker payudara tepat bulan lalu, dari mulai stadium 4 dan akhirnya final 2. Berat sekali rasanya, saya juga shock, saya tidak menyerah, saya banyak cari teman yang cancer, saya banyak baca buku tentang hidup sehat, saya ingin support mama.
Sekarang mama sudah dioperasi dan sedang dikemoterapi. Syukur kepada Tuhan, mama saya diselamatkan. Dari awal tidak mau berobat, setelah benjolan membesar lebih cepat, warna kulit memerah, kecoklatan, mama langsung minta diantar berobat.
25
Apr
Perkenalkan saya Tyo saya mw cerita dan minta tanggapannya….!
Pacar saya pernah cerita klu di payudaranya da benjolan dan sering sakit pa itu kanker..? Dlu wktu sakit dy dah pernah periksa tp hanya di puskesmas saja dan dokter di sanapun ngak berani memvonis dy skt kanker pa bukan… Dokter hanya ngasih obat dan menganjurkan untuk periksa ke rumah sakit…
Alhamdulilah obat dr puskesmas agak membantu skrg jarang bagt rasa sakitnya kdng hanya nyeri aja… Saya dah bujuk buat cek ke rumah sakit tp pacar saya malah pilih pasrah mgkn jg masalah biaya…. Keluarga pacar saya emg sederhana. Saya pun mw bantu ngak sanggup klu liat biayaX sebanyak itu…. Skrg saya harus bgaimana? Dan jika emg sakit kanker apa ada penyembuhan yang biayanya bisa terjangkau kami…?
20
Apr
Saat ini kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker dengan penderita terbanyak di Indonesia. Kanker ini jarang ditemukan pada stadium dini, kecuali jika kita rutin melakukan pap smear. Padahal seperti kita tahu, kanker jenis apa pun semakin dini diketahui akan semakin mudah diobati.
Namun, sedini apa pun, biaya pengobatan kanker tidak pernah murah. Selalu dibutuhkan uang berjuta-juta, berpuluh-puluh juta, bahkan beratus-ratus juta juta rupiah, tergantung jenis pengobatan yang dipilih. Taruhlah ada yang memilih pengobatan gratis dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas dari pemerintah, tetap saja pengobatan kanker itu mahal. Hanya, pemerintahlah yang menanggung beban biaya itu.
Sesungguhnya yang paling murah tetaplah upaya preventif. Namun, bisakah kanker dicegah? Bisa! Terutama kanker serviks yang sering juga disebut kanker mulut rahim. Ingin tahu bagaimana caranya?
3
Apr
Salam,
Dear all,
Pada 3 bulan yang lalu bapak saya mengeluh karena susah menelan, lalu berkonsultasi pada dokter yang mengatakan bahwa ada gigi yang menyebabkan tenggorokannya sakit sehingga harus dicabut, tetapi masih tidak berpengaruh. Dan bapak saya ke dokter lagi dan di beri obat ternyata juga tidak berhasil. Beberapa hari kemudian bapak saya mulai lemah dan susah makan, lalu segeralah dibawa kerumah sakit untuk di rawat inap. Disana setelah dironsen dokter mengatakan ada flek pada paru bapak saya. Setelah seminggu rawat inap bapak saya minta agar rawat jalan saja. Hingga beberapa 1 bulan lebih tidak kunjung ada perubahan yang terjadi malah bapak saya semakin kurus karena tidak nafsu makan dan susah tidur karena nyeri yang membuat menderita bapak saya.
Akhirnya memutus rawat inap kembali kerumah sakit dan setelah ct scan dan biopsi bapak saya dinyatakan kanker paru-paru stadium 4 dan ganas. Sudah hampir 2 minggu ini bapak saya tidak bisa menelan makanan atau minum jadi harus lewat selang, setiap bergerak terasa cape. Dokter mengatakan bahwa kanker paru itu telah menjalar menutupi leher dan dinyatakan tidak bisa lagi digunakan untuk menelan serta telah kebagian lever, meski mulai naik berat badannya tetapi masih lemah untuk bergerak. Dokter tidak berani untuk mengambil langkah kemoterapi atau pengobatan lain karena kondisinya lemah jadi yang diberikan hanya antibiotik.
Sampai saat ini bapak saya masih di rumah sakit, dan nantinya akan dibawa untuk dirawat dirumah saja. Terus terang saya bingung harus berbuat apa untuk kesembuhan bapak saya, karena kami hanya bertiga jadi cuma saya sendiri yang diandalkan sedangkan ibu saya tidak terlalu sehat sebab pernah dioperasi karena vertigo. Semua memang sudah saya serahkan pada Tuhan yang menghendaki semua ini. Jadi saya mohon mungkin ada jalan keluar untuk kesembuhan bapak saya, semoga bisa memberi masukan langkah yang harus saya lakukan dan obat yang bisa menjadi alternatif bagi bapak saya menuju kesembuhan?
Amin.
Terima kasih atas perhatian teman-teman sekalian
Yuri Setiawan
31
Mar
Menulis blog untuk pembaca yang mayoritasnya terkena penyakit kanker merupakan hal yang gampang-gampang sulit buat saya. Untuk masalah kesehatan umumnya saya menulis dengan mudah, tetapi untuk yang satu ini, saya memiliki mental barrier dan mungkin sekali karena banyak dari anggota keluarga dan teman saya yang meninggal karena penyakit yang satu ini. Masalahnya adalah penyakit ini [seperti beberapa penyakit berat lainnya] memberikan masalah multi dimensi kepada penderita, juga pada orang disekelilingnya. Penderitaan ini bukan hanya fisik, juga psikis, ekonomi dan lainnya.
Di dalam cara pengobatan kanker pada ilmu pengobatan modern [yang juga disebut allopathic, orthodox] senjata andalan yang ada masih sekedar pengobatan dengan pembedahan, radiasi dan chemotherapy atau kombinasi dari dua ataupun ketiganya. Perkembangan cara diagnosa penyakit ini secara umum lebih akurat, namun dengan risiko yang lebih tinggi, terutama bila alat itu menggunakan sinar radiasi. Masih untung didalam diagnosa payudara mammography sekarang ini telah diberi alternatif thermography, sehingga efek radiasi menjadi hilang, namun mammography masih saja merupakan alat yang dominan. Perbaikan didalam chemotherapy masih berupa jenis obat yang dipakai saja, masih tidak bisa mengobati secara selektif sehingga efek sampingannya masih sangat besar.
31
Mar
salam kenal buat semua..
bagaikan petir di siang hari.. mei 2007 papa divonis dokter di spore sakit ca paru stadium 2B. 6juni2007 dilakukan operasi pengangkatan kanker parunya di sebelah kanan sebesar ampir 2/3paru-parunya.. kemudian bln juli dilanjutkan kemoterapi sebanyak 4x lalu dilanjutan radiasi sebanyak 33x. setelah pengobatan selesai dokternya suruh kontrol bln januari2008..
tak disangka2 kankernya sudah bermetastase ke otak.. lalu dilakukan SRT (Surgeon RadioTherapy) sebanyak 5x dan minum Tarceva 150mg 1hari 1butir.. obat yang bukan main mahalnya.. per 1butir 800 ribuan, itu juga kalau kita beli di YKI.. kalau di luaran sekitar 1 juta. sepanjang tahun 2008 papa terus cek up n pet ct scan.. tak disangka di awal 2009 papa diare hebat, berlangsung selama 2 minggu. papa masuk rs 2x lalu disarankan untuk stop Tarcevanya.
27
Mar
Dear friends….
Ini sudah pesan saya yang kedua, tadinya saya menulis tentang tante yang takut dikemo. Sebagai pengganti kemo dia menjalani pengobatan alternatif mengkonsumsi supplement Tianshi dan makan segalah jenis sayuran dan buah2. Awal Maret setelah dilakukan biopsi hasilnya dia menderita tumor yang jenisnya ganas. Kata DR itu harus segera dikemo. Setelah diberitahu tentang harga kemo tentunya tante saya kaget dan juga kami keluarga. Akhirnya adik, kakak, dan tante saya balik ke rumah, dan kami sekeluarga mencoba mencari jalan keluar.
Saya, sebenarnya sudah meyakinkan tante untuk melakukan kemo dan tentunya semua biayanya menjadi tanggung jawab saya. Tapi dia tetap ngotot tidak mau. Tiga hari setelah dia mengkonsumsi suplement Tianshi, dia mengalami rasa sakit yg peri dan sekarang mulai keluar cairan yang berbau tidak sedap. Adik dan kakak saya terpaksa mengambil keputusan untuk menanyakan lagi tentang harga kemo yg sudah pernah Doker sampaikkan pada kunjungan pertama. Menurut DR , tante saya harus dikemo minimum 6 X tapi , kemungkinan kemo ke 3 sudah bisa dioperasi, kalau lukanya sudah mulai mengering dan selanjutnya harus menjalani kemo lagi. Harga kemo yang DR berikan: 1 kali kemo Rp 11 .000.000.- plus Rp. 1.000 000.- jasa dokter. Berarti sekali kemo Rp 12 jt jadi totalnya memakan biaya @ Rp 72 Jt.- di luar biaya operasi dan obat2an.
25
Mar
Saya mempunyai pacar menderita kanker hati, saat ini dia sedang kuliah di Jepang. Sampai saat ini dia bisa bertahan hidup dengan ramuan obat Jepang yang harganya 3,4 juta untuk satu bulan. Kantornya tidak bisa membiayai karena sakitnya adalah kanker. Setiap bulan pasti masuk rumah sakit, koma di rumah sakit sudah sering kalau dia tidak meminum ramuan. Harganya yang mahal membuat kadang saya beli cuma ½ atau ¼ , orang tuanya gak tau ada di mana. Sebentar lagi dia pulang ke Indonesia, kira2 di mana saya bisa mendapatkan perawatan kanker hati untuk kesembuhannya dengan biaya yang murah. Terima kasih.
Agus P.
Blog ini ibarat teras samping Rumah Kanker, tempat kita berbincang santai, saling berbagi, saling mendengarkan, saling membantu, dan saling mendukung. Informasi dalam blog ini bukan dimaksudkan sebagai pengganti konsultasi dan nasehat dokter, harap dicerna dan digunakan secara bijaksana.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « May | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||