Setelah satu setengah tahun berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya, pagi ini Chrisye berpulang. Kita semua, sebagai sesama warga komunitas terkait kanker, merasa ikut kehilangan. Sejenak tercenung, hening, tunduk, melepas kepergiannya. Memang kematian adalah sebuah proses yang wajar bagi setiap orang. Tetapi tetap saja menyentuh hati. Selalu menyentuh.
Awalnya, 19 Juli 2005, penyanyi legendaris Indonesia ini dibawa ke RS Pondok Indah karena mengalami sesak nafas. Selama 13 hari dirawat di sana kondisinya terus memburuk. Dokter yang merawatnya sudah curiga bahwa penyakitnya bukanlah sesak nafas biasa.
Keluarga kemudian membawanya ke RS Mount Elizabeth, Singapura. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, tim dokter secara blak-blakan mengatakan bahwa sakit yang diderita Chrisye adalah kanker paru-paru stadium 4.
Sebagaimana penderita kanker lain, kemudian Chrisye menjalani pengobatan demi pengobatan, kemoterapi demi kemoterapi, diselingi pemeriksaan demi pemeriksaan, diet demi diet, dengan segala efek samping dan pasang-surut kondisinya. Ia dan keluarganya mengalami segala kesedihan dan penderitaan seperti yang kita dan keluarga kita rasakan.
Tetapi Chrisye tidak membiarkan diri tenggelam dalam kesedihan. Di sela-sela jadwal pengobatan, ia berusaha tetap beraktivitas. Saat kondisi tubuhnya memungkinkan, ia tampil dalam acara di televisi. Bahkan bersama Alberthiene Endah sempat menyusun buku setebal 373 halaman: Chrisye, Sebuah Memoar Musikal, yang diluncurkan 17 Februari 2007 lalu. Sayang, kondisinya tidak memungkinkan untuk menghadiri acara peluncuran buku sekaligus malam penggalangan dana untuk pengobatannya itu.
Malam itu terkumpul dana Rp 300 juta, belum termasuk jaminan biaya pengobatan selama dua tahun dari sebuah maskapai penerbangan, juga sumbangan tenaga dari rekan-rekannya sesama artis yang bersedia tampil tanpa bayaran.
Jauh sebelum itu, beberapa saat setelah ia diketahui mengidap kanker, para sahabatnya juga segera menggalang dana dengan berbagai cara, antara lain pentas bersama, mengeluarkan album khusus, juga membuka rekening khusus.
Memang, sekalipun ia adalah penyanyi besar yang telah menerima berbagai macam penghargaan, Chrisye tetaplah manusia biasa yang membutuhkan dukungan orang lain. Dan beruntunglah ia memiliki sahabat-sahabat yang begitu tulus dan peduli kepadanya.


Cerita Sejenis:
Sudah 3 sahabat yang menanggapi
Menanggapi kepergian sdr.Chrisye karena penyakit kanker paru2,saya sebagai penggemarnya suka menangis bila melihat tayangan video klip nya penyanyi legendaris Chrisye sediiihhh rasanya tak ada yang bisa menggantikan suara emasnya di dunia ini.Kita doakan agar almarhum beristirahat dengan tenang meninggal dalam Khusnul Khotimah,ditabahkan dan dikuatkan imannya bagi istri dan putra2 putri2nya.Amin.Pertanyaannya agar supaya bagi perokok2 tidak bernasib seperti sdr.Chrisye apa sebaiknya harus rajin memeriksakan paru2nya?.Bagaimana cara periksanya ?.Apa ke yayasan kanker bag paru2?.Terima kasih.
Hallo Riani,
Kalau para perokok tidak ingin mengalami nasib seperti Chrisye, jalan satu-satunya hanya: stop merokok sekarang juga! Dengan begitu ia tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri, tapi juga menyelamatkan keluarga dan orang-orang di lingkungannya.
Untuk memeriksakan kesehatan paru-paru tidak perlu ke yayasan kanker, cukup ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk minta pengantar pemeriksaan ke laboratorium, kemudian mendiskusikan hasilnya dengan dokter tersebut. Cukup mudah ‘kan?
saya penderita CML, apakah ada sahabat sekalian yang ingin membantu saya berbagi pengalamannya,..
bagaimana mengatasi CML dan apakah obatnya
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)