Hallo… nama saya Titah Rahayu. Bukan dokter. Bukan pengurus yayasan kanker. Bukan produsen obat kanker. Lantas, mengapa saya membuat website tentang kanker? Apakah saya penghobi kanker? Mungkin begitu tanya dalam hati Anda. Hahaha… sudah tentu bukan!
Tetapi kalau dikatakan kehidupan saya cukup dekat dengan kanker, ada benarnya. Waktu saya masih berada dalam kandungan, nenek dari pihak ibu berpulang karena kanker hati. Waktu saya berumur sembilan tahun, nenek buyut yang sangat menyayangi saya berpulang karena kanker kandungan.
Menginjak remaja, umur 16, giliran kakek dari pihak ibu berpulang karena kanker nasofaring, disusul nenek dari pihak ayah berpulang karena kanker paru dua tahun kemudian.
Daftarnya belum berakhir sampai di situ, karena waktu saya kuliah ibu saya berpulang karena kanker hati, disusul paman ibu dan bibi ayah karena penyakit yang sama, dalam kurun waktu satu tahun.
Dan saat saya menulis ini, telah 17 tahun berlalu sejak saya diketahui positif menderita hepatitis B. Saya yakin Anda tahu apa artinya
Sekalipun begitu, sejauh itu saya merasa tenang-tenang saja. Tidak begitu peduli. Kesadaran saya baru terbangun lagi saat merawat ibu mertua yang menderita kanker kolon, tahun lalu. Hanya sekitar tiga bulan, tetapi tiga bulan yang sangat berat. Dalam segala hal. Fisik, psikis, moral, material, sosial. Saya seperti diingatkan. Betapa beratnya beban yang harus dipikul penderita kanker dan keluarganya.
Kemudian timbul keinginan untuk belajar lebih jauh tentang kanker. Apa sih kanker itu? Bagaimana mengatasinya? Apa yang harus dihadapi oleh orang yang menderita kanker? Bagaimana merawat keluarga yang menderita kanker? Apa yang bisa dilakukan jika sahabat atau kerabat menderita kanker? Dan sebagainya. Dan sebagainya.
Supaya tidak mudah lupa, apa yang saya pelajari tentang kanker saya tulis dan saya upload di Rumah Kanker. Sekedar ingin berbagi, siapa tahu bermanfaat bagi sahabat-sahabat “senasib seperjuangan”.
Jadi, semua artikel dalam Rumah Kanker hanyalah sekedar catatan-catatan pribadi. Boleh digunakan sebagai tambahan referensi, tetapi jangan digunakan sebagai pengganti nasehat dokter. Ingat, saya bukan dokter dan bukan ahli kanker. Tetapi saya bisa mengerti keadaan Anda, karena saya pernah dan sedang berada pada situasi yang sama.
Sebagai sesama penderita atau pendamping penderita kanker, saya ingin mengajak Anda juga untuk saling berbagi. Supaya kita sama-sama tahu, bahwa kita tidak sendirian. Bahwa kita memiliki sahabat-sahabat yang peduli, selalu mendukung, dan setia mendampingi kita


Cerita Sejenis:
Sudah 45 sahabat yang menanggapi
semoga makin banyak yg mau berbagi ya bu..
kapan-kapan nulis kanker ah *gak janji lho*
makasih dokter dani dan dokter moki atas kunjungannya, kalau sempat tolong sahabat-sahabat saya disupport ya…
Hallo mba Titah,
membaca kisah mbak yang berat kalau dibandingkan dengan saya ternyata beban saya tidak seberapa, walau demikian saya merasa saya dan keluarga saya sedang menghadapi cobaan yang sangat berat yang terkadang hati ini merasa sudah tak mampu lagi memikulnya.
Ibu pada tahu 2005 didiagnosa menderita kanker leher rahim stadium 3 dan sudah diangkat pada tahun yang sama, akan tetapi dalam jangka waktu 5 bulan kanker lain menyusul aku nggak tau apa jenis kankernya yang pasti kanker ini menempel pada otot dan pembuluh darah sehingga dokter pun tidak berani mengambil tindakan operasi karena dinilai beresiko tinggi, dan akhirnya kemotherapy dan radiasi jalan yang kami ambil, tetapi ternyata tidak ada efek sama sekali, kankernya malah semakin berkembang, Ibuku pun terserang kanker kelenjar getah bening dan ada indikasi gagal ginjal sehingga diharuskan menjalani cuci darah minimal seminggu sekali, saya bingung apa yang harus saya lakukan, kami sudah kehilangan rumah, ayahku sudah tidak berpenghasilan karena usahanya bangkrut, biaya pengobatan kemarin pun kami masih menunggak pada pihak lain, jadi kami tidak mungkin lagi untuk membawa Ibu berobat lagi karena masalah biaya, belum lagi rasa sakit tak terrahankan yang diderita Ibuku sehingga sudah dua kali beliau mencoba bunuh diri karena merasa putus asa, penyakit kanker benar-benar telah menguras fisik, psikis,moril, materil bahkan tak jarang hampir menyeret keimanan kami saking beratnya beban yang kami pikul dan tak kuasa menyaksikan rasa kesakitan yang diderita Ibuku.
mungkin disini saya tidak akan merasa sendirian lagi…
Hallo Erning,
Semoga Allah memberikan kekuatan kepadamu sekeluarga, khususnya ibu, dalam menghadapi cobaan ini ya. Aku pribadi meyakini bahwa cobaan seberat apa pun, kalau kita bisa melihatnya dari sisi lain, sesungguhnya adalah sebuah karunia tersembunyi yang harus disyukuri. Kalau Erning beragama Islam (maaf kalau salah), pasti tahu bahwa sakit pada hakikatnya adalah cara Allah untuk membersihkan hamba-Nya dari segala dosa dan melimpahkan karunia berupa hikmah maupun pahala bagi si sakit dan keluarganya atas kesabarannya. So, sabar ya
Erning sudah baca artikel di Rumah Kanker tentang Penanganan Kanker Stadium Lanjut kan? Menurut aku yang pertama harus dilakukan adalah menghilangkan rasa nyeri yang diderita ibu. Setelah itu baru dipikirkan yang lainnya.
Erning tinggal di mana sih? Ada beberapa kota (Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar) yang penanganan kanker stadium lanjutnya cukup maju, bisa memberikan advis dan pendampingan, dan sering memberikan keringanan pengobatan juga. Kalaupun tidak tinggal di sana, Erning bisa datang ke RS manapun dan minta obat antinyeri khusus untuk kanker. Harganya tidak mahal kok (minta obat generiknya saja). Tapi harus disiplin minumnya, ya.
Aku mengerti, bebanmu pasti berat sekali. Tapi jangan putus asa ya Erning? Tolong sampaikan salam takzim dan cium tanganku untuk ibu. Okay?
mba’ titah,salutz abiz de baca crita2ny. saya mhsw psikologi mba’,kebetulan saya akan mengambil data penelitian dan penelitian skripsi saya mengenai kanker. saya ingin sekali bisa berbagi dg mba’titah,agar saya lebih bisa memahami bagaimana para penderita kanker dan keluarga. shg apa yg saya teliti tdk hanya sekedar teori2 yg tanpa makna. mhn bantuannya mba’,makasih…… tetap semangat mba’,salutz…….
Ibunya Pandu ya Bu…?
ehehe…
saya Siwi…yang nelpon Ibu kemaren…
betewe, nama kita kok sama?apa kita bermarga sama ya?
*elus elus jenggot*
Kapan lagi kalo ada kopdar, ikut ya Bu?
@ upi
makasih sudah mampir…
saya sudah kirim email ke beberapa sahabat seperti yang upi minta, tetapi mereka belum membalas ke saya. mungkin langsung merespons ke upi? soalnya di sana saya cantumkan alamat email dan nomor telepon upi.
@ shiw yang pernah nelpon Bu Titah
Nama kita sama karena kamu anakku, Nduk….
oo.. ibunya pandu…
kirain siapa..
salam kenal bu…
saya ada di samping chiw pas dia nelpon ibu…
salut sama ibu buat blog ini…
saya sangat tertarik kerja2 sosial seperti beberapa ulasan posting di blog saya.
bu saya link yah…:)
salam kenal juga arul. makasih link-nya, saya link balik ya….
tertarik kerja sosial juga ya? yuk, kerja yuk
mbak titah mo tanya2 ciri2 kanker kolon, secara ibu saya di duga kanker kolon dan skrg ibu saya masih d rawat tp diagnosa skrg bukan kanker kolon melainkan colitis, jadi bingun saya
jadinya
deenda, gejala kanker kolon antara lain diare/sembelit, berak berdarah, ukuran/volume kotoran mengecil, badan lemah, berat badan turun, mual/muntah. colitis memang menunjukkan gejala yang hampir sama. untuk memastikan sakit ibu anda kanker atau colitis, anda bisa minta pemeriksaan kolonoskopi pada dokter. okay?
Mbak Titah…., bisakah mutiara (34 tahun) dikasih masukan? 4 bulan yang lalu saya baru menjalani operasi kista ovarium kiri dan kanan, dulu sebelum operasi saya beberapa kali sakit, panas mendadak, nyeri di perut bawah bahkan juga bagian dubur. Saya berharap setelah menjalani operasi, nyeri dan sakit2 itu akan berkurang.Tapi tidak demikian, menginjak bulan ke-4 pasca operasi kista ini, tetap saja saya menikmati sakit begitu, juga mbak Titah jika menginjak masa subur, saya merasa sangat kesakitan…tapi smua ini saya tahan, tidak pernah saya keluhkan pd kelg juga pada suami.Bisakah mbak Titah kasih saya saran?saya harus periksa apalagi?apa mungkin saya ada kecenderungan akan mengalami kanker ovarium?Mutiara mohon tanggapan mbak Titah ya…terima kasih,saya dapat kesempatan utk berbagi….
Hallo Mutiara… namanya bagus sekali
Sesudah kamu operasi 4 bulan yang lalu, hasil PA (patologi anatomi)-nya bagaimana? PA itu pemeriksaan langsung terhadap jaringan tubuh yang diambil pada waktu operasi, biasanya hasilnya diberikan seminggu sesudah operasi. Dari situ terlihat jelas kondisi penyakitmu yang sebenarnya.
Kalau sekarang masih sakit lagi, coba aja Mutiara periksa kembali ke dokter yang dulu melakukan operasi, sampaikan keluhan dan kekhawatiranmu, karena kista memang bisa tumbuh lagi. Saya pernah membaca, sebaiknya dilakukan USG pada saat menstruasi untuk mengetahui ada kista fungsional (yang bisa membesar dan sangat sakit) atau tidak. Jika ada, mungkin perlu pemeriksaan tumor marker untuk mengetahui kista itu ganas atau tidak. Dokter pasti lebih tahu apa yang harus dilakukan.
Oh yah, ada baiknya Muti membicarakan keluhan ini dengan keluarga, karena merekalah orang-orang terdekat yang siap mensupport Muti kapan saja. Okay sayang?
Terima kasaih mbak Titah atas saran dan semangatnya…, mmg dari hasil PA itu menunjukkan tidak ada keganasan dan kista yang terjadi merupakan hasil pendarahan lama dan tergolong dalam endometriosis kista…..Dan skrg ini saya mmg mencari-cari info ttg kista bahkan ttg kanker ovarium itu juga…., krn pasca operasi saya masih saja mengalami kesakitan…dokter yang mengoperasi saya bahkan jadi heran mengapa saya masih tetap saja sakit begini..tapi dokter tidak menyarankan apa2, dokter hanya menyarankan pd saya utk mengangkat anak….Mbak Titah, saya akan coba utk USG ketika datang bulan, mgkn ini bisa memberi kecerahan pada saya….krn sampai sekrg (setelah 10 tahun menikah) saya belum dikaruniai buah hati yang teramat saya dambakan..
Dear Ibu Titah, apakah benar keladi tikus dan jamu dari cacare.com bisa menyembuh berbagai macam kanker. Mohon pencerahannya. Trims.
Dear Marco, maaf saya belum mempelajari tentang keladi tikus, kandungannya apa saja, tetapi setahu saya kalangan medis masih meragukannya. Sedang tentang cacare.com hmm… saya tidak berani bilang apa-apa, karena mereka hanya mengklaim kapsul ini untuk menyembuhkan kanker itu, tanpa menyebutkan kandungan yang terdapat dalam kapsul dan bagaimana cara kerjanya untuk membasmi kanker.
Dear mbak Titah, membaca riwayat panjenengan yang sangat akrab dengan kanker, menjadi jelas mengapa mbah Titah punya concern tinggi untuk membagi informasi tentang penyakit ini. Sekalian ijin untuk saya link ke blog kanker saya ya mbak …
Nitip pesen untuk Mutiara, rekan saya punya riwayat penyakit persis sama dengan Mutiara, sesudah operasi dia masih merasakan sakit yg berkepanjangan (terutama di pinggang belakang). Sudah di cek segala macem, semua normal. Akhirnya untuk meredakan sakitnya, sekarang dilakukan fisioterapi setiap hari selama 2 minggu.
Silakan Mbak Rini, blog Anda juga sudah saya cantumkan di blogroll, supaya sahabat-sahabat saya bisa mengunjungi Anda…
wah… saya doakan semoga dengan adanya orang2 seperti Ibu bisa membangkitkan semangat para penderita, sehingga tetap memiliki semangat untuk terus maju dan sembuh
saya senang ada website ini, saya mau curhat dikit. saya uda operasi kista ovarium 7 tahun yang lalu, saluran tuba ke angkat, jadi menurut dokter saya tidak bisa punya anak. Salah satu cara dengan bayi tabung, tp saya gak punya biayanya. Ada yang bisa bantu saya gak biar punya anak. saya usia 29 tahun.makasih!
saya sedang sedih menghadapi om yang didiagnosa kanker tonsil stadium 2, ibunya meninggal karena kanker rahim stadium 4 sedangkan adeknya meninggal karena kanker otak, saya takut om ini tidak bisa sembuh dari kankernya. tolong saya diberi masukan tentang apa yang harus kami lakukan membantu om saya ini menghadapi kankerny
saya seorang remaja yang berusia 21 th…
saya mengalami adanya benjolan kecil yang saya amati dari tahun ke tahun semakin bertambah besar benjolan ini..
yang saya sedih kan keluarga saya tidak begitu peduli dgn apa yang saya rasakan dan alami..
sampai suatu hari tuhan mempertemukan saya dengan kekasih saya yang mau menolong saya u/menyembuhkan dan mengobati saya..
ternyata TUHAN masih menyayangi saya dan saya berterima kasih pada nya…
terima kasih u/pacar ku Ramdoni,karna mu Q menjadi lebih tabah dalam menghadapi cobaan ini..
@ acel
terima kasih…
@ neneng
mungkin neneng bersedia membantu anak yang kurang beruntung dengan mengadopsi mereka? anak adopsi yang dirawat penuh kasih sayang, kasihnya ke kita kadang malah melebihi anak kandung, lo.
@ desy
kanker tonsil om masih stadium 2, kemungkinan besar bisa sembuh. so, segera saja diobati sampai tuntas tas, supaya tidak semakin parah. ya des?
@sharadyah
ah, syukurlah, semoga lekas sembuh ya dyah…
hallo mba Titah,saya raja boleh tanya no telp mba ?
no telp saya 085218199465 (raja)
boleh, no telp saya ada di sini. silakan dicek, raja.
mbak titah, aku senang sekali bisa mengenal rumah kanker, karena ternyata aku tidak sendirian, merasakan kekhuatiran aku terhadap ibuku tersayang, aku salut banget dengan ketabahan mbak titah melihat keluarga yang disayangi satu persatu menderita kanker, kita sama mbak sama2 dari keluarga yang mempunyai genetika kanker,sekarang ini aku merasa beruntung bisa mengenal rumah kanker jadi sedikit banyak aku sudah mengerti tentang kanker dan aku juga bisa curhat soal kanker, coba kalau dari dulu aku mengenal rumah kanker ini mungkin aku bisa sedikit membantu kakak sepupuku dan mbah putriku dengan memberikan informasi tentang kanker kepada mereka, sayang sekarang mereka berdua sudah berpulang karena kanker leher rahim dan kanker usus besar, mbak kemarin lalu akukan pernah curhat itu loh tentang ” ibuku yang bandel “, menurut pengalaman pribadi mbak titah apa saja gejala kanker hati / sirosis ( 22 tahun yang lalu ibuku divonis terkena hepatitis B kronis karena tertular lewat transfusi darah tahun 1985 ), saat ini beliau mudah capek dan kakinya sering bengkak dan beberapa hari terakhir kadang2 dari badannya sering keluar darah, seperti tadi malam tiba2 dari lengannya keluar darah ( seperti terkena luka dan berdarah tapi gak berhenti2 sampai sekarangpun belum berhenti tapi nanti kalau sudah 3 atau 4 hari tiba2 berhenti sendiri ) dulu juga pernah begitu dari kakinya keluar darah secara tiba2 seperti tertusuk duri dan keluar darah banyak sekali, oleh ibu hanya diberi handyplast tapi kalau handyplastnya dibuka darahnya akan mengucur kembali dan darah itu berhenti kira2 3 hari kemudian, tapi seperti biasanya mbak, ibuku susah sekali disuruh kedokter, padahal aku sudah merayunya setengah mati, seperti tadi malam juga begitu, sulit sekali mengajak beliau kedokter, bahkan kemarin aku sempat menangis untuk memintanya kedokter tapi jawab beliau ” ibu gak apa2 kok cuma begini aja kok di kuatirin ” coba mbak titah gimana susahnya ngajak ibu kedokter, dan menurut pengalaman pribadi mbak titah makanan apa yang boleh dan yang tidak boleh untuk ibuku, mbak kok jadinya aku yang banyak curhatnya dari pada komentarnya, oh ya mbak kalau kedokter sebaiknya kedokter siapa ya, mungkin mbak titah bisa kasik saran buat aku, trimakasih banyak ya mbak
hmm…. mbak bisa mengerti betapa sedihnya dina menghadapi kondisi ibu yang kurang sehat tapi tidak mau diajak ke dokter. keluar darah secara spontan tanpa luka (atau dengan luka sekali pun) dan tidak berhenti sampai beberapa hari, menurut mbak adalah persoalan serius dan perlu penanganan dokter. begitu juga kondisi mudah capek dan kaki sering bengkak, bisa karena beberapa sebab yang berbeda, yang tidak bisa ditentukan hanya dengan ngobrol online begini
begini deh ya… kalau ibu belum mau diajak ke dokter, coba dina mengajak salah satu keluarga yang senior (yang kata-katanya “didengar” oleh ibu) untuk mengkonsultasikan kondisi ibu ke dokter. kalau ada yang bersedia, boleh juga memanggil dokter ke rumah. nanti dokter akan memberi saran apa yang sebaiknya dina lakukan. sebaiknya ke dokter siapa? kalau saya sih tahap pertama selalu konsultasi ke dokter umum dulu, baru di sana nanti saya tanyakan apa perlu konsultasi ke dokter spesialis tertentu. yang penting pilihlah dokter yang bersedia mendengarkan keluhan dina dengan sabar, dan mau menjelaskan penyakit tersebut dan penanganannya dengan jelas tanpa bersikap terburu-buru. jangan malu untuk menanyakan apa pun yang ingin dina ketahui pada dokter ya…
tentang makanan apa yang boleh dan tidak boleh untuk ibu dina, maaf ya mbak enggak berani menentukan karena enggak tahu persis apa sakit yang diderita ibu, takutnya nanti malah salah.
sedang tentang gejala kanker hati, kalau ibuku dulu nyaris tanpa gejala (mungkin ada gejala ringan tapi luput dari perhatian). tahu-tahu punggung/pinggang sering sakit/kemeng, dikira gejala rematik, setelah diperiksa dokter ternyata kanker hati stadium 4
Hai mbak Titah.. salam kenal..saya meira, merinding baca testimoni rekan-rekan penderita/pendamping penderita kanker… semoga mereka semua diberi kekuatan dan ketabahan, amin. Mbak, saya merawat mama saya yang pernah diangkat payudara kirinya tahun 1999 dan kemudian beliau menjalani kemotherapi, tahun 2006 mama tervonis gagal ginjal, dan sd saat ini cuci darah 2x seminggu. Terahkir dokter memperkirakan kanker payudara mama tumbuh lagi dari hasil rotgen paru mengingat mama selalu sesak nafas dan tiap hari bergantung pada Oxigen, paru selalu digenangi air shg rutin harus disedot dan keluhan sakit didada. Dokter tidak menyarankan tindakan medis apapun mengingat kondisi gagal ginjal mama tidak memungkinkan pengobatan kanker. Saya prihatin sekali dan tidak tega melihat penderitaan dan perjuangan mama. Ada saran Mbak…pengobatan herbal apa yang aplikatif untuk mama dan mungkin yang juga bisa memperingan sakit akibat efek hemodialisisnya….
Semoga sabar merawat mama ya Mei. Sebagai penderita gagal ginjal mama harus patuh pada diet rendah protein (satu hari cukup satu butir telur + 50 gram ikan ~hindari daging untuk tidak memperparah kankernya), minum dibatasi sebanyak jumlah urine yg dikeluarkan ditambah pengeluaran melalui keringat dan nafas (sekitar 500 ml), juga hindari lemak, hindari makanan tinggi fosfat (susu, hati, minuman ringan, kacang-kacangan ~termasuk tahu-tempe), hindari makanan tinggi kalium (pisang, tomat, ubi jalar, kelapa muda, nangka, bayam, sawi, durian, petai, jantung pisang, kentang). Untuk meringankan kankernya, sebaiknya jatah minum diberikan dalam bentuk jus apel/wortel. Untuk pengobatan alternatifnya nanti saya email saja ya sekalian yang untuk kakakmu…
aduh kayaknya saya salah panggil deh waktu comment di “nitip pesan”nya, saya kok manggil mbak hehheheheh, saya manggil ibu aja ya;p
waduh waduh, kayaknya bu titah bisa lulus kedokteran plus farmasi, plus psikologi, plus apoteker, plus S2 farmasi deh hehhe. lha kok lancar banget diajak konsultasi penyakit dan terapi2 non farmakologis sm yg lain hehhehe.
bu, saya boleh nimbrung ngobrol nggak? sama mbak/bu dina. walaupun sdh lama (desember bo’) ya nggak papa
mbak/bu dina, ibunya kondisi-nya selain serosis hati, bengkak, ada lagi nggak? misalnya tekanan darah tinggi, diabet? karena kalo iya berarti nggak boleh dianggap enteng luka dengan darah yg terus mengalir itu(walaupun sekarang jg nggak boleh dianggap enteng). terus sekarang minum obat apa aja? kalo ditanya apa yg dihindari untuk sekarang ini yg pasti nggak boleh konsumsi obat2 yg pny efek mengencerkan darah, misalnya aspirin, ginkgo biloba, dll karena akan menyebabkan perdarahan makin susah dihentikan. makanan harus pengaturan protein, tapi untuk lebih jelasnya emang harusnya tunggu kata dokter dulu.
saya jg pny saran utk mbak/bu dina, sekarang ini apoteker dibekali dengan ilmu klinis dan sudah banyak apoteker yang mau dan mampu memberi konseling.
mungkin kalo pas luka dan berdarah diajak ke apotek pura2 beli plester terus cari apoteker’nya, konsultasi, nanya-nanya. mungkin ibunya mbak/bu dina bisa dirayu sama apoteker’nya itu buat sekedar cek lab, atau mungkin langsung mau ke dokter… (berdasar bbrp pengalaman berhasil lho hehhehe). dan biasanya free charge kok konsul sm apoteker, gratis.
kalo boleh tahu domisili mbak/bu dina di mana? kalo di surabaya saya bisa bantu untuk kasih keterangan apotek mana yg mungkin bisa jadi referensi.
aduh maaf terlalu banyak komentar, moga2 aja membantu, udah ngomong banyak gini..heheheh
makasih banyak ya bu titah.
Kenapa jadi manggil Bu, saya dipanggil Mbak juga nggak apa-apa kok, malah berasa nggak tua-tua, hehe…
hai mbak Titah, salam kenal. saya senang sekali bisa baca tulisan/artikel dan kenal rumah kanker. saya link ya mbak. Makasi..
salam kenal kembali Ririe, makasih atas kunjungan dan linknya ya
Mbakyuku…..Maafffff
Aduh rasanya aku terlambat sekali baca profil dirimu….atas nama penyintas kanker, tengkiyu untuk informasi dan kepedulianmu yang luar biasa….ada SURGA yang menantimu disana atas apa yang mbakyu buat di sini.Insya Allah jika ada waktu dan kesempatan, aku akan kumpulkan beberapa artikel yang sudah terseleksi untuk di muat (diedit dulu tentunya). Do’aku selalu…semoga Tuhan selalu menjaga kita dan memberikan yang terbaik untuk kita, aminnnn…..
Looooooov
Ani
Amin 3x…
Makasih atas doanya ya An. Aku berharap semoga Allah memudahkannya, sehingga sesuatu yang kecil ini ada gunanya. Artikelnya ditunggu
selamat
hei mba titah..saya fitria,saya bukan penderita ato pendamping org pndrita kanker,saya mau tanya,saya gak tau ap saya trkena kanker ap gk,tapi dari beberapa website yg saya baca tentang gejala gejala orang terkena kanker dan beberapa yg saya rasakan ad d situ,saya pengen minta tanggapan mba titah,gini mba saya sering merasa pusing/sakit kepala dan mual”,saya juga sering muntah” dan sempat beberapa kali muntah berdarah,saya juga sering ngerasa sakit perut dan sampai” kalo saya udah ngerain it telapak tangan dan kaki sya terasa sangat dingin dan terlihat pucat,terkadang sehabis saya bangkit dari tempat duduk saya pandangan saya hilang,emang sich it gk berlangsung lama..saya juga gk bisa berjalan ato berdiri lma karna kalo saya berdri ato berjalan lama detak jantung saya jadi gak teratur..it memangx setau mba titah knp?
Hidup mba titah
setuju Vin.. Hidup mbak Titah…
Mba titah, saya juga ingin berbagi dengan semua. Saya ibu RT berumur 38 tahun dengan 1 putra berumur 8 tahun. Saya udah menikah lbh kurang 9 tahun. Nov 2006 saya operasi kista bartolin. Waktu itu cuma dibelek aja utk mengeluarkan cairannya. Desember 2008 kemarin ternyata kista bartolin itu muncul lagi akhirnya dioperasi. Dan hasil lab alhamdulillah kista itu tidak ada jaringannya. Ternyata keluarga saya mempunyai riwayat penyakit kanker atau tumor. Nenek dari pihak ibu sakit tumor dipayudara sampai diangkat. Sekarang beliau sudah meninggal. Kakak perempuan saya juga ada kista dan telah dioperasi 2 x. Maret 2009 adik sepupu meninggal sepertinya kanker kolon. Juga ada sepupu perempuan sepertinya tumor di payudara. tapi katanya sih tidak yang ganas semacam pembengkakan hormon saja. Seminggu yang lalu ibu saya habis cek darah dan dironsen dari dubur, kesimpulan dari hasil ronsen adalah colistis sepanjang kolon atau infeksi sepanjang usus besar.Saat saya tulis tanggapan ini ibu saya belum konsul lagi ke dokter tersebut (beliau lain kota dengan saya). Tapi menurut dokter tersebut penyakit tumor atau kanker merupakan penyakit keturunan dan pola makan yang tidak bagus. Memang yang terkena penyakit sebagaimana yang saya ceritakan adalah berasal dari satu nenek atau sedarah. Trus saya buka-buka internet tentang segala macam kanker. Ada cara untuk megobati macam-macam kanker tersebut dengan minum juece noni atau kapsul sarang semut. Bagaimana menurut mba titah atau teman-teman yang lain apakah pernah mencoba ?
Hiii Mba Yusra
Saya menanggapi sedikit tentang “kanker adalah keturunan/genetik” sebenarnya tidak 100%. Dari data yang saya miliki dari berbagai sumber, pada tahun 90-an genetik hanya 6%. Sekarang ada peningkatan menjadi 10-20%. Mengapa? Seperti yang Mba bilang “Pola makan & gaya hidup” dalam setiap keluarga hampir sama. Ex :kel.A suka rendang, anak cucunya pun suka rendang. He-he-he itu hanya contoh. Sekarang makanan “junkfood & fast food” ada di setiap sudut di sekitar kita, so? HINDARI adalah yang terbaik untuk tidak menambah masalah.Yang harus diperhitungkan secara sadar adalah bahwa untuk keluarga yang telah memiliki “gen” terkena kanker, otomatis risiko terkena kanker prosentasenya lebih tinggi dengan keluarga yang “tidak” memeliki riwayat kanker. Setiap manusia punya “sel kanker” karenanya setiap orang punya “risiko tersebut. Sekarang, dengan kondisi Mba sebaiknya menjaga pola makan, positif thinking, tidak stress, olahraga dan hidup sehat (banyak artikel di blog ini tentang hal itu. Makanan kanker secara umum adalah “gula & lemak” karenanya silahkan terjemahkan sendiri makanan apa saja yang memiliki kadar over “gula & lemak”
Selanjutnya untuk tahitian noni atau herbal apapun saya pribadi tidak bisa menyarankan atau menilai itu bagus dan ini jelek, karena hal ini sangat personal untuk masing-masing individu, tapi jika mba bertanya secara pribadi, saya lebih menyukai makanan segar yang saya proses sendiri. Sayuran dan buah-buahan yang fresh sangat mudah dan murah, bahkan sayur organik sekarang harganya juga terjangkau. Thx, semoga bermanfaat.
@ fitria
aduh sorry ya fit, pertanyaanmu kok sekian lama nyelip gak terjawab? jujur aku nggak tau apa yang fitri derita, bingung, habis keluhan sakit kepala, muntah darah, sama sakit perut kayaknya nggak nyambung. mungkin ada gangguan di lambung ditambah kurang darah yang cukup berat. kamu udah ke dokter belum? coba aja ke dokter ya, semoga cepet sembuh…
@yusra harmina
Mbak Yusra, sampai sekarang belum jelas apa pastinya penyebab kanker, kalau dibilang keturunan atau pola makan yang salah, bagaimana dengan bayi-bayi pengidap kanker yang tidak mempunyai garis keturunan kanker dan bahkan belum pernah memakan makanan apapun? Faktor keturunan dan pola makan yang salah memiliki kontribusi juga, memang, tapi bukan faktor tunggal.
Selain itu, yang diidap ibu (colitis), Mbak Yusra (kista), maupun sepupu (pembengkakan karena hormon) jauh dari kanker. Siapa yang mau berobat pakai jus noni dan sarang semut? Saya tidak tahu pasti khasiatnya untuk colitis, kista, maupun pembengkakan hormonal, yang saya baca noni dan sarang semut itu tidak banyak beda dengan sayur-mayur maupun buah-buahan lain, yaitu mengandung vitamin, mineral, maupun antioksidan. Bedanya: noni dan sarang semut diiklankan besar-besaran sedang yang lain tidak
Tapi apa yang dijelaskan Ani di atas bener banget, lebih baik kita menjaga diri dengan pola hidup yang sehat agar tidak sampai terjangkit penyakit, amin.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)