Tgl 27 Maret yg lalu saya melakukan operasi benjolan di kedua sisi samping leher saya. Malam sblm dioperasi saya dicheck dokter barangkali ada benjolan lain di lipatan tubuh saya dan tdk ditemukan satupun benjolan.
Seminggu pasca operasi dan sebelum hasil patologi dibacakan saya ditanya dokter apakah ada perubahan suara & nafsu makan. Saya jawab tdk ada. Kemudian beliau membacakan hasil patologi dari kedua benjolan leher saya. Di situ saya dinyatakan terserang kanker stadium 4 (sbg penyebaran).
Selanjutnya saya dirujuk ke dokter spesialis THT. Dokter THT menanyakan apa pernah mengalami mimisan (keluar darah dari hidung) ataupun telinga yg suka berdenging, dan saya jawab tidak pernah. Beliau selanjutnya melihat apakah ada benjolan di dalam rongga hidung ataupun telinga dan ternyata tidak ada. Kemudian beliau memutuskan utk CT Scan. Dari hasil CT Scan beliau mengatakan semuanya bagus hanya ada yg sedikit tidak simetris di nasofarynge. Untuk lebih jelasnya beliau memerintahkan utk biopsi di nasofarynge.
Lima hari kemudian hasil patologi di nasofarynge menyebutkan tidak dijumpai sel kanker ganas, hanya dijumpai sel radang ringan. Beliau cukup terkejut akan hasil tsb. Beliau keheranan dengan mengatakan hasil patologi di leher dinyatakan positif sebagai penyebaran sementara hasil primernya di nasofarynge negatif. Beliau juga mengatakan belum pernah dijumpai dalam literatur kedokteran timbulnya benjolan di kedua sisi leher sekaligus dalam tempo 3 bulan dan disebut sebagai penyebaran.
Perlu diketahui kedua benjolan di leher tsb saya jumpai 2 hari pasca saya mendapatkan pijatan di kedua sisi leher dengan cara dibetot/ditarik dari belakang dengan jari pemijat pada kedua sisi otot leher dan saya merasakan sakit sekali.
Dokter THT menyarankan utk biopsi ulang di nasofarynge dengan mengambil jaringan lebih dalam. Namun karena saya masih trauma dan ketakutan, saya minta tempo dulu. Saat ini saya bekerja kembali seperti biasa dan rencananya akan memenuhi undangan dokter utk biopsi ulang sepulang dari tempat kerja (rig pengeboran lepas pantai). Besar harapan saya untuk memperoleh kesehatan kembali, terlebih dokter THT mengatakan bila biopsi ulang di nasofarynge nanti hasilnya negatif kemungkinannya memang tidak ada sel kanker atau hanya tumor kecil.
Kondisi saya saat ini tetap prima hanya ada keluhan sedikit pada otot bekas operasi yang masih bengkak namun sudah tidak sebesar sebelumnya dan otot yang mengeras sudah banyak sekali mengecilnya. Saya juga mengonsumsi suplemen herbal Tianshi anti kanker yg dimulai sejak 2 minggu yang lalu. Atas kejadian yang menimpa diri saya ini saya mohon dengan sangat nasehat, komentar dan saran dari bapak/ibu pengasuh. Atas budi baik bapak/ibu saya ucapkan terima kasih banyak, semoga Tuhan membalas budi baik bapak/ibu, amin.
Cerita: Erwin Budhi Sulistyo


Cerita Sejenis:
Sudah 11 sahabat yang menanggapi
Pak Erwin yang budiman
Benjolan di leher bisa di sebabkan beberapa kondisi, bila yang dimaksud adalah perbesaran kelenjar getah bening bisa juga disebabkan oleh infeksi selain penyebaran/metastase keganasan kepala dan leher. Memang agak njelimet penegekan diagnosanya tp prinsipnya dengan biopsi spt yg di lakukan dokter THT bapak. Hasilnya bisa berbeda tergantung banyak faktor, laboratorium, jaringannya sendiri dsb, oleh karena itu diperlukan biopsi ulang. Ya sebaiknya diikuti saja dulu prosedur yg di anjurkan.
Untuk benjolannya jangan di pijet2 dulu jangan di ekspolari atau di lakukan aplikasi lokal apapun selain yg di sarankan dokternya. Suplemen tambahan boleh saja di pakai, tetap makanan yg sehat mengandung sayur dan buah, hidup teratur dan olah raga juga sangat penting.
InsyaAllah mudah2an segera sehat dan hasil PA-nya negatif ya pak,amien
Aku juga heran, kenapa aku punya bejolan di kanan kiri leher. Sebenarnya sudah tau sejak kecil dulu, tapi tidak pernah sakit. Dan sekarang tiba-tiba sedikit bengkak, karena salah posisi tidur, trus agak sakit. Apa itu berbahaya ya?
Fika, kalau bengkaknya mendadak dan terasa sakit, mungkin memang karena salah posisi tidur, atau ada infeksi di sekitar situ. Kalau dalam waktu tiga hari nggak sembuh, periksa ke dokter ya…
tahun lalu saya pernah biopsi untuk benjolan di sebelah kanan.. hasilnya tidak ada gejala kanker. hanya dalam bbrp bulan benjolan hilang. Kata dokter kemungkinan saya sedang sakit gigi.. padahal saya tidak pernah merasakan sakit gigi di sebelah kanan.
akhir tahun lalu saya melakukan cabut gigi geraham, bbrp lama setelah itu ada benjolan di leherku, setelah 3 bulan benjolan itu hilang.
kemudian dalam seminggu ini saya mendapati 2 benjolan di leher sebelah kiri.. dan saya tidak dalam sakit gigi. Apakah perlu biopsi juga ?
terus terang saya khawatir karena pernah membaca ttg gejala lymphoma
pengalaman biopsi yang pertama cukup membuat saya sedikit trauma. tapi saya juga ingin kepastikan sebetulnya apakah ada suatu penyakit di tubuh saya ? mengingat semua orang menyebutkan saya terlihat semakin hari semakin kurus.
Dear Pak Erwin,
Membaca posting Pak Erwin saya teringat teman seperjuangan penyandang kanker paru yang baru 9 hari yang lalu meninggal. Dari hasil rontgen, paru kirinya sudah tertutup cairan, sedang kelenjar getah beningnya bengkak. Hasil biopsy dinyatakan ditemukan Germ Cell, jenis sel kanker yang berasal dari prostat. Tetapi pada pemeriksaan prostatnya tidak ditemukan keganasan. Padahal cara pengobatan kanker paru dan kanker prostat bisa sangat berbeda. Baik obat maupun methode yang dipakai. Karena terombang-ambing dalam ketidak pastian, akhirnya teman saya tak tertolong lagi. Yang ingin saya sharing adalah bahwa penegakan diagnosa itu bisa sangat sulit. Banyak faktor yang dapat menyebabkan salahnya diagnosa. Bahkan bila saya bilang ada faktor keberuntungan juga. Oleh karenanya mungkin lebih baik jika Pak Erwin cari second opinion atau bahkan third opinion jika perlu. Lebih cepat lebih baik, karena jika memang ada keganasan, lebih awal ditangani hasilnyapun akan lebih baik. Semoga Bapak terhindar dari hal yang tak kita inginkan bersama. Tetap sehat ya Pak.
Salam,
ikut sharing..
begini, setahun yang lalu ayah saya didiagnosa terkena tumor yang termasuk ganas pada pita suara.kemudian di operasi.Alhamdulillah masih bisa untuk bicara.tetapi akhir2 ini ayah saya mulai mengeluh sesak nafas, sulit tidur terlentang dan tumbuh benjolan di leher bagian kanan,katanya terasa nyeri apalagi untuk menelan.apakah ini termasuk penyebaran dari sisa tumor yang dulu atau hanya sejenis radang..?mungkin ada yang tahu, mohon bagi infonya,terimakasih
@ Neng
benjolannya terasa sakit nggak, Neng? kalau sakit, biasanya sih karena infeksi. kalau nggak sakit gigi, bisa juga karena infeksi2 lain di sekitar situ, atau mungkin juga TB kelenjar. kalau mau jelas memang sebaiknya periksa ke dokter, dan ajaklah dokter berdiskusi tentang semua kekhawatiranmu. semoga cepat ditemukan penyebab dan penyembuhannya, ya.
@ Triyono
Thanks untuk sharing dan supportnya, Pak Tri.
@ tita
tentu saja sharing secara online begini tidak bisa menyimpulkan benjolan apa yang ada di leher ayah, tita. kalau ada keluhan, apa pun wujudnya, sebaiknya ayah diajak kontrol ke dokter lagi. supaya jelas permasalahannya dan keluhannya bisa diatasi dengan baik. okay?
apakah blog ini masih aktif??pgn sharing soal ca tymoma….
Silakan di-share, Pak Panji…
Iya mbak Titah, dari sekian banyak story, kok belum ada yg cerita soal ca tymoma (tymus-organ yg seharusnya mengecil saat usia 18 thn). Atau mungkin krn jarang ya….
Saat ini saya menurut diagnosa dokter menderita ca tymoma maligna yg letaknya sangat dekat dg jantung (pasnya di mediastinum). Dan sudah stadium 4 dengan cairan yang menenggelamkan jantung.
Krn lokasi yg dkt jantung itu,mulanya dokter onkologi tidak berani mengambil tindakan bedah dan radioterapi, hanya kemo sebagai jalan paling aman.
Setelah jalan 2x kemo, menjelang kemo ke 3 saya merasakan sesak napas hebat sehingga hrs opname lg,dan ternyata setelah CT Scan diketahui ada metastase di lever. Akhirnya dokter sarankan saya menjalani radio terapi. Alhamdulillah ada kemajuan.
Pertanyaan saya pada mbak Titah dan temen2, katanya ca tymoma biasanya bersifat lokal (tidak menyebar), kok ini ada metastase di lever, apa mungkin dokter salah diagnosa? mungkinkah yg saya derita ca paru..?
Kalau ada informasi soal seperti ini, mohon sharing dari temen2. Terima kasih..
Dear Pak Panji,
Maafff… baru sempat menjawab. Kemungkinan salah diagnosa bisa saja terjadi, dokter toh juga manusia. Walaupun begitu, ada juga 7% kemungkinan thymoma maligna menyebar ke organ2 di sekitarnya. Mungkin itu yang terjadi pada Pak Panji. Sekarang radioterapinya sudah selesai ya Pak? Silakan dilanjutkan dengan memperbaiki pola hidup, semoga membantu pemulihan. Tetap semangat, dan salam.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)