saya mona seorang istri dari dony yg sekarang mengidap penyakit kanker paru stadium IV. dony menderita kanker sejak tahun 2004 dan langsung stadium IV. tahun 2005 kanker dony dinyatakan hilang 75% sampai kami melaksanakan haji, dan sekarang dony kembali tergeletak. hanya paru2 atas saja yg bekerja, hidup hanya mengandalkan oksigen.
kami berdomisili di Jakarta, dony saat ini sedang dirawat di RS Persahabatan mawar bawah kamar 109. ingin sekali menumbuhkan semangat dihati dony bahwa dia tidak menderita sendirian,aku ingin sekali mendapat penanganan paliatif misalnya ada sesama penderita kanker paru yg mengunjungi dony atau tim relawan yang memberikan semangat buat dony. tapi saya bingung mesti menghubungi siapa?


Cerita Sejenis:
Sudah 5 sahabat yang menanggapi
Menurut informasi samar yang saya dapat, di RS Persahabatan
juga ada klinik paliatif tetapi kurang begitu maksimal
pengembangannya. Coba Mona tanyakan ke dokter yang merawat
Dony ya (sebab kadang-kadang dokter ruangan “lupa” untuk
mengkonsultasikan pasiennya ke bagian paliatif).
Yang cukup baik pengembangan paliatifnya di RS Kanker
Dharmais atau RS Cipto Mangunkusumo. Mona bisa minta
informasi ke sana, di sana ada relawannya juga. Saya rasa
Mona bisa minta kunjungan relawan dari kedua RS tersebut.
Untuk berkonsultasi ke RS Dharmais/RSCM jangan lupa membawa
copy berkas2 pemeriksaan/tindakan milik Dony ya. Kalau tidak
bisa membawa Dony, sebaiknya keluarga yang tahu persis
kondisi Dony yang konsultasi ke sana.
Untuk para penderita, mantan penderita, atau relawan kanker di Jakarta, silakan berikan support Anda kepada Dony dan Mona. Semoga Allah melimpahkan kesabaran dan kelapangan kepada Mona, Dony, dan seluruh keluarga.
“Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa orang beriman,
melainkan Allah mengampuni dosanya, hingga terhadap duri
yang mengenainya.” (HR Bukhari-Muslim dari Aisyah r.a.)
hallo mbak mona sabar ya.kita juga keluarga penderita kanker . bapak ku juga mengalami kanker usus malahan kami udah tidak punya biaya lagi.semoga mbak mona selalu bersabar merawat mas dony dan beliau sembuh.ntar deh kl kebetulan aku ke jakarta pengen kusambangi.
Dear Mbak Mona,
Menyesal sekali saya baru menemukan blog ini sekarang, sehingga baru sekarang dapat memberi tanggapan. Saya juga penderita kanker paru jenis adenocarsinoma stadium IV. Awalnya pada general check up di kantor saya pada 2005 diketahui ada kabut tipis di paru kiri atas. Saat itu saya langsung konsultasikan ke dokter kantor, tetapi karena tidak ada keluhan, maka tidak ada tindak lanjut. Hal ini berlangsung hingga Oktober 2006 ketika saya merasa pegal pada dada kiri sebelah atas. Setelah bolak-balik ke RS, akhirnya melalui biopsy, pada bulan Juni 2007 diketahui bahwa saya mengidap adenocarsinoma. Maka sejak saat itu saya ditherapy dengan penyinaran sekaligus chemotherapy. Penyinaran (radiasi) dilakukan di RS Persahabatan (ruang LINAC) sedang chemotherapy di RS Mitra Internasional Jatinegara. Penyinaran sudah selesai dilakukan sedangkan chemotherapy masih berlangsung hingga Desember nanti. Saat ini saya merasa sehat, bahkan sudah masuk bekerja kembali. Ingin sekali saya berkunjung untuk sekedar membesarkan hati mas Dony
Kakak laki-laki saya menderita kanker paru-paru, pertama diketahui stadium III. Saat ini sudah Stadium IV. Sejak pertama terjangkit, tergantung dengan oksigen, dan nafas selalu sesak. Dokter mangatakan tidak dapat sembuh, tapi saya percaya bahwa Allah Maha Kuasa. Terbukti pak Triyono pernah mengidap kanker paru stadium IV, dan saat ini sudah masuk bekerja kembali. Sementara Pak Dony, alhamdulillah telah sempat berhaji, padahal sebelumnya terkena kanker paru stadium IV. Jika Allah berkehendak, segala sesuatu tidaklah mustahil… Innallaha ‘ala kulli syai’in qadiir…
(Maaf, sharing saya sebenarnya hendak mengembalikan semangat saya yang sempat down karena kata2 dokter. Saya menangis di tengah malam setelah berapa tahun tidak lagi pernah menangis).
Adi, menangis sangat baik untuk mengurangi beban hati yang berat, dan pada saat menangis tubuh mengeluarkan hormon yang membuat kita merasa nyaman dan lega setelahnya. Asal menangisnya jangan berkepanjangan, setelah menangis segera bangkit lagi, kesedihannya dibuang diganti positivisme, take action penuh semangat dan optimisme. Tidak peduli berapa pun stadiumnya, kalau kita perhatikan, orang-orang yang berhasil sembuh dari kanker selalu orang-orang yang penuh semangat dan berpikir/bersikap positif. Salam buat kakak anda ya Adi, semoga segera sehat kembali
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)