dear all,
sebelumnya saya sangat senang sekali menemukan blog ini dan terima kasih sekali bagi smua yang mewadahi dan ikut berperan dalan blog ini. saya mau berbagi cerita tentang kanker paru-2. saat ini sudah satu tahun ibu mertua saya mengidap kanker paru-2 stadium lanjut dan oleh dokter di rs khusus paru di salatiga ibu diberi paket obat yang sangat mahal sekali, di mana satu paket diminum selama satu minggu, namanya irresa (sampai minggu ini sudah paket ke-10).
pada awalnya memang terjadi perkembangan yang cukup pesat di mana benjolan yg ada di leher belakang, kepala, dan kabut di paru2 sudah menghilang, tetapi kata dokter pengobatan masih perlu dilanjutkan hingga saat ini paket ke-10. tetapi lama-kelamaan kalau saya perhatikan justru perkembangannya tidak semakin baik. benjolannya mulai tumbuh lagi dan batuk jadi semakin sering. saya jadi curiga apakah pemberian iressanya yang semakin banyak justru membuat sel kanker berevolusi dan semakin kuat untuk itu, saya mohon bantuannya dari rekan2 untuk masalah ini karena terus terang dana yg keluar untuk pengobatan ini tidak sedikit.
thanks
gita dianing s.


Cerita Sejenis:
Sudah 30 sahabat yang menanggapi
Dear Gita,
Saya membaca tulisanmu hari ini.
dan penasaran, bagaimana kabar mamamu?
Jadi, apa penyakit yg sebenarnya diderita?
Semoga beliau cepat sembuh,
dan semga semuanya berakhir dengan baik ya.
Cheers,
Arin
hi, blhkah saya tau gmna kbr mertua anda skg? Bokap saya jg mengidap kanker paru dan dokter jg menawarkan pd saya untuk memberinya obat iressa. Dan saya baca2 di internet katanya obat itu jg memiliki efek samping yg bs membahayakan nyawa pasien. . . Saya akan menunggu email dr anda. Thanks.
Ibu saya divonis kanker paru stadium 3B , karna mendengar bahwa Iressa bisa menyembuhkan maka kami anak-anaknya sepakat mencoba memberikan Iressa , mulai tgl 6 sep nanti , boleh minta info tentang obat tersebut ….
Thx
Dear all,
Saya pernah ikut sebuah seminar, dan salah seorang narasumbernya menyatakan Iressa merupakan salah satu obat kanker stadium lanjut yang cukup bagus. Tapi mengingat harganya yang mahal (hampir Rp 500 ribu/tablet), jangka waktu pengobatan yang cukup lama (beberapa minggu/bulan), dan ternyata clinical trials tidak menunjukkan hasil yang memuaskan, penggunaan Iressa perlu dipertimbangkan masak-masak sebelumnya. Silakan baca link-link yang saya sertakan…
mama saya divonis kanker stage 3b tetapi sudah metafase ke tulang shg menjadi stage 4. sekarang mama saya sedang melakukan perobatan di guangzhou dan dokter disana menyarankan untuk mengkonsumsi iressa. setelah melihat review dari mba titah, koq saya jadi ragu2 ya. apalagi di UK uda di withdrawn. jadi sebenarnya iressa itu tidak bagus donk? apakah dsini ada yg perna menggunakan iressa? tolong infonya dan opininya donk. thx.
Vi, sebaiknya mintalah second opinion atau third opinion ke dokter-dokter lain, banyak-banyak bertanya, mendebat juga tidak apa-apa, intinya diskusikanlah secara tuntas apa benar irressa merupakan pilihan terbaik untuk mama Vivi? Siapa tahu sebenarnya ada pilihan-pilihan lain. Semoga mama segera mendapat pengobatan yang paling tepat dan sehat lagi ya Vi
Bokap saya sudah terapi di Guangzhou Fuda hospital selama 1 tahun dan hasilnya cukup memuaskan. Hanya saja pengobatan ke sana butuh waktu yang panjang dan biaya yang cukup mahal, karena sering bolak-balik Indonesia-China.
Awalnya sih ke Singapura, tetapi dokter di Singapura tidak banyak membantu. Cuma merekomendasikan bokap saya utk menjalani terapi radiologi dan katanya HANYA BISA BERTAHAN UTK 3-6 BLN!!! Btw, bokap saya mengidap kanker paru stadium 4 dan sudah menyebar ke tulang dan kelenjar getah bening. Dokter dari Guangzhou jg merekomendasikan IRESSA, tetapi bokap saya blm menggunakan obat tsb krn IRESSA tidak bisa di komsumsi bersamaan dgn obat lain dan bln lalu kami baru membeli obat dari salah satu RS di Zhuhai.
Semoga ini dapat membantu, thanks.
Semoga smuanya baik penderita maupun keluarganya dapat melewati ini dengan tabah.
BEST REGARD
Oh ya, satu hal yang penting dari pengalaman saya. Yang perlu dijaga dan ditanam di benak pasien adalah semangat hidup dari pasien dan kemauan
untuk sembuh.
Ayah saya menderita kanker paru-paru udah stadium 4, saat ini mengkonsumsi Iressa,perkembangannya lumayan bagus, cuma harganya relatif mahal, oleh karena itu bila ada yg. punya sisa iressa saya bersedia mengganti, tentunya dengan harga lebih murah, thank’s atas bantuannya….. bisa menghubungi saya lewat 08123319173, atau lewat @mail.
Saya sakit kanker paru2 NSCL , ter diagnosis Juli 2008 yang lalu dg satus T2N2M1. Sudah Chemoteraphy 6 kali berakhir bulan Desember 2008. hasil evaluasi Chemo baik tumor mengecil statusnya menjadi T1N0M1, Tumor marker CEA : 4,9 Cyfra 211: 2,57. Namun 3 bulan kemudian setelah di check di lab. Tumor Marker CEA naik jadi 12, dan Cyfra 211 : 4,03. Saat ini menjalani second line treatment dg tablet Irresa (yg Muahal sekali), sudah berjalan 50 hari. Effect samping yg terjadi sering diare, jerawat dan gampang capek. Hasil theraphy belum diketahui (dijadwalkan 10 hari yad check lab dab CT Scan). Mohon tanggapan , terimakasih
Dear Mas Sigit,
Saya juga penderita kanker paru jenis adenocarsinoma, yang sudah menjalar ke tulang rusuk (stadium IV) Chemotherapy 12 kali ditambah radiotherapy 14 kali sudah saya jalani sejak Agustus 2007 hingga Januari 2008. Pernah ditawarkan Iressa sebagai pengobatan lanjutan, tetapi itu harus saya minum 1 tablet tiap hari sepanjang sisa hidup saya, padahal waktu itu harganya sudah mencapai 800 ribu per tablet. Saya nggak sanggup. Kanker yang semula berukuran 3 cm kini tinggal 1,6 cm, hanya diminta kontrol tiap 2 bulan sekali dan CT Scan tiap 4 bulan sekali. Rencananya akan dilakukan chemotherapy ulang 2 tahun sejak chemotherapy terakhir. Setahu saya naiknya nilai CEA bisa bermacam-macam penyebabnya. Jika kita terjangkit kanker, nilai CEA memang akan naik, tetapi naiknya CEA belum tentu karena kanker. Jadi tetaplah optimis, konsultasikan saja dengan dokter Mas Sigit, mungkin diperlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti CT Scan atau bahkan PET Scan yang sekarang ada di salah satu rumah sakit di daerah Pluit.
Salam,
Dear Pa Triono, terimakasih atas tanggapan anda dan baru sekarang sy bisa menanggapi. Senang bisa ketemu senasib yang bisa memberi semangat. Tgl 20 May yl, sy tes Lab dab CTScan, hasilnya CEA naik jadi 20,1 tapi Cyfra211 turun jadi 2.83. Tumor primer mengecil jadi 0.9 cm, tapi dlm laporan radiolog dari pengamatan CT Scan muncul titik2 baru. Dr Noorwati Onkolog dg santainya berpendapat iressa nya tdk efektif, CA nya agresif dan menyarankan utk kemoterapi lagi. Padahal iressa nya yg muahal itu sdh terlanjur dibeli (masih sisa 50 tablet). Saya agak takut (traumatis) utk kemoterapi lagi, karena kemo yg lalu efek ke saya lumayan parah. Sampai hari ini saya belum memutuskan iya atau tidak utk kemoterapi lagi. Bagaimana dengan anda, semoga membaik dan tetap semangat.. salam
Dear mas Sigit,
Kondisi saya masih “sehat-sehat” saja (dalam arti walau masih ada, kanker tidak lagi mengganggu), mudah-mudahan demikian pula mas Sigit. Mudah-mudahan dalam waktu dekat mas Sigit bisa segera memutuskan pilihan terbaik, mengingat seiring berjalannya waktu kankerpun berkembang pesat. Kalau tak salah baca bukankah saat itu sudah terdeteksi T2N2M1?. Biasanya pada tahap ini dokter berupaya agar statusnya turun terlebih dahulu, tetapi mengingat adanya penyebaran, sama dengan kasus saya, operasi tidak lagi jadi pilihan utama. Tetap semangat ya mas, apapun alasannya, mas Sigit harus segera menetapkan pilihan.
Salam.
q bth pertolongan temen2 obat yang bsa menyembuhkan kanker 100% apa????plissss
ada seseorang yang terkena kanker stadium1 ..
andhi, sayangnya obat untuk kanker tidak bisa disebutkan dalam satu kalimat atau dijelaskan dalam satu atau beberapa paragraf. kalau andhi ingin tahu apa obat untuk kanker, baca artikel2 di rumahkanker.com dan juga di blog ini, ya. stadium 1 masih besar sekali kemungkinannya untuk 100%.
Tolong saran gimana mengatasi gatal2 krn minum iressa
Suami sy divonis kena ca paru adenocarcinoma stad 4,10 hr lalu.Skrg kami lg konsultasi dgn dktr di singapur ttg pengobatannya.Kami bingung krn dktr ada yg menyarankan langsung kemo dan ada yg menyarankan mnm obat oral.Ada jg dktr yg menyarankan u/ test EGFR mutation yg gunanya utk mengetahui apakah nanti kalau mnm iressa ada khasiat atau tdk.Sebenarnya utk ca paru pengobatan yg terbaik kemo dulu br mnm iressa,atau mnm iressa dulu br kemo?teman2 yg punya pengalaman ttg pengobatan adenocarcinoma tlg share ke sy.Trims
sekitar tgl 25 agustus 2010,dr hasil pemeriksaan dokter rs palembang,spesialis paru baru ketahuan ibu saya terkena kanker IIIB.terus setelah di kemo,ibu sy sdh berapa hari ini tidak makan dan minum.setiap diisi air ataupun mkn pasti keluar lagi.baru hari ini sy dapat tawaran obat yg bernama IRESSA,yg menawarkan teman dr adik saya tapi sy belum mengenal tentang obat ini,dan harganya cukup lumayan.bagi tmn2 yang bener2 tahu tentang pengalaman obat ini,sy mohon infonya..sy berharap bagi yg juga mengalami penyakit ini diberikan mukjizat untuk kesembuhannya..
Yang saya tahu Iressa itu diindikasikan sebagai second line terapi setelah kemoterapi, namun apabila tidak memungkinkan pasien menerima kemoterapi Iressa bisa sebagai terapi pertama. Tes EGFR mutasi disarankan oleh dokter apabila pasien memilih Iressa sebagai terapi pertama.
Harga Iressa yang lebih murah di Yayasan kanker Indonesia, yang berada di Jl. samratulangi, Menteng, jakarta. Karena Yayasan tersebut nonprofit jadi memang sebagai rujukan perusahaan-perusahaan farmasi yang bergerak di kanker.
Suami sy kena tumor paru st. IV. Adenocarcinoma. Dirawat di RSPershbtan. Sdh diradioterapi 30x dilanjutkan chemo 2x. Karena jantung tak kuat meresponse chemotherapy maka oleh dr jantung dianjurkan diberi obat lain yang tak mempengaruhi kerja jantung. Skrng oleh dr.Onkologynya diberi IRESSA 30 tablet. (Betul, beli di YKI Jl. Sam Ratulangi lebih murah). Yang ingin saya tanyakan adakah teman sesama pengguna Iressa yang sudah membaik penyakitnya dgn obat tsb. Bagaimana menghilangkan efek lemas dan menimbulkan nafsu makan.
Saat ini batuk baru berkurang sedikit. Kadang sdh jarang, kadang sering lagi batuknya. Sy pikir memang bandel sekali penyakit tsb.ya. Sy juga sdah memberikan TNJ (Noni Juice) dan minuman daun sirsak dan juice buah2an lain untuk memperkuat daya tahan tubuh. Mudah2an selaras dengan pengobatan dokter. Mohon tanggapan dari Anda yang berkompeten dlm penyembuhan tumor paru tsb.. Tksh.. Salam.
papaku jg divonis menderita kanker paru adenocarcinoma, pernahkah adasekalian membaca Dr Budwig Diet Protocol? Terapinya minum minyak jerami dan cottage cheese plus jalanin dietnya.
@Sigit Prasetyo apakah obat yg anda beli tidak dikonsumsi lagi?jia iya mau dijual sama saya, mohon balasannya segera.
Mohon bantuannya untuk informasi terbaru peyembuhan, terimakasih. Salam
Dear My friends,
Mohon tanggapannya ya..<
Ayahku berumur 75 tahun, Februari 2010 setelah di scan dan X Ray ternyata kata dokter kena kanker paru. Stadiumnya belum diketahui, karena ayahku tidak mau di biopsi dan dioperasi. Saya sudah bawa ke penang dan semuanya minta di biopsi. ayahku tetap tidak mau. Akhirnya dokter di Jakarta cuma kasih Vitamin K, dan obat demam yg mengandung parasetamol. Karena ayahku sering demam, panas, dahaknya banyak, sakit di dada dan batuk ada darahnya. Kita anak2nya sudah bingung dan pasrah. Pertegahan Oktober ini kita sudah coba pakai Iressa harganya 15 Tablet 10 jt, sekarang sudah periode ke 2. Kelhatannya belum ada hasilnya. Sekarang aku lagi rencana bawa ke singapore ke RS NCCS. Bulan septembaer CEA Bapakku 6,13 Ca 19-9 12,01 dan Cyfra 21-1 4,93. Please advise ya.
Thank's.
Regards,
@edwinagustian, anda bisa lihat di http://www.cancertutor.com untuk penjelasan umum dan bisa browsing seterusnya.
Salam
@ ibu Aini : RS Persahabatan merupakan RS yang menjadi rujukan penyakit paru nasional, mungkin ibu bisa bertanya ke dokter atau suster di RS tsb pasien-pasien yang sudah menggunakan Iressa dan bagaimana responnya.
@ Christian : sebaiknya diusahakan untuk bisa biopsi, karena dengan biopsi bisa ketahuan jenis sel kankernya sehingga bisa diusahakan terapi yang tepat… he..he.. itu yang saya pelajari.
Pak Rizal,
Trims atas tanggapannya.
Suami saya setelah chemo 2x dan minum tablet Iressa selama 1 bulan dilakukan rontgen dan ct scan, ternyata hasilnya, tumor kurang baik (malah membesar..!). Selain itu pengobatan2 tsb juga memberi efek samping pada jantung, spt suka sesek, sehingga oleh dokter Iressa distop, dan diminta untuk mengobati jantungnya dulu. Saat ini pilihan kami adalah berusaha memperkuat daya tahan tubuh maksimal dengan mengonsumsi berbagai jus spt tahitian noni juice, jus wortel, brocolli, sirsak, kunir putih dr jgy. Kondisi suami saya sekarang sudah lebih baik, nafsu makan baik, walau kadang masih suka batuk.
Bagi teman yang berminat membeli sisa Iressa kami dapat menghubungi kami di no 021 93691314.
Tk dan salam.
sekedar informasi bahwa pemeriksaan mutasi egfr sudah bisa dilakukan di jakarta. sediaan yang diperlukan bisa berupa cairan pleura, slide sitologi, atau blok parafin hasil biopsi. lama pemeriksaan tercepat adalah 3 hari terlama adalah 7 hari kerja.
sebagaimana dikatakan oleh riza, pemeriksaan egfr mtuasi memang diperlukan apabila akan menggunakan iressa sebagai lini pertama. hasil penelitian yg dipimpin oleh tony mok menunjukkan superioritas hasil iressa dibanding kemoterapi ketika diberikan pada pasien yang memiliki mutasi gen EGFR. mutasi ini lebih sering ditemukan pada pasien wanita, keturunan asia, dan tidak merokok, tipe adenocarcinoma.
obat ini memang mahal sekali, jadi sayang untuk dikonsumsi apabila ternyata tidak memiliki mutasi EGFR.
untuk detilnya bisa menghubungi kami, karena pemeriksaan ini perlu melibatkan juga dokter yang merawat.
Ternyata Iressa sdh lama ya digunakan. Mama kami baru mengkonsumsinya selama 40 hari. Dari hasil aspirasi cairan di paru setelah pemakaian 30 hari menunjukkan adanya perbaikan. Tapi selera makan belum membaik. Ada yang bisa bantu kasih saran, bagaimana cara untuk kembali menungkatkan nafsu makan? Buat bapak dan ibu yang sdh membaik & sehat, selamat ya. Kabar seperti itu sangat menyegarkan. Semoga mama kami juga semakin berhasil terapinya. Amin..
dear retno,
kebanyakan pejuang kanker memang kehilangan selera makan karena fungsi2 tubuh & inderanya terganggu. tidak perlu “kaget” dengan hal ini, karena sudah menjadi bawaan penyakitnya. namun kita tetap harus membujuk beliau untuk tetap mau makan, bukan? tipsnya: 1. tanyakan menu apa yg ingin disantapnya. 2. sajikan secara menarik dalam porsi kecil (yg mampu beliau habiskan). 3. ajak makan bersama keluarga dalam suasana yg gembira; sambil bercerita hal-hal yg menarik hatinya, dll..
Semoga pasien kanker di beri kesembuhan.
Utk saudara one, apakah sy bisa minta alamat email saudara? Sy bermaksud untuk mencari informasi soal pengobatan di Fuda utk papa sy yg di vonis kanker prostate stadium 3.
Terimakasih.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)