Cerita Sejenis:

Sudah 26 sahabat yang menanggapi

Subscribe ke thread ini: comment rss or trackback url
mygif
Titah menanggapi pada tanggal November 2nd, 2007 jam 4:53 pm

Saya setuju dengan pendapat dokter ketiga Anda, yang mengatakan kadar CEA tinggi belum tentu kanker. Itu sebabnya untuk mendiagnosis suatu penyakit (termasuk kanker) perlu pemeriksaan macam-macam, untuk memastikan. Yang pernah saya baca, kadar CEA tinggi selain karena kanker juga dapat disebabkan oleh penyakit paru-paru kronik, merokok, luka pada saluran pencernaan, diabetes, gangguan liver, dan berbagai radang/infeksi kronik maupun akut. Mungkin CEA tinggi ayah Anda karena penyakit TB atau luka di lambung itu.

Tentang CEA yang masih tinggi setelah menjalani pengobatan 2 bulan, saran saya untuk sementara wait n see saja sambil meneruskan pengobatan, kan pengobatan untuk TB masih lama, minimal 6 bulan? Sementara itu sebaiknya ayah Anda menjalani
general check up untuk mendeteksi kemungkinan penyakit-penyakit lainnya, kalau ada. Jadi fokusnya bukan hanya pada kanker. Ok?

Semoga ayah lekas sehat kembali ya Sisca…

mygif
Valentine menanggapi pada tanggal November 10th, 2007 jam 6:48 pm

saya cmn memberikan commant bhw hasil pemeriksaan dr lab yg menyatakan CEA tinggi itu tidak menjamin adanya kanker.
krn ibu saya brsan ditest darah & semua hsl CEA nya menunjukkan normal, dr hsl diagnosa MAMOGRAFI & USG pun menyatakan bhw efek dr operasi lama (kebetulan prn mengidap kanker payudara), tetapi dr pemeriksaan dokter spesialis lain dinyatakan ada kanker yg terkontaminasi ke paru2.
makanya mnrt saya semua itu tdk menjamin.
untuk lbh pstnya memank benar harusnya ayah anda melakukan general check up. krn bs saja terinfeksi penyakit lain.
semoga segera menemukan jawaban dr penyakit ayah anda & menemukan pengobatan yg terbaik. juga lekas sembuh.
Gbu & daddy

mygif
eliazer alex tato menanggapi pada tanggal September 17th, 2008 jam 12:23 pm

saat memeriksakan darah di laboratorium, kadar cea saya 2,30 dari batas tertinggi

mygif
Ani menanggapi pada tanggal September 18th, 2008 jam 4:07 am

Saya sependapat dengan Mba Titah dan Valentine. Pada saat saya terdeteksi CA MAMAE, CEA saya normal, begitu juga dengan CA 153. Jadi jangan terlalu mempercayai satu pemeriksaan. Pengalaman teman saya juga sama dia CEA dan CA 15-3 nya tinggi di atas ambang batas, tetapi ternyata hasil tes yang lain tidak memberikan tanda-tanda kanker sama sekali. Saran saya juga sama dengan yang lain, lebih baik General Check up. So….jika hasil PET-SCAN tidak terdeteksi kanker,tambahin do’a yang kuat dan berserah pada Tuhan agar Tuhan benar-benar menunjukkan yang terbaik (mungkin ini cara Tuhan memberitahu apa yang telah diusahakan-BAHWA ITU BUKAN KANKER-amin)
Saya sangat kagum dengan dokter ayah Sisca yang mau merekomendasikan untuk berangkat ke Singapur. Jarang lho dokter kita yang begitu. Seringkali yang saya temui sinis terhadap dokter dan peralatan di negeri seberang.Bahkan ada yang mengatakan ke saya…”lagi punya uang ke Singapura, giliran dananya habis mohon-mohon ke kita”…beruntung ayah kamu Sisca….do’a kami semoga Tuhan menjaga Sisca & keluarga. Amin

mygif
Nadjmatul Faizah menanggapi pada tanggal November 16th, 2008 jam 11:10 am

Dear all,

alhamdulillah, hasil pemeriksaan Ibu saya CEA 4.9 jadi dibawah normal yang 5. tetapi sayang kerabat saya sampaii 892.8 saya benar-benar terkejut sampai minta di cek ulang oleh Lab. tersebut karena satu tahun yang lalu CEA dalam waktu Feb. 2007 hanya 1 dan Juli naik 7 dan sekarang November 2008 mencapai ratusan jadi berapa ribu persen kenaikannya? saya menyarankan untuk ke dokter dan periksa di lab lainnya. Kerabat saya algi pikir-pikir. Ibu saya juga pasien di RS SIngapore dan alhamdulillah pengobatannya berhasil. Saya setuju kalau para dokter INdonesia sering sinis terhadap kita pasien yang berobat ke Singapore. MEreka lupa berpikir mengapa kita samapi mau ke SIngapore? padahal kita juga apda dasarnya tidak mau akrena nomor satu biaya, tempat tinggal dan jauh dari keluarga. karena kita pernah mengalami kekecewaan dan tidak mau memproses untuk menuntut yah sudah kita cari alternatif di tempat lain atau dengan bahsa Agama kita harus berikhtiar dan bertanya ekpada akhlinya. Ibu saya mengalami over treatment yang diberikan dengan over dose. jadi pengobatan pertama memperbaiki overdose baru penyakit lain. Alhamudlillah, Ibu saya berobat sejak tahun 1993 sampai dengan sekarang. Yah itu lah ikhtiar kita hanya allah SWT yang tahu bagaimana suaha kita mengobati orang tua kita sebagaimana beliau dulu menjaga kita waktu masih kecil jika sakit. kita juga tidak tahu bagaimana Orang tua mengusahakan segala daya upaya mungkin pinjam, mungkin berjualan sesuatu guna mendapatkan dana pengobatan bagi kita? nah sekarang giliran kita sebagai anak-anak ini merupakan ajaran orang tua bagaimana mendidik anak. ‘Insya Allah kalau kita minta bimbingan Allah akan dapat jalan yang halal merawat orang tua yang sakit adalah ujian bagi kita sebagai anak. mudah-mudahan teman-teman semua termasuk anak-anak yang sholeh dan sholehah, amin. yang akan berkumpul kembali dengan orang tua di akhirat nantinya dengan suasana jannah. amin.
salam kenal untuk semuanya

mygif
Titah menanggapi pada tanggal November 17th, 2008 jam 4:19 pm

Amin Allahumma amiinn… salam kenal juga Nadjmatul Faizah. Terima kasih telah mengingatkan dan mendoakan kita semua untuk selalu menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihah. Semoga ibunda selalu sehat dan kerabat anda juga segera diberi kesehatan yang barokah, amin.. :)

mygif
ichsan menanggapi pada tanggal November 27th, 2008 jam 1:18 pm

salam kenal….
dari yang pernah saya dapatkan. CEA memang adalah marker untuk Tumor terutama tumor di saluran pencernaan. biasanya Ca Colon (adeno Ca). Namun bukan berarti kadar CEA tinggi pasti menderita Tumor. Kadar CEA tinggi juga didapatkan pada perokok berat.

mygif
Livia menanggapi pada tanggal December 16th, 2008 jam 10:21 am

CEA Ibu saya 1,76 (Normal bukan perokok 0-3 ng/ml), namun dari hasil cek COLON IN LOOP ada kesan DIVERTICULOSIS DAN MASSA COLON DESCENDENS PROXIMAL (CA COLON).

Apakah itu berarti beliau terkena Kanker Usus Besar? Sampai saat ini hasil cek darah & ronsen colon belum dibawa ke Internist/Onkologist karena beliau tidak mau :(

Mohon pengalaman rekan lainnya.

mygif
Ani menanggapi pada tanggal December 16th, 2008 jam 7:48 pm

Hii Livia, saya boleh ya menjawab sedikit… dari beberapa istilah yang saya sedikit tahu CA Colon bisa diartikan kanker usus besar.
Saran saya….sebaiknya segera dikonsultasikan kepada ahli ongkologi. Jika Ibunda Livia tidak berkenan, ada baiknya Livia atau yang lainnya membawa hasil lab itu ke ongkologi. Mengapa demikian? saya beranggapan bahwa ini penting karena untuk mendapatkan informasi yang jelas dari ahlinya. Setelah informasi diperoleh, Livia dan keluarga terdekat bisa menyampaikan kepada ibunda dengan cara yang bijaksana dengan tetap mengutamakan kondisi psikis Ibunda sebelum akhirnya mendapatkan langkah yang sekiranya akan ditempuh. Saya sarankan Livia membaca artikel “Hak-hak Pasien Kanker” di http://rumahkanker.com untuk sedikit membantu Livia. Smoga tuhan selalu menjaga kita semua, amin.

mygif
Titah menanggapi pada tanggal December 18th, 2008 jam 5:37 pm

Dear Livia,
CEA normal bukan berarti tidak mungkin menderita kanker usus besar, sebaliknya CEA tinggi juga tidak selalu berarti menderita kanker usus. Pada kasus ibu anda, kalau dalam hasil colon in loop sudah jelas tertulis ca colon, berarti memang ibu anda menderita kanker usus besar, hanya sel-sel kanker tersebut belum ada dalam darah, sehingga kemungkinan belum menyebar terlalu jauh. Dengan pengobatan yang baik saya harap sel-sel kanker tersebut dapat segera dimusnahkan.

Mengapa ibu tidak mau ke oncologist?
Sebaiknya ibu diperkenalkan kepada seseorang yang telah sembuh dari kanker, pasti beliau akan mendapatkan masukan dan dukungan moril yang sangat beliau butuhkan saat ini. Saran Ani cukup baik, kalau ibu belum bersedia, sebaiknya Livia atau yang lainnya mewakili mengkonsultasikan hasil pemeriksaan tersebut ke dokter yang mengirimnya periksa CEA dan colon in loop.
Salam untuk ibu ya Liv, semoga cepat sembuh, amin.

mygif
Krisma menanggapi pada tanggal June 19th, 2009 jam 2:58 pm

Dear all,
Saya seorang pekerja di bidang pengeboran dan diharuskan untuk melakukan medical check up setiap tahun. Pada tahun 2007 hasit test CEA saya adalah 5.3, pada saat itu saya tidak terlalu worry. Tahun berikutnya 2008 nilai CEA saya turn menjadi 3.11 dimana sudah berada di range normal (saya adalah perokok +/- 10btng per hari)namun pada medical check up terakhir feb-2009 nilai CEA saya naik menjadi 6.45 dan disarankan untuk melakukan test ulang dan feses hematest. Dari hasilnya cukup membuat saya panik dimana CEA 6.05 dan hematest tinja menunjukkan positif. Saya belum sempat konsultasi ke dokter ahli karena saat ini saya sedang bekerja di lepas pantai (pengeboran). Kiranya bapak2 atau ibu2 di forum ini memiliki pengalaman seperti saya dapat memberikan sedikit pencerahan, karena terus terang ini sangat mengganggu konsentrasi saya. Apakah saya bisa dikatakan terkena kanker usus hanya dengan dua indikasi dimana nilai CEA yang tinggi dan hematest pada tinja positif???
Atas saran dan pencerahannya saya ucapkan terima kasih.

mygif
Ani menanggapi pada tanggal June 23rd, 2009 jam 9:40 am

Dear Pak Krisma…..
Pemeriksaan untuk deteksi kanker sebenarnya sangat bervariasi dan tidak berhenti pada tes darah dan feses hematest. Sepertinya di atas sudah dijelaskan oleh Mba Titah.Saran untuk melanjutkan pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan, karena menurut saya lebih cepat adalah lebih baik. Satu hal yang ingin saya tegaskan adalah BERHENTILAH MEROKOK. Saya yakin anda tahu bahayanya merokok. Mulailah mengubah pola hidup dan kebiasaan anda menjadi POLA HIDUP SEHAT selagi anda masih memiliki kesempatan yang lebih baik dan lebih banyak lagi.

mygif
Titah menanggapi pada tanggal July 3rd, 2009 jam 8:57 pm

Dear Krisma,
Seperti dikatakan Ani, CEA di atas normal dan hematest positif belum bisa dijadikan indikator kanker usus, mungkin saja sekedar gangguan usus biasa. Untuk lebih jelasnya, setelah sempat “turun ke kota” sebaiknya periksa kolonoskopi ke dokter spesialis penyakit dalam. Jangan terlalu kuatir, tetapi berhati-hati ada baiknya. Semoga sehat selalu, ya. :)

mygif
Ryantika menanggapi pada tanggal December 3rd, 2009 jam 11:39 am

Dear all..
awalnya sy tdk mengerti istilah CEA dan kedokteran lainnya. namun krn suami divonis dokter menderita CA Colon dan telah dioperasi akhir bln lalu, akhirnya sy mulai belajar mengenal istilah2 ini. suami diketahui menderita CA Colon berdasarkan hsl kolonoskopi dan CT Scan. sebelum operasi kadar CEA 11,5 dan setelah operasi 2,5. Saran di kolonoskopi, krn 1 bulan terakhir suami mengalami anemia HB rendah hanya 6 dan mengalami diare, kemudian ditransfusi namun kembali turun setelah 2 minggu. Dokter kemudian menyarankan untuk dikolonoskopi. Alhamdulillah, sumber penyakitnya segera diketahui. saat ini masih menjalani kemoterapi. alhamdulillah, siklus pertama telah dilalui dgn aman dan tidak seseram yang diceritakan banyak orang. Support dr keluarga sangat membantu pasien.

mygif
Umam menanggapi pada tanggal December 4th, 2009 jam 4:02 pm

Salam Mbak Ryanti

Alhamd,.. Penyakit Kanker/tumor Colon suami anda telah berhasil dioperasi dan kondisi suami anda yang terus membaik. Hanya ingin berbagi dan saling mengingatkan bahwa kanker adalah penyakit yang memiliki potensi untuk kambuh (relaps). Dan seringkali ketika sudah kambuh, kompleksitas permasalahan yang dihadapi akan menjadi semakin rumit. Untuk itu mohon untuk selalu menjaga pola hidup, diet yang sehat. Selalu memantau perkembangan kesehatan melalui USG abdomen, CEA, dan kontrol ke Dokter secara berkala. Smoga sehat selalu ya Mbak,…

mygif
Curie menanggapi pada tanggal September 3rd, 2010 jam 1:06 pm

Saya menderita ca colon stadium dukes B. Sdh dioperasi dan menjalani kemoterapi 10 kali, terakhir dilakukan bulan Mei 2010. Sebelum operasi CEA menunjukkan angka 28 dan setelah operasi dan kemo menjadi 1,8 dan hasil kolonoskopi dan CT scan menunjukkan “bersih” dan tdk ada metastase. Hari ini adalah jadwal kontrol 3 bulanan, ternyata hasil uji CEA saya 3,2 apakah ini pertanda telah terjadi kekambuhan? terima kasih atas jawabannya

mygif
erni menanggapi pada tanggal September 9th, 2011 jam 11:19 am

kaka ipar saya dideteksi oleh dokter patalogi anatomi kemungkinan 75% tumor ganas kelenjar getah bening n hasil cek cea 0,89 jauh dibawah ambang normal. apa memang ada kemungkinan penderita kanker dengan cea rendah??
sudah di cek ulang di dokter lain hasilnya cuma infeksi paru2.
sekarang benjolan2 di leher dan perut sudah tidak ada (tdk pernah operasi) tapi kondisi semakin drop setiap hari selalu merasa panas di bagian dada dan telapak tangan, berat badannnya juga semakin menurun.
terakhir sudah 2 kali transfusi darah karena hb sangat rendah dan disarankan dokter untuk di cek ulang ke surabaya karena dokter pun bingung dengan kadar hb yang terus menurun. tolong saran teman-teman, terima kasih sebelumnya.

mygif
sadha menanggapi pada tanggal September 28th, 2011 jam 8:22 pm

apa boleh penderita kanker minum air kemasan (AQUA)???

mygif
Titah menanggapi pada tanggal September 30th, 2011 jam 8:21 pm

@ Curie
Naiknya kadar CEA perlu diwaspadai sebagai tanda-tanda awal kekambuhan. Segera introspeksi diri apakah yang perlu diperbaiki lagi, mungkin pola hidup & pola makan, kondisi kejiwaan, spiritualitas, hubungan sosial dengan orang lain, dll.

@ erni
dalam menilai sebuah kasus penyakit, dokter tidak hanya melihat pada satu indikator (nilai CEA) namun juga memperhatikan hal-hal lain berdasar hasil wawancara, kondisi klinis (“kelihatannya bagaimana”), pemeriksaan langsung, dan juga hasil foto dan laboratorium. sangat bisa kanker dengan CEA rendah. mungkin beliau menduga kanker kelenjar getah bening dari hb yang terus menurun. maka seyogyanya lakukan saran beliau untuk pemeriksaan lebih lanjut. ya? :)

@ sadha
aqua kemasan mungkin dari asalnya kualitas airnya bagus, tapi dalam interaksinya dengan kemasan plastik, apalagi kalau sempat kena suhu agak panas (waktu diangkut pakai truk misalnya), hal itu bisa menjadikannya kurang sehat baik bagi pejuang kanker maupun orang lain.

mygif
sadha menanggapi pada tanggal October 1st, 2011 jam 5:52 pm

@Titah
terimakasih buat jawabannya. Semangat!!!!!!!!!! :)

mygif
afrahunnisa menanggapi pada tanggal October 13th, 2011 jam 11:48 pm

salam kenal bt smua…smoga kita semua selalu diberi nikmat sehat..amin.awalnya saya juga tidak mengenal CEA..tp sejak ibu saya terkena ca mamae(dan sudah dioperasi)..saya slalu mencari info ttg itu.kita hrs slalu kontrol kadar CEA dalam darahnya…hasilnya sempat turun(3 bln setelah operasi)…namun sekarang CEAnya naik trus (tp knaikan hanya 0,5) dan masih dalam batas normal(sesuai rujukan)..setelah konsul ke dokter,bliau bilang tidak ada masalah…itu memang harapan saya,tp saya selalu bertanya2 knaikan CEA itu apa artinya ya?menunjukkan apa ya?mohon info dan bantuannya ya…terima kasih

mygif
Titah menanggapi pada tanggal November 17th, 2011 jam 9:18 pm

nisa,
kenaikan CEA selama masih dalam batas normal nggak usah dipikirkan. naik turun sedikit itu wajar, mungkin karena efek samping obat, karena menghirup banyak polusi, dll. banyak sekali parameter yg bisa menaikkan kadar CEA.

mygif
Deddy MK menanggapi pada tanggal February 2nd, 2012 jam 9:50 am

CEA ibu saya angkanya 578.50 ng/mL, beliau divonis kanker rektum. Artinya angka tersebut di atas apa ya?

mygif
Titah menanggapi pada tanggal February 11th, 2012 jam 2:48 pm

pak deddy,
CEA itu salah satu “tumor marker” untuk mendeteksi kanker rektum. angka normalnya adalah < 2,5 (kurang dari 2,5). makin tinggi CEA berarti makin tinggi juga kandungan tumor marker dalam darah, yang berarti makin tinggi juga kemungkinan penyebarannya. sebaliknya penurunan CEA bisa menjadi indikator terkontolnya penyebaran kanker. semoga ibu lekas sembuh ya, pak deddy..

mygif
Anonymous menanggapi pada tanggal March 23rd, 2012 jam 6:12 pm

sy sdh dioperasi kanker rektum th 2003.bln des 2011 dan mart 2012 sy cek cea.hasilnya 3.5.Sebelumnya sll 2.5?Tanya apkh bahaya.

mygif
Titah menanggapi pada tanggal April 4th, 2012 jam 4:48 pm

Anonymous,
sedikit peningkatan nilai CEA tidak otomatis mengindikasikan hadirnya kanker, karena nilai CEA dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari asap rokok, polusi, obat2an yg dikonsumsi, dll. coba ajak cek lagi 3 bukan mendatang dan bandingkan hasilnya..

Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)

 Nama (*wajib diisi)

 Alamat Email (*dirahasiakan)

 Website (*optional)