Kalau ada kenyataan yang paling tidak diinginkan orang, salah satunya adalah menderita kanker. Atau memiliki keluarga yang menderita kanker. Tetapi kadang kita tidak punya pilihan lain selain menerima kenyataan itu. Menghadapinya hari demi hari. Pemeriksaan demi pemeriksaan. Pengobatan demi pengobatan. Penderitaan demi penderitaan. Biaya yang sangat mahal. Pekerjaan/sekolah yang terganggu. Kehidupan sosial yang amburadul. Emosi yang kacau berkepanjangan, antara takut, stres, marah, sedih, putus asa.
Memang, dibanding penyakit-penyakit lain, kanker merupakan penyakit yang dampaknya paling kompleks. Merupakan ujian yang berat bagi penderita maupun orang-orang terdekatnya.
Tetapi orang-orang yang tidak pernah hidup bersama kanker, tidak pernah bersentuhan dengan kanker, atau tidak pernah berhadapan dengan kanker, tidak bisa merasakannya. Bahkan membayangkan saja tidak bisa. Mungkin dikiranya kanker itu seperti typhus atau demam berdarah saja.
Tidak mengherankan jika kemudian ada yang bercerita tentang kehidupan penderita kanker, seperti Ade yang menceritakan hidupnya bersama acute myelogenous leukemia di blognya, ada orang yang menanggapi sinis. Menganggap ceritanya terlalu vulgar. Didramatisir. Dilebih-lebihkan. Ade dianggap melakukan kebohongan publik untuk meraih simpati dan popularitas. Dan diadili seperti penjahat.
Seorang teman sampai meminta pendapat saya, apakah Ade benar-benar penderita kanker atau bukan. Jawab saya, “Tidak penting Ade penderita kanker atau bukan, yang dia tulis fakta atau fiksi, yang jelas cerita-cerita dia penuh inspirasi. Terima kasih untuk Ade karena telah membuka wawasan orang banyak tentang bagaimana orang yang menderita kanker, bagaimana menghargai hidup, bersikap ikhlas dan tabah, selalu menjaga ibadah, hidup harmonis dengan keluarga dan teman-teman. Terima kasih sudah memberi contoh bersikap mulia pada orang-orang jompo, pada anak-anak (yang tinggal di rumah) kardus, selalu mensupport sesama penderita, tetap gembira dalam kesedihannya, dan banyak lagi….”
Teman saya itu masih belum puas. Mungkin dia (dan orang-orang lainnya) merasa cerita-cerita Ade too good to be true. “Sebetulnya saya ingin tahu pendapat orang-orang yang benar-benar menderita kanker,” katanya.
Baiklah. Sekarang saya menyarankan Anda membaca blog Ade itu. Terserah Anda ingin menjawab pertanyaan teman saya tersebut atau tidak. Yang jelas tulisan-tulisan dalam blog itu sangat indah, sangat menyentuh, dan sangat inspiratif. Terlalu sayang untuk Anda lewatkan.
Ini Blog Ade.
Ini sebagian pro-kontra tentang Ade:
Blog Flying
Sepotong Sayap Untuk Ade
Deklarasi
Jawaban Kami
Victimize The Fictional Character
Saia Ndak Suka
dan masih banyak lagi….
Update 19 November 2007:
Entah mengapa, hari ini blog Ade tidak bisa diakses. Mula-mula pengunjung diminta login dulu. Biasanya untuk meninggalkan komentar kita cukup login menggunakan akun Wordpress.com. Tetapi kali ini, setelah login diredirect ke “Home”-nya Wordpress.com. Begitulah. Ade tidak mengizinkan blognya dikunjungi orang lagi, kecuali –mungkin– beberapa orang yang dipilihnya. Tidak mengizinkan “keindahannya” menjadi inspirasi orang banyak. Sayang sekali. Kenapa ya? Apakah….? Jangan-jangan….?
Ah, saya hampir ikut-ikutan mengadilinya. Maafkan. Dan maafkan saya telah membuat posting yang (dengan diproteknya blog Ade) akhirnya menjadi tidak berguna. Terus terang saya malu…

Cerita Sejenis:
Sudah 21 sahabat yang menanggapi
ah yang penting nulis bude.. hasrat terlampiaskan.. biarkan anjing menggonggong kafilah berlalu
susahnya dunia maya..
tapi sptnya memang masi jarang blog khusus ttg pasien/keluarganya yg menderita penyakit tertentu..
mungkin bu titah ada link yg lainnya..spt blog bu titah ini..?
@dani iswara
ada mas dani, yang saya tau baru dua orang. yang pertama mbak rini di semarang. mbak rini punya beberapa blog yang seluruhnya tentang kehidupannya bersama kanker, mulai dari diagnosa sampai operasi, kemudian hari-hari menjalani bestral, bagaimana dia mengumpulkan informasi tentang kanker dari buku-buku, bagaimana dia berusaha agar hatinya tetap tenang. tak lupa mbak rini tetap menjalani diet dan olahraga, juga aktivitas keseharian lainnya sebagai ibu rumah tangga dan dosen sebuah PTN.
yang satu lagi blog mbak mimi di bandung, sayangnya dia tidak bercerita tentang pengalaman pribadinya sebagai penderita, tetapi mengumpulkan berbagai sumber informasi tentang kanker payudara seperti yang dideritanya.
lainnya saya belum tahu, semoga ada yang menambahkan informasi…
sebenarnya saya belum membaca tulisan Ade. Tetapi menanggapi cerita diatas ” Ngobrol kanker”, sebenarnya kita jangan langsung menganggap orang tersebut ( ade ) hanya mengada-ada saja dengan ceritanya, meskipun kita mungkin belum pernah merasakan bagaimana penyakit kanker itu, tetapi dengan mendengar cerita dari orang-orang yang mengalaminya atau bahkan orang yang dekat dengan kita, saya bisa merasakan betapa berat penyakit itu dan betapa berat untuk menjalaninya. Disaat kita masih penuh dengan cita dan harapan tiba-tiba kita dihadapkan pada satu kenyataan, bahwa umur kita tidak panjang dan tidak tau berapa lama lagi didunia ini? hal tersebut tentu membutuhkan perjuangan yang sangat sangat berat untuk bisa mengatasi dan melawan rasa sakit itu. Menurut saya, jangan terlalu mudah menilai seseorang, karena kita juga manusia biasa yang suatu saat bisa dihadapkan pada satu kenyataan seperti seorang Ade.
Mbak, untuk sementara blog Ade, Ade buat privasi, karena Ade takut dengan segala yang tidak membuat Ade nyaman.. Ade akan terus berbagi napas dengan yang lain.
Mbak, bantu Ade untuk bisa memiliki web dengan rumahkanker. Bukan di wordpress. Tolong hubungi Ade, agar Ade bisa terus berbagi.
Terima kasih
-Ade-
Mbak Titah, Ade titip pesan untuk teman-teman yang lain, yang ingin berbagi napas dengan Ade bisa membuka blog Ade dengan memberikan ID/Username wordpress, dan kita bisa berbagi dalam ruang rindu yang hanya milik kita. Tanpa diganggu.
Salam sayang
-Ade-
@ ade
jangan takut untuk melakukan hal baik ade, apa pun komentar dan penilaian orang, itu urusan mereka bukan urusan ade. jangan sampai hanya karena komentar buruk 1-2 orang, ade “mengorbankan” dan mengecewakan puluhan ribu pengunjung blog lainnya.
tentang subdomain di rumahkanker, ok, untuk teknisnya ntar saya hubungi ya…
tentang login, mungkin ade bisa membuka blog tersebut dengan username n password wordpress.com karena ade pemiliknya. sedang saya (mungkin juga teman2 yang lain), kalau login pakai username n password wordpress.com masuknya ya ke home-nya wordpress.com
oh iya tuh,yang paling parah lagi kalau KanKer alias Kantong Kering.
hikk..hiiikk….hikkk
Dear Mbak Titah,
Menyesal sekali baru kali ini saya termukan blog ini, terlebih setelah saya tahu, opini yang terlanjur menyebar membuat ade menutup blognya dan saya tidak sempat mereguk tulisannya. Satu dan lain hal adalah karena saya terdeteksi menderita adenocarsinoma paru sejak Juli 2007 lalu, dan hingga kini masih menjalani chemotherapy. Ingin rasanya bisa berbagi dengan sesama penderita ca (mumpung masih bisa)
Ribut2 soal ade dan kanker jadi teringat 1 thn menemani papa saya dirumah sakit karena penyakit ini. Walaupun akhirnya beliau menyerah walau udah berjuang sekuat tenaga.
Buat ade dan para penderita kanker… saya tau betul penderitaan yg kalian alami, tetaplah berjuang dan berdoa.
Kanker bukan hanya “menyakiti” penderitanya tapi juga “menyakiti” orang2 disekitar pasien. Benar2 penyakit yg kompleks…
Satu hal yang bisa saya ceritakan di sini.. Kita hampir pasti belum mempunyai sifat manusiawi kl belum berhubungan dengan kanker.. Baik langsung maupun tidak.. Saya bilang begitu krn saya adalah penderita Leukimia.. Saya merasa sedih, karena kl kita terus terang tentang penyakit kanker. Pasti kita akan diremehkan sama orang lain.. Oleh karena itu saya ingin berbagi dengan penderita lain.. Andhig, 085236693886.. andhigahidayatullah@yahoo.com
sabar yach Ade, tapi tetaplah berbagi dengan org2 sekitar
Hidup itu Indah
Cheerz
Hi… Mbak Titah,
Ada ngga blog ttg penderita cervical cancer? Kalo ada tolong di informasikan ya. thanks.
Koq aku belum pernah nemuin ya Nggie? Nanti kalau ada pasti aku taruh di blogroll, biar sesama penderita kanker bisa saling berkunjung, saling berbagi, dan saling menguatkan…
Ade..kalau masih mungkin saya ingin sekali membaca tulisan anda …skrg ini kami sekeluarga sedang menghadapi proses kemoterapi suami (39 thn)saya yang terkena kanker di saluran empedu …saya yakin dgn membaca & ikut merasakan didalamnya semangat anda akan ikut terpancar memberi semangat semua org terlebih kami yang sedang mengalami penyakit ini…
setuju dengan usul dari Petronella, aku kangen banget dengan tulisan2 Ade.Saya agak kesulitan buka di wordpress. Untuk Ade tetap semangat,tetap aja kamu menulis dan berbagi dengan yg lain.karena masih banyak yang merindukan dan mendukung kamu.
Blog Ade yang lama memang sudah dihapus, sekarang dia menulis di blog baru, tapi sejauh ini sepertinya belum menyinggung-nyinggung soal kankernya. Hari ini dia ulang tahun. Sebetulnya saya pengin ngucapin selamat, tapi nggak jadi karena harus login dulu…
Mbak Titah, ini Ade … setiap hari mampir ke blog ini, rindu membuncah untuk terus bernapas. blog sayap ditutup karena akan dijadikan buku, dan saya membuka blog baru untuk sekedar berbagi sabar dan ikhlas… yang sedang saya pelajari.
Wah, dijadikan buku? Selamat ya De. Jangan lupa kalau bukunya sudah terbit memberi kabar pada sahabat-sahabat Ade di sini. Semoga pengalaman Ade belajar sabar dan ikhlas bisa jadi buku juga, nanti aku contek. Soalnya pengin bisa sabar dan ikhlas tapi kok masih susah ya?
aku sudah sowan ke blognya Ade, bagus banget tulisan tulisannya. aku jadi nge fans sama kamu De,Btw walaupun telat aku ucapkan selamat ulang tahun, semoga sukses selalu ya De.
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya sering berkunjung ke blog Ade, malah mungkin sudah menjadi rutinitas
.
Saya percaya Ade telah merespon penyakitnya dgn sikap yang positif dengan berbagi hikmah dan cinta pada ALLAH Swt dengan para blogger.
Insya ALLAH dengan sikap positif-nya tersebut, Ade akan sembuh…amiin yaa Rabb…
Aa’ akan selalu mendoakan Ade…
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)