Cerita Sejenis:

Sudah 17 sahabat yang menanggapi

Subscribe ke thread ini: comment rss or trackback url
mygif
Titah menanggapi pada tanggal December 13th, 2007 jam 1:17 pm

dina sayang,
22 tahun yang lalu divonis hepatitis b, bukan berarti sampai sekarang ibu pasti menderita hepatitis b lho. mungkin saja hepatitis b-nya ibu saat itu langsung sembuh, tidak menjadi hepatitis b kronis yang sampai bertahun-tahun tidak sembuh. untuk mengetahui ibu masih menderita hepatitis b atau tidak ya… mau tidak mau harus cek darah. eh, omong-omong yang ditakuti dokternya atau vonisnya sih? kalau takut sama dokternya, ya langsung aja ke laboratorium, minta pemeriksaan HBsAg, HBsAb, SGOT, SGPT, bisa kok… :)

hehe… aku tau, yang ditakuti pasti vonisnya kan? sama! aku sendiri saban mau cek darah juga selalu ketakutan membayangkan hasilnya. ngeri! tapi untungnya aku punya tetangga dokter yang baik hati, yang selalu bilang, “sudah jangan kuatir, nanti kalau ada apa-apa pasti saya bantu, saya akan mendampingi….” nah, jadi berani deh, karena merasa ada teman yang mensupport.

jadi, kalau kamu atau ibumu takut periksa, bicaralah dengan seseorang yang bisa membesarkan hatimu dan hati ibumu, mungkin ayahmu, eyang, bude, dsb.

trus kalau ibu tidak suka dilarang, ya alihkan aja pelan-pelan. misal, hindari tersedianya makanan yang kurang sehat di rumah, atau kurangi kapasitasnya, dan perbanyak kehadiran makanan sehat. kalau ibu suka minuman manis, sediakan aja sari temulawak manis di kulkas, kan bisa sekalian memperkuat livernya tuh. atau buatkan juice buah segar tiap hari. minuman manis memang baik untuk penderita hepatitis karena bisa memperingan kerja hati. tapi karena ibu ada bakat kencing manis, lambat laun manisnya dikurangi, pelan-pelan aja supaya ibu enggak kaget/protes.

tentang susu kedelai, aku sih lebih suka membuat sendiri. gampang kok. 250 gram kedelai dicuci bersih, rendam 10 jam, trus diblender sampai halus. habis gitu peras dan saring menggunakan kain bersih. tambahkan air, peras lagi. begitu seterusnya beberapa kali sampai air perasannya agak encer. kemudian rebus air perasan itu sampai mendidih. supaya enak tambahkan sedikit garam, gula (enggak pakai gula juga enak), pandan, dan sedikit jahe. jadi deh. enak, sehat lagi. sari kedelai bisa mencegah kanker loh!

mygif
Gandhi menanggapi pada tanggal December 13th, 2007 jam 4:05 pm

kalo pengalaman saya sih menghadapi orang tua gampang2 susah. Kalo mama saya “bandel” biasanya saya cuma bilang “ma, kalo mama sakit cucu nya sedih loh, ntar kalo cucu nya sedih mama juga sedih kan?” biasanya efektif mama langsung gak bandel lagi hahahahah.

mygif
dina menanggapi pada tanggal December 19th, 2007 jam 11:27 am

mbak titah, thanks ya buat tanggapannya, juga thanks buat gandhi, mudah2an setelah baca tanggapan ini ibu saya bisa sedikit mengerti bahwa kebandelannya membuat anak2nya kuatir dan juga dengan begitu supaya beliau tau bahwa sebenarnya anak2nya sangat perhatian dan mencintai beliau,cuman sayangnya kenapa saya baru tahu sekarang kalau ada rumah kanker itupun baru saya tahu dari koran beberapa hari yang lalu, karena beberapa tahun yang lalu nenek saya dari pihak bapak meninggal karena kanker usus besar dan setahun yang lalu kakak sepupu saya meninggal karena kanker leher rahim, sukses buat mbak titah

mygif
Blue_groove menanggapi pada tanggal December 26th, 2007 jam 10:41 am

mba titah…saya divonis kena Hepatitis B. tapi setelah di periksa ternyata virus nya carrier. dan saya sudah bersuami. suami saya di periksa ternyata tidak di temukan virus Hepatitis di badannya. dan antibodinya malah bagus. yang jadi pertanyaan saya. apakah suami harus tetap rajin check up dan harus di vaksin? karena antibodinya masih banyak?

mygif
Titah menanggapi pada tanggal December 26th, 2007 jam 9:10 pm

blue_groove, syukurlah suamimu sudah memiliki antibodi dengan kadar cukup tinggi. sekalipun begitu sebaiknya secara berkala dia melakukan cek ulang HBsAg dan HBsAb, misalnya tiap 3 tahun sekali, dan jika kekebalannya melemah perlu divaksin untuk booster. okay?

mygif
Micka menanggapi pada tanggal December 27th, 2007 jam 2:11 pm

sedikit ikut cerita ya mbak..Saya umur 36 tahun. pada umur 18 th saya pernah opname karena hepatitis B.Saat ini kondisi saya baik-baik ja ga ada masalah.Akan tetapi suami saya yang kebetulan beberapa saat yang lalu mendonorkan darahnya.setelah dicek ternyata darahnya mengandung virus hepatitis B.padahal sebelumnya sering donor darah dan ga ada masalah dengan darahnya.Juga kondisi suami saya sampai saat ini baik-baik aja. Apa kira-kira Suami saya tertulari saya? Dan apakah virus itu masih ada ditubuh saya padahal saya pernah cek up, hasilnya bagus?

mygif
Titah menanggapi pada tanggal December 28th, 2007 jam 1:39 pm

Hello Micka, belum tentu suamimu ketularan hepatitis B dari kamu, bisa saja dari orang lain, misal pernah disuntik dengan jarum bekas menyuntik orang lain (kalau hendak disuntik selalu ingatlah untuk minta jarum baru pada dokter/paramedis), atau bergantian minum dari gelas yang sama dengan temannya, dsb. Walaupun kondisinya baik-baik saja, usahakan untuk melakukan pengobatan sampai tuntas pada suamimu sebelum virusnya menjadi carrier.
Untuk mengetahui virusnya masih ada dalam tubuhmu atau tidak, coba periksa HBsAg ya, kalau hasilnya positif berarti virusnya masih ada. Kalau negatif, berarti tidak ada.

mygif
Erwin menanggapi pada tanggal January 2nd, 2008 jam 5:28 pm

Langsung aja Mbak
Saya menderita Hepatitis B selama hampir 10 Tahun dan telah malakukan pengobatan, adapun obat-obatan yg saya konsumsi 3TC HBV (Lamivudin) sdh hampir 2 Thn dan di suntik Interveron 6 bln, curcuma,Imunos,Meteoshon dan jg Ramuan Alternatif spt sinshe dan Temu lawak, hampir tiap hari saya minum jus wortel dan tomat tp kesembuhan blm jg datang Mohon bantuan nya obat-obatan apa yg mampu menyembuhkan Virus Hepatitis B karena saya mulai putus asa..?dan Mohon bantuan dari kawan-kawan semuanya untuk dapat berbagi informasi ttg obat yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut…
Atas bantuan nya saya ucapkan Terimakasih

mygif
Titah menanggapi pada tanggal January 2nd, 2008 jam 10:21 pm

Salut untuk usaha Erwin yang tak kenal lelah :-)
Memang virus Hepatitis B itu cukup bandel. Setahu saya sampai saat ini tingkat efektivitas obat Hepatitis B rata-rata masih di bawah 50%. Kalaupun sampai saat ini virus itu masih ada, tak apa, asal si virus tetap lemah & tidak aktif (artinya Erwin menjadi carrier). Teruskan pengobatan; dan yang terpenting adalah jaga kesehatan liver dengan menghindari obat2an yang tidak terlalu perlu, kurangi lemak,hindari alkohol, zat-zat kimia buatan, makanan berjamur, jangan stres & terlalu lelah. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi dan olahraga.

O ya, kalau Erwin berminat bisa ikut milis khusus hepatitis B (berbahasa Inggris), dengan mengirim email kosong ke hepatitis-b-on@mail-list.com. Di sana member-membernya supportive banget deh…

mygif
Desi menanggapi pada tanggal January 7th, 2008 jam 4:46 pm

Salam,
saya setuju sekali dengan apa yang dikatakan mbak titah bahwa kita jangan terlalu tergantung dengan obat obatan sebisa mungkin kita jaga kesehatan dengan menjaga kekebalan tubuh kita. Saya pernah menderita hepatitis B yang bila saya analisa bahwa kurangnya istirahat yang menyebakan kita jatuh sakit apalagi dengan pola makan dan hidup yang tidak seimbng. Saat ini saya menjaga selalu kesehatan dengan sebisa mungkin mengurangi ketergantungan dengan obat yg jelas ada efek sampingnya.

segala macam ujian yang datang kepada kita adalah bentuk kasih sayang Tuhan YME kepada mahluknya agar kita dapat menjalaninya dengan ikhlas. Salah satu bentuknya adalah usaha pengobatan karena dengan berinteraksi dengan sesama mahluk dalam pengobatan kita akan bertemu dengan kuasa Tuhan yang akan menyembuhkan kita melalui jerih payah usaha yang dilakukan. apapun yang terjadi saat ini, sebenarnya adalah hal terbaik jika kita bisa ambil sisi positifnya. Jangan menyesali yang lalu karena tidak akan kembali tapi raih masa depan yang kita yakini akan ada hari hari terbaik lagi.

Desi 71084442

mygif
Adi Patria menanggapi pada tanggal January 9th, 2008 jam 8:37 am

Betul Pak Erwin apa yang dikatakan mba titah, yang kita takutkan dari infeksi virus Hepatitis B adalah terjadinya hepatitis kronik yang aktif dan umumnya hepatitis kronik aktif berakhir menjadi sirosis hati. Pada orang yang sudah terinfeksi virus hepatitis rentan sekali terjadi imuno defisiensi sehingga orang yang tidak menjaga sistim imun nya tetap stabil akan mudah berlanjut menjadi sirosis hati terlebih lagi bila virus hepatitis nya aktif. Saran saya jangan putus asa pak! tetap jaga makanan, hindari makanan berlemak, gorengan, banyak istirahat, konsumsi suplement yg dpt meningkatkan kekebalan tubuh, hindari obat2 yang tidak perlu yang dpt memperberat kerja hati. Periksa darah jg untuk evaluasi sudah sejauh mana perkembangan kuman HB nya..
Salam,
Pramafitri Adi Patria, dr
+62812 28 92678
pramafitri@yahoo.com

mygif
ibu_icha menanggapi pada tanggal September 9th, 2008 jam 2:21 pm

mungkin kasus saya dengan p erwin, rasanya hidup ini sudah tidak berguna,apalagi ketika anggota keluarga yang lain kena hepatitis b juga.setiap melamar kerja..lolos, tapi akhirnya gagal di test kesehatan..menangis dan mertapi hidup setiap saat.tapi setelah semua kita kembalikan ke sang pencipta.ini yang terbaik buat kita, akan ada hikmahnya di balik ini semua.ayo kita buat milist hepatitis b versi indo yukk..atau sudah ada,apa alamatnya?

mygif
Ani menanggapi pada tanggal September 9th, 2008 jam 4:24 pm

Terkadang hidup ini menjadi TIDAK ADIL menurut pandangan manusia. Tapi sesungguhnya di tengah rasa sedih, gundah gulana dan bahkan frustasi….Tuhan tidak pernah tidur….Dia ada dan selalu ada….tidak berawal dan tidak berakhir…karenanya kita harus tetap optimis dan meyakini campur tanganNya. Insya Allah ribuan hikmah akan menghujani kita semua….mari saling menguatkan! Tinggalkan pesimisme kita menjadi harapan yang besar untuk HIDUP YANG LEBIH BAIK.

mygif
ruri cahyono menanggapi pada tanggal August 7th, 2009 jam 10:56 am

salam kenal mbak nama saya ruri
langsung saja y mbak
saya terkena hepatitis B. Hsb AG saya positif n kt dokter virusnya masih dorman…
ada g mbak obat2 herbal yang ampuh n cepat menyembuhkan hepatitis B. soalnya obat Hepatitis B sangat mahal…
saya dengar temulawak, madu, n susu kedelai bagus u pengobatan hepatitis B.. benar g mbak.
thank ya mbak

mygif
Titah menanggapi pada tanggal August 11th, 2009 jam 10:30 pm

hai ruri,
iya bener temulawak, madu, susu kedelai bagus, tapi perlu diingat soal pantangan2nya juga: kurangi lemak, hindari alkohol, makanan berjamur, obat2an yang tidak begitu perlu, juga makanan/minuman yang tidak sehat. penting juga untuk cukup olahraga sekaligus cukup istirahat, & jaga kondisi psikologis supaya tenan, okey… :)

mygif
lestari menanggapi pada tanggal February 4th, 2010 jam 5:05 pm

calon suami saya HBsAg (+), setelah di cek ulang 1 tahun kmd masih positif, tapi SGOT dan SGPT normal dan tidak ada keluhan..apakah nanti setelah menikah kami boleh segera punya anak..

mygif
Titah menanggapi pada tanggal February 4th, 2010 jam 7:37 pm

dear mbak lestari,
sebaiknya sebelum menikah anda menjalani vaksinasi hepatitis B dulu sampai terbentu kekebalannya. begitu juga si baby, begitu lahir diimunisasi secara lengkap, khususnya yang menyangkut hepatitis B (sampaikan kepada dokter yang menangani persalinan anda, karena ada imunisasi yg harus disuntikkan 24 jam pertama setelah si bayi lahir). semoga sekeluarga sehat selalu, ya. :)

Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)

 Nama (*wajib diisi)

 Alamat Email (*dirahasiakan)

 Website (*optional)