Dari pengamatan saya, saya dapatkan bahwa wanita yang suaminya perokok berat, sangat beresiko terkena kanker. Saya sudah amati beberapa kenalan yg terkena kanker, termasuk mertua saya sendiri yg akhirnya meninggal karena kanker.
Bila anda perokok, tolong merokoklah di luar rumah, jauhi orang lain yg tidak merokok.
Biasanya bila seseorang divonis memiliki tumor, akan dilakukan biopsi utk mengetahui seberapa ganas/stadium berapa tumor tsb. Dari pengalaman dg mertua saya, setelah dilakukan biopsi tumor tsb menjadi bertambah ganas, ukurannya membesar dengan cepat. Saran saya, kalau divonis ada tumor, lakukan pengobatan tradisional saja dan yg paling penting pasien harus bisa menerima dg tulus, tanpa rasa cemas. Rasa cemas memperburuk kondisi fisik dan mempersubur si tumor/kanker.
FX Jiwanto


Cerita Sejenis:
Sudah 4 sahabat yang menanggapi
Pak Jiwanto yang baik, sayang banget orang-orang (baca : para perokok) itu pada engga peka. Mereka menganggap merokok itu HAK. Saya termasuk yang sangat terganggu dengan asap rokok tapi ga bisa berbuat apa2. Saya pasien kanker payudara sta 3 . Sayangnya kantor saya ga seluruhnya ber-AC. Bapak2 dengan bebasnya merokok, apalagi banyak waktu luang (karena PNS?). belum lagi kalo saya naik angkot, sampai saya sering turun naik angkot sebelum sampai tujuan karena mereka ga ngerti, ga bisa ditegur baik2…Perda yang ada ga pernah bisa diterapkan, apalagi di Bandung …Pejabatnya aja perokok…Gimana ya jalan keluarnya…
Sdr. Effi,
Memang kita mau nggak mau harus terima kondisi ini.
Kalau mau tunggu sampai semua pejabat nggak merokok, ya sampai kapan ?
Selama para pejabat masih perokok, kapan undang2 bebas rokok bisa diterapkan ?
Yang penting, jangan merokok !!
ada yg bisa menjelaskan hubungan biopsi dengan semakin mengganas nya si tumor ?
lantas pengobatan alternativ yg bagaimana yg cocok?
thanks
Hiii All
Banyak sekali orang di sekitar kita yang tidak peduli dengan kita (terutama yang berkaitan dengan ROKOK), karena mereka sebenarnya tidak peduli juga dengan diri mereka sendiri. Saya punya pengalaman yang cukup (efektif) untuk menghadapi para PEROKOK.
Pada saat berada di angkot atau tempat umum…sering saya menemui penghisap tembakau seenaknya ngepulin asap. Saya tawarkan begini “Maaf Pak, berapa harga sebatang rokok bapak saat ini?” Dia pasti akan menjawab “Iya Mba,sekarang sebungkus 10 ribu”. Trus saya jawab. “Boleh nggak pak yang sedang bapak hisap sebatang itu saya beli dengan harga 10ribu?” Dia pasti berubah raut wajahnya. Nah disitu saya bilang “Dulu saya juga pernah coba-coba merokok, lingkungan saya banyak perokok. Dan saya adalah penyintas kanker yang salah satunya dipicu oleh rokok.Bapak nggak pengen kan seperti saya???”
Dengan pe-denya saya usap dada saya bagian kiri…”Nih pak…payudara saya dah hilang satu! bapak mau isteri bapak atau orang-orang yang bapak cintai seperti saya???” he-he-he….
Mudah-mudahan pengalaman ini membantu teman-teman untuk menyikapi perokok…..
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)