Saya saat ini masih teringat akan keberadaan sosok ibu yang sangat saya sayangi. Beliau baru saja meninggal pada tanggal 9 Oktober 2008 2007 yang lalu. Kata dokter, ibu saya mengidap suatu penyakit kanker yang menyerang ususnya stadium 3.
Awal mulanya ibu saya yang saat itu berumur sekitar 60 mengalami mens padahal sudah menopause. Tapi saat itu ibu saya menanggapi hal itu adalah hal biasa yang sering dialami oleh kebanyakan orang perempuan, dan juga karena ibu saya adalah satu-satunya wanita di keluarga saya karena semua anaknya laki-laki.
Setelah beberapa bulan, ibu mulai mengeluh tentang perutnya yang sakit. Lalu timbul benjolan. Kemudian dibawa ke dokter dan disarankan untuk segera masuk meja operasi. Proses operasi pun harus menunggu lama karena waktu itu meja operasi penuh dan tekanan darah ibu tinggi jadi harus diturunkan dulu. Setelah beberapa hari akhirnya ibuku masuk juga ke meja operasi. Setelah operasi dokternya keluar sambil mengajak keluarganya berbicara tentang penyakit ibuku, ternyata ada kanker yang menyerang ususnya. Sontak saya langsung down karena sebelumnya paman saya juga meninggal karena penyakit kanker tenggorakan.
Setelah itu ibu saya diperbolehkan pulang dan beberapa bulan kemudian kembali ke RS untuk kemoterapy. Setelah dikemo rambut ibu rontok dan ketahanan tubuh turun. Ibu melakukan kemo sebanyak 6x. Selang 1 th perut ibu membesar dan disarankan masuk meja operasi. tanggal 9 Okt lalu ibu meninggal pada waktu orang-orang melakukan sholat witir (maleman) yang ke 27. Bu aku kangen Bu……
Dedy Setiawan


Cerita Sejenis:
Sudah 11 sahabat yang menanggapi
halo ibu, met kenal ya
mau sedikit ralat aja bu “Beliau baru saja meninggal pada tanggal 9 Oktober 2008 yang lalu.” skrg masih 2007 hehehehe..
saya juga kangen papa, papa meninggal karena kanker usus, sampe berkali2 dipotong usus besarnya. Awalnya cuma buang2 air dan dikira dokter diare biasa. Tapi setelah gak sembuh2 akhirnya test lab ternyata terkena kanker, dan kankernya udah berkembang sampe dinding perut dan kata dokter udah stadium 4. Setelah 1 thn di rumah sakit ahirnya beliau meninggalkan kami sekeluarga. Mungkin apa yg ibu rasakan sama seperti yg saya rasakan, kangen pada orangtua.
Makasih Gandhi atas ralatnya. Wah iya nih, saya kok kurang teliti ya… tapi ini bukti bahwa apa yang dicantumkan di blog ini asli kiriman dari penulis yang namanya tercantum di bawahnya, saya hanya copy-paste dari email dan menguploadnya. Memang dari sono-nya taun 2008 gitu (iya kan Ded?)
Btw, yang merasakan kangen pada ibu/orangtua ini bukan saya loh, tapi Dedy Setiawan
ooh iyah, gantian saya yg gak teliti hehehehe. makasih bu.
Adik saya, si bungsu, sampai sekarang masih “sulit” menerima kepergian Ibu kami karena kanker paru stadium 4 pada 2001. Adik saya ini sangat dekat dengan beliau dan jadi sering sakit padahal dulunya dia jarang banget sakit. Untuk kesehatan mentalnya, saat ini dia berkonsultasi dengan psikolog tapi untuk penyakit-penyakit fisik yang datang ya terpaksa minum obat biasa dan kadang-kadang opname ini itu…
Yang saya khawatirkan, ibu dan adik saya itu adalah perokok pasif (tidak merokok tapi berada di lingkungan perokok). Yah, sekarang sih adik saya udah tidak berada di lingkungan para perokok itu lagi jadi semoga saja kekuatiran saya itu berhenti sampai di sini saja. BTW kalo ada teman-teman yang punya problem serupa dan punya jalan keluar, mohon saya di-share pengalamannya dong, dan terima kasih banyak sebelumnya ya
.
Dear Rita, adiknya sering menggunakan komputer ga? Kalau ya, coba manfaatin software Subliminal Blaster (bisa download gratis di subliminalblaster.com) untuk mengubah mindsetnya. Messagesnya bisa diubah2 sesuai kebutuhan, boleh diganti bahasa Indonesia juga, tapi ingat, kata-katanya harus selalu POSITIF (misal, jangan menggunakan kalimat “Saya tidak bersedih.” karena kata “tidak” di situ akan diabaikan oleh otak kita, yang direkam cuma kata “bersedih”-nya. Lha, malah berabe kan? Sebagai gantinya, gunakan kalimat “Saya selalu bahagia.”) Manfaatkan Subliminal Blaster selama dia menggunakan komputer.
Semoga dengan cara itu dia cepat baik lagi. Tapi kalau belum berhasil juga, pertimbangkan untuk menggunakan hipnoterapi, okay?
Terima kasih banyak infonya Rekan Titah. Sangat berguna sekali bagi keluarga kami. Akan saya coba terapkan Subliminal Blaster itu pada adik saya, sekali lagi thanks banget ya, juga utk mampir di blog saya
.
halo ibu , ini dedy. Skrg ini saya masih di kantor dan saya coba lagi website ini. Terima kasih banyak ya atas kepeduliannya. Sampai saat ini saya masih dan tetap merindukan ibu saya . Awalnya sangat sulit menerima keadaan ini, karena sosok ibu saya yang sangat baik dan saya adalaha tipe anak yang manja. Entah kenapa rasanya Tuhan secepat itu memanggil ibu, padahal saya masih sangat membutuhkannya. Mungkin Tuhan punya rencana lain yang tidak bisa kita ketahui. Segala sesuatu pasti ada hikmahya. Sekali lagi terima kasih banyak ….
ya..q ingat smuax.hingga saat ini pun q slalu menitikkan air mata d saat terakhr q bisa melihat bundaq.mulax ibuku menduga itu hanya mens biasa.dn tanda akn menuju masa menopause.namun mens i2 tdk brhenti.akhrx ibuku memeriksakn k rs.q pun mengntarx.dokter mendiagnosa ibu terkena kanker serviks stad IIB.ibu smpat satu kali kemo.pernah brobt d pngobtn alternatf.minum mkanan suplemen..namun stlah 1thun mendrta kanker,kdan ibu brtmbh parah.bdanx kurus,slalu muntah dn diare.ibu pernh msuk rs.kmi sbg putrix setia menjg ibu,q pun smpt menangs mlhat kdan ibu..ibu msuk lg rs untk kdua kalix.ibu smpt tk mengenal org sktar.saat q plg dr kul,dn lgsg k rs.ibu tk mengenliq.rasax skit skali.q pun msh brharap ibu bs smbuh.slang 2mggu ibu msh trbring d RS.ingn skali q plg menjenguk ibu,tp tgs kul tk bs dtgglkn..pg2 skali q plg.entah knapa q ingn cpt2 smpai rmah dn ingn menjenguk ibu.sesampai drmh skt,q menangs mlht kdan ibu.beliau koma.dngn nfas yg slt,dn dbntu oleh oksigen.kakakq menxuruhq membckanx yasin.iy,q pun siap untk brwudu.q brmksd brgnti alas kaki.entah mengapa q melhat k arah ibu.iy,dn i2 saat trakhr q melhat ibu.hax stu jam sja.kdang q menyesali,tdk sgr menjenguk ibu.dn tdk lbh bxk untk menjagx.kami skeluarga hanya bs mendoakn smg amal ibdahx dterima Allah SWT.dn dbrikan t4 yg tbaek..dan y memang,q sngat merindukan bunda q..
semua yang terjadi bukan kesalahan siva, melainkan memang sudah digariskan begitu oleh Tuhan. Tuhan menumbuhkan penyesalan di hati siva agar siva memperbaiki diri, lebih care kepada orang lain, dan banyak mendoakan ibu; karena doa siva akan menjadi amal jariyah bagi ibu. semoga ibu mendapat tempat yang baik dan kasih sayang yang luas di sisi-Nya, amin…
Ibuku juga sudah berpulang setelah sekitar 1 tahunan berjuang dengan kanker usus yang di derita beliau. Aku juga kangen ibu….Berat rasanya menerima kenyataan ini, kami berjuang bersama untuk kesembuhan ibuku. Kanker itu sangat jahat dan telah membawa orang yang paling kusayangi untuk selamanya.
Dear Nur….
Mengingat seorang “ibu” akan selallu membuat kita menitikkan air mata….itupun saya alami…17 Ramadhan, 4 tahun yang lalu ibu berpulang. Saat-saat Ramadhan seperti ini sangat terasa kerinduan kami anak-anaknya…dan tak lama setelahnya saya harus behadapan dengan kanker…so? Kasih seorang Ibu tak pernah tergantikan. Perjuangan hidupnya dengan “gagal ginjal” selama 20 tahun selalu menjadi cermin penyemangat buat kami anak-anaknya…
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)