6 tahun sudah Ibuku berjuang untuk melawan penyakit yang awalnya berupa hepatitis B. Saat itu tepat Idhul Adha tahun 1998, saya mendapat telepon bahwa kedua kaki Ibu saya tidak dapat digerakkan dan saat sudah di bawa ke RS swasta terdekat. Setelah saya ijin atasan (saat itu saya piket) saya menyusul Ibu saya ke RS dan segera memindahkan beliau ke RS swasta lainnya dan saat itu juga diminta untuk opname.
Setelah 11 hari dirawat Ibu diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Tahun demi tahun dilalui Ibuku dengan rawat jalan dan berbagai pengobatan alternatif. Tanggal 4 Mei 2004 Ibu saya harus menjalani opname lagi karena batuk yang tak kunjung reda dan setelah di-rontgen nampak ada cairan dalam paru-parunya. Vonis dokter saat itu adalah Ibu terkena Kanker Hati, sesuatu hal yang sangat menakutkan bagi kami semua.
43 hari Ibu berjuang di RS dimana saat itu semua cucu-cucunya menemai karena bertepatan dengan hari libur kenaikan kelasnya. Tepat hari Minggu tanggal 18 Juli 2004 Ibu meninggalkan kami (sehari sebelum semua cucunya masuk sekolah). Kami sangat iklas mengingat perjuangan Ibu selama 6 tahun melawan penyakit yang dideritanya. Ibu, kami semua menyayangimu dan mendoakanmu, hanya itu bakti kami yang bisa kami berikan setelah engkau meninggalkan kami.
Primawan


Cerita Sejenis:
Sudah 8 sahabat yang menanggapi
cukup mengharukan ceritanya…
tabah selalu dan kirim doa selalu
mengharukan,sebab ibu mertua kami sekarang divonis kanker payudara dan kami sedang berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk ibu mertua kami..
Mohon saran dari yang lain untuk penyakit ini
Terima kasih sebelumnya
ibuku juga sedang berobat karena kanker paru dan otak, waiting for miracle sudah 6 bulansmoha msh di beri kesmepatan untuk sehat lagi
Berbahagialah ketika kita diberi kesempatan oleh ALLAH untuk menunjukkan bakti kita kepada ortu. Dorongan, semangat, dan motivasi untuk terus berjuang dan berjuang adalah hal yang sangat penting ketika kita mendampingi pasien kanker. Bapak saya jg mengalaminya, namun ALLAH telah memberikan jalan terbaik pada 17 Februari 2008 lalu, setelah 9 bulan Bapak melawan penyakit kanker lehernya.
Keikhlasan adalah yang terbaik.Sekarang ibuku juga menderita kanker rahim.Mengingat usianya sudah 70 tahun,dan tidak akan mungkin untuk kemoterapi.Saya sekeluarga hanya bisa berdoa.mengikhlaskan dan seperti yg sinta bilang “waiting to miracle”
@ mengahrukan…, @ shinta, @ yari
miracle selalu hadir bagi orang-orang yang tidak putus asa. tetap berusaha dan diperbanyak doanya ya…
@ yari
kalau kemoterapi a la medis tidak mungkin lagi, sebetulnya banyak juga obat-obat alternatif yang bekerja seperti prinsip kemoterapi, misalnya bawang putih dan lingzhi . cuma, ya harus disiplin diet, ditunjang dg berbagai pengobatan alternatif lain, dan berjiwa ikhlas sepenuhnya…
@ Tarie
Allah menerima bapak dengan baik dan penuh kasih sayang, semoga Tarie sekeluarga dilimpahi keikhlasan dan pahala yang besar…
Dear bu shinta,
Bisakah kamu sharing obat dan cara apa yg kamu ambil buat mamimu.
Sebab mami saya jg dikasi tau dokter kanker paru dan otak.
Kami sekeluarga belum berani kasi tau dia.
Dan saya tdk mungkin kasi dia theraphy kemo atau lainnya melihat efek samping yg akan keluar.
Pengharapan saya palingan dari obat herbal dan terapi juice dimana itu akan menguatkan kekebalan tubuh,
Cuma apakah ini saja cukup?
Saya mohon bantuannya,dan bagi teman2 yang lain,saya juga mengharapkan bantuan dan dukungannya.
Badan saya sudah lemas karna sedih.
Saya takut menghadapi ini.
Saya tdk bisa percaya apa yg terjadi atas mama saya.
Smoga ada jalan keluar dengan penyakit ini
Trima kasih.
Saya sangat terharu jika ada yg mau menanggapi testi saya ini.
Saat ini saya rapuh,sangat menanti dukungan dari siapapun jg.
Smoga Tuhan masih menyayangi keluarga saya sehingga kami tidak dicobai melampaui kekuatan kami
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)