Hi… Salam kenal semuanya! Saya mau cerita ttg pengalaman saya dengan kanker mulut rahim (cervical cancer). Pada bulan Dec 2007, saya didiagnosis mempunyai tumor di cervic, stlh dibiopsi dinyatakan kanker adenocarsinoma. Akhirnya saya ke singapura untuk berobat. Dokter menganjurkan untuk operasi radical hysterectomy.
Pada tgl 26 dec, dilakukanlah operasi tersebut. Setelah itu dr menganjurkan untuk radioterapi dan kemoterapi. Setelah operasi, saya merasakan bagian kaki kurang sensitif seperti kurang rasa. Sampai saat ini saya belom melakukan radioterapi atau kemoterapi. Karena saya lihat efek negatif dari treatment ini.
Saya mau sharing dgn teman2 mungkin ada yg punya case seperti saya? Apa kemoterapi masih perlu setelah operasi? Saya juga mau tanya kenapa urat tangan tempat dimasukan infus menjadi bengkak. Apakah ini normal? Thanks atas sharingnya.
Anggi


Cerita Sejenis:
Sudah 28 sahabat yang menanggapi
Hello Anggi,
Anda sudah menjalani radical hysterectomy karena kanker, prosedur standarnya memang dilanjutkan dengan kemoterapi dan/atau radiasi. Kemoterapi dimulai antara minggu ketiga sampai minggu keenam. Ikuti saja saran doktermu (walaupun efek sampingnya kurang menyenangkan), karena prosedur itu diperlukan untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin masih ada.
Jangan sampai terjadi seperti adik saya yang bulan Agustus 2007 menjalani histerektomi tetapi tidak dilanjutkan dengan kemoterapi/radiasi, ternyata bulan Desember kemarin diketahui tumornya sudah membesar lagi menjadi 15 cm x 8 cm x 8 cm.
(Waktu itu diagnosanya myoma uteri, dan dokternya mengatakan tidak ada keganasan ~karenanya tidak perlu kemo/radiasi~ padahal ternyata adenocarcinoma tapi tidak ketahuan karena hasil operasinya tidak di-PA, duhhh!!)
Tentang kaki yang menjadi kurang sensitif, mungkin ada saraf yang terganggu oleh proses operasi. Sedang tangan tempat jarum infus bengkak, biasanya karena posisi jarum kurang tepat atau jarum infus terlalu lama di sana (perlu dipindah beberapa hari sekali). Gangguan ini biasanya hilang dalam 1-2 hari.
Tetap semangat ya sayang
Hai Anggi,
Peristiwa serupa juga menimpa mama saya,pada bln
Mei 2007,dokter di singapura menyatakan mama saya menderita kanker paru stadium 4,karena terdapat 2 nodule di paru,2 nodule di tiroid,1 di daerah paha.saat itu mama dianjurkan operasi untuk segera diketahui apakah kanker paru ataukah kanker tiroid yg menyebar ke paru.krn utk khemo harus segera diketahui jenis kankernya,tapi mereka cenderung ke kanker paru krn nodule terbesar ada di paru.mama menolak,dokter singapore menyatakan jk tdk diambil tindakan waktu terlama hanya sisa 3 bln yakni jk tdk segera dikhemo pasien paling lama sampai bln agt 2007,mama akhirnya memilih pengobatan herbal dipandu dr Anton Budiono dengan memadukan pola makan (banyak sayur buah,stop goreng gula pengawt).Syukurlah hingga saat ini mama masih sehat.
Halo Anggi.-
Kalau dokter memang menyarankan untuk kemoterapi ya dijalani aja, soalnya kalau ga takut masih ada sisa-sisa kanker yang nantinya bisa timbul lagi.
Jangan terlalu dibayangi seolah-olah kemo itu menakutkan, jalani aja masing-masing orang kan berbeda ketahanannya. Usahakan tangan sering digerakkan (kalau mau pakai barbel) agar venanya kalau ditusuk jarum untuk kemo gampang, sehingga ga sampai bengkak. Kalau aku bulan Juni 2007 operasi payudara dan sekarang sudah selesai menjalani kemoterapi, yach mudah-2 an aja kankernya benar-2 hilang. Karena venaku kecil sehingga waktu mau dikemo jarum infus agak susah sampai tanganku bengkak.
Terima kasih atas sarannya. Ohya… setelah operasi radikal histeroktomi, otomatis akan menjadi menopause. Tetapi oleh Dr. tidak diperbolehkan mengkonsumsi hormon replacement therapy (HRT). Apa yang harus dilakukan? Apa ada teman2 yang mengetahui seputar masalah menopause? thanks ya…
Memang byk tindakan yang bisa dipilih, namun yang terpenting sekali meningkatkan ketahan tubuh lebih berarti.
salam kenal, indra
http://terapi9.wordpress.com
Jangan putus asa ya …. dengan menjaga kondisi badan dan selalu dalam lingkungan orang2 yang dicintai, hati akan lebih damai n pikiran juga akan lebih tenang … God bless u
Saya ikut prihatin dan memaklumi , tetapi untuk wanita menjadi menopause karena biological tubuhnya mulai mengalami penurunan / tua , maka perlu adanya makanan cell yg cukup agar tubuh kita terasupi ketingkat cell , sehingga kita awet muda maka dengan sendirinya usia menopause akan lebih jauh. Saya sarankan juga hidup sehat dengan memakan banyak buah dan sayuran. Dan untuk masalah kemotherapi saya pernah diskusi dengan teman dan dokter bahwa orang dinyatakan bebas dari penyakit tumor / kanker setelah 5 th tidak ada efek2 atau gejala terjangkit lagi..
Thanks atas masukannya. Ohya… apakah ada test yg dpt memastikan kalau kita sudah bebas dari kanker? Kalau cancer maker itu bisa ngga buat deteksi?
Yap, biasanya digunakan pemeriksaan tumor marker secara berkala untuk memastikan bahwa kita benar-benar “bebas” dari kanker. Tapi “bebas” di sini bukan berarti sel kankernya benar-benar NOL lo ya, bisa aja masih ada tapi levelnya sangat rendah sehingga tidak terdeteksi oleh tes tumor marker. Makanya, supaya nggak kambuh lagi, walaupun sudah dinyatakan sehat kita tetap harus hati-hati menjaga pola hidup kita…
Saya ingin mengutip dari buku yg ditulis oleh Tauhid Nur Azhar dengan judul jangan ke dokter lagi! terbitan MQ Gress th 2007, disebutkan bahwa Penelitian atas perawat yg bekerja di pusat perawatan kanker yg sering terkena imbas obat kemoterapi menunjukan bahwa mereka mengalami kelainan kromosom pada limfosit. Pertanyaannya sejauh manakah chemoterapi diperlukan? di buku itu juga disebutkan bahwa beberapa hasil kajian memperlihatkan bahwa pasien kanker cenderung lebih lama bertahan hidup dan lebih baik kondisinya jika tidak menjalani chemoterapi. Mungkin ini dapat memancing komentar tmn2 yg lain?
halo…boleh numpang nanya and minta saran dari teman-teman semua. di keluarga saya belum pernah ada yg terkena kangker,tetapi satu tahun kemarin ibu saya terkena kangker rahim,awalnya sering susah buang air besar dan perutnya seperti yang mengandung 3 ato 4 bulan,singkat cerita,dioperasilah ibu saya dan setelah operasi disarankan untuk di kemo,tetapi karena takut,ibu saya tidak menjalaninya,malah pindah ke obat alternatif,tetapi 2 bulan kemarin ibu saya di vonis kangkernya masih ada dan harus diangkat segera,maka dioperasi lagi deh ibu saya,dan sekarang sedang menjalani kemo,nah…pertanyaannya adalah seberapa persenkah keberhasilan kemoterapi,dan apa saja efeknya?biar saya lebih tenang lagi dimohon komentarnya yap
sekian dan terima kasih
wassalam
Angga, saya rasa tidak bisa dipastikan berapa persen tingkat keberhasilan kemoterapi, karena respon tiap orang terhadap obat kemoterapi itu beda-beda, tergantung kondisi tubuh masing-masing. Padahal setiap orang itu sangat unik, berbeda antara satu orang dengan lainnya. Itu sebabnya, walau sakitnya sama, stadiumnya sama, obat kemoterapinya sama, bisa jadi A sembuh total, B hanya sembuh sebagian, sedang C justru memburuk. Makanya dokter selalu melakukan evaluasi, jika perlu mengganti jenis obat. Tapi bukan berarti dokter memperlakukan pasien sebagai “kelinci percobaan” lo! Hal ini juga berlaku pada pengobatan alternatif/herbal.
Tentang efek samping kemoterapi, coba baca di sini ya.
aku juga pernah sakit parah di usus besarku dan divonis dokter untuk operasi potong usus, kemudian aku berobat ke alternatif ke nur syifa’ yang menggunakan terapi dengan teknologi al qur’an. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan tidak perlu operasi lagi.
ibuku terkena kanker payudaradan beliau harus menjalani kemoterapi namun setelah kemoterapi yang kedua kondisi beliau malah memburuk dan akhirnya beliau meninggal dunia. Saya sangat menyayangkan sikap dokter yang tidak memberikan penjelasan megenai kemoterapi dengan detail pada pasien
Ikut prihatin atas berpulangnya ibu, Koko, semoga ibu mendapat tempat yang baik di sisi-Nya. Semoga pula pengalaman Koko menjadi sarana belajar kita untuk lain kali lebih proaktif dalam menghadapi dokter, tidak ragu untuk banyak bertanya dan mengkritisi kebijakan dokter.
Saya di vonis menderita kanker pada saluran pernapasan di paru bagian kanan (saluran napas kanan telah tertutup oleh tumor )masih stadium dini tetapi karena dekat sekali dengan “carina ?? ” maka menurut dokter masuk dalam kategori stadium IIB dan telah di operasi pada tgl 12 September 2008 dengan mengangkat 2/3 bagian paru kanan. Hasil pemeriksaan dan lab dinyatakan bahwa kankernya telokalisir dan telah diangkat semuanya serta PA nya negatif tidak ada penyebaran di kelenjar getah bening, tulang maupun otak. Dokter menyarankan saya untuk kemoterapi sebanyak 6 kali ( kemoterapi tersebut menurut buku panduan adalah merupakan prosedur standard untuk kanker stadium IIB ) . Pertanyaan saya apakah kemoterapi itu masih di perlukan ?? terus terang saya sangat ketakutan atas efek samping kemo tersebut. Apakah teman2 bisa membantu. Tks n GOD BLESS U ALL.
Hiii Lintang. Kalo menurut standar kedokteran internasional, termasuk diatur juga di WHO, memang kemoterapi hingga saat ini masih dianggap CUKUP efektif untuk memperbaiki kualitas hidup penyintas kanker. Saya penyintas kanker (CA Mamae Grade II)yang juga telah melewati 10 kali kemoterapi. Alhamdulillah dengan informasi yang cukup dari dokter ongkology hingga saat ini saya masih baik-baik saja. Memang pada saat menjalani kemoterapi cukup berat, tapi itu sangat subyektif pada setiap individu. Saran saya, selama menjalani kemo harus benar-benar bisa mengendalikan emosi dan tetap harus makan. Perbanyak sayur dan buah. Banyak cerita sukses bergelut dengan kanker, apalagi di stadium dini.
So…pilihan untuk kemoterapi sangat bervariasi, konsultasikan sepuas-puasnya dengan dokter Lintang, apa efek sampingnya dsb.dsb.
Kalaupun Lintang memilih tidak kemo, pikirkan dengan matang dan bijaksana, karena itu menyangkut diri lintang sendiri dan orang-orang terdekat tentunya…jangan mudah terpengaruh dengan alternatif A, B, C, dsb. Namun jika itu pilihan Lintang, tidak ada salahnya memilih dengan bijak dan penuh keyakinan agar Lintang tidak mudah goyah dan mantap serta ikhlas(yang terpenting) dalam menjalani semua.
Do’aku menyertai…keep smile & be happy! Jangan tinggalkan Tuhan, Dia akan selalu setia bersama kita, amin
Dear Lintang,
Kemoterapi setelah operasi memang merupakan prosedur standar untuk kanker, untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin masih ada namun tak terpantau (karena terlalu kecil atau terlalu sedikit), daripada nantinya kambuh lagi. Jangan fokuskan pikiran pada efek samping kemoterapi, tapi fokuskan pada target anda harus sembuh, sembuh, sembuh, apa pun caranya. Untuk meminimalisir efek samping kemoterapi, jaga supaya kondisi tubuhmu tetap fit, dan kalau drop segera upayakan untuk bisa fit lagi. Ayo jangan takut lagi, semangat, semangat!
hai…
saya punya papa yang menderita tumor usus, sudah setahun lebih. 2 minggu lalu papah menjalani operasi pemotongan usus karena ga bisa buang air. tapi tumornya sendiri belum bisa diangkat, setelah menjalani rawat inap 2 mingguan. papah disarankan untuk kemotrapi.. yang jadi pertanyaan saya seberapa besar keberhasilan kemotrapi itu sendiri. sedangkan tumornya sendiri dah memasuki stadium akhir kata dokternya…
Adakah cara lain selain kemo,..?
klo ada pengobatan alternatif tolong kasih tau saya ya.. thank”s
Hai Echa,
Keberhasilan kemoterapi tidak sama pada semua orang, ada yang responsnya sangat bagus hingga sembuh sempurna, ada yang responnya lumayan hingga kankernya mengecil (tapi belum bersih) atau berhenti tumbuh, ada juga yang sama sekali tidak ada respons alias kankernya berkembang terus. Sayangnya hasil yang mungkin didapat tidak bisa diprediksi sebelumnya.
Pada kanker stadium akhir, umumnya kemoterapi lebih ditujukan untuk kepentingan paliatif (mengurangi massa tumor sehingga tidak menyumbat usus), dengan demikian diharapkan dapat memperpanjang harapan hidup pasien. Tapi ini pun sangat tergantung pada kondisi fisik, psikis, dan spiritual papa.
Pengobatan alternatif banyak, tapi berhubung saya nggak tahu mana yang benar2 efektif untuk papa, ya… saya nggak berani kasih saran (takut menjerumuskan). Sorry ya…
dear titah .. bukannya echa ga percaya pada kemo,. tapi saat ini kondisi papa sangat tidak stabil n setahu saya untuk kemo kondisi tubuh harus kuat n g banyak pikiran. tapi itu semua kebalikan dari kondisi papa… saat ini papa depresi akan penyakitnya terkadang dia mw nyerah aja. tapi aku bersama keluarga nyoba nyemangatin lagi… baru papa ada semangat lgi…
jadi kami menjatuhkan piliha pengobatan herbal karna kami percaya ga ada efek samping yang sangat merugikan.. di bandingkan kemo…
tapi yang menjadi kendala , saat ini saya belum mendapat kan info yang pasti dari produck2 herbal itu sendiri.. dari teman2 ada ga yang punya pengalaman tentangtang product herbal tolong beritahu saya ya…
oh ya dimana sya dapat info yang jelas tentang product tians itu.?
dear echa,
kemoterapi memang membutuhkan kondisi tubuh yang bagus juga mental yang siap. kondisi tubuh yang bagus dinilai dari hasil pemeriksaan laboratorium untuk darah lengkap, fungsi ginjal, liver, juga foto rontgent dada untuk menilai kondisi orban2 di dalam. kalau kesemuanya relatif bagus, dokter berani melakukan kemoterapi. kalau tidak bagus, tentu tidak akan dilakukan kemoterapi.
boleh saja kalau papa echa ingin memilih herbal, tentunya pilihan itu harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang, tahu persis herbal apa yang akan dipilih dan apa manfaatnya. paling bagus kalau pengobatan herbal itu dilakukan bersamaan dengan medis (kemarin sudah operasi, kalau memungkinkan dikemo juga). tentunya juga dibarengi dengan doa yang benar2 ikhlas, mengatur pola makan dan pola hidup, juga menata batin dan pikiran. semoga Tuhan menuntun echa untuk mendapatkan pengobatan yang terbaik bagi papa. salam.
untuk anda yang ingin kemo saya sarankan jangan pernah sentuh itu nama kemo, kemo itu justrus merusak organ organ tubuh yang lain, memang akan sembuh sementara tapi jangan lupa kehidupan ini akan terus dari bulan sampai tahunan, kalau udah 2 tahun baru efek dari kemo itu akan muncul, tubuh akan droup penyakit lain akan timbul, bahkan kanker akan pindah ke tempat lain, syaran saya kalau boleh ke alternatif yang bener bener uda ada hasilnya dari orang orang yang kena kanker dan sembuh total, jangan lupa rubah pola makan jangan makan daging merah, makanan kemasan, gula, perbanyak makan sayur dan buah, saya bisa berbagi dengan cerita ini sebab pengelaman yang telah mengajarkan ketika anakku 3 bulan kena kanker retinoblastoma saya tidak kasi dia kemo tapi Tuhan Yesus menunjukan jalan altenatid by dokter herbal yang sudah ada bukti yang bagus.dan sampai saat wacana ini saya tulis sekarang umurnya 2 tahun lebih dan hari demi hari anak ku semakin sehat. Puji Tuhan. AMIN
mohon saran, saya ingin memberikan pengobatan herbal yang disertai medis untuk adik saya yang saat ini terkena limphoma non hodkin.
kemo terapi belum bisa dilanjutkan karena kondisi fisikny saat ini sangat lemah (sesak napas dan ada gangguan pencernaan).
kami tinggal di surabaya.
jika rekan-rekan mempunyai informasi yang saya butuhkan ataupun masukan silakan kirim melalui e-mail saya (silver_chi@yahoo.com)
terima kasih
Hi sdr Anonymous,
Bagaimana keadaan mama kamu skrg?
Papa saya didiagnosis menderita kanker prostat stadium 4 dan sudah menyebar ke tulang panggul & paha kiri. Dua minggu lalu-akhir Jan’12-mulai mengkonsumsi obat herbal dari dr. Anton Budiono.
Boleh sharing pengalaman mama kamu selama mengkonsumsi obat herbal dari dr Anton?
Kalau mau email japri boleh, emailku: sherlina14@gmail.com
Thank you.
Hi… Semua salam kenal.
Saya mei,
Mau tanya- tanya ttg kanker nasofaring dong. Karena suami saya terkena kanker nasofaring. Ada yang tahu enggak yang paling efektif penyembuhhannya memakai cara apa ya ?
Ada yang pernah sembuh dengan pengobatan herbal enggak ya ?
Ada yang sembuh dengan herbal melalui Dr Antono ?
Mohon tanggapannya ya.
Thanks atas bantuannya,
Mei
@ Chi & Mei
silakan pertimbangkan terapi di terapikanker.com.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)