Cerita Sejenis:

Sudah 5 sahabat yang menanggapi

Subscribe ke thread ini: comment rss or trackback url
mygif
Titah menanggapi pada tanggal January 31st, 2008 jam 11:08 am

Laras,
Begitulah, kadang dokter tidak bersikap cukup terbuka kepada pasiennya. Menghadapi dokter yang begini sebaiknya kita bersikap proaktif, rajin bertanya ini-itu tentang penyakit kita dan penanganannya. Kita sebagai pasien berhak tau apa penyakit kita, tindakan untuk mengobatinya, mengapa harus dilakukan itu, apa efek sampingnya, dsb. Kalau ditanya begini, menurut kode etik kedokteran dokter WAJIB menjawab dengan jujur.

Kalau doktermu tetap tidak mau terbuka, pindahlah ke dokter lain yang lebih komunikatif, kalau perlu pindah rumah sakit. Saran saya ke dokter spesialis kebidanan & kandungan (SpOG), lebih bagus lagi kalau ada dokter ahli onkologi kandungan (ahli kanker kebidanan & kandungan, coba tanyakan di rumah sakit besar). Bawalah semua hasil lab & foto sebelumnya ke dokter yang baru sebagai bahan referensi.

Semoga segera menemukan jalan untuk kesembuhanmu ya sayang :)

mygif
Joseph E. F. menanggapi pada tanggal February 2nd, 2008 jam 4:31 pm

Laras yth,

dokter2 kita memang sering ngawur. Saya tidak tahu apa alasan nya ? Sedikit2 operasi! padahal diagnose dokter sendiri juga belum meyakinkan, maka dia juga tidak pasti untuk menjelaskan kita.

Saya juga menganjurkan anda untuk periksa ke RS / dokter lain. Itu juga belum tentu menyakinkan, seperti pengalaman pribadi saya. Hampir 2 tahun menderit dan mengunjungi 5 THT di Surabaya dan TIDAK ADA satu pun yang memvonis saya kena Nasofaring. Setelah periksa di negara tetangga, langsung ketahuan kena kanker NPC dan sudah masuk stadium 4A.
Itu 5 tahun yang lalu. mudah2an dokter kita bisa dan mau belajar lebih maju.
Harap dabar dan tekun menghadapi ini semua!

Salam

mygif
antari menanggapi pada tanggal March 25th, 2008 jam 9:35 am

Mbak Laras yth

Saya (48 th) adalah seorang penderita kanker Ovarium yang sudah di operasi 2 kali. Operasi yang pertama adalah diangkat seluruh rahim dan ovarium nya ternyata setelah 1 tahun tumbuh dibagian perut yang lain (stadium 3B) dan harus dioperasi kembali. sekarang saya masih dalam taraf pengobatan.

Dulu, sebelum saya di vonis kanker saya sudah merasakan keluhan di bagian perut saya seperti ada benda padat didalamnya dan haid terus menerus, setelah saya periksa ke satu dokter kebidanan dari hasil pemeriksaan nya dia bilang tdak apa-apa itu adalah tanda menapouse.

Saya masih tidak puas kemudian kemudian saya datang ke ahli usg dia bilang juga tidak apa-apa. Tidak terlihat masa.

karena berdasarkan diagnosa di atas saya percaya saja karena ahlinya sudah bilang tidak ada masalah. jadi untuk mengatasi rasa tidak enak dan nyeri saya berobat dengan ahli akupunture dimana setelah di tusuk jarum saya merasa jauh lebih enakan. setelah 3 bulan ikut tusuk jarum (1 Kali dalam seminggu) Ahli akupunture tersebut mengusulkan agar ke konsultasi dokter lagi karena beliau melihat penyakit saya tidak berkurang.

Mengikuti usul tersebut saya ke dokter lagi (dokter yang lain dari sebelum nya) ternyata saya harus langsung masuk ke RS dan harus diambil tindakan secepatnya karena saya sudah stadium 3B.

Berasarkan pengalaman saya di atas saya menyaran kan agar mbak Laras segera mengunjungi beberapa dokter untuk mendapatkan opini dan penanganan paling tepat dan tidak terlambat. mudah-mudahan pengalaman saya jangan sampai di alami orang lain.

Kita berkuasa atas badan kita sendiri jadi mbak Laras pilih lah dokter yang bisa meyakinkan mbak Laras. Kalau mbak Laras tidak sreg jangan di teruskan.

Salam saya, semoga cepat sembuh

Antari S Marino

mygif
Eduard R. menanggapi pada tanggal March 25th, 2008 jam 2:01 pm

Halo mbak Laras, betul kata sdr. Titah, kita harus pro aktif. Ya inilah Indonesia, tidak banyak dokter yang mau terbuka menjelaskan dengan baik. Ibu saya sekarang sudah meninggal, menderita kanker payudara stadium 4, dokter yang menangani tidak sedikitpun memerikan gambaran bagaimana dan apa yang harus dilakukan pasien. Setiap ditanya bagaimana perkembangannya, selalu dijawab “ooo…gak papa bisa sembuh”. Dan untuk mendapatkan jawaban itu ibu saya harus antre selama 1 sampe 2 jam di dokter tsb. Saking banyaknya pasien dan dengan biaya kontrol yang tidak sedikit. Hebat ya? Padahal dokter tsb, bisa dengan terbuka memeritahukan kepada kami salah satu keluarganya ttg. apa yang harus dilakukan. Paling tidak siap2 degn kemungkinan terburuk. Oke Laras, tetap semangat…biarpun di negara kita hanya pejabat dan orang kaya saja yang boleh sakit. tetap percaya sama Yang Maha Pencipta ya?

mygif
echa menanggapi pada tanggal March 25th, 2008 jam 4:49 pm

Memang betul saya juga punya teman kanker payudara, tindakan yang dilakukan adalah kemo 3 kali, operasi kemudian kemo lagi 3 kali, ditambah sinar ttp pas menanyakan hal knp tdk jadi di sinar dokternya seperti tdk terlalu suka dan jawabannya tidak usah dipikirkan itu menjadi urusan saya dan saya tdk akan mencelakakan anda.. padahal kita juga perlu tahu gunanya, efeknya dsb…dokter juga manusia mungkin saja ada yang lupa saking banyak pasien…mertua kakak saya juga pasang ring untuk jantungnya 2 pasang ttp ternyata setelah di cek di sing hanya 1 pasang dan obatnya salah..gimana tuh padahal RS terkenal di jkt..jadi kita harus hati2 juga dan bersikap pro aktif jangan terima saja…

Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)

 Nama (*wajib diisi)

 Alamat Email (*dirahasiakan)

 Website (*optional)