saya mempunyai kakak perempuan yang sekarang menderita kanker payudara. saya sangat sedih melihat keadaannya karena telah divonis stadium tertinggi. saya ingin membuat dia tetap semangat tapi saya bingung harus mulai dari mana. karena itu saya ingin ada suatu panduan khusus penanganannya. soalnya dia sangat terpukul dengan keadaannya. apalagi keadaan perekonomian juga terganggu. jadi saya sangat ingin melakukan sesuatu yang dapat membangkitkan semangatnya untuk melawan kanker. bila ada tolong dikirim ke alamat saya: jl. jamin ginting km 29 no.2 Lauburah Kec.Pancur Batu 20353. terima kasih.
thomy mariyono tarigan


Cerita Sejenis:
Sudah 5 sahabat yang menanggapi
Hai Thom,
Sangat bisa dimengerti kalau kakakmu merasa terpukul dengan keadaannya. Kalau Thomy ingin membangkitkan semangatnya, coba dimulai dari jalur spiritual dulu, dengan mengajaknya lebih sering ke gereja/masjid, atau menemui tokoh-tokoh spiritual yang diseganinya, dengan begitu hatinya menjadi lebih tenang.
Tentang sesuatu yang dapat membangkitkan semangatnya melawan kanker, coba dilihat di sidebar, di bawah judul “Sahabat Kita”, di sana banyak link menuju cara-cara melawan kanker, juga banyak blog sahabat-sahabat kita yang menderita kanker payudara. Coba dibaca ya, dari sana pasti ada ide yang dapat Thomy lakukan untuk kakak
Hai Thom. Katakan kepada kakakmu, saya juga penderita kanker payudara stadium tinggi bahkan sudah bocor, saya sudah operasi dan sekarang kanker saya berkembang ke paru2. Seluruh dokter dan rumah sakit sudah memvonis saya mati. Kadang2 saya juga lelah dengan sakit ini. Apalagi ketika sakit menjadi parah, keadaan ekonomi saya juga hancur, itulah makanya saya sampai pernah bunuh diri. Tetapi ternyata penyakit, mati, sehat, perekonomian adalah mutlak ketentuan Tuhan, jadi ya sudah dinikmati saja. Saya cerita ini benar, kalau saya pulang ke medn, kita bisa jumpa. Sekarang saya sedang menikmati persiapan pemakaman saya, buat baju baru, cari tanah untuk pemakaman, tetapi saya terus berdoa untuk diberikan yang terbaik oleh Tuhan.
Dear Thomy,
sy turut prihatin dg kondisi kakakmu …
bener spt kata mb. Titah, yg paling penting adalah dimulai dari menenangkan hati pasien, agar bisa menerima dan bisa berdamai dengan kondisi yang harus dihadapi.
Terus yg penting lagi, selama hayat masih dikandung badan, usahakan supaya pasien tetap semangat dan punya daya juang yang tinggi untuk menyembuhkan diri, karena sudah banyak bukti tidak semua pasien kanker akan “pergi” karena penyakitnya (bahkan yg sudah divonis usianya tinggal 3 bln, yg dokter sdh angkat tangan .. banyak yg masih sehat hingga sekarang).
Keyakinan pada kuasa Tuhan yang mutlak seperti kata Nd Rensa, sangat perlu dipegang teguh agar tidak goyah/putus asa.
Sampaikan salam saya untuk kakakmu ya Tom, semoga tetap tegar dan tidak lupa memohon ampunan serta kesembuhan pada yang menciptakan kehidupan.
Hmmm, saya adalah orang yang hidup berdampingan dengan penderita kanker/tumor ganas stadium lanjut. Awalnya sempat membuat saya stress, tp kemudian saya mendalami lagi kata-kata hikmah dari orang2 alim…saya merenung lagi dan terus menelaah. Kenapa kita terlahir di dunia ini. Kenapa Alloh ciptakan dunia ini…renungan saya akhirnya menenangkan hati saya. Dunia ini adalah sekedar jembatan menuju ke kehidupan abadi tidak ada satu orangpun yang abadi berada di dunia ini. Setiap manusia digilirkan dalam kesenangan dan kesedihan dalam kecukupan dan kekurangan, dalam sehat dan sakit…semua bergilir seperti roda mobil kadang satu sisi di atas kadang satu sisi itu di bawah. Setiap manusia punya masalah. Karena masalah itu adalah ujian dari Sang Pencipta utk dipilih manusia mana yang termasuk manusia pilihan untuk dimasukkan ke dalam surga-Nya. Tidak mungkin surga dapat diperoleh dengan leha-leha dan hura-hura, tp surga hanya didapat dengan perjuangan….termasuk perjuangan melawan rasa sakit, jangan pernah menyerah. Bersabarlah dalam sakit…bertemanlah dengan kanker sampai Sang Pencipta memberikan kesembuhan….sambil kita terus berjuang, berusaha dan terus berdoa….jangan stress.. Sakit tidak berujung pada kematian…tapi izin tinggal yang sudah habislah seseorang itu menemui kematian. Percayalah…harapan utk sembuh selalu ada… harapan untuk terus hidup juga selalu ada…yang pasti dekatkan diri terus pada Sang Pencipta… karena seandainya meninggal pun sudah menjadi manusia yang dicintai-Nya…
Saya yang sehat pun belum tentu berumur panjang, kematian senantiasa berada didepan mata…entah nanti malam entah 1 tahun lagi atau 100 tahun lagi Who know…betulkan. Pasrahkan semua pada Sang Pencipta…dan lanjutkan hidup dengan hal-hal yang berguna. Suami saya tidak di kemo atau radiasi, dia takut dengan efek samping dari kemo…dia mengkonsumsi obat herbal, spt mahkota dewa, keladi tikus, kunyit putih, temumangga, sambiloto, propolis, chlorofil, dan air rebusan daun sukun. Juga datang ke terapis yang mumpuni di sukabumi. Sekarang kankernya sudah mengecil dan pusing2nya juga berkurang. Tetap semangat untuk sembuh yah.
Semoga coretan ini bermanfaat buat semua.
Ya Tuhan, aku sedih dengar ini semua MaUda. Bibi yang mana yang kam maksud? Giman akeadaannya sekarang? Kalau dengan medis belum berhasil, coba bawa ke pengobatan alternatif, siapa tau ada hasilnya. Takdir ditangan Tuhan MaUda, jadi jangan pernah menyerah apalagi putus asa. Aku akan cari info alternatif yang sebanyak-banyaknya tentang kanker Pydr itu, kalau untuk urusan medis aku rasa keluarga di lau burah lebih tau mana yang terbaik. Hasil akhirnya biar kita serahkan pada-Nya. GB-Us.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)