Dear,
Adik saya laki – laki 17 tahun divonis dokter 1 tahun lalu menderita osteosarcoma atau kanker tulang. Pernah dirawat di RS Orthopedi khusus tulang di Solo dan dilakukan operasi untuk diambil sampelnya sehingga telah mengalami pembedahan dan tulang diambil sebagian untuk dilakukan lab. Hasilnya positif kanker tulang & satu – satunya jalan hanya amputasi tetapi menurut dokter rumah sakit hal tersebut tidak menjamin juga untuk sembuh dari sel – sel kankernya.
Hal tersebut menjadikan kami sekeluarga sangat ragu (sudah kehilangan kaki tapi tidak sembuh juga bahkan mungkin bisa menyebar). Akhirnya kami putuskan untuk tidak mengamputasinya & melakukan pengobatan alternatif di Jakarta dengan terapi zikir. 8 bulan kemudian kami tidak mampu lagi membayar pengobatan alternatif yang menelan biaya 3 juta seminggu sehingga kami memutuskan untuk dibawa pulang saja karena ternyata dari hari ke hari bengkak di kaki semakin membesar sampai akhirnya keluar darah yang mengucur disertai nanah dan berbau tidak sedap.
Jujur saya sangat tidak mengetahui bagaimana cara penanggulangan penyakit ini. Sampai hari ini syukur adik saya masih bernafas meskipun menahan sakit luar biasa selama 1 tahun dan baru hari kemarin mengeluarkan darah segar lagi seperti air mancur dari bengkak & lukanya tersebut. Mohon informasi bagaimana mengatasi hal ini.
Dian


Cerita Sejenis:
Sudah 25 sahabat yang menanggapi
Dian, turut prihatin atas kondisi adik anda. Semoga Allah memberikan pertolongan pada anda sekeluarga, khususnya adik anda. Tidak banyak yang bisa saya bantu, tapi saya ingin menyarankan beberapa hal:
1. Segera bawa adik ke dokter lagi ya, untuk mengatasi perdarahan dan merawat lukanya.
2. Jangan lupa minta obat nyeri khusus kanker, kasihan adik kalau kesakitan terus (biasanya hanya Poli Paliatif & Bebas Nyeri yang mau memberikan untuk obat jalan, karena obatnya codein/morfin ~takut disalahgunakan. Ada di RSCM, RS Dharmais, RS Persahabatan, RSU Dr. Sardjito Jogjakarta, RSU Dr. Soetomo Surabaya)
3. Penting! Tolong baca baik2 buku ini. Supaya enak bacanya, lebih baik beli aja, harganya hanya Rp 25 ribu.
4. Cari obat alternatif yang relatif lebih murah. Bisa coba resep jamu di Rumah Kanker. Tapi seyogyanya dalam bimbingan ahli jamu.
5. Adik harus taat menjaga diet. Baca tentang diet kanker di buku ini.
6. Dzikirnya dilanjutkan di rumah dengan shalat tahajjud sekeluarga. Baca pengalaman nyata manfaat tahajjud oleh Prof. Dr. Moch. Soleh. Kalau perlu silakan konsultasi dg beliau di telp 0354-692685. Buku beliau tentang shalat tahajjud di toko buku juga banyak.
Wah, PR-nya banyak ya. Semoga bisa menjadi jalan kesembuhan bagi adik anda.
Hi Mbak titah…
Buku yg dimaksud apa ya? Krn di click koq ngga keluar. Terus buku mengenai diet kanker juga apa?
Tq
Ah iya, makasih Anggie atas infonya. Tadi ada sedikit kesalahan teknis waktu nulis kodenya. Silakan diklik lagi, sekarang sudah bisa
ikut prihatin saya dengarnya, semoga keluarga saudara diberi ketabahan.Dan saya selalu mendoakan “sahabat-sahabat” semoga diberi kesembuhan. terus berjuang dan tetap semangat.
Terima kasih titah ‘n friend….
Saya senang sekali mendapat pencerahan ini setidaknya masih ada setitik harapan untuk kesembuhan adik saya.
Saya juga ikut prihatin,saya harap keluarga anda tetap tabah.saya punya kakak kelahiran 1956 ,meninggal 2 tahun yang lalu akibat kanker tulang belakang, juga sepupu saya meningggal 3 bulan yang lalu akibat kanker payudara.duuh sekarang anak saya, lelaki kelahiran 1993,ada benjolan di buah dadan sebelah kiri sebesar kelereng, kalau di pegang katanya sakit , hasil diagnosis dokter spesialis, katanya kanker dan harus di operasi.tolong dong kasih info nya ( alternatif lain ) terus terang saya masih ragu,masih siih kanker.sekian trimks
Dear Djoko,
Kalau anda meragukan diagnosa dokter tentang penyakit anak anda, coba mintakan second opinion ke dokter lain. Bisa saja seorang dokter salah melakukan diagnosa, atau bisa juga tindakan pengobatan yang disarankan berbeda. Semoga anak anda mendapat pengobatan yang tepat dan sehat lagi ya…
Dian,turut prihatin atas kanker adik anda.Setahun yg lalu anak saya patah lengannya krn kanker tulang (diRS hrs diamputasi), tp saya berobat dengan herbal Indonesia serta merubah pola makan, alhamdulillah dalam waktu 5 bulan anak sy sdh sembuh total (sesuai hsl pemeriksaan medis).
Bu Dian yth, saya turut prihatin atas penyakit yang diderita oleh anak Ibu, teman aku juga mengalami osteosarcoma dibagian dadanya, dulu pernah dioperasi (diangkat) kankernya tapi tumbuh lagi, karena sudah menyebar sampai paru2x akhirnya tidak tertolong, semoga hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa penyakit kanker harus segera penanganannya.
Mas catur tmanku…sy gak tahu klo slama ini anda menanggung beban yg ckp brat..but sy turut prihatin..
saya turut perihatin.. menurut saya sebaiknya konsultasi ke dokter dan klo dokter menyarankan untuk amputasi,sebaiknya amputasi saja. karena smakin lama kankernya semakin ganas. ada teman sya yang menderita penyakit seperti adik anda. dan dia katakan sebaiknya amputasi jgn ditunda karena akan lebih parah. teman sy merasakan hal tersebut karena terlalu lama menunda.
Banyak sekali obat-obatan alternatif yang ngeruk duitnya melebihi dokter ya….Sedih deh dengarnya!! Ayok kita bekali diri untuk jadi BRAVE & SMART (bukunya Siti Aniroh itu lho…)
Yang diteriakin “TERAPI DZIKIR” Jelas-jelas dzikir itu gratisssss….Allah SWT gak mungut bayaran sedikitpun!!!tapi kok mahal banget 3 jt per minggu. Biadab amat tuh tukang terapisnya ya!!!Saran saya… sebelum amputasi banyak-banyaaaaaaaaaakin cari informasi apa konsekwensinya!!! Apa ada jaminan kankernya cuma di tulang??? kalo dah lari kemana-mana bagaimana? Cancer is liquid…(baca phmiracle.com). Tanyakan juga CANCER PRIMERnya dimana??? Apakah di tulang??? Tengkiyu…..
Tolong jangan lupa tanya ke dokternya. PRIMER CANCER nya dimana??? apakah benar-benar di tulang? Atau yang di tulang adalah SKUNDERNYA?
Tanyakan juga apa konsekwensinya jika amputasi dilakukan? Pengobatan apa saja yang musti ditempuh setelahnya!! Take care…Please!!
Catatan penting buat teman-teman….kalo alternatif yang MENJAMIN 100% sembuh dan pake MAHAL, please…jangan percaya dulu. Memang kita kadang bingung dan panik ya…tapi tetap BE BRAVE & SMART….
Much Love
terima kasih sharing info/ilmunya…
saya membuat tulisan tentang “Berdzikir Membuat Hati Tetram, Benarkah?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/berdzikir-membuat-hati-tentram-benarkah.html
(link di atas adalah tulisan ke-1 dr 5 buah link berdzikir membuat hati tentram)
salam,
achmad faisol
untuk mas azwan, boleh minta infonya mengenai obat herbal? Dan ciri2 kanker tulang apa pada anak mas azwan? Anak saya baru 6 th, dilengannya ada benjolan, tidak sakit dan menurut dokter tumor jinak, tapi saya ingin lebih tahu mengenai obat herbal, untuk berjaga jaga, tks
Hai semua,bbrp hr yg lalu daging kaki kiriku dari paha hngga tpak kaki membengkak terus hingga kaki kiri menjadi lebih besar dr kaki kanan.. Namun bengkaknya tidak keras hnya bengkak trus menrus..kira2 apa ya pnyebabnya ? Sya mhon informasi dr tmen2
Hai Will, kemungkinan ada penyumbatan di saluran getah bening kaki kiri kamu. Untuk menemukan apa penyebab penyumbatan itu, sebaiknya Will periksa ke dokter ya…
Sementara itu, untuk mengurangi bengkaknya coba kakinya sering diurut2 ke bagian atas; dimulai dari tengah paha ke atas, setelah bagian itu terasa lunak dilanjutkan mulai lutut ke atas, begitu seterusnya makin ke bawah, makin ke bawah… Terakhir urut langsung dari bawah sampai pangkal paha beberapa kali; lalu dibebat dari ujung kaki sampai paha. Membebatnya agak kencang, tapi jangan terlalu kencang. Setelah 15-30 menit (ujung kaki terasa kesemutan), bebatan dilepas. Lakukan ini beberapa kali sehari. Selain itu, pada saat istirahat usahakan posisi kaki kiri lebih tinggi dari tubuh. Okay?
Assalamualaikum…
Sebelumnya, sy ucapim ,akasih atas sehgala infonya.
Sahanat sy jg terkena osteosarcoma. Saran dokter dy hrs segera diamputasi kl tidak, diperkirakan dy hanya bisa bertahan sampai 4 th kedepan.
Temen sy msh berusia 20 th, penuh ambisi dan mimpi. sungguh rasanya sangat menyakitkan untk menerima hal tersebut.
“Amputasi” berarti memotong dan bahkan mungkin menghancurkan segala hidupnya…
Sy tdk tau harus berbuat apa?
Jika sahabat sekalian mengetahui obat alternatif tolong email sy di : bezt.reborn@yahoo.com
terimakasih
Assalamualaikum,
Salam sejahtera buat teman-teman disini.
Saya juga ingin berbagi cerita tentang osteosarcoma ini. Bapak saya juga mengalami Osteosarcoma di paha sebelah kiri. Beliau sedang jalan biasa tiba-tiba tulang paha sebelah kiri patah lalu dibawa ke rumah sakit. Namun dokter curiga kenapa kok tulang paha bisa patah tanpa sebab, padahal tulang paha itu keras sekali. Setelah dioperasi dan diteliti serta diperiksa dengan segala macam alat. Diputuskan bahwa sakitnya bapak saya ini adalah Osteosarcoma (Kanker Tulang) dan tergolong sangat ganas. Dokter menyarankan untuk di amputasi sampai pangkal paha, karena kalau tidak diamputasi umurnya hanya sampai 16 bulan saja. Selain itu dokter juga tidak menjamin kalau di amputasi itu kanker tidak menyebar. Lalu kami rundingan sekeluarga tentang vonis dokter tsb yang akhirnya kita putuskan untuk membawa ke pengobatan alternatif dengan terapi zikir. Setelah beberapa lama kita terapi zikir, bengkak di paha bapak semakin lama semakin membesar bahkan apabila pakai celana pendek longgar yang untuk ukuran extra saja sudah tidak cukup dan terkadang sampai pendarahan, akhirnya kita putuskan untuk berhenti lalu mencari pengobatan alternatif lainnya berupa terapi herbal. Namun, karena bengkak di paha bapak sudah terlanjur parah, bahkan kanker sudah menyebar ke paru-paru, akhirnya Bapak saya sudah tidak kuat lagi dan tidak tertolong lagi di usia 63 tahun dan sesuai dengan ramalan dokter, umrnya hanya 16 bulan dihitung setelah terdeteksi kanker, hanya beda beberapa hari saja dari ramalan dokter.
Saya mengambil kesimpulan bahwa Osteosarcoma ini sangat ganas. Kalau terapi yang kita lakukan itu dirasakan tidak ada kemajuan, segeralah cari pengobatan alternatif lain, karena kanker ini sangat cepat sekali menyebarnya.
Seperti yang kita ketahui bahwa pengobatan alternatif berupa terapi herbal itu penyembuhannya agak lama karena metodenya mengharmonisasikan metabolisme tubuh terlebih dahulu baru kemudian pelan-pelan kearah kankernya. Oleh karena itu jangan sampai kita terlambat dan lengah melihat perkembangan kanker pada orang yang paling kita sayangi itu. Begitu terlihat tidak ada perkembangan, segera carilah terapi yang lain. Kita seolah-olah sedang berlomba-lomba dengan perkembangan kanker itu.
Saya pernah mendengar dan menonton acara di televisi tentang pengobatan alternatif dengan terapi herbal untuk kanker, dan dia memberikan petunjuk apabila sedang menjalani proses terapi kanker dengan herbal, perhatikan berat badan si pasien, kalau berat badan stabil atau cenderung naik, berarti terapi itu cocok buat si pasien. Tetapi kalau berat badan cenderung turun, berarti harus segera cari terapi yang lain karena dianggap tidak cocok.
Nah, mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa membantu bagi teman-teman yang mempunyai sahabat, adik, kakak, orang tua yang sedang sakit osteosarcoma ini.
Wassallaam…
Iwan
Thanks sharingnya Iwan, semoga bapak diberi tempat yang baik di sisi-Nya, diterima amal ibadahnya, dan diampuni segala dosa serta kesalahannya, amin.
asslmkm…
hy ku arie,
qu mu berbagi cerita ma qm soob..
qu trut prihatin atas apa yg menimpa adq kmu…
sma ian adek aq jg terkena osteosarkoma udh mau 3thn dia difonis dokter.
awl’y keluarga aq jg bingung sm kya keluarga kmu..
berbagai macam pengobatan dh dijalan’n..
dri alternatif sampe oprasi 4 x…
sampe yg terakhir kemrn buln juni 2009 adek aq diamputasi kaki’y karna pendaran yg ga berenti2 dan bengkak..
tau berapa berat kaki yg diamputasi.?
16,5 kg…
itu bert kaki’y…
udh bnyk makan biaya sampe aq rela’n aq ga kulyh karna pengobatn dia belum selesai dia hrus menjalani kemoterapi setiap bln dirs kangker dharmais, slipi jakarta..
bahkn sampe sekrang msh dlm proses perwatan..
sedih bnget karna udh kehilangan kaki’y tpi masih harus keluar masuk rs…
banyk bnget biayaya yg hrus dikeluar’n tapi mungkn tetep aj ga akn berthan lma..
tapi setidk’y dia dh ga ngersain sakit dan pendarahan yg hebt yg sering terjadi dan mungkin rasa sakit yg hebat…
saran aq mendingan adik kmu dibwa ke rs aja mungkn aja sel2 kangkr yg lain belum nyebr..
dri pada hrus nhan sakit sm pendarahn..
mu sampe kapan?
nunggu sampe dia udh ga bs bertahn.?
saran aq adik kamu bawa aja keRS DHARMAIS dijakarta..
disna khusus menangani kangkr..
qu yakin pasti ada solusi disna..
jangn bertindak bodoh ngebiarin adik kmu menderita karna kangker..
setidk’y buat dia senang semasa sisa hidup’y ga ngerasa’n sakit lg…
jangn sampe nyesel nati’y geyz..
Assalamualikum
teman” yang sedang bimbang tentang kanker tulang, saya hanya ingin memberi info sekenanya tentang penyakit ini. Saya wanita berumur 19 th, saya pernah menderita osteosarcoma pada rahang sehingga membuat wajah saya tidak simetris lagi. Sudah banyak alternatif yang saya datangi sampai menghabiskan biaya 20 juta lebih dan hasilnya nol. Akhirnya setelah kanker membesar dan di dalam mulut saya tumbuh daging yang memenuhi mulut saya sampai memasukkan makanan saja susah,saya memutuskan untuk operasi. Operasi ini ternyata tidak sakit sama sekali kok. Tapi ada satu hal yang membuat kanker saya tidak menyebar ke sinus dan otak. Selain berdoa kepada Allah SWT yang Maha Berkehendak saya juga berobat ke dokter akupunktur. Demi Allah, saya bukan promosi tapi saya pernah merasakan sedih dan malu nya terkena osteosarcoma
Wasalam
coba konsultasi ke seorang dokter di ungaran, jawa tengah. di Jl. let jend suprapto, dikenal sebagai seorang dokter medik yang juga memahami pengobatan alternatif.
maaf saya ingin menanyakan, bagaimana kondisi psikis anak yang terkena osteosarcoma yang berumur 13 tahun dan dia harus segera diamputasi sedangkan dia tidak mau dia lebih memilih mati dia berfikir dia akan merasa sangat down jika kakinya diamputasi dan dia tidak bisa bermain bola lagi . bagaimana kondisi psikisnya apabila dia diamputasi . dan bagaimana cara memberinya semangat untuk hidup ?
dear aditya,
dalam dunia kedokteran seorang pasien memiliki hak otonomi, artinya hak untuk memutuskan pengobatan yang ingin dijalaninya atau tidak, dan hak itu harus dihormati. artinya seorang dokter tidak berhak memaksa pasiennya jika pengobatan yang direkomendasikannya ditolak oleh pasien.
jangankan pada anak berusia 13 tahun, pada orang dewasa pun amputasi adalah vonis yang membuat shock. sebaiknya libatkan orang yang dekat di hatinya untuk mengajaknya bicara. beri pengertian tentang untung-ruginya menjalani amputasi atau tidak, tetapi biarkan ia mengambil keputusan, karena ia yang paling berhak atas perlakuan bagi dirinya sendiri.
dalam hal ia menolak amputasi, hemat saya tidak perlu memaksanya, karena di luar amputasi banyak juga kok metode pengobatan lain. silakan browsing-browsing… asal dijalani dengan disiplin dan sungguh-sungguh, peluang sembuhnya sama saja kok dengan medis.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)