Sebenarnya sudah cukup lama saya merasa kurang sreg dengan sebutan “penderita” bagi sahabat-sahabat saya yang terkena kanker. Karena sebutan itu terkesan begitu “pasif”, seolah orang yang menyandangnya tidak lebih dari sebuah “obyek” dari penyakit bernama kanker, atau sebuah obyek dalam suatu mekanisme pengobatan.
Bahwa kanker menimbulkan penderitaan, bagi sebagian orang memang tidak bisa dipungkiri. Tetapi tidak sedikit yang tidak merasakan penderitaan akibat kanker. Bahkan tidak sedikit juga yang menyikapi kanker sebagai suatu bentuk anugerah Allah yang patut disyukuri. Nah, golongan yang kedua dan ketiga, tentu kurang tepat kalau disebut “penderita kanker”.
Mengapa soal sebutan ini menggelisahkan saya, tak lain dan tak bukan adalah karena sebutan itu tidak akan disandang dalam jangka waktu yang pendek. Sekali seseorang terkena kanker, butuh perjuangan paling sedikit beberapa bulan untuk mengatasi penyakitnya. Tidak sedikit yang sampai beberapa tahun, atau bahkan beberapa puluh tahun. Secara psikologis, sebutan yang diterima seseorang sangat mempengaruhi pribadinya.
Nah, kalau pelacur saja berhak menyandang sebutan indah “wanita harapan”, mengapa seseorang yang kebetulan sakit kanker, tidak berhak juga mendapat sebutan yang lebih positif? Sebuah sebutan yang lebih menyiratkan ketegaran, keuletan, penerimaan, sekaligus keperkasaan? Karena pada kenyataannya, sikap-sikap itulah yang lebih dominan dijalani dalam masa-masa kehidupannya bersama kanker.
Sahabat saya dr. Dani Iswara mengusulkan istilah “okan”, kependekan dari “orang dengan kanker” atau “orang terkena kanker”. Sedang sahabat Sima menggunakan istilah “penyintas” untuk menggantikan istilah “survivor”.
Well, sebutan “penyintas” mungkin tepat untuk orang-orang yang telah menyelesaikan pengobatannya dan benar-benar berhasil sembuh. Tapi bagi yang masih memperjuangkan kesembuhannya? Rasanya saya ingin menggunakan sebutan “pejuang”, “pejuang kanker”, setara dengan dengan sebutan “pejuang kemerdekaan”, “pejuang hak asasi manusia”, dan sebagainya.
Atau barangkali anda ingin mengusulkan sebutan lain yang lebih tepat?


Cerita Sejenis:
Sudah 3 sahabat yang menanggapi
ada lg..
→ belakanker (berjuang melawan kanker)
jd gak enak baca tooltip-nya
Mas Dani, istilah “pejuang” dan “bela” untuk kanker menimbulkan kerancuan enggak ya? Pejuang kemerdekaan = org yg berjuang merebut kemerdekaan. Pejuang HAM = orang yang berjuang menegakkan HAM. Belanegara = (Ikut) Membela negara. Beladiri = (Olahraga untuk) Membela diri dari bahaya.
Pejuang kanker = ? Belakanker = ? Cancer fighter = ?
Anyway thanks atas masukannya
wah, saya setuju banget tuh..Kata-kata penderita koq sepertinya ada konotasi negatif ya – penderitaan-. Padahal teman-teman yang berjuang agar bisa bertahan terhadap kanker perlu dukungan yang positif. Kalo kata-kata Penyintas Kanker tampaknya lebih positif daripada penderita kanker…
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)