Saya saat ini tengah menderita endometrium di ovarium kanan dan kiri sebesar 10 cm (sudah dioperasi tapi tanpa pengangkatan ovarium, dokter masih menyisakan kistanya sekarang 2,5 cm). Selain saya salah seorang saudara (bukan kandung) juga sedang menderita penyakit yang sama.
Dulu, sewaktu gadis Ibu kandung saya pernah melakukan pengangkatan ovarium kiri karena ada tumor seberat 8 kg (perut sebelum operasi seperti hamil sembilan bulan). Setelah operasi lahirlah saya dan dua saudara saya. Empat tahun yang lalu Ibu saya menderita kanker rahim stadium 3B, alhamdulillah sudah sembuh.
Dalam keluarga besar saya banyak yang menderita kanker maupun tumor. Paman saya (adik Ibu) pernah operasi tumor di payudaranya. Dua orang sanak keluarga saya dua tahun lalu meninggal karena kanker rahim. Seorang saudara sepupu saya saat ini tengah menjalani kemoterapi karena kanker usus. Penyakit kanker/tumor sudah seperti penyakit turunan di keluarga kami. Terkadang saya merasa takut, mungkinkah saya akan menderita kanker juga…?
Baiq Amalia


Cerita Sejenis:
Sudah 17 sahabat yang menanggapi
Baiq,
Memang gen-gen tidak normal pemicu kanker dapat diturunkan, tetapi bukan berarti semua keturunan penderita kanker pasti menderita kanker juga. Ada banyak faktor-faktor lainnya yang saling mempengaruhi, baik memberi pengaruh positif (mencegah) maupun pengaruh negatif (meningkatkan resiko). Untuk lebih lengkapnya bisa Baiq baca di Rumah Kanker
Memang tidak bisa dipastikan Baiq (atau siapa pun) akan terkena kanker atau tidak. Yang penting, sekarang Baiq berusaha maksimal untuk menjaga kesehatan. Hal-hal yang “disukai” dan menumbuhsuburkan kanker antara lain racun (sisa obat, sisa makanan, logam berat dalam makanan/minuman, bahan2 sintetis dalam makanan/minuman, polusi, dll), pH tubuh yang asam (disebabkan oleh stres, makanan berbahan hewani, makanan olahan, caffein, dll), gula & garam (pemanis, terlalu banyak nasi/karbohidrat, ikan asin, dll), kadar oksigen sel yang rendah (cegah dg banyak olahraga). Semuanya harus diantisipasi bersama-sama, untuk meminimalkan resiko terkena kanker.
Omong-omong, bagi dong rahasianya ibu bisa sembuh dari kanker rahim stadium 3B? Pasti banyak yang ingin tahu nih
@ Baiq Amalia,
Baiq ini biasanya orang Lombok atau sekitarnya ya..
Dgn riwayat keluarga yg ada, dikatakan berisiko utk menderita penyakit serupa. Tetapi untuk memastikannya/pencegahan sedini mungkin (selain yg disebutkan Ibu Titah di atas) tentu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dr. Dani bener, karena Baiq sudah punya kista, sebaiknya selalu cek up rutin dan lebih teliti untuk memastikan penyakitnya tidak berubah menjadi ganas, jangan sampai kecolongan.
memang betul kanker atau tumor adalah bisa dikatakan penyakit keturunan,tapi kalau kita hidup sehat dan waspada,tumor dan kanker bisa dicegah, oleh karena itu perlu kita tahu penyakit-penyakit yang pernah diderita oleh keluarga kita, baik itu kakek, nenek, ayah, ibu,saya memiliki penyakit tumor yang belum sembuh dari usia 17 th sampai 41 tahun,ternyata kakek saya juga penderita tumor, kemudian Ua/Pakde saya juga punya penyakit tumor sampai meninggal,oleh karena itu saya yakin tumor saya adalah adalah karena gen bawaan dari kakek saya,agak khawatir juga sih,jangan-jangan anak-anak saya juga terkena gen bawaan,tetapi saya harus berbesar hati, dan berfikir besar untuk menghadapinya,itu adalahg anugerah dari Allah SWT
Terima Kasih atas tanggapannya. Saya memang asli lombok. Dalam adat keluarga kami harus menikah dengan yang masih keluarga. Ibu dan Ayah saya juga masih ada hubungan keluarga. Tapi setelah generasi kakak saya, kami dibebaskan menikah dengan orang luar.
Kesembuhan Ibu dari penyakit kanker stadium 3B merupakan pertolongan Allah yang luar biasa hebatnya bagi kami sekeluarga. Pertolongan Allah yang pertama, karena begitu Ibu diketahui kankernya sudah stadium 3, Dokter yang memeriksa cukup kaget karena dengan stadium yang sudah tinggi sel-sel kankernya belum menyebar kemana-mana. Sebelum tahu penyakitnya, Ibu banyak minum obat-obatan tradisional untuk mengatasi keputihannya yang tidak wajar. Semua saran orang dilakukan Ibu, sepahit apapun jamu yang diminumnya. Dari ramuan sederhana sampai ramuan china. Mungkin itulah yang kemudian menjadikan sel-sel kanker itu tidak menyebar…
Selama menjalani kemoterapi Ibu selalu kelihatan kuat, tegar, dan tabah. Ibu menolak dirawat di rumah sakit, alasannya karena tidak ingin terlihat sebagai orang sakit. Saya sendiri sebagai anaknya baru mengetahui penyakit Ibu setelah 3 bulan menjalani kemoterapi. Karena Di Lombok belum ada peralatan yang memadai untuk kemoterapi, dan dokternya juga angkat tangan, maka Ibu berangkat ke Surabaya, rumah sakit DR Sutomo untuk menjalani kemoterapi. Di surabaya Ibu dan Ayah menumpang di rumah famili yang jaraknya cukup jauh dari rumah sakit (dua kali naik angkot), tapi Ibu tetap kuat setiap hari bolak-balik rumah sakit!
Saya kagum pada Ibu, semangat hidupnya sangat tinggi. Bahkan di Rumah Sakit sambil menunggu giliran, Ibu menyempatkan diri menyemangati pasien-pasien kanker yang lain. Ada juga seorang Bapak memanggil Ibu saya untuk menasihati Istrinya agar semangat dan tidak putus asa.
Saya juga kagum pada Ayah saya, yang begitu setia menemani Ibu dan ikhlas menggadaikan sawah dan mobilnya demi kesembuhan Ibu.
Selama kemoterapi, Ibu tidak diberikan obat apapun oleh Dokter. Tapi Ibu berikhtiar dengan minum kunyit putih kapsul yang dijual di Rumah Sakit. Dan Ibu juga berinisiatif sendiri mengganti nasi dengan buah-buahan. Karena pengaruh kemoterapi, Ibu selalu merasa mual dan tidak nafsu makan, tapi Ibu memaksakan dirinya memakan buah Apel dan Pear, kadang-kadang Ibu juga makan kentang rebus, setiap pagi sebelum makan apapun Ibu memarut wortel, memerasnya, dan mengambil airnya untuk diminum. Semua itu dilakukan Ibu secara rutin. Kata Ibu pada saya : “Perut tidak boleh kosong, kalau perut kosong, kita tidak akan punya tenaga untuk melawan penyakit”.
Untuk bagian tubuh yang dikemoterapi Ibu rajin mengoleskan minyak zaitun, Ibu percaya minyak zaitun itu sedikit dapat mengurangi rasa sakit di bagian yang disinari dan tidak akan meninggalkan bekas dikemudian hari. Ibu pernah minta tolong pada saya mengoleskan, saya kaget dan tidak sanggup menahan tangis, bagian yang disinari itu terlihat hangus, gosong, hitam sepeti pantat panci.
Ibu tidak pernah mengeluh, kata “aduh” pun tidak pernah keluar dari mulutnya. Rasa sakit memuncak yang dirasakan Ibu setelah selesai kemoterapi, kalau rasa sakit datang, Ibu mengambil air wudhu dan shalat. Ibu juga tidak pernah meninggalkan shalat tahajud dan dhuha. Keluarga pun selalu mendoakan kesembuhan Ibu, saudara-saudara Ibu mengadakan do’a bersama di Masjid mengundang para tetangga dan meminta jama’ah masjid mendoakan kesembuahan Ibu. Keluarga memberikan dukungan yang besar pada Ibu. Alhamdulillah kami adalah sebuah keluarga besar yang kompak. Salah seorang terkena musibah, semua turun tangan bahu-membahu.
Akhirnya, Dokter menyatakan Ibu sembuh, dan sampai saat ini Ibu tetap sehat dan enerjik dengan semua aktifitasnya.
Ah, saya jadi kangen Ibu… Pengen pulang
Semoga cerita saya ini bermanfaat.
Terima kasih…
Subhanallah walhamdulillah, ceritanya sungguh menggugah, semoga bisa menjadi inspirasi sahabat-sahabat lain yang masih berjuang menaklukkan kankernya. Terima kasih ya Baiq, semoga Baiq lekas sehat lagi seperti Ibu
Alhamdulillah
Terimakasih
Ceritanya sungguh memberikan inspirasi dan semangat semoga manfaat dan berkahnya melimpah bagi kita semua, amin
saya pernah baca di mading RS dokter sutomo surabaya. kanker itu bukan penyakit keturunan. jadi yang perlu dilakukan tetap menjaga pola hidup sehat dan lingkungan yang sehat pula. banyak minum jus buah buahan anti oksidan, minum susu kedelai, mungkin itu salah satu yang bisa ditempuh. atau ada usulan yang lain?
konon 75% penyakit kanker muncul akibat pola hidup yang salah, karenanya bisa dicegah jika kita menjalani pola hidup yang benar. yang anda sebutkan sudah benar, tinggal memerinci saja, misalnya dengan menambahkan olahraga, mendekatkan diri pada Tuhan, jauhi stres, hindari polusi, dll. lebih lengkapnya bisa dibaca di rumah kanker.
subhanallah sekarang sudah bisa sembuh dari penyakitnya.pengalaman anda membuat saya juga merasa “harus bisa” menjalani peristiwa yang sama.ibu saya juga terkena penyakit yang sama.sampai saat ini juga masih dikemoterapi.terima kasih banyak karena sudah memberi ‘suntikan’ semangat baru.
semangat…semangat…semngat….mungkin itu yang bisa saya lakukan terhadap nenek saya….dah beberapa lama ini nenek saya terkena tumor/kanker di bagian leher..mungkin diantara kalian da yang tau menanggulangi tumor pada orang lanjut usia…saya sudah g tega ngeliat nenek say..?SAYA MINTA DOANYA YA DARI KALIAN…….semangat…semangat………….
@ mala
bagaimana kabar ibu, mala? kemoterapinya sudah selesai? semoga semakin sehat ya…
@ medica
dengan kasih sayang penuh serta tulus dari putra dan cucu-cucunya, saya doakan semoga neneknda bahagia dan cepat sembuh…
ass….
stlh mndgr crita anda mmbrkan s’buah hrapan baru bwt saya n ibu saya…
mhon doanya bwt ibu saya yang msh berjuang mlwan kanker stdium 3-4….
saya sprt sdh pasrah dg keadaan kami….
smoga Allah selalu mbri kekuatan pd ibu kami n keluarga…. amien….
wslm….
Assalamu’alaikum..
wah..ceritanya memberikan semangat
kemoterapi sama radioterapi itu sama atau beda ya? di mana kalo bedanya?
ibu saya terkena kanker serviks yg ukuran tumornya 14 cm.. kira2 disembuhkannya pake apa ya?
dan biayanya kira2 berapa?
mohon bantuannya
wa alaikum salam kartika,
kemoterapi sama radioterapi beda banget tika. kalo kemoterapi itu disuntik/diinfus dengan obat yg membunuh kanker dari dalam (melalui aliran darah), kalo radioterapi itu “ditembak” dengan sinar radioaktif langsung ke pusat kanker.
kalau ibumu kena kanker serviks dengan ukuran tumor 14 cm itu, dokter perlu memeriksa dulu jenis kankernya dan kondisi ibumu secara keseluruhan, baru bisa ditentukan teknik penyembuhannya pakai apa. biaya tergantung teknik yg digunakan, jenis obat, tentunya jg kelas layanan dokter/rumah sakit…
cerita yang sangat luar biasa,,
Ibu saya menderita kanker cervix stadium 4 , sekarang kami sekeluarga sedang menunggu hasil lab untuk pengobatan yang tepat bagi ibu ,
alhmdllah ibu masih punya semangat sembuh yang tinggi,
kira2 dengan stadium 4 pengobatan apa ya yang tepat untuk ibu saya, ??
sekarang ibu dirumah pipis menggunakan cateter,dan terkadang agak sulit untuk BAB
kami sekeluarga sngat mengharapkan kesembuhan ibu , th depan insya allah saya akan menikah , dan ingin sekali ibu bisa mendampingi saya dalam keadaan sehat wal’afiat ,,, amiien
dear sasti,
semangat sembuh yang tinggi adalah modal berharga bagi ibu dalam upayanya mencapai kesembuhan. untuk kanker stadium 4 sebaiknya dilakukan terapi kombinasi ya. secara medis ikuti apa saran dokter, disupport dengan herbal terbaik. sangat penting juga untuk makin meningkatkan iman pada Tuhan, lalu membuang semua emosi dan pikiran negatif diganti dengan yang serba positif, dan juga mengatur pola makan dan ritrme hidup yang baik. itulah pe er sasti untuk ibunda, semoga berhasil yah!
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)