Saya bingung….
Ibu saya dulu menderita kanker dan didiagnosa stadium II B. Setelah melakukan pengobatan medis dari kemoterapi, radiasi, dll akhirnya sembuh. Tapi setelah 5 thn kemudian didiagnosis kemungkinan menjalar dan diduga terkena stadium III B.
Ibu saya org yg bersemangat. Tapi ketika ingin sembuh kembali terbentur oleh masalah pengobatan. Untuk melakukan perjalanan jauh sepertinya tidak mungkin. Ibu saya disuruh dokter untuk melakukan bone scanning di RS Dr Kariadi Smg. Tapi ternyata alatnya rusak. Dan katanya alat tersebut dana untuk memperbaikinya sangat mahal karena dr luar dan sudah diajukan ke DPR tapi belom direspek oleh wakil rakyat. Padahal antrian untuk melakukan bone scanning sangat amat banyak sekali.
Haruskah mereka2 yg menderita seperti ibu saya hanya bisa menunggu saja kepastian pengobatannya. Haruskah kita hanya menunggu kematian tanpa melakukan apapun. Di manakah perhatian dari Departemen Kesehatan kita. Mereka senantiasa menyemangati untuk tetap berusaha sembuh tapi tidak mendukung dengana fasilitas. Kadang aku ingin membenci negeriku sendiri tapi tidak bisa paling2 hanya bisa berkata inilahhh….. Indonesia
Naini


Cerita Sejenis:
Sudah 5 sahabat yang menanggapi
Dear Naini,
Memang kanker yang sudah dinyatakan sembuh, suatu waktu dapat kambuh lagi (walau tidak selalu). Itulah pentingnya terus dilakukan cek rutin secara berkala, dari sebulan sekali pada tahun pertama, tiga bulan sekali pada tahun kedua, dan enam bulan sekali pada tahun berikutnya, supaya kalau ada kekambuhan dapat segera terdeteksi.
Begitulah, memang kondisi negeri kita masih menyedihkan. Tapi saya pikir, sayang lho kalau energi anda digunakan untuk uring-uringan memikirkannya, lebih baik difokuskan untuk mencari jalan bagi kesembuhan ibu dalam batas-batas kondisi yang ada. Sayang anda tidak menyatakan di mana ibu anda tinggal. Kalau memang di RS Dr. Kariadi alatnya rusak, anda bisa membawa ibu ke RS lain yang masih memungkinkan dijangkau dari lokasi anda, misal di Jogja, Surabaya, Bandung, atau bahkan Jakarta.
Salam mba Naini
Memang kalau kita perhatikan pelayanan yang kita harapkan sangat jauh sekali darikeinginan kita. Dan jika kita terbawa dengan keadaan tersebut akan berakibat tidak baik pada kondisi kita sendiri. Benar apa yang dikatakan mba titah, energi kita akan habis.
Diforum ini coba kita ungkapkan dalam pemberian informasi mengenai penaganan yang diberikan dilingkungan kita baik dan buruknya. Semoga mba titah yang mempunyai akses yang cukup luas bisa meneruskannya ke pihak terkait (ini cuma harapan yah mba Titah).
Salam buat para pecinta blog ini dan terutama mba Naini
Desi : ad_indra04@yahoo.com
coba ke RS Dharmais di jakarta barat, karena itu rumah sakit rujukan tertinggi di bidang penanggulangan kanker di Indonesia. apalagi foto hasil bone scan dapat menunjukkan adanya “hot spot” atau titik-titik tempat kanker bercokol, jadi menurut saya harus segera di lakukan, anda jangan terlalu lama menunggu kabar dari rs di smg,karena masih belum pasti khan kapan alat tersebut ada?
salam untuk ibu anda, semoga lekas sembuh dari kankernya…
Dear All….
Lagi-lagi pengobatan kanker terbentur masalah fasilitas. Ini kondisi yang nyata sehari-hari ada di depan mata kita.
Semalam jam 23.00 telpon rumah kami berdering tak berhenti, akhirnya dengan setengah sadar saya angkat, apa yang saya dengar? Ibu dari teman saya kejang lagi (sebelumnya telah MRI ada tumor di otak), so…mereka sudah ada di daerah slipi, sekitar Dharmais, tapi ternyata TIDAK ADA KAMAR. Semua penuh.
Kasus semacam ini tidak terhitung dengan jari kita. Saking banyaknya. Kalo kita berharap Pemerintah mengerti saat ini, rasanya jadi ada rasa pesimis karena mereka semua SIBUK KAMPANYE. Hal yang berbeda, tidak nyambung memang, tapi kita semua sadar dan tahu bahwa prioritas mereka bukanlah orang-orang seperti kita.
Harapan yang kecil sekali….tapi saya masih memilikinya “Ada CALEG yang mau buka BLOG INI” Buka aja dulu, syukur mau sering-sering buka, baca dan mencoba merasakan kesulitan kita. Amin ya Rabbal Aalamin.
maafffffffffff baru buka jadi baru tahu perkembangan info terbaru ttg “kasus yg gak benget”
Keselllllllll nih! kalo yang dah namanya kesehatan, keselamatan sesama pasien kesannya benar-benar gak bertanggung jawab banget ya pemerintah dalam hal kayak ginian???
kalo RS yang palinggggg aja sampe gak ada kamar berarti banyak banget donkk pasien yang tak “tertolong”
beneran ada CALEG yang buka blog ini???
ibu atau bapak tuh??
Ibu/Bpk yang terhormat mudah2an gak obral janji ya…kami dah eneg dengernya, yang kami butuhkan bukti kepedulian bapak/ibu.
Fiuhhh maaf rada sensi, waktu gak panjang keburu ada bimbingan:)
mudah2an ada kabar baik yang aku baca setelah ini.Amiinnnn
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)