Ibu saya telah didiagnosis kanker rahim akhir tahun 2006, dan harus menjalani operasi pengangkatan rahim dilanjutkan dengan kemoterapi sampai selesai akhir tahun lalu. Beliau pun bersyukur akan hal itu, karena kemo benar-benar menyiksa beliau tetapi hanya itulah jalan yang harus ditempuh. Namun baru-baru ini beliau didiagnosis kanker liver sepanjang 8 cm, dan rasa mual, muntah, nyeri yang dihadapi ibu saya saat ini membuat semangat hidupnya patah.
Saya saat ini menetap di Australia sejak tahun 2006 sebelum ibu didiagnosis kanker rahim. Setelah kemoterapi, saya membawa ibu tercinta melihat kehidupan saya di Australia, kebahagiaan yang tak pernah saya lupakan dalam hidup saya. Tetapi masih banyak hal yang saya ingin lakukan dengan beliau, karena semenjak kecil hidup kami selalu susah, dan ibu adalah single mother dengan 2 anak.
Saya akan pulang ke Indo minggu depan, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi karena seolah-olah masih terahasiakan. Beliau tidak terlalu menyukai saya pulang karena berarti saya harus meninggalkan pekerjaan untuk sementara tapi saya tidak perduli. Setiap malam saya selalu bermimpi aneh dan terbangun dengan air mata. Saya berharap beliau terus berjuang untuk hidup. Perawatan pasien kanker disini dan disana sangat berbeda, bahkan untuk perawatan paliatif.
Semoga semua berjalan dengan baik. Teramat sedih rasanya ketika harus melihat seorang yang paling berarti dalam hidup saya mengalami semua cobaan ini, disaat saya berusaha memberikan kebahagaian untuk beliau.
Nessa


Cerita Sejenis:
Sudah 6 sahabat yang menanggapi
Salam Hormat
Ibu…
tidak ada penyakit yang tidak bisa di obati,sekalipun itu kanker.
di dalam literatur kanker bukan merupakan penyakit yang mematikan.
pengalaman saya di klinik lebih menunjukkan yang menyebabkan kematian pada penderita kanker adalah pikiran dan hatinya sendiri.
untuk itu perlu sebuah pemahaman yang baik,agar pasien bisa memahmi dengan baik tanpa ada rasa ketakutan,setelah itu baru di susun program therapy yang komprehensip
maaf dan semoga bermanfaat
Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan kelapangan hati kepada Nessa dan keluarga, terutama ibu. Bisa dipahami, betapa sedih rasanya jika keluarga kita ada yang menderita kanker, terlebih jika yang menderita ibu kita. Sampai-sampai Nessa mimpi aneh tiap malam dan terbangun dengan air mata…
Apa ada rencana ibu dibawa ke Australia Nes? Sepertinya pengobatan kanker di sana lebih baik daripada di Indonesia ya (setidaknya dari segi manajemen, mungkin. Menurut para dokter di sini sih, kemampuan dokter Indonesia dalam mengobati kanker tidak kalah dengan dokter-dokter luar negeri), yang jelas guru-guru saya dokter paliatif di RSU Dr. Soetomo belajar paliatifnya juga di Australia
Coba tengok link “Strategi Melawan Kanker” di sidebar Nes, mungkin ada gunanya untuk ibu. Salam untuk beliau ya, semoga lekas sehat lagi.
semua penyakit itu dapat disembuhkan, meskipun kanker sekalipun.
jadi jangan takut dengan yang namanya penyakit.
mribka25@yahoo.com
salam kenal semua,
saya beberapa bulan terakhir mengalami flex darah setelah 1 minggu habis haid saya. dan perut terasa mulas seperti masa haid. curiga atas hal tersebut saya ke rumah sakit untuk pam smer. saya ingin bertanya dari forum ini yaitu apa DISPLASIA itu?? atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
dear dewi,
displasia adalah suatu kelainan bentuk sel yang sangat terlokalisir. belum dapat dikatakan kanker, tapi dalam perkembangannya dapat mengarah ke kanker. jadi baru tahap dini pra kanker. tergantung grade displasianya, kadang dokter bersikap “wait and see” (pap smear lagi beberapa waktu kemudian), kadang langsung menyarankan tindakan pengobatan. jangan lupa jalani hidup sehat dan hindari polusi ya wi, semoga cepat sehat lagi. good luck
Maaf kalo saya baru tahu dialog ini.
Bagaimana keadaan sekarang (2011). Apakah ada perkembangan untuk mb Dewi? Apakah sudah sehat? Ataukah belum terobati?
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)