Semalam saya menghadiri resepsi pernikahan putra seorang kerabat. Dalam acara itu, saya bertemu seorang kerabat yang sudah lamaaaa sekali tidak saling bertemu, bahkan kami saling kehilangan kontak. Namanya Tante Nana. Terakhir saya ketemu dia waktu menghadiri pernikahannya 22 tahun yang lalu.
Dalam masa berpisah sekian lama itu, sekitar 10 atau 12 tahun yang lalu saya mendengar kabar Tante Nana mengidap kanker. Entah kanker apa. Yang sempat saya dengar dari ibunya, kondisinya begitu parah, kankernya sudah menyebar ke mana-mana, sehingga saat hendak dioperasi pun, dokter tidak berani melakukan apa-apa. Walaupun tubuh Tante Nana sudah dibedah, melihat sel-sel kanker telah menyebar begitu luas sehingga organ-organ tubuhnya saling lengket seolah menggumpal jadi satu, dokter pun hanya menjahit kembali sayatan yang dibuatnya di perut tanpa melakukan tindakan apa-apa. Dokter menyatakan tidak mampu berbuat apa-apa lagi, dan menyuruh Tante Nana pulang. “Banyak berdoa saja, ya,” pesannya.
Mendengar cerita itu, diam-diam muncul pikiran yang mengerikan di otak saya. Waktu itu, diam-diam saya merasa yakin akan mendengar kabar kematian Tante Nana dalam waktu yang tidak lama lagi. (Maaf ya Tante….)
Tetapi ternyata kabar itu tak pernah muncul. Tante Nana ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan seperti yang saya lihat semalam, segar-bugar, montok, dan ceria di acara pernikahan keponakannya. Tentu saja saya tak menyia-nyiakan kesempatan. Di sela-sela kesibukannya mengobrol dengan para tamu dan kerabat lainnya, saya menyadap kiatnya sembuh dari kanker. (Sedikit kurang sopan, mungkin, tapi kapan lagi dapat kesempatan ketemu, karena ternyata tempat tinggal kami terpisah jarak 1.000 km.)
Ia tidak sempat cerita kankernya jenis apa. Hanya sempat mengatakan bahwa rahimnya telah diangkat, tetapi beberapa bulan kemudian kankernya tumbuh lagi. Kali ini Tante Nana berobat ke sinshe selama tujuh bulan. Tetapi kankernya semakin membesar, semakin mengganas, hingga kondisinya menjadi seperti yang saya gambarkan di atas.
Mendapati kenyataan dokter “angkat tangan” dan pengobatan sinshe tidak membuahkan hasil, yang bisa dilakukan Tante Nana memang hanya berdoa. Kadang merenung pedih menyaksikan ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Si sulung masih SD, sedang si bungsu belum sekolah. Tapi ia segera menyadari, bahwa kepedihannya tidak akan mengubah keadaan.
Setiap hari Tante Nana berdoa dan berdoa. Ia memohon kesembuhan pada Tuhan, Sang Penyembuh Sejati. Tetapi jika Tuhan tidak menghendaki kesembuhannya, ia pasrah. Ia siap dipanggil kapan saja. Ia hanya ingin bisa menghadap Tuhan dalam keadaan “bersih”, suci.
Maka Tante Nana pun “bersiap-siap”. Sejak saat itu ia rajin minta maaf kepada semua orang dan memaafkan orang lain.
“Minta maaf itu gampang,” katanya. “Kita tinggal menemui atau menelpon orang itu, dan bilang minta maaf. Tetapi mengampuni orang lain? Menghilangkan dendam? Menghilangkan sakit hati? Tidak semudah itu….”
Tetapi karena ingin menghadap Tuhan dalam keadaan suci, tanpa ada duri di dalam hati, Tante Nana tidak menyerah. Di waktu senggangnya, ia rajin mencatat nama-nama orang yang pernah membuatnya marah, sedih, atau sakit hati, sejak ia kecil hingga berada di ambang maut itu.
“Tuhan, aku hanyalah manusia biasa. Tidak mungkin aku mampu memaafkan dan mengampuni mereka semua,” doanya lirih. “Tetapi Engkau Maha Pengampun. Ampunan-Mu Maha Luas. Maka, sebelum aku menghadap-Mu, mampukanlah aku untuk mengampuni mereka semuanya, mampukanlah aku Tuhan…”
Hari demi hari yang dilakukan Tante Nana adalah mendoakan semua orang yang ada dalam catatannya, satu demi satu, seikhlas-ikhlasnya. Ia mendoakan supaya orang yang menyakiti hatinya itu diampuni oleh Tuhan, diberkati hidupnya, selalu sehat, bahagia, sejahtera, penuh keberuntungan, dan berbagai doa baik lainnya. Ia yakin, segala doa baik itu, berkatnya akan kembali juga kepada dirinya.
Minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun berlalu. Tak pernah lagi Tante Nana periksa ke dokter. “Untuk apa? Toh dokter sudah angkat tangan….” Selain pasrah dan rajin berdoa, sebagai upaya mempertahankan kondisinya sehari-hari, ia rutin mengkonsumsi dua jenis suplemen. Tidak ada jamu atau obat-obatan lain. Ternyata kondisinya berangsur membaik. Tubuhnya semakin kuat dan bugar.
“Aku juga nggak tahu kapan sembuhnya. Tahu-tahu setelah beberapa tahun lewat, aku coba cek ke dokter, ternyata kankerku sudah hilang sama sekali. Tapi bukan suplemen itu yang bikin aku sembuh. Bukan. Suplemen, kemo, dan segala macam itu hanya sarana. Kalau aku bilang, mukjizat Tuhanlah yang menyembuhkan aku.”
Terima kasih atas sharingnya ya Tante, semoga Allah selalu memberkati Tante sekeluarga. Amin.
Titah


Cerita Sejenis:
Sudah 47 sahabat yang menanggapi
mbak Titah,
Membaca cerita yang mbak Titah sampaikan ingin sekali saya bisa melakukan seperti itu, selalu ikhlas, sehingga kanker tidak muncul lagi ditubuhku. Amien.
Mbak titah, terima kasih ceritanya… Akan saya cetak dan saya berikan kepada sahabat saya yang sedang menderita kanker gawat saat ini. semoga sahabat saya juga diberi kesembuhan oleh Allah SWT seperti tante mbak Titah, amin…
Semoga Tutik, Riana, & sahabat Riana selalu sehat ya… Saya juga mau belajar ikhlas & membersihkan hati ah
membaca pengalaman tante Nana, saya jadi ingin bisa melakukannya, agar kanker ini bisa hilang dari tubuh saya, dan saya punya kesempatan untuk menunggui anak cucu. Amin. . .
biasanya kita mengingat Allah kalo kita perlu, alangkah baiknya senantiasa setiap detik kita selalu mengingat allah dengan selalu berzikir , dgn mengingat allah , kita menjadi manusia yang ikhlas,
semoga selalu semuanya selalu sehat, saya pernah mendengar dan membaca buku tentang kekuatan doa, mamang sangat berpengaruh dengan ketekunan dan pasrah kepada ALLOH SWT, insya ALLOH akan dapat disembuhkan, sholat dan dan doa adalah kuncinya..thanks
sebetulnya apa yang dialami tante Nana adalah suatu hal yang tanpa disadarinya adalah “mengobati diri sendiri”.
Saya sedari kecil sudah banyak penyakit terlebih setelah saya mahasiswa (walau saya menyadari belum seberat saudara2ku yang di sini). Tapi jangan khawatir siapapun anda, suku apapun, agama apapun insyaallah bisa, asal mau dan mampu berubah.
Saya sejak kelas dua SD sudah anyang2an dan br sembuh setelah saya berumur 26 th, belum lagi penyakit2 lain termasuk gejala penyakit jantung.
Alhamdulillah sekarang 98% kesehatan saya terjaga dengan baik dengan cara apa? Psikoterapi akhlak seperti yang telah tanpa sengaja dilakukan tante Nana. Coba bisa anda kunjungi http://www.akhlakmulia.com atau anda bisa melihat sosok pendirinya di TPI setiap hari minggu jam 5 pagi, disana akan banyak diterangkan oleh beliau hubungan antara penyakit kita dengan kurang baiknya perilaku kita sehari.
Tidak ada salahnya mencoba, semoga bermanfaat
maaf saya salah kasih alamat karena udah ngantuk
yang bener http://akhlakmuliacenter.com
mohon maaf sekali
ALLAH HU AKBAR…Mbak Titah,saya merinding membaca mgn cerita Tantenya Mbak Titah…saya semakin terpacu untk lebih berserah diri kepada Allah untk meminta keridhoannya dlm kesembuhan saya…memang mukzizat itu ada dan akan datang bagi orang yg tawakal dan pasrah ikhlas dlm menjalani cobaan yg diberikannya…saya akan lebih berserah diri spt Tante Nana…walau kadang berat..dan saya juga berharap mdh2an Mukzizat akan menghampiri diri saya …Amin Ya allah…Terima Kasih Mbak Titah ..cerita ini semakin menguatkan keyakinan saya bhw Allah akan mendengar Doa hambanya…Amin.
with love
anita h setiantoro
Dear All….
Saya sangat meyakini kekuatan do’a dan campur tangan Tuhan dalam hal apapun. Ini pengalaman pribadi. Saat saya telah menyelesaikan kemoterapi puluhan kali, ternyata kanker masih datang lagi tanpa permisi. Trauma menjalani kemo belum hilang. Saya bertemu dengan sahabat lama, dia menyarankan untuk terapi Al-Qur’an (krn saya muslim). Mungkin ini bisa dicoba untuk teman-teman. Saya memilih waktu jam 3 malam setelah tahajud untuk membaca minimal 1 juz. Ini rutin saya lakukan setiap malam. Sebelum mengaji, saya siapkan beberapa tempat minum di meja tempat saya mengaji (saya meyakini kristal air yang dibacakan do’a akan menjadi kristal yang sangat bagus, harapannya air yang masuk di tubuh kita adalah air yang baik). Didukung dengan pola makan 100% vegetarian, saya menjalani terapi Qur’an (hingga saat ini). Alhamdulillah hasil scan dan lab semua normal. Mudah-mudahan ada pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman saya. Thx a lot.
@ pandoe & Siti
Thanks atas sharingnya yang sangat bermanfaat, semoga sahabat-sahabat kita semua mendapat kesembuhan seperti pandoe dan Siti juga
@ Ari, handayani, arifin, anita h setiantoro
Amin Allahumma amin… terima kasih atas doanya, terima kasih telah mengingatkan untuk semakin pasrah, ikhlas, dan mendekatkan diri pada Allah, semoga Allah memudahkannya bagi kita…
Saya menderita kanker ovarium,sudah menjalani pengangkatan ovarium sebelah kanan skrng sdng menjalani kemoterapi
Saya ingin mencoba pengobatan alternatif
Apakah ada yg bs memberi tahu pengobatan alternatif yg bs saya coba
Terima kasih
Subhanallah…..kalau Allah sudah berkehendak tak ada kekuatan yang bisa mencegah. Pengalaman serupa terjadi pada almarhumah ibunda saya tercinta, yang pada tahun 1990 sudah di vonis dokter hanya bisa bertahan dalam dua hari saja, karena saat itu beliau koma dengan racun-racun menyebar diseluruh tubuh akibat penyakit gagal ginjal akut. Ginjal sebelah kanannya rusak 100% dan yang sebelah kiri rusak 99%. Belum lagi komplikasi dengan liver dan jantung. Bayangkan !! Terus terang pada saat itu keluarga tidak mau menyerah. Tapi tak mau menyerah ini bukan berarti tidak ikhlas berpasrah. Kami hanya ingin berusaha maksimal. Setiap hari kami menyelenggarakan tahajjud, puasa dan shalat-shalat sunnat lain serta berdo’s dimana dan kapanpun. Alhamdulillah, ibu saya bangun dari koma. Dan sudah lewat dari dua hari vonis dokter. Tapi yang lebih menakjubkan adalah, beliau hidup ikhlas sedemikian rupa, berserah pada Allah, ikhlas dengan penyakit yang diberikan Nya, dan berusaha membahagiankan orang-orang disekelilingnya. Dan yang terutama sekali adalah ia dengan segala ketulusan memaafkan semua orang yang pernah menyakitinya. DEngan kondisi kedua ginjal rusak dan harus bergantung pada cuci darah, serta jantung yang tak sempurna, beliau beraktyifitas seperti biasa. Ikut kegiatan organisasi dan pengajian di beberapa tempat, masih sempat memasak meski ada pembantu, dan selalu riang gembira. Dari vonis dokter di tahun 1990 yang mengatakan bahwa ibu hanya punya waktu dua hari lagi untuk hidup, akhirnya beliau meninggal hampir sebelas tahun kemudian. Benar-benar telah melampaui prediksi kedokteran. Padahal prediksi medis tersebut berdasarkan fakta kondisi penyakit pada tubuhnya yang memang sangat parah. Dan saya percaya, mukjizat kesempatanhidup hampir 11 tahun itu adalah berkat kekuatan do’a, semangat hidup dan cinta.
@ Rita
Sepupu saya pernah menderita kanker ovarium kanan; setelah menjalani histerektomi total dia kemoterapi enam kali. Di antara waktu kemo hingga setahun sesudahnya dia minum jus apel+wortel+tomat sehari sekali, kunyit+madu+kuning telur sehari dua kali (sangat menguatkan tubuh, katanya), juga rebusan benalu teh + kunir putih, dan kapsul tulang rawan ikan hiu. Hingga kini, 9 tahun kemudian, alhamdulillah dia sehat walafiat…
@ ewith bahar
Subhanallah… terima kasih Ewith atas sharingnya yang mencerahkan dan menguatkan, semoga ibu senantiasa dimuliakan oleh Allah, amin…
Saya kena kanker usus besar stadium IV dan telah sebar ke liver, lalu saya operasi usus di Singapore pada tgl 5 Agustus 2007, setelah itu saya menjalani 6 x chemotheraphy di Semarang demi efisiensi biaya. Setelah chemo kesehatan saya pulih dan hasil PET Scan pada tgl 2 februari 2008 di Asian Medic Singapore menyatakan bersih, tetapi baru 2 bulan kesehatan saya drop lagi dan setelah di cek dengan CT Scan ternyata di kedua paru-paru ada sel kanker, Liver masih ada bukannya hilang, dan didekat sambungan usus besar yang habis di operasi ada juga bagaimana ini? apakah ini mal praktek?
Pak Alex boleh ya saya berpendapat…(jika salah saya minta maaf).
Bicara soal malpraktik akan sangat sulit dari sisi pasien. Bapak bisa konsultasi dengan konsultan hukum akan hal ini.
Selanjutnya, mengenai berjalannya penyakit (terutama kanker)dalam stadium lanjut memang sangat bervariasi dan karakteristik pada masing-masing orang. Adanya penyebaran (metastase) sel kanker dari satu bagian organ tubuh ke bagian lainnya sangat sulit untuk diprediksi, karena banyak faktor yang berpengaruh, misalnya makan yang tidak dijaga, stress (hormon tubuh kita tdk stabil)dll. Apakah dokternya tidak menjelaskan pada saat pertama kali ketahuan? Coba konsultasikan ke dokter medical oncology-nya soal metastase tersebut. JIKA PERLU catat semua pertanyaan Bapak dalam daftar pertanyaan dan tanyakan satu per satu sampai Bapak lega menerima jawaban dokter. Ini HAK PASIEN yang juga diatur dalam Undang-undang. Jika Bapak tidak mendapatkan jawaban yang diharapkan, carilah Second Opinion (pendapat lain)Terima kasih
@ Alex Gunawan
Memang mungkin saja ada kekeliruan pada pemeriksaan PET CT Scan di Singapore; tetapi sependek pengetahuan saya, kanker memang bisa kambuh sewaktu-waktu. Walaupun pemeriksaan PET CT Scan tidak menunjukkan adanya sel kanker, walaupun tes CEA dan CA 19 menyatakan tubuh anda bersih, jika ada satu sel saja kanker yang tersisa (dan satu sel itu tidak mungkin terdeteksi oleh pemeriksaan apa pun), kanker anda masih mungkin kambuh lagi; terlebih jika jenis selnya yang poorly differentiated. Apalagi anda telah mencapai stadium 4, artinya sel kanker anda telah masuk ke pembuluh darah, dapat terbawa ke seluruh tubuh, dan dapat tumbuh di mana saja (liver dan paru). Itu sebabnya seseorang yang telah dinyatakan sembuh dari kanker tetap perlu melakukan pemeriksaan rutin setiap bulan; agar segera dapat diketahui jika ada kekambuhan.
Well, kalau boleh menyarankan, untuk saat ini kekambuhan sel kanker anda lebih mendesak untuk dipikirkan dan diatasi; soal dugaan malpraktik itu lebih baik dilupakan dulu daripada terlalu menyita energi dan pikiran anda. Entar kalo ngurusin malpraktik sampe stress kankernya malah tambah parah lho…!
mbak titah
terima kasih semangatnya..sekarang saya lagi mengumpulkan semangat saya lagi..belajar lebih ikhlas dan sabar dari sebelumnya..mbak ada yang belum saya ceritakan…sejak umi sakit kanker usus besar..kotoran selalu keluar dari duburnya..sejak itu pula dia tidak pernah shalat..namun dzikir dan doa dia selalu panjatkan dalam terbaringnya..bagaimana dengan shalat tahajud yang saya kerjakan untuk mendoakan kesembuhan umi..apakah sama dengan berkahnya dengan shalat tahajud yang dikerjakan oleh penderita sendiri..oia tolong info obat herbal untuk sakit umi..sapa tau bisa jadi referensi buat keluarga saya.
yana sayang,
Allah Maha Mengetahui kondisi umi. pengetahuan saya tentang agama belum banyak, mungkin baru nol koma sekian persen, tapi menurut saya soal kotoran yang selalu keluar itu bisa “disiasati”. caranya, menjelang shalat dubur umi dibersihkan, setelah itu ditutup (celana+pembalut/pampers), sesudah itu umi wudlu/tayammum, kemudian shalat seperti biasa. untuk memudahkan, mungkin shalatnya boleh dijamak (duhur+ashar, maghrib+isya). jika pun keluar lagi di tengah-tengah shalat, karena disebabkan penyakit insya Allah tidak apa-apa, sungguh Allah Maha Penyayang dan Maha Pengampun.
tentang shalat tahajjud, kalau tidak memungkinkan dilakukan umi ya tidak apa-apa dilakukan keluarganya, apalagi putra-putrinya. bukankah doa anak-anak yang shaleh itu dikabulkan Allah? lebih baik lagi kalau seluruh keluarga melakukan shalat tahajjud memohon kesembuhan bagi umi.
demikian yana, kalau pendapat saya salah mohon maaf, silakan jika ada yang berkenan mengoreksi atau menambahkan.
subhanallah…
terima kasih teman2, khususnya titah, untuk semua pengalaman yang telah dibagi. Kakak saya tercinta juga mengidap penyakit yang sudah bertahun-tahun dideritanya, walaupun bukan penyakit kanker, melainkan jiwanya terganggu. Mudah2an dengan terapi maaf, sabar dan ikhlas yang telah teman2 bagikan bisa jadi penguat kami sekeluarga untuk menjalaninya. Amiin..
diana,
semoga Allah melapangkan hati anda sekeluarga, menguatkannya, dan segera memberikan jalan kesembuhan bagi kakak anda. apa sudah mencoba hipnoterapi?
memang doa itu adalah senjata yang paling ampuh, tak akan terkalahkan oleh apapun
saya sangat tergugah mendengan cerita,mba titah,3 kakak laki-laki saya wafat dalam usia relatif muda akibat kanker,kini tgl aku sendiri anak laki yang tersisa dari 6 saudara,2 perempuan 4 laki,kadang saya mersa takut dg apa yg telah dialami oleh ke 3 kakak saya, takut saya sprti mereka. Usia saya sekarang 39 th,telah dikaruniai 3 anak laki-laki,dikala saya sendiri kadang terbersit pikiran,jangan-jangan sya spt mereka ,wafat dalam usia muda dengan meninggalkan istri dan anakku yang masih kecil-kecil. Saya selalu berdoa meminta spy usia saya panjang,shg dapat membimbing anak-anak saya hinga dewasa kelak,saya juga mulai berbuat ihklas dg hal-hal yang terjadi menimpa saya,hanya keihklasan saya tak seperti mba,saya mesti belajar banyak pada mbak,terima kasih mba dengan segala pengalamnnya,mudah-mudahan saya bisa berbuat ihklas seperti mba.
dear hendra,
Tuhan selalu memberikan hal-hal baik bagi hamba-Nya, hanya kadang kita tidak mampu memahaminya, atau kadang kita tidak cukup sabar untuk menunggu “ending” dari hal-hal yang menimpa kita. Tuhanlah pemilik pemahaman yang baik dan benar, Tuhan jugalah pemilik kesabaran yang sejati. maka kepada-Nya kita meminta agar diberikan hikmah yang baik dari sisi-Nya, kesabaran, keikhlasan, serta rasa syukur yang tak pernah putus. saya doakan semoga hendra sekeluarga senantiasa diberi kesehatan, kelapangan, dan kemudahan, lahir-batin dunia-akhirat, amin…
Dear Hendra & mba Titah
Boleh saya mengingatkan satu hal tentang “kekuatan pikiran?” Untuk Pak Hendra,kalau boleh menyarankan, hilangkan apa yang terlintas dalam benak anda tentang “jangan-jangan….saya seperti…” Apa yang kita pikirkan otomatis memerintahkan otak kita untuk bekerja. Coba baca buku “secret” bagaimana hukum tarik menarik sangat kuat menyatu dengan alam dan pikiran kita. Positive Thinking. Insya Allah hasilnya juga positif.
Apa yang terjadi dengan keluarga menjadikan kita waspada dan peduli dengan kesehatan secara lebih baik. menjaga pola makan, olahraga, menghindari rokok dan alkohol,bergaul di lingkingan yang positif, dsb.Untuk hasil, biar Tuhan yang menilai…karena Dia Maha Bijaksana atas segala yang telah kita usahakan.Selalu berprasangka baiklah pada Nya dan juga pada diri kita sendiri.
Thanks Ani atas tambahannya.
Preise the Lord…!!!!!
Dear Mba Titah, aku merinding membaca cerita tentang tante Nana……ini adalah satu MUJIZAT yang luar biasa !!!
Selaku penganut agama Kristen protestan saya juga percaya TUHAN sudah menjawab doa tante Nana.
Saya sedang bergumul dengan penyakit yang di derita tante saya, Tumor ganas di payudara stadium 3B.
Tadinya dia tidak mau di kemo dan memilih untuk menkonsumsi suplement Tianshi.Meskipun saya sudah memberi tahu dia, kalau itu bukanlah pengganti obat DR.
Akhirnya setelah 3 hari dia mengkonsumsi produk tersebut , dia merasakkan peri yang luar biasa,dan sekarang mulai keluar cairan yg sudah mulai bau.Akhirnya terpaksa harus di bawah ke DR lagi dan di periksa darah dan kondisi fisiknya, apakah bisa di kemo atau tidak, akhirnya kami memutuskan untuk di kemo.
Tapi entah apa maksud Tuhan untuk kami, pelayanan dan cara DR itu sangat, sangat mengecewakkan.Membuat kami untuk memutuskan tidak menjalani kemo tersebut.
Harapan saya semoga tante Nana tidak akan pernah mengalami pengalaman seperti yg sudah perna tante almi.
Saya cuma bisa membantu untuk medoakan tante Nana dan tanteku.
God always be with you…!!
salam
Yoan
jujur, saya hampir menangis membaca cerita Tante Nana,, bukan kanker yang membuat saya sedih tapi bagaiman Tante Nana menyikapi kanker itu sendiri. Ia sangat tabah dan pasrah kepada Yang Kuasa. Di masa – masa sulitnya dimana orang – orang hanya mampu berputus asa justru Tante Nana tetap percaya ada tangan-tangan Allah SWT yang membantu mengirimkan kesembuhan. Sungguh! cerita yang hanya 1 halaman itu benar-benar memotivasi saya untuk menjadi relawan kanker,, Mbak Titah, bagaimana ya caranya jika saya ingin jadi relawan kanker? Apa saja prosedurnya?? Setelah jadi relawan apakah kegiatannya begitu banyak? masalahnya saya masih SMA, saya harus membagi waktu dengan cermat, tapi saya benar- benar ingin memberi semangat kepada teman – teman yang sedang berjuang melawan kanker,, tolong berikan jawabannya secepatnya.
@ Yoan
Gimana kabar tantemu, Yoan? Udah baikan?
@ menur
salut untuk keinginanmu yang mulia, menur. kalau boleh tahu, menur tinggal di mana? kalau di jakarta bisa datang ke rs dharmais, ke yayasan-yayasan atau support group yang tercantum di sidebar, coba tanyakan bagaimana caranya menur bisa bergabung.
hati yang tulus adalah modal utama, tetapi menjadi relawan itu harus melalui pelatihan dulu, supaya kita bisa melakukannya dengan tepat. kegiatannya fleksibel, bisa disesuaikan dengan kegiatan sekolah menur kok, tergantung peran yang menur pilih nantinya. semoga sukses ya.
Subhanallah … maha suci Engkau ya Alloh …
saya juga terharu sekali membaca cerita dari mbak Titah. Saya hampir menangis (walaupun saya laki2). Saat ini saya juga sedang berjuang untuk kesembuhan kakak perempuan saya. Semoga sharing dari kita semua dapat membantu keluarga atau rekan2 kita yang sedang mendapat cobaan dari Alloh SWT. Saya jadi teringat ada ayat Qur’an yang menjelaskan bahwa “Shalat dan sabar adalah penolongmu”. Maaf kalau kutipannya tidak tepat. Hal ini makin meyakinkan saya ketika usaha manusia sudah diluar kemampuannya, maka tidak jalan lain kecuali kembali pada Alloh SWT yang memiliki dan menguasai segala hal. Dialah tempat kita meminta pertolongan.
Pada kesempatan ini, bolehkan saya usul jika rekan2 atau keluarga yang sudah dapat sembuh baik itu melalui pengobatan tradisional maupun medis atau juga do’a dapat di share informasinya. baik berupa nomor telepon, email, alamat rumah ataupun tempat berobat. Saya ingin sekali tiap kota kita punya tempat untuk kumpul berdiskusi baik mencari jalan keluar atau hanya sekedar sharing informasi.
Salam,
Happy Salawangi
Pak Happy,
Memang ada baiknya kalau di tiap kota ada semacam cancer club atau perkumpulan pejuang kanker. Anda bisa memulainya dengan mengkoordinir teman-teman sesama pejuang kanker (atau keluarganya) yang ketemu ketika berobat di rumah sakit, untuk bertemu secara rutin sebulan sekali misalnya. Di sana bisa saling sharing pengalaman, saling menguatkan, syukur kalau bisa mengundang narasumber yang bisa berbagi ilmu mengenai penyembuhan kanker. Pasti besar sekali manfaatnya…
mbak titah..
membaca riwayat ttg tante nana yang bs pulih kembali dari penyakit ganas itu memberi harapan bagi kamu u mendukung kesembuhan kakak saya.
namun yg sampai saat ini menjadi pertanyaan di benak saya, bisakah seorang wanita terkena kanker paru2 , padahal dia bukan perokok??
tks
@Ani Novi
Kanker dapat mampir ke tubuh siapapun dan di organ manapun. Tidak membedakan laki-laki dan wanita, perokok aktif ataupun pasif. Banyak sekali penelitian dan teori yang berkembang secara ilmiah tentang “bagaimana kanker tumbuh subur dan berkembang” mengingat setiap orang punya sel kanker di tubuhnya. Yang kaitannya dengan paru-paru, hasil survey kecil-kecilan yang saya lakukan dengan teman-teman, ternyata beberapa pasien CA Paru dari 5 pasien yang ada di sekitar kami, 1 dekat sekali rumahnya dengan pabrik, 1 bekerja di salon selama lebih dari 5 tahun(logikanya dia menghirub zat-zat kimia dari obat-obat kecantikan), 1 rumahnya mulai dari atap bahkan plafonnya menggunakan asbes, 1 perokok pasif dimana dia bekerja di sebuah bar yang setiap saat penuh dengan asap rokok, 1 nya adalah seorang bapak yang dia bekerja di bengkel khusus knalpot motor. Ini hanya hasil diskusi kami. So…jangan putus asa. Banyak kisah sukses melawan kanker.
Subhanallah ……
Saya terharu membacanya, terima kasih untuk semua pengalaman yang telah dibagi.
Saya juga ada Giant Famme PD kanan 5.5 cm dan sudah hampir 10 tahun saya derita dan sampai saat ini masih menemani hidupku.
Dan memang betul dengan terapi maaf, sabar dan ikhlas Insya Alloh menjadi penguat untuk menjalaninya.
Ass, mbak ikutan nimbrung ya, aku salut banget ceita tante nana, insyaallah aku akan belajar iklas, karena saat ini aku juga kena kangker servik. Aku berobat dgn obat cina, udah 2 bulan ini. Doakan selalu ya aku bisa sembuh mengingat saat ini aku punya 3 org ank yg masih kecil. Padahal aku rajin pap smear n cek up ke dokter kandungan, makanan juga selalu aku jaga toh aku kena juga, tapi aku udah iklas memang ini jalan dari Allah, kita manusia hanya bisa berusaha dan berdoa hasilnya tetap di tangan Allah, tlg doakan aku ya mbak nteman2 moga aku bisa sembuh. Amin Amin Ya Robbalalamin.
Doaku selalu untuk Chinta, dan semua sahabat-sahabatku yang berkunjung ke rumahkanker.com dan blog.rumahkanker.com.
Secara medis memang kanker stadium 4 sudah gak ada harapan. Penggunaan terapi radiasi dan chemo terapy secara teoritis memang bukan untuk menyembuhkan. Ini hanya akan mengurangi ukuran dan menghambat perkembangan kanker. Dengan radiasi dan chemo terapy mungkin akan membuat sel kanker yang tersisa tidak terdeteksi oleh alat2 pendeteksi seperti USG, CT scan, Rontgen, Bone scanning dan hasil2 pemeriksaan tumor marker mungkin menunjukkan nilai normal. Namun hal ini bukan berarti kankernya sembuh. Suatu saat bila gaya hidup kita kembali seperti semula, kanker bisa aktif lagi.
Beberapa saran adalah: ubah pola makan menjadi vegetarian, stop gula dan susu, gunakan madu sebagai pengganti gula, perbanyak sayur dan buah segar. Dari bidang spiritual seperti yg dilakukan tante Nana sangat bermanfaat. Kalaupun tidak bisa sembuh, mempersiapkan diri secara spiritual sangat bermanfaat dalam pempersiapkan kematian menuju chusnul chotimah.
mbak Titah, kalo boleh tahu suplement apa yg dimakan oleh tante Nana itu
Eddy,
Kalo tidak salah kalsium dan apa gitu dari Tianshi, tapi Tante Nana tidak mau kalau dikatakan kesembuhannya berkat suplemen itu, karena suplemen itu sudah diminumnya sejak jauh-jauh hari ketika kondisinya semakin buruk. Dia menekankan bahwa mukjizat Tuhanlah yang membawanya pada kesembuhan.
dear
mbk titah
membaca tulisan mbk titah,saya kepengen tau suplemen apa yang mbk ketahui kalo tidak keberatan.karena saya juga mempunyai saudara yang kena kanker paru sta 4.
dan sekarang posisi dirumah,karena kemoterapy sdh ga kuat menerima
saya tunggu ya mbk..dan terima kasih sebelumnya
dear anik,
jawabannya ada di komentar di atasmu. salam.
Mbak Titah yth,
Senang saya membaca tulisan mbak tentang kanker, terutama paru-paru. Saya juga bulan Juli 2010 divonis dokter terkena kanker paru std. 4 di lobus atas paru-paru saya sebelah kiri. Saya menjalani khemoterapi 14x, hasilnya sejak bulan Januari 2011 saya berhenti khemo dan menjalani monitoring berupa rontgen setiap bulan (wajib lapor), tujuannya untuk mengetahui perkembangan kankernya (pada waktu itu masih tersisa sel kanker kira-kira ukuran 1 cm2). Bulan September 2011 ini dokter mengatakan bahwa sel tersebut mulai tumbuh lagi, kira-kira bertambah 30% sehingga saya harus menjalani khemoterapi lagi. Saya setiapkali khemo (setiap minggu) selalu harus nyetir mobil sendiri ke rumah sakit Hasan Sadikin di Bandung. Semua saya nikmati dengan perasaan senang hati dan betul-betul pasrah sehingga teman-teman heran karena setiap kali habis khemo tetap mampu nyetir mobil sendiri untuk jarak sekitar 60 km. Inti cerita, sakit kanker itu kita obati, tapi tetap optimis dan selalu memohon kepada Tuhan YME adalah sangat penting. Banyak teman-teman dan dokter yang selalu menyarankan saya agar tetap optimis, karena optimis dan pasrah kepada Tuhan mempunyai andil setidaknya 60% terhadap kesembuhan kanker tersebut. Sisanya tinggal bagaimana kita memanage badan kita agar mendukung kesembuhan, misalnya dengan rajin berobat, mengubah pola makan menjadi lebih sehat dll. Mungkin sementara itu yang bisa saya sumbangkan untuk teman-teman senasib dengan saya. Mbak, kalau mau ikutan jadi relawan kanker bagaimana caranya dan dimana saja lokasi yang mudah dihubungi. Terakhir salam, selau optimis dan jangan lupa untuk selalu memohon kesembuhan kepada Sang pemberi hidup yaitu Tuhan YME. Amien’
Wassalam,
Kunto.
Ass.ikut sharing pengalaman ya
4 minggu yang lalu saya sadar kalau di otot betis saya terdapat benjolan yang makin membesar,awalnya saya pikir benjolan biasa dan tidak terlalu peduli dengannya,tapi hari itu saya begitu panik karena benjolan tsb menimbulkan gejala ketika saya melipat kaki saya.saya lakukan MRI kontras dan foto ronsen ternyata terdapat massa ukuran 16 cm x 6 cm yang sudah menghabiskan jaringan otot betis saya sekitar 50% nya.satu hal yang tdk pernah saya bayangkan sebelumnya dan menurut orthopedi oncologist yang menangani saya harus segera di operasi karena sangat potensial saya bisa kehilangan kaki saya.Tidak puas dengan itu,MRI saya kirim ke singapura untuk second opinion dan makin membuat saya shock ketika second opinion di singapura mengatakan highly suspicious penyakit ganas bernama sarcoma.Habis sudah semua harapan saya,di usia yang sangat produktiv 30 tahun saya harus kehilangan segalanya,saya baca di internet survival rate kurang dari 5 tahun,tidak adanya pengobatan yang memuaskan membuat saya makin drop.waktu itu saya berfikir apakah ini mimpi ?..saya sakiti diri saya berharap supaya saya bisa terbangun dari mimpi buruk ini.saya membayangkan kehidupan keluarga saya tanpa saya nanti,metastasis,efek kemoterapi,kehilangan anggota tubuh dan bermacam ketakutan lainnya.saya akhirnya memutuskan untuk operasi di jakarta,setengah massa otot saya dibuang,saya mungkin tidak bisa berjalan normal… dan hasilnya dikirim untuk pemeriksaan PA.waktu itu saya minta sebagian sample jaringannya dan saya kirim ke 2 centre di indonesia dan 1 centre di singapura untuk perbandingan.highly suspicious sarcoma,survival rate kurang dari 5 tahun,dokter juga belum tau harus diapain karena menunggu PA lebih kurang 10 hari…dan saya tidak tau lagi kemana harus lari dan mengadu saya akhirnya pasrah.sebelum kejadian ini semua sbenernya saya tipe orang yg segala sesuatu itu harus logic,semua harus masuk akal..gak terlalu percaya dengan do’a…saya coba buka2 internet,amalan apa yg harus saya persiapkan kalau saya mati kelak,karena saya merasa dosa saya sangat banyak.saya masuk ke situs2 dimana keajaiban do’a itu digambarkan luar biasa.Karena saya muslim saya coba baca lebih banyak lagi,kenapa sih do’a bisa merubah segalanya dan apa sih hakekatnya kalau kita berdoa,dan bagaimana supaya do’a kita dikabulkan,semua saya baca karena saya ingin tau persis .Beberapa ayat2 penting saya pegang dan saya baca janji2 Allah,bahwa Dia pasti mengabulkan do’a orang yang meminta,bahwa sakit menyebabkan dosa2 akan berguguran seperti gugurnya daun2 dari pohon..dalam hati saya mungkin ini cara Allah menghilangkan dosa saya sebelum saya mati,bahwa Allah memegang penyakit,membelah sel2,menghentikan pembelahan sel,membangkitkan manusia dari tulang belulang yang telah hancur lebur,sampai pada satu titik saya sangat merasakan bahwa hanya Allah lah tempat bergantung.saya ikuti petunjuk bahwa doa yang dikabulkan adalah pada sepertiga malam,doa orang tua kepada anaknya dan satu lagi tentang sedekah.saya baca bahwa sedekah adalah salah satu yg sangat penting dalam terkabulnya hajat.harta adalah titipan Allah,jika Allah menghendaki kekayaaan milyaran sekalipun kalau Allah kasi kita sakit,dalam sekejap harta itu bisa ludes.Semua saya lakukan selama menunggu PA keluar .Alhamdulillah Mukjizat terjadi beberapa hari lalu,Allah mengabulkan do’a kami sekeluarga,pemeriksaan PA di singapura dan satu centre di indonesia menyatakan bahwa itu hanyalah sebuah tumor jaringan syaraf biasa,tidak tampak keganasan..saya baca suatu hal yg aneh di dunia kedokteran..jarang sekali tumor ukuran sebesar itu dilokasi itu dan yang menghabiskan massa otot adalah tumor jinak.saya sekarang tinggal menunggu satu hasil lagi,semoga Allah memelihara kami dari penyakit yang Dia lah menentukan hidup dan matinya tumor/penyakit tersebut.Dialah penyembuh sejati dan hanya kepada Allah satu satunya tempat bergantung.Intinya berdoa,sholat malam,yakin akan pertolongan Allah,berbaik sangka kepada Allah,minta doa kepada orang tua dan sedekah..yakin pasti Allah mengabulkan do’a kita
wassalam
yand
@ Kunto Purnomo,
Terima kasih untuk semangat yang dibagikan pada kami semua; semoga pengobatan berjalan dengan baik, dan kesembuhan tercapai dengan sempurna. Ubtuk menjadi relawan ada bisa bergabung dengan Bandung Cancer Society yang dikelola Mbak Yanti Setiawadi, silakan berkenalan lewat facebook-nya di sini.
@ Yand
Luar biasa sharing Anda. Saya berpendapat itulah cara Allah menyayangi Anda (dan juga kawan-kawan kita yang lain), dibawa-Nya Anda kembali kepada-Nya dengan sebuah teguran berupa sakit. Taufiq dan hidayah yang Anda terima ini sungguh sebuah karunia besar, semoga terpelihara selamanya, amin. O ya, karena sharing ini saya anggap penting, boleh ya saya buat post tersendiri? di sini.
Dear mbak Titah,
Great…! Allah memang luar biasa,saya sangat terkesan sekali membaca tulisan mbak karena saya sdh mengalami bgmn menghadapi penderita kanker yaitu suami yg saya yg 2,5 tahun yg lalu meninggal krn kanker dan sayapun tidak ada mendapatkan masukan seperti ini.Mudah2an ini menjadi pelajaran yg berharga bagi saya utk menjalani hidup dengan lebih ikhlas,banyak memberi maaf dan minta maaf kd org lain agar penyakit2 yg mengerikan jauh dari kita.amin.
mbak murnisusanto
kita sama2 kehilangan orang terkasih karena kanker (saya kehilangan ibu, ibu mertua, dan adik); mari kita sama2 belajar dari pengalaman kawan2 yang lain dan kita tularkan pengetahuan kita pada mereka yang membutuhkan.
Ass. Sy pandu, kbetulan paman sy sudah lama menderita lanker paru. Skarng sudah stadium 4, dokter sudah angkat tangan, sy cuma mau tanya apakah ada rekomendasi pengobatan alternatif yang kiranya bisa menjadi rujukan kalo bisa yg di sekitar jogja solo.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)