Namaku Gadisya Almira Zahwani, 19 th. Aku mempunyai seorang adik, Muhammad Daffa Aditya Putra Wahana, 2 th. Sejak aku berumur 7 th hingga sekarang aku hidup terpisah dengan kedua orangtuaku. Ayah dan bundaku termasuk orang yang sibuk. Ayahku bekerja di Jakarta, bundaku bekerja di Padang, dan aku sendiri tinggal di Surabaya.
Karena keadaan seperti itu, aku termasuk orang yang mandiri, segala sesuatunya aku usahakan untuk ku kerjakan sendiri, segala kesedihan aku rasakan sendiri. Tapi tidak untuk yang satu ini. Aku tidak bisa menahan kesedihan ini sendiri ketika aku tau aku mengidap leukimia.
Aku lupa bulan apa tepatnya bunda memberi tau aku tentang penyakit ini. Yang jelas ketika untuk pertama kalinya aku mengetahuinya, aku sangat sedih, terpukul, jengkel, marah, semua jadi satu. Aku sempat meninggalkan kewajibanku sebagai seorang muslim selama beberapa hari. Itu kulakukan karena aku “protes” kepada Allah. Knp harus aku??? Tapi aku bersyukur. . dengan keadaanku seperti ini, masih ada ayah dan bunda yang tak pernah lelah memberi semangat kepadaku meskipun aku tau, dalam hati mereka, mereka merasakan kepedihan yang mendalam. Oleh karena itu, aku akan berusaha untuk bertahan dari semua ini.
Waktu terus berlalu. Hingga akhirnya dokter memvonis bahwa kanker ini sudah masuk stadium 4 dan aku hanya bisa bertahan sampai 3-4 th lg. Jujur, aku sangat takut. Bukan takut untuk mati, tapi aku takut aku tidak bisa menjadi apa yang selama ini aku inginkan. Tidak bisa memenuhi apa yang selama ini aku rencanakan. Saat ini, aku adalah mahasiswi kedokteran gigi di salah satu PTN di Surabaya. Tak jauh dr studi yang kuambil, aku ingin menjadi dokter gigi yang baik.
Aku sempat down, sangat down ketika mengetahui kanker ini sudah berada pada level yang tinggi. Tapi. . aku bersyukur lagi kepada Allah. Karena dengan adanya seseorang yang hampir tiap malam mendengar keluhan sakitku setelah meminum obat, aku, beban sakitku sedikit hilang. Ya. . dia adalah seseorang yang spesial buatku. Aku memanggilnya “Ma Bebibebiblue”. Dia adalah orang baru dalam kehidupanku. Dia sangat tulus mencintai dan menyanyangiku. Dia menerima segala kekurangan dan kelebihan pada diriku.
Dengan adanya ayah, bunda, Adit, sahabatku, Ma Bebibebiblue aku terpacu untuk melakukan apa yang semestinya aku lakukan dari dulu. Insya Allah, pada bulan Juli nanti aku akan menjalani kemoterapi di Singapura. Mohon doanya dari semua pembaca ini. Aku sangat ingin menjadi orang yang berguna untuk orang yang ada di sekitarku.
Saat ini mentalku sudah lumayan tertata kembali. Aku sudah mulai bisa mengikhlaskan segala sesuatu. Aku ikhlas menerima rasa sakit yang luar biasa yang aku alami tiap malam, setelah meminum obat. Aku ikhlas jika Allah harus mengambilku dengan cepat. Aku ikhlas meninggalkan semua orang yang kusayangi. Aku selalu memohon kepada Allah, agar Allah memberikan aku sedikit waktu lagi untukku menggapai apa yang selama ini aku inginkan. Kalaupun itu tak bisa, aku tak menyesal, krn aku sudah melakukan yang terbaik dan aku percaya, apa yang diberikan Allah (leukimia) padaku ini ada hikmahnya, ada maksudnya, meskipun sampai saat ini aku belum tau apa hikmah ataupun maksud itu.
Aku menulis ini bukan untuk meminta para pembaca merasakan juga apa yang aku rasakan. Tapi aku ingin tulisanku ini menjadi bermanfaat untuk semuanya. Satu hal yang bisa aku ambil dari ini adalah, “yesterday is a history, tommorow is a mystery, and today is a gift.”


Cerita Sejenis:
Sudah 18 sahabat yang menanggapi
Bebi…ini aku,ur blu.te2p optimis yaa…kta smua yakin kok akan kekuatan doa dan usaha.dan ingat,allah maha tahu apa yg tbaik bagi umatNya..
Dear Gadis,
Kalau kita baca-baca cerita tentang orang yang berhasil sembuh dari kanker, kayaknya “syukur” dan “ikhlas” termasuk kunci utama. Syukurlah kalau Gadis sudah punya keduanya. Tinggal sekarang menjalani sarana kesembuhannya, yaitu kemoterapi. Semga kemonya lancar ya.
Tentang vonis “3-4 tahun lagi” jangan terlalu dipikirin, baca nih kisah tanteku dan dr. Maya yang juga menerima vonis yang sama. Apa yang terjadi pada mereka?
O ya, menderita leukemia gak harus menahan sakit lho. Coba minta Ma Bebibebiblue-nya ngantar ke Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri RS Dr. Soetomo (di Gedung POSA, dekat kampus FKG itu) ya. Pasti ada solusinya
Dear mba titah..sy udah bc crt dr.maya tsb.ada yg mu sy tanya nih:1.apa yg dmksd pelatihan pd crt dr.maya tsb,dperuntukan bg penderita atow pendamping penderita?2.ada pelatihan online nya gak ya?soalnya sy d kota bdg…makasih y mba titah.
Hi Danol,
Pelatihan itu ditujukan pada pendamping penderita, dalam hal ini relawan-relawan paliatif. Pelatihan online belum ada, tapi ada satu materi pelatihan yang saya upload, yaitu Penanganan Keluhan Selain Nyeri. Dengan membaca artikel-artikel lain di Rumah Kanker Danol tetep bisa belajar banyak kok. Semoga di Bandung segera ada pelatihan-pelatihan paliatif karena tahun lalu Menkes sudah membuat SK tentang perawatan paliatif di puskesmas.
dear mb titah : makasih doanya..klo tmptny si gdis udah tau,mb..tp masuk blm…cuma lewat aja..bukanny gada keinginan untuk masuk,tapi gdis bingung apa si tujuan gdis kesana?gt…
dear danolblue : makasih blue
ga tau musti blg apa lg..iya,gdis slalu optimis mskpn kdg suka nyerah …
Gadis, Gedung POSA itu lantai bawah digunakan untuk pemeriksaan kanker yang dititikberatkan pada pengobatan (kuratif), sedang lantai atas digunakan untuk Poli Paliatif. Perawatan paliatif titik beratnya bukan pada penyembuhan tapi membuat pasien nyaman melewati hari-harinya, tidak merasakan sakit, bisa tidur nyenyak, serta menghilangkan hal-hal yang bisa mengganggu aktivitas (pembengkakan, mulut kering, sulit menelan, sulit BAB, dan banyak lagi lainnya, termasuk masalah-masalah psikologis, sosial, dan spiritual). Walaupun Gadis sudah menjalani pengobatan medis di tempat lain, tetep ada baiknya datang ke Poli Paliatif, biar ga kesakitan lagi tiap malam. Iya kan?
Dear Gadis,
Seperti kata mbak Titah, kunci untuk sembuh “syukur & ikhlas” sudah kamu pegang. Pencabut nyawa itu bukan kanker kok. Saya sendiri juga sedang berjuang untuk melawan penyakit ini(meskipun bukan leukemia), yang penting tetap semangat dan jangan pernah putus asa mengharap rakhmad Allah. Sudah baca “MELAWAN KANKER” oleh Anne E & David J Frahm. Bisa dibeli di Gramedia. TETAP SEMANGAT ! Cheers
dear gadis
tetep semangat ya teman…
oh ya
aQ boleh gak jadiin kamu sebagai narasumber tentang rubrik “REALITY” yang ada di majalah gogirl??
Soalnya cerita kamu sangat inpiring orang lain
aQ juga ingin dapat cerita lebih jelasnya lagi dari kamu, agar para pembaca gogirl lainnya juga termotivasi seperti dirimu.
makasih ya kalau kamu mau bantu aQ
tolong hubungin aQ ya…
makasih teman
unamaruna@gmail.com
dear gadis, mudah2xan Allah memberi kesembuhan ya.
saya pun diketahui mengidap leukemia (jenis CML) november lalu. yah reaksi pertama semuanya begitu? why me, I am not doing anything wrong?? tapi bagi saya ini adalah jalan pembersihan dari dosa-dosa saya, dan early warning agar kita jadi hamba yang lebih baik lagi. amiin.
Dear Gadis,
tetap optimis, sabar dan ikhlas. Insya Allah… Allah akan berikan yag terbaik buat gadis. Mintalah kpd Allah Dia-lah satu-satunya tempat meminta dan yang memberi kesembuhan.Semoga Kemoterapinya berjalan lancar dan Allah memberikan kesembuhan kpd Gadis. Amin
Dear gadis,
Tetap semangat, mudah2an sukses kemo yang akan dilakukan.
Hikmahnya mungkin gadis lebih banyak yang menyayangi. Termasuk Allah, Dia mempunyai rencana yang indah untuk semua ini. Tetap “berpikir positif”
itu akan membawa pengaruh baik untuk kesembuhan.
Amien.
dear gdis…
ehm..bca crta km jd ngingetin aku sm crta aku sndri..
aku mngidap kanker kelenjar getah bening dr sktar 2thn yg lalu.
sm kyk km,aku jg awalnya ngerasa stres,sedih,down,ga tau apa yg harus d lakuin..
tp smua rsa stres itu berubah jd rsa optimisme,harapan,wlaupun kcil..
ini smua trjadi krna hadirnya seseorang dlm hdupku.
sm kyk u’r bebibebiblu,dia jg syng bnget sm aku,dia jg mau nerima aku apa adanya,wlaupun dia tau aku sakit..
emang ya,cinta mengalahkan sgalanya,hehe..
oiya,good luck buat kemonya ya..
ttep smangat..!
km ga sndirian..
ok ^.^
Dear Gadis,
Hidup adalah titipin Dari yang Diatas kepada Kita, yang merupakan misteri yang tidak bisa diketahui oleh siapapun. Tetaplah semangat dan tanamkan kepada Diri Sendiri, bahwa Gadis akan sembuh dari penyakit itu dan pasti Tuhan akan mengabulkan doa gadis yang tulus dan ikhlas menghadapi cobaan yang di berikan KepadaNYA. Yang berasal DariNya akan kembali KepadaNya, penyakit apapun yang berasal Dari Tuhan, pasti ada obatnya.
Tuh liat beib…byk kan yg sayang ma kmu.gak usah khawatir…kmu gak sndiri kok.
keep ur spirit,,girl……
Allah sayank ma kamu,,pikir positif aja yaa…
moga kemonya lancar,,ok!!
aku ikut prihatin. bapak aku pernah divonis kanker. tapi berkat pengobatan medis dan kasih sayang keluarga, alhamdulillah kondisi bapak semakin membaik. sekarang, tinggal sebulan sekali chek up ke RS dan bapak sudah beraktifitas seperti biasa. semangat ya !
semangat,, semangat,,,semangat itu kata-kata yang selalu aq dapatkan, tp memang betul untuk yang di beri kelebihan oleh Alloh, (seperti kita ini,,,) harus lebih banyak bersyukur karena qt tlah di tegur,, untuk menjadi yang lebih baik, dan baik lagi….
aduh kyknya aku telat bgt yaaa kl mo ikutan nimbrung, hehe… ;p
karena memang saya baru buka blog ini setelah saya divonis tumor (FAM), tp gpp, mudah2an saat ini GAdis dalam kondisi yg jauh lebih baik dari sebelumnya, amin. Saya terharu baca kisahnya gadis dan blu nya… ^^
Saya berdoa, mudah2an kita semua selalu dalam berkat dan lindungan Allah, amin…
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)