Salam kenal Kak Titah, nama saya Hana. Kakak saya diketahui mengalami kanker kolon (adenoma carcinoma, ada aspek maligna) awal Juni lalu. Hasil CT Scan alhamdulilah hanya menunjukan ketidaknormalan pada area kanker tersebut. Dokter menyarankan untuk operasi. Orang tua ingin segera operasi dilaksanakan karena khawatir kanker menyebar ke kalenjar getah bening dsb, sedangkan istrinya yang punya pengalaman dengan banyak saudara yang kena kanker dan setelah operasi kanker semakin (atau tetap?) menyebar, merasa keberatan dan lebih cenderung ke pengobatan dengan herba.
Saya pun sempat mendukung kakak ipar saya tersebut, karena saya khawatir kakak saya justru semakin menderita setelah operasi dilakukan, tetapi setelah saya banyak baca saya melihat justru jika tidak segera dioperasi kakak bisa lebih menderita. Saya kadang-kadang menjadi ragu dan stres sendiri, saya harus bagaimana, saya merasa lebih baik kakak dioperasi terlebih dahulu, tetapi juga khawatir dengan resiko operasi. Apalagi dalam keluarga sampai terjadi clash, dan yang paling menderita adalah kakak saya sendiri yang sebenarnya sangat butuh dukungan dalam menghadapi penyakit ini. Apakah kakak punya pengalaman dalam masalah seperti ini? Bagaimana menurut kakak? Terima kasih.


Cerita Sejenis:
Sudah 5 sahabat yang menanggapi
Dear Hana,
Menurut saya yang paling berhak memilih jenis pengobatan yang akan dijalani adalah kakak Hana, bukan orangtua Hana atau isterinya. Pengobatan medis maupun herbal mempunyai plus-minusnya masing-masing, jadi setelah mendapatkan informasi yang cukup lengkap dan obyektif, biarkan kakak memilih pengobatan yang mana, sedang keluarga hanya wajib mendukung.
Mungkin kakak iparmu masih trauma dengan pengalaman sebelumnya, tapi kan kondisi tiap orang berbeda-beda? Jenis kankernya tidak sama, stadiumnya beda, kondisi tubuhnya beda, nah… efek terapinya pasti beda dong? Jangankan yang berbeda, orang yang berangkat dari kondisi yang sama dan diberikan terapi yang sama saja, hasilnya bisa beda kok.
Bagaimana kalau kedua jenis pengobatan (medis dan herbal) digabung saja? Biar nggak clash lagi, dan hasilnya lebih optimal lho dibandingkan dengan diberikan satu jenis saja…
dear hana
sepertinya lebih baik memang seperti saran mbak titah untuk menggabungkan kedua jenis pengobatan. semoga kakakmu cepet sembuh ya dan kalian sekeluarga diberi kekuatan untuk berjuang bersama kakak melawan kanker
salam kenal
elya
Dear hana,
Saya sepakat dengan mbak titah. Pengobatan dokter bisa dikombinasi dengan herbal. Karena saya juga pernah mengalami hal yang sama dengan anda sekeluarga. Awal Januari 2007 anak saya di diagnosa dokter kanker otak. Saat itu saya juga bimbang memutuskan apakah operasi atau pakai herbal??? Tapi melihat kondisi anak saya saat itu yang sudah tidak kuat menahan sakit maka saya putuskan untuk dilakukan operasi. Setelah operasi disarankan dokter anak saya untuk menjalani radiasi. Disini timbul kebimbangan memilih kembali, apakah radiasi atau herbal? mengingat resiko radiasi. Saat itu saya putuskan pakai herbal. Setelah 4 bulan menggunakan herbal ternyata kankernya tumbuh lagi,sehingga anak saya menjalani operasi yang kedua Juni 2007. Setelah itu saya mengikuti anjuran dokter untuk tindakan lanjutan radiasi. Alhamdulillah setelah beberapa kali kontrol hasilnya bagus, kanker otaknya tidak terlihat tumbuh lagi. Namun saat kontrol terakhir Juni 2008 terdeteksi kankernya menyebar ke tulang punggung, sehingga anak saya mengalami gangguan motorik. Setelah menjalani operasi yang ke 3 dilajutkan saat ini anak saya menjalani radiasi digabungkan dengan herbal dan “terus menerus” berdoa pada ALLAH SWT( ini yang terpenting ).
Sekian…semoga sharing cerita kami bermanfaat dan semoga kakak anda cepat sembuh. Amin
Salam
yudha
salam kenal, saya mempunyai seorang ibu, 61 th, mempunyai benjolan di payudara, dulu pernah di bawa ke lab, dan hasilnya harus biopsi, tapi bu saya tidak mau, karena masalah takut dan juga biaya. Bbrp org yang saya kenal, setelah operasi juga meninggal tak lama kemudian. saya ingin tahu obat/terapi apa yang bagus untuk itu ? Tks.
Dear Albert,
Untuk menentukan obat/terapi yang bagus (baca: tepat) untuk keluhan penyakit tertentu, lebih dulu harus diketahui secara pasti apa penyakitnya. Dalam dunia kedokteran, kalau ada benjolan di payudara, setelah diperiksa dengan rabaan, dilanjutkan dengan foto (USG dan/atau mammografi) untuk mengetahui seberapa besar tumor/penyebarannya, ada kalsifikasi atau tidak, dll. Sesudahnya masih perlu dilakukan biopsi untuk memastikan jenis tumornya, ganas atau tidak, dari sini baru bisa ditentukan pengobatan apa yang akan dilakukan, perlu operasi atau tidak dll…
So, sorry saya tidak bisa menjawab pengobatan apa yang bagus untuk ibu anda. Saya bisa mengerti kalau anda merasa trauma karena beberapa orang yang anda kenal meninggal setelah operasi. Apa anda tahu apa sebabnya? Apa karena infeksi pasca operasi? Atau penyakitnya sudah terlanjur parah? Tidak melakukan pengobatan lanjutan yang seharusnya dilakukan setelah operasi? Atau komplikasi lainnya? Ada banyak kemungkinan… Bagaimana seandainya dia tidak dioperasi? Apakah tidak ada kemungkinan dia meninggal?
Memang ada kemungkinan operasi berujung pada kegagalan, tapi tidak sedikit juga operasi yang sukses. Sama halnya dengan pengobatan alternatif, tidak sedikit yang gagal, tetapi ada juga yang berhasil. Sangat kasuistik sifatnya. Untuk menghilangkan keraguan, anda perlu tahu persis penyakit ibu, kemudian berdiskusi dengan beberapa orang dokter maupun pengobat lain. Dan setelah memutuskan pengobatan apa yang akan dijalani, jalanilah tanpa keraguan lagi. Okay?
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)