mba, salam kenal ya.
saat2 ini saya memang sangat membutuhkan teman untuk sharing. desember 2007 mami mengalami pendarahan, setelah dibiopsi dokter menyatakan mami kena kanker servix stad. 2b dan menganjurkan untuk radiasi lalu kemo. setelah melalui banyak pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk herbal saja. pendarahan berhenti dan kondisi mami bahkan sangat sehat, tidak terlihat seperti orang sakit. tapi herannya setiap kali usg ukuran (ga tau ukuran apa) semakin membesar dari 2 cm menjadi 4 cm. saya sebenarnya bingung kalo dibilang sakit ko mami kaya ga sakit tapi kenapa setiap periksa hasilnya jelek. dan ini membuat mami saya down, setiap kali habis periksa pasti sakit. bukan karena penyakitnya tapi karena kepikiran.
nah belom lama ini mami saya ajak ke dharmais (agustus 2008). di sana bertemu dokter yang tidak ramah. memeriksa mami dengan tangan saja (entah apa nama pemeriksannya, tanpa menggunakan alat bantu jadi tangan dokter masuk kedalam vagina) lalu dengan ketusnya berkata dikemo saja. waktu saya tanya ada alternatif lain tidak? dia malah marah2. sepulang dari situ kondisi mami drop. tapi sekarang sudah agak pulih. dan kami sekeluarga sedang berdoa dan puasa bersama untuk menentukan langkah apa yang harus kami lakukan untuk mami apakah kemo atau lanjut pengobatan herbal. perlu ibu tahu kondisi mami sangat2 baik masih bisa ngepel bahkan bisa jalan2 ke pasar sendirian.
pertanyaan saya sebenarnya seperti apa sih gejala kanker cervix stadium 1 atau 3. dan langkah apa yang harus kami lakukan? terus terang saya sangat bingung apalagi november 2008 saya akan melangsungkan pernikahan. jadi beban saya dobel bu. thanks buat waktunya membaca ini.
frista


Cerita Sejenis:
Sudah 10 sahabat yang menanggapi
frista sayang,
gejala khas kanker serviks adalah perdarahan di luar waktu haid, baik sesudah berhubungan seks maupun tidak, keluarnya lendir yang berbau, dll. tetapi pada stadium dini sering tanpa gejala, jadi kehadirannya tidak disadari, dan baru diketahui saat dilakukan pemeriksaan pap smear.
syukurlah kalau setelah menjalani pengobatan herbal kondisi mami sangat sehat dan perdarahan berhenti. tapi kenapa ya ukuran tumornya kok malah membesar?
bagus sekali mami frista tetap menjalani cek medis walaupun menjalani pengobatan herbal. memang seharusnya begitu. untuk menilai hasil pengobatan kita memang harus melihat kondisi mami “luar-dalam”. walaupun dari luar kelihatan sangat sehat, bisa melakukan aktivitas keseharian dengan baik, nyatanya tumornya semakin besar… berarti pengobatan herbal yang dijalani mami belum mampu menumpas sel kanker mami, melainkan hanya meningkatkan kualitas hidupnya. mungkin sudah waktunya mami mengganti pilihan pengobatannya, apakah mau mengganti herbalnya atau mengkombinasikan herbal dengan medis (radiasi/kemoterapi).
tidak mudah bicara soal pengobatan alternatif dengan dokter, karena tidak semua dokter mengerti atau setuju dengan pengobatan alternatif. secara etik, dokter hanya boleh bicara tentang pengobatan medis dengan pasiennya. jadi, memang, kalau bicara pengobatan kanker dengan dokter maka pilihannya hanyalah: operasi, kemoterapi, radiasi. sedang kalau bicara dengan pengobat alternatif, mereka cenderung melarang kita menjalani ketiga cara medis itu.
saya pernah bicara dengan dr. Widajat SpFK dan dr. Arijanto Jonosewojo SpPD yang menjadi Kepala Poliklinik Pengobatan Tradisional Indonesia di RS Dr. Soetomo, untuk hasil maksimal beliau menyarankan kombinasi pengobatan medis dan herbal.
Saya sepakat dengan Mba Titah, bahwa kondisi medis seseorang adalah ukuran standar.Sekarang ada usg 4 dimensi. Coba lakukan di tempat yang berbeda jika memang tidak mantap dengan hasil usg yang telah ada. Saya menempuh pengobatan keduanya(medis dan herbal). Alhamdulillah pengobatan herbal yang saya tempuh sangat menghargai medis, karenanya Pengobat herbal saya justru menyarankan untuk cek medis berkala. Karenanya harus dikoreksi ulang bahwa “apakah herbal yang saya jalani sudah benar?”
Selanjutnya….
Kembali kepada individu seseorang. Yang sangat penting adalah JAGA EMOSI…. agar tidak down. Siapkan diri….apapun itu!!! Ini pekerjaan yang paling sulit dipandang dari sudut manapun, tapi cobalah!!!Karena jika masalah ini sudah teratasi, apapun yang akan kita tempuh menjadi lebih mudah. Dulu saya juga begitu, down-down-down….tapi semakin hari saya menyadari bahwa kesedihan dan keterpurukan sama sekali tidak ada manfaatnya. Kadang rasa sedih masih datang, dan saya memilih meditasi dan do’a agar Tuhan memberikan banyak jalan dan pilihan pada saya.Berita buruk memberikan pelajaran pada saya untuk bisa menyetarakannya dengan berita baik. Ini perwujudan syukur pada Tuhan. JanjiNya dalam ayat-ayatNya adalah PASTI. Ketika saya menerima dan pasrah…Tuhan begitu banyak menolong saya. Insya Allah Do’a kami selalu….
Optimis, semangat, tetap berusaha lebih baik dan tidak putus asa.
sorry, mau nanya, kalo alamat dari perkumpulan kanker di kota bandung dimana sih?
thx banget ya
Bandung: Bandung Cancer Society, contact person Yanti Setiawadi (08122120971)
Dear Friesta
Kanker adalah penyakit degeneratif – jadi disamping obat-obatan, penting juga mengubah pola makan. Coba buka webnya ibu Ning Harmanto – mungkin akan sangat membantu. Saya setuju untuk tidak kemo kalau masih bisa diatasi dengan DIET khusus untuk penderita kanker. Kalau sempat ke Gramedia cari buku “MELAWAN KANKER” tulisan Anne E Frahm dan David J Frahm, yang merupakan catatan pengalaman pribadi melawan kanker dengan diet. Selamat berjuang dan tetap semangat. Saya sendiri penderita Ca Payudara.
Frista, kondisi yang kamu alami sama persis dengan yang saya alami saat ini. Bedanya mama saya sudah dioperasi 16 Agustus, dan sekarang (sejak 22sep) sedang menjalani fisiotherapy di Dharmais (sudah yang ke 19). Efeknya mual – mual, gak nafsu makan, bahkan sekarang ada wasir yang cukup besar, menurut byk orang spt itu biasa. Mama saya selain pengobatan medis, pengobatan herbal juga jalan terus. Diantaranya minum Dewi Teratai. Vitaminnya juga ditambah dengan Double X Amway. Intinya, kita berpasrah sama Tuhan. Saya setuju dengan tindakan yang sudah keluargamu lakukan, yaitu berdoa dan berpuasa. Tuhan tidak akan mengijinkan suatu masalah terjadi tanpa tujuan yang indah pada waktu-Nya. Tetap berharap walaupun mungkin kadang2 yang terjadi tidak spt yang kita harapkan. Doakan supaya makanan, minuman, obat-obatan, dokter, dll menjadi alat yang dipake o/ Tuhan dalam proses kesembuhan. Tetap semangat, jangan sampai kekhawatiran kamu mempengaruhi semangat mama kamu, tapi tetap support dia, beri dia semangat hidup. Percayalah, soal biaya yang besar pasti akan tercukupi, sama spt yang sedang saya hadapi, karena Puji Tuhan hingga hari ini masih dicukupi, yang penting, jangan tanggung beban ini sendiri, tapi nyatakan kekhawatiran, ketakutan & beban kamu dalam doa – doa kamu. Aku berdoa supaya pernikahan kamu bulan depan berjalan lancar. GBU and family
oh ya, ngak lupa, aku juga berdoa supaya mamamu cepat sembuh
Dear Frista,
Apa yg anda alami jg sy rasakan.
Ibu saya usia 58 tahun.
Tahun april 2007 terdeteksi kl beliau mengidap kanker ca servix std 2b. Wkt ke darmais disarankan kemo dan sinar, tp ibu ga mau, sy pun mendukung, krn menurut sy pengobatan itu kurang baik, mgkn kanker cpt sembuh tp efeknya?
Akhirnya kita cb alternatif sinshe di lampung, lumayan mahal jg. Hampir setengah tahun berobat alternatif, ketika dicek, ternyata stadiumnya naik, 3b.
Akhirnya kita ke darmais januari 2008. Jalanin kemo dan sinar. Setelah semua selesai, kami balik ke lampung.
Cek up pertama kali di darmais di pap smear, kedua kalinya cm periksa dalam aja.
Setelah itu ibu naik haji. Chek up ketiga kalinya tgl 9 Feb 2009, darah keluar lagi.
Tp sang dokter, itu MUNGKIN efek dari sinar atau dari usunya, dan TIDAK Pap Smear.
Kami balik ke lampung, tapi darah ga berhenti jg. Akhirnya tgl 4 maret cek up lg di LAMPUNG, dokternya heran, kenapa dah ada keluhan darah tp ga di pap smear.Dan wkt di pap smear, dg kasat mata aj, kelihatan ada kankernya.
Lemas, sedih, bingung, itu yg dirasakan………………..
Skrg bingung mo kemn lg…………
Klo kita pap smear trus hasilnya dinyatakan kategori class II. Berbahaya ngga?
Yeni, papsmear class 2 menunjukkan ada kelainan jinak, tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan obat-obat biasa. Mintalah obat pada dokter, ya.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)