Halo Mbak Titah, salam kenal, nama saya Tika, saya didiagnosa dokter menderita kanker rahim stadium 1. Dokter menyarankan agar saya menjalani operasi untuk mengangkat rahim dan semua sistem reproduksi saya, juga limfa karena dikhawatirkan kankernya akan menyebar ke tempat lain. Sebelumnya saya sudah mengalami operasi dua kali karena sebelumnya saya juga didiagnosa kanker ovarium sehingga satu ovarium saya sudah diangkat dan kemudian operasi kedua untuk mengangkat tuba falopi di ovarium satu lagi yang masih tersisa.
Saya terus terang ragu untuk menjalani operasi yang ketiga ini karena sudah dua kali operasi dan ternyata tidak membuat saya bebas dari kanker. Bahkan dokternya sendiri juga tidak bisa menjamin bahwa bila saya menjalani operasi pengangkatan rahim dan teman-temannya ini akan membuat saya bebas kanker juga. Tapi yang pasti bila saya menjalani operasi itu akan memerlukan terapi hormon untuk memenuhi kebutuhan hormon yang tidak bisa diproduksi secara alami.
Saya mencoba untuk menjalani pengobatan alternatif dan hasilnya ternyata cukup positif. Tetapi dokter yang menangani saya masih tetap berkeras agar saya menjalani operasi. Sekarang saya berada pada dua pilihan untuk menjalani operasi dengan segala resikonya atau menjalani pengobatan alternatif dengan resikonya pula. Bagaimana menurut Mbak Titah, apakah bisa berbagi pengalamannya mengenai hal ini? Adakah juga diantara yang lain yang memiliki pengalaman yang sama atau mirip dengan saya? Terima kasih atas semua masukan dan bantuannya.
Salam,
Tika Sukaniasih

Cerita Sejenis:
Sudah 19 sahabat yang menanggapi
Dear Tika,
Setelah operasi pertama dan kedua, apakah diberikan pengobatan lanjutan dengan kemoterapi atau radiasi untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker yang tak terlihat oleh mata dokter? Dan sesudahnya dilakukan cek darah rutin sampai lima tahun? Saya khawatir kanker di tuba falopii merupakan “peninggalan” kanker pertama di ovarium, jangan-jangan kanker di rahim sekarang ini juga “peninggalan” kanker masa lalu itu?
Tika ragu menjalani operasi, karena menurut Tika pengobatan alternatif memberikan hasil yang positif. Boleh tahu tidak pengobatan alternatif apa yang Tika pilih? Dan hasil yang positif itu apa ukurannya? Apakah tumornya mengecil, menghilang, hasil tes darah membaik, atau sekedar tubuh Tika terasa enak, enak makan enak tidur, dan semacamnya?
Well, kalau dengan pengobatan alternatif ternyata tumor Tika mengecil atau bahkan menghilang, dan tes darah menunjukkan hasil yang semakin baik, boleh dilanjutkan dengan pengobatan alternatif saja. Tapi kalau sekedar tubuh Tika terasa enak, nggak mual, enak makan enak tidur, tapi tumornya tetap membesar dan hasil lab kurang memuaskan, belum bisa dikatakan pengobatan alternatif memberikan hasil positif. Sebaiknya Tika ikuti nasehat dokter untuk menjalani operasi dan pengobatan lanjutannya, setelah memungkinkan bisa dikombinasi dengan pengobatan alternatif (dengan seijin dokter tentunya, ya). Pengobatan kombinasi memberikan hasil yang lebih optimal. Semoga cepat sembuh ya Tik
Dear Tika….
Saya sependapat dengan Mba Titah. Tika mesti ngerti dan coba tanya ke dokter “PRIMER” kankernya dimana? Bisa jadi yang sekarang adalah skundernya (setelah metastase).So….kalo mau melangkah / memutuskan pengobatan apapun itu….hilangkan keraguan di hati ya!!! kalo masih ada keraguan / ganjalan, tanyakan ke dokternya. Kita sebagai pasien punya hak lho untuk nanya macem-macem (dalam Undang-undang kedokteran namanya Hak atas Informasi). Jangan takut nanya ya…biar Tika mantap dalam memutuskan langkah ke depan.Ok!? Do’a kami menyertai….
Dear Tika
Mbak Tika mgkn saran saya ini bs membantu mslh anda.Menurut saya anda boleh mengambil pilihan obt alternatif.Spt yg kita ketahui bahwa skrg ada obt yg bs menyembuhkan penyakit2 maut spt kanker,AIDS,diabetes,dll.Obat itu adalah lingzhi(ganoderma)yg telah truji scr medis mampu menyembuhkan penyakit maut tsb.Mudah2an saran saya ini bs bermanfaat bt anda.
Dear Tika, hakikat seorang wanita adalah adanya rahim. Jika rahim tersebut diangkat, maka selain tidak akan ada kemungkinan untuk mempunyai keturunan, secara psikologis rasa percaya diri akan jauh berkurang. Dimana hal ini pasti akan berpengaruh pada kehidupan sehari-harinya.
Sekedar sharing, kini ada sebuah pembalut kesehatan dimana ada seorang penderita yang mengaku berkurang kanker leher rahimnya setelah rutin menggunakan pembalut ini. Dan juga sudarakupun myomnya berkurang 4 cm dalam 1 bulan pemakaian dan kemudian hilang sama sekali pada bulan ketiga.
“koes”
koes,
mengapa sebuah pembalut wanita dapat mengurangi kanker leher rahim dan menyembuhkan myoma? memangnya apa yang terkandung dalam pembalut itu dan bagaimana cara kerjanya menyembuhkan kanker rahim?
Kalo mbak Tika mau nyoba alternatif bisa dengan obat herbal dari tanaman Keladi Tikus, Tante saya sembuh total dari kanker servik setelah mengkonsumsi obat ini
@kus indarto: saya telah menjalani operasi pengangkatan rahim lima bulan yg lalu dan tidak merasa kepercayaan diri saya berkurang sedikitpun. Justru saya merasa lega setelah bosan didera sakit bulanan karena pembesarab kista yg membandel di-dinding rahim. Operasi partial hysterectomy ini saya jalani 2 tahun setelah operasi pengangkatan kista di ovarium. Dengan diet ketat, tusuk jarum dan minum herbal (kunyit putih, keladi tikus) ternyata tidak membuat kista pada rahim mengecil. Malah semakin hari semakin sakit pada saat menstruasi.
Akhirnya karena tersiksa dengan rasa sakit yg tidak kunjung hilang, saya putuskan untuk angkat rahim saja (indung telur tidak diangkat karena masih bagus dan tidak tumbuh kista lagi). Itu pada bulan Mei 2008 yang lalu. Sekarang saya merasa lebih nyaman, tidak ada lagi rasa sakit yg mengganggu dan tidak ada perubahan secara psikologis. Kalau ada efek samping 3 bulan setelah operasi adalah hot flash. Itu biasa terjadi karena ada perubahan hormon.
Jadi untuk Tika, konsultasikan kembali pada dokter. Bila tidak puas dengan dokter yg biasa Tika kunjungi, cari dokter lain untuk second opinion, third opinion, fourth opinion. Juga banyak2 bergabung dengan milis yg terkait dengan masalah Tika. Menurutku pengobatan herbal itu cocok2an. Bukan berarti tidak bagus ya, tapi kita lihat hasil USG dan pemeriksaan fisik hasilnya seperti apa. Dari situ baru bisa diputuskan mau apa. Karena hasil USG atau pemeriksaan laparoskopi itu jelas dan ada datanya.
Jangan takut untuk bertanya pada dokter ya Tika
Saya setuju dengan sdr Khindi, memang kalau untuk obat herbal bisa pakai Keladi Tikus yang sekarang juga sudah dijual berupa kapsul. Saya salut dengan ketabahan sdr Tika dan semoga suport dari teman-teman ini bisa membantu penyembuhan sdr Tika.
Hanya saya ingin coba saran sebagai tambahan agar obat yang kita minum/makan dapat lebih mejurab, yaitu :
1. Selalu mohon pertolongan Alloh untuk melenyapkan penyakitnya.
2. Tetap makan/minum obat medis/herbal yang dianjurkan dokter/ahli.
3. Jauhi makanan/minuman yang dilarang.
4. Jangan bekerja terlalu melelahkan agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
5. Olahraga yang ringan.
6. Lakukan meditasi dengan mengatur nafas, dan mohon agar diberikan kekuatan pikiran untuk menyembuhkan diri sendiri.
7. Ucapkan kata-kata yang meyakinkan bahwa penyakitnya lenyap dari tubuhnya, dan semua sel tubuhnya menjadi normal sehat wal afiat.
8. Pada saat akan makan obat, genggamlah obat dengan tangan kanan dan mohonlah agar obat tersebut diberi enerji penyembuhan untuk menyembuhkan dirinya dari sakit yang dideritanya.
9. Berikan enerji pada air putih yang akan diminum, arahkan tangan ke air dan niatkan permohonan agar airnya diberi enerji untuk menyembuhkan dirinya dari sakit yang dideritanya.
Saya sangat senang kalu bisa berbincang via email : jakanusa@yahoo.com
mba..boleh tanya gak?memang’nya kanker rahim d sebabkan oleh ap?
fitri, sampai sekarang kalangan medis belum berani memastikan apa penyebab kanker. kanker rahim biasanya berawal dari tumor jinak (mioma, kista, endometriosis) yang berubah jadi ganas. sedang penyebab munculnya tumor jinak itu sendiri juga belum diketahui, diduga akibat adanya ketidakseimbangan hormonal.
kalau memang alternatif memberikan perubahan kearah yang posif kenapa tidak..
saya sendiri stop mengkonsumsi obat dari dokter setelah saya mencoba pengobatan alternatif..
saya juga merasakan aura positif..
percaya diri, merasa sehat…
karena saya percaya bisa sembuh..
Aku juga setuju sama Siska….yang penting mantep di hati dan tidak menyalahkan siapapun termasuk Tuhan jika terjadi sesuatu hal yang diluar keinginan kita. Ada banyak cerita orang yang tidak berobat apapun tapi sembuh. Kalo Tuhan berkehendak, kita mau bilang apa??? He-he-he…. yang kadang sering mengganggu datang dan pergi adalah “ketakutan”
Mbah… Sekedar sharing sy jg pernah menangani kanker usus pada ayah saya, dimana ayah sy dioperasi telah 2 kali dalam waktu 1 bulan dibulan Mei 2007 karena kurangnya pengalaman dan diagnosis yang mendetail oleh Dokter tsb. Dan akhirnya ayah saya telah meninggal di Feb 2008. Hal yang dapat saya analisa adalah :
1. Pasien biasanya mengalami shock sehingga secara mental & fisik drop, pasien tidak mau makan dan treatment obat2 alternatif (keladi tikus dan sprilunia) yang memiliki anti oksidan tinggi
2. Dokter yg kurang pengalaman (alat yg kurang memadai di Indonesia) sebaiknya berobat ke Guangzhao di cina (rumah sakit Sun Yat Sen atau Fhuda)
3 Kadang dokter di Indonesia tidak mau mengakui dan memberikan hasil perkembangan kanker setelah operasi,sinar dan kemotrapi sehingga tidak dapat terdeteksi dini hasilnya.
Semoga analisa sy dapat bermanfaat..
Dear Tika,
Saya tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyakit yang sedang Allah SWT berikan pada Tika. Namun, saya hanya bisa mendoakan semoga Allah SWT memberikan kesembuhan sebagaimana yang Tika harapkan. Yakinlah dengan apa yang menjadi pilihan Tika dalam berusaha dan bertawakkal….
Terima kasih semuanya atas saran2 yang diberikan kepada sahabat saya Tika. Sekarang dia sudah sembuh untuk selamanya dan tersenyum gembira di psngkuan Illahi Tuhan Yang Maha Kuasa. Tika Sukaniasih telah berpulang ke Rahmatullah minggu lalu.
Putri, sahabatnya Tika
Innalillahi wainna ilaihi raji’un…..kami turut berduka. Smoga teman kita Tika Sukaniasih mendapatkan tempat yang Mulia di sisiNya. Amin.
Thx Putri, untuk beritanya. Kita semua akan kembali. Semoga kita menemukan jalan yang terbaik menuju rumahNya, amin.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, semoga Tika mendapat tempat terbaik di sisi Allah, diterima seluruh amal baiknya dan diampuni kesalahan-kesalahannya.
Semua orang memiliki takdirnya masing-masing, juga detik dan cara kita “pulang” sudah digariskan-Nya jauh sebelum kita dilahirkan. Tidak ada yang salah dengan pengobatan yang dipilih Tika, tetapi kematiannya membuat saya merasa diingatkan untuk tidak terlalu larut dengan euforia pengobatan alternatif yang kadang seperti terlalu yakin bisa menyembuhkan segala penyakit dengan mudah.
Putri, terima kasih telah meluangkan waktu untuk menyambung kabar Tika, semoga Putri sehat selalu, ya.
Innalillahi wainnaIlaihi rojiun Allahummaghfirlaha warhamha wa’fuanha. Turut berduka atas kepergian Tika
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Baru stadium 1 kok cepet banget meninggalnya ya..brarti salah pengobatan ya..semestinya masih dapat bertahan hingga tahunan jika masih stadium 1.Apalagi sudah operasi..
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)