Cerita Sejenis:

Sudah 16 sahabat yang menanggapi

Subscribe ke thread ini: comment rss or trackback url
mygif
Titah menanggapi pada tanggal October 31st, 2008 jam 12:47 pm

Jadi kesimpulannya: stres, menutup diri, dan putus asa membuat kanker semakin parah dan bahkan berakibat fatal ya?

mygif
Tika Sam menanggapi pada tanggal October 31st, 2008 jam 8:48 pm

Hahai ..
yang namanya penyakit ,,kalo kita merasa sakit ,,jadinya akan sakit ,,tapi kalo kita merasa gak sakit ,,jadinya juga gak akan sakit ..
yang terpenting adalah gimana sugesti kita buat sembuh ,,gimana semangat kita buat sembuh ..Allah menyukai orang-orang yang bersabar dan tawakal ..
bukan begitu ??

mygif
baharazwar menanggapi pada tanggal November 6th, 2008 jam 7:01 pm

Adalah wajar bila pasien kanker menolak menerima kenyataan itu. Hal ini harus segera diatasi atau akan datang kelompok penyakit psikososial seperti mengurung diri dll. Mengatasinya akan mengurangi penderitaan, dan cara yang paling baik adalah curhat atau sharing baik dengan sesama pasien atau pun orang yang disayangi.

mygif
Ani menanggapi pada tanggal November 7th, 2008 jam 7:07 am

Hiii Bahar

Betuuuuullll sekali dan dalam perkembangannya sekarang penyintas kanker sudah selangkah lebih maju dalam banyak hal termasuk dalam “prestasi” tertentu melebihi teman-teman yang normal tanpa kanker. Perlu di tambahkan bahwa kami sekarang juga mulai meneriakkan “indonesia peduli kanker” agar orang-orang yang ada di lingkungan terdekat mau memberikan dukungan psikososial dan tidak memandang kami penyintas kanker dengan sebelah mata.

mygif
Anonymous menanggapi pada tanggal November 7th, 2008 jam 2:51 pm

SETUJUU… TAPI PROBLEM SAYA, SAYA JADI SUKA LUPA HARUS JAGA MAKANAN KARENA MERASA SEHAT…SALAH KAN…

mygif
Yeyet menanggapi pada tanggal November 9th, 2008 jam 8:52 am

Hi Siti,

Bagaimana caranya agar bisa bergabung dengan komunitas kanker CISC tersebut?

Saya sendiri sejak tahun 2004 memiliki tumor otak di otak (cerebral) kanan, jenisnya meningioma. Alhamdulillah dengan menggunakan herbal,jaga pola makan, stimulans syaraf, reiki, ditambah zikir dan berserah diri kepada Allah SWT (tidak lupa selalu berolahraga) semua keluhan sakit sudah tidak ada, bahkan hasil MRI terakhir bentuk tumor mengecil dan berubah. Saya juga sering diminta curhat dan memberi motivasi kepada penderita kanker otak lainnya. Dari berbagai teman penderita yang saya temui, mereka yang berserah diri, terbuka dan memiliki semangat hidup bisa bertahan sampai hari ini, apapun jenis pengobatan yang mereka jalani. Ada yang telah di operasi beberapa kali, radiasi, kemoterapi maupun menggunakan herbal seperti saya.

Dengan bertemu orang2 yang senasib, saling curhat, saling mengingatkan dan mendoakan maka semangat kita terpompa terus sehingga kita tetap sehat. Oleh karena itu saya berminat sekali untuk bergabung dengan support group nya mbak Siti.

mygif
anita menanggapi pada tanggal November 9th, 2008 jam 8:40 pm

Mbak Siti…boleh tau alamat Support Group yg di Jakarta…saya ingin bergabung…saya juga penderita kanker hati…
Terima Kasih mbak infonya…

mygif
Ani menanggapi pada tanggal November 11th, 2008 jam 8:06 am

Dear All

@Anonymous
Gak ada yang salah soal makanan….itu manusiawi. Coba diterapkan kesadaran dari diri sendiri, jika merasa sudah makan sembarangan buru-buru detoks alami dengan memperbanyak SABU alias sayur dan buah.

@Yeyet & Anita
CISC (Cancer Information & Support Center)
Komplek Permata Kebon Jeruk D-2
Jl. Kebon Jeruk Raya No.9, Jakarta
Telp.021-5328149 Fax.021-5328150
Email:cancerclubcisc@gmail.com
Contact Person
Sri : 081388802009
Ester : 08158749700
Yuniko : 0816822868

Kami punya agenda rutin pertemuan mingguan dan 2 mingguan. Silahkan kontak kami, dengan senang hati kami terbuka untuk sharing dan berbagi cerita.

mygif
Lola menanggapi pada tanggal November 14th, 2008 jam 3:54 pm

Mbak Yeyet, saya ingin info dan saran mbak mengenai pengobatan menggunakan herbal,jaga pola makan, stimulans syaraf, reiki, zikir dan berserah diri kepada Allah SWT, dan berolahraga. Saya kanker payudara, saat ini tidak menjalani pengobatan konvensional.

mygif
Ani menanggapi pada tanggal November 20th, 2008 jam 9:44 am

Hiii Lola, mungkin saya bisa membantu sedikit sambil Lola menunggu jawaban Mba Yeyet. Langkah pertama sebelum memulai pengobatan (apapun) adalah menerima dan memaafkan diri sendiri.Ini langkah awal untuk menghindari stress yang berikutnya. Herbal menjadi pilihan masing-masing orang (mungkin berbeda-beda)silahkan pilih yang paling nyaman atau setidaknya pilih ahli herbal yang cukup berpengalaman dan bertanggung jawab. Untuk olah raga, saya sarankan yoga atau silahkan pilih olahraga apapun, tetapi konsisten dan rajin ya… atau jalan kaki di taman setiap pagi sekitar 30 menit juga bagus. Untuk makanan…hindari makanan yang mengandung “lemak & gula”.Ganti minyak goreng dengan minyak Zaitun atau Canola. Jika terasa mahal ya…lebih baik jika tidak makan gorengan. Sesekali boleh makan ayam kampung jika lola suka daging, tapi untuk gula sintetis saya sarankan untuk diganti dengan madu atau gula aren. Susu kedelai juga bagus (lebih bagus lagi jika bikin sendiri). Oh iya lupa…hindari juga masak pake teflon ya…karena jika teflon yang kita pakai ternyata telah luka atau tergores, itu bahaya sekali lho untuk kesehatan. Jika lola seorang muslim, sebelum menemukan dzikir tertentu, alangkah baiknya mulai sekarang mencintai al Qur’an, membiasakan diri dialog sama Allah. Al Qur’an sendiri punya nama lain As Syifa :o bat. Oke Lola…silahkan mencoba.

mygif
Lola menanggapi pada tanggal December 7th, 2008 jam 9:55 pm

Terimakasih mbak Ani atas advisnya. Saya sekarang sedang bingung antara beralih ke pengobatan konvensional atau meneruskan pengobatan non konv seperti yg tlh saya jalankan selama 5 bulan ini. Kemarin saya USG dan bone-scan hasilnya: kanker tdk membesar ( 2×1 cm) dan tidak ada penyebaran ke getah bening, tulang, paru2,lever dll, atau statusnya sama seperti 5 bln lalu. Selama 5 bln itu sy mengkonsumsi obat herbal & berbagai terapi lainnya (incl atur pola makan, vegetarian, yoga) dibawah pengawasan dokter holistik. Sy ingin ke konv dg pertimbangan biaya diganti perusahaan..sedang yg non konv tidak, padahal itu berlangsung seumur hidup dan ckp mahal utk ukuran saya. Utk pengobatan konvensional sy sdh menemukan dokter ongkologi yg saya rasa sreg, tapi saya masih takut bila dioperasi kanker malah menyebar atau efek kemo yg dpt merusak organ2 & imunitas. Teman2 menyarankan istikharah… Bolehkan saya minta saran mbak Ani berdasarkan pengalaman mbak Ani atau teman2 penyintas kanker lainnya. Masukan mbak Ani & teman2 akan sangat bermanfaat bagi saya. Terimakasih

mygif
Ani menanggapi pada tanggal December 8th, 2008 jam 12:33 pm

Dear Lola….
Saran teman-teman untuk istikharah memang benar, minta petunjuk Sang pencipta. Saran saya…jika ingin ke konvensional ya mesti dihilangkan dulu ketakutannya agar tidak timbul keraguan lagi dan penyesalan di tengah jalan. Lola juga mesti tahu konsekwensi panjang dari setiap pengobatan apapun yang akan di tempuh. Saya menempuh 4x kemo, mastektomi dan 6x kemo lagi. Ini berat sekali, tapi keputusan itu saya ambil secara sadar, karenanya meskipun babak belur saya terima saja he-he-he…Mungkin itu bisa dijadikan pertimbangan buat Lola. Jika ingin diskusi secara pribadi silahkan kontak saya di ani@solusimedia.co.id

mygif
WULAN menanggapi pada tanggal November 12th, 2009 jam 8:48 am

Mbak Ani untuk alamat CISC Yogyakarta di mana dan contact person mbak Ani. Aq penderita kanker payudara dan sudah metasik ke tulang. Sekarang ini sudah pengobatan 6 x kemo, 6 x zometa, 30 x bonefos n 50 x radiasi. Pengangkatan payudara sudah setahun lalu, rutin tiap hari minum tamoxen n hibone. Aq mau tanya gimana kita bisa tahu penyebaran kanker k tulang n tubuh kita gak ada lagi. Tq

mygif
Ani menanggapi pada tanggal November 12th, 2009 jam 7:23 pm

@Dear Wulan…
Bisa kontak saya di 081289249434 atau 08129926719. Di Yogya saya belum menemukan tempat yang permanen. Insya Allah secepatnya ya, amin.
Salah satu cara mengetahui bisa dengan MRI atau juga BONE SCAN. Dulu ketahuannya metastase ke Tulang bagaimana dokter memeriksanya? Tetap semangat ya Wulan….di Yogya tinggalnya di mana?
Wulan bisa email ke ani@solusimedia.co.id atau aniroh.siti@gmail.com

mygif
Diki Widarta menanggapi pada tanggal December 1st, 2009 jam 1:14 pm

Salam,

Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, manusia hidup karena kasih sayangNYA juga, karena Allah juga mengijinkan kanker ada dalam tubuh, sabar dan tawakal mnerima pemberian ini, tetapi berusaha terus, karena usaha itu Allah akan merubahkan keadaan.

Mba Ani, saudara saya baru saja diangkat usus-nya sepanjang 40 cm, karena tumor, dokter memberitahukan harus terapi Kemo, ada kekhawatiran saya dengan Kemo, dua orang istri teman dan atasan saya dikantor meninggal sedang menjalani Kemo.

Pertanyaanya, seberapa besar keberhasilan Kemo, apakah Kemo jalan terakhir, adakah alternatif terapi yang lebih aman, herbal, ramuan atau lainya.

Semoga Allah membalas kebaikan Mba Ani berlipat….amin.

Salam

mygif
Titah menanggapi pada tanggal December 25th, 2009 jam 6:09 pm

Dear Diki,
Saya boleh ikut menjawab ya. Kondisi saudara anda pasti tidak sama dengan kondisi istri teman atau atasan anda, juga pola hidup dan kondisi psikologisnya, jadi responsnya terhadap kemo belum tentu sama juga. Yang jelas ada tangan Tuhan di balik setiap peristiwa yang terjadi. Dan kematian telah ditetapkan waktunya untuk kita masing-masing, ada kemo atau tidak.

Ada orang yang gagal dengan kemonya, banyak juga yang berhasil. Kalau saudara anda hendak menjalani kemo, silakan dijalani dengan “bismillah” dan “laa haula walaa kuwwata ila billah”, mantapkan hati, jalani dengan lapang dan bantulah dengan pola makan yang baik, kondisi psikologis & spiritual yg baik, insya Allah hasilnya juga baik.

Tentang herbal, ramuan, dsb saya pribadi berpendapat memang ada manfaatnya. Tapi saya tidak berani mengatakan mana yang lebih baik, lebih aman, itu tergantung terapi apa yg anda pilih dan di mana anda melakukan terapi. Apalagi untuk terapi herbal di negara kita kan belum ada penanggung jawabnya secara resmi. Lebih baik anda menggabungkan terapi medis dengan herbal, tapi kombinasinya harus dilakukan dengan cermat.

Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)

 Nama (*wajib diisi)

 Alamat Email (*dirahasiakan)

 Website (*optional)