Saya seorang anak dari penderita kanker nasovaring (maaf kalau ejaan salah) stadium 4, usia penderita 48 th. Semua berawal dari gejala flu yang menyerang -/+ 3 th yang lalu. Semula seperti gejala flu biasa, flu yg tidak keluar lendir di hidung, ternyata ada benjolan di dalam rongga hidung, kita coba ke RS terdekat, dan terjadilah pengangkatan benjolan yang ternyata terdapat (total) 5 sebesar biji kacang hijau yang terdeteksi sebagai bibit tumor.
Kami pikir hal itu telah menyelesaikan semuanya, tapi ternyata tidak semudah itu. Terdapat sel-sel kanker yang mulai menjalar di samping tenggorokan, mulanya diawali di sisi kanan kemudian di sisi kiri, diawali dari gejala salah satu telinga yang mendengung (terkadang) dan kurang peka pendengaran, penciuman. Kami tahu itu semua setelah priksa ke RS Dr. soetomo. Dari itu semua diputuskan untuk menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Efek dari kemo yang membuat orang turun nafsu makan dinikmati. Hasil putusan dokter kemungkinan untuk kemo ada tapi lebih ke arah lanjut yaitu sinar. Mungkin ini yang membuat kami berpikir beberapa kali untuk melakukannya, dari berbagai sumber yang didapat efek dari sinar sendiri tubuh yang ‘gosong’ atau rambut yang rontok, meski sebelumya terjadi.
Terjadilah keterlambatan pengobatan sinar tersebut. Sempat kami berusaha untuk cari pengobatan alternatif, semuanya nihil. Terjadilah hal yang tidak kami inginkan, penderita tak sadar diri dalam beberapa hari. Semula kami pikir tidur biasa. Kami bawa ke IRD RS dr. Soetomo, kemudian dipindahkan ke ruang THT. Dalam beberapa hari di sana kesadaranya lemah sekali. Sebelumnya terjadi selentingan yang agak gak enak di kuping seperti “dibawa pulang saja, kita tidak tahu usia seseorang”, atau “sudah diiklaskan saja, mungkin hal itu terbaik” dari beberapa oknum. Kami nggak habis pikir, di saat kami percaya seratus persen pada usaha dokter, hal itu kami dengar. Tapi kami percaya Tuhan mengabulkan yang apa2 yang hambanya minta. Nggak beberapa lama si penderita siuman dan beberapa hari sudah bisa diajak komunikasi 2 arah.
Sekarang ia ada di rumah meski belum sembuh. Semangat untuk sembuh itu terpancar dari tubuhnya meski kurus kering, makan dengan saluran selang. Kami berusaha untuk kontrol makanan atau minuman dan ke dokter. Semangat berjuang untuk sembuh jangan sampai lepas dari kami. Sedikit tanggapan atas surat ini, baik kritik atau masukan, sangat berarti bagi kami.Trima kasih.
Nasir


Cerita Sejenis:
Sudah 34 sahabat yang menanggapi
Pengobatan kanker nasofaring memang hanya kemo dan radiasi. Bila stadium 4 tujuan pengobatan adalah paliatif atau meningkatkan kualitas hidup. Saat ini selalu ada yang dapat diusahakan dokter untuk melakukannya. Jangan mendengarkan omongan yang tidak jelas apalagi dari kelompok yang tidak mengerti. Percayakan kepada dokter dan selalu meminta hidayah-Nya. Percayalah bahwa musibah itu adalah kifarat. Wassalam
duh.. saya jadi nggak tega baca postingan ini…
Syukur alhamdulillah Nasir sekeluarga masih percaya pada kuasa Allah, syukur juga semangat untuk sembuh itu masih tetap ada, itu adalah modal awal yang sangat penting. Mengatur pola makan/minum dan ke dokternya diteruskan ya, begitu juga psikisnya dikelola dengan baik supaya tidak ada pikiran/perasaan negatif.
Tentang kata-kata negatif yang sempat Nasir dengar, maafkanlah orang yang mengucapkannya. Saya yakin mereka bermaksud baik, hanya kurang tepat cara menyampaikannya. Apalagi diucapkan saat Nasir sekeluarga panik, pasti hal itu menambah beban pikiran dan memudahkan terjadinya salah pengertian.
Sekarang saya harap Nasir sudah lebih tenang, saya ingin menggarisbawahi soal keikhlasan itu lho. Semoga ayah, ibu, dan Nasir sekeluarga ikhlas dan lapang menjalani cobaan Allah berupa kanker nasofaring ini, insya Allah ada hikmah baik di baliknya, insya Allah ada ampunan yang menunggu, insya Allah ada pahala yang luas, insya Allah derajat yang lebih tinggi sudah menunggu Nasir sekeluarga, amin…
Kepada Pak Nasir, perkenalkan saya adalah mantan kanker nasofaring, dengan gejala seperti yg bp sebutkan tsb di atas. Yaitu pendengaran terganggu,hidung tidak bisa mencium atau bernafas, mimisan, mulut sakit. Thn 2007 agustus saya divonis kanker tsb, tepat satu thn saya anfal karena sering mimisan. sy berobat dengan herbal yg di-mix dgn medis. Selain efeknya tdk terlalu terasa biaya juga tidak terlalu mahal. kini kondisi saya bisa di katakan sudah jauh lebih baik (sembuh 80%) meskipun sy tetap hrs berpantang. saya harap tulisan ini dapat membantu dan menenangkan bapak.
buat anda yang ortunya kanker nasofarinx jangan cemas n sedih,jangan pula dengarkan orang/oknum yg ga punya ilmu,Allah menurunkan penyakit pasti disertai obatnya, kecuali penyakit tua.
Saya juga penderita kanker nasofarinx stadium IIIA pada th 2006 tapi waktu itu belum tahu kalau kanker sampai awal 2007,pd mei 2007 saya pindah ke RS lain dari hasil biopsi n hasil lab patologi jg di scan positip kanker Stdm IIIA,terus dirujuk ke RS Dharmais Jkt,tp saya pilih di RSPAD Gatot Subroto,menjalani kemoterapi 6X dan Radiasi 33X, alhamdulillah sembuh,cuma efek radiasi yg masih tersisa,yaitu hilang rasa pd lidah,makan masih bubur sereal jg suplemen vitamin,dan sekarang ini saya konsumsi Propolis dari Melia Nature,oh ya usia saya 52 th domisili di Pekanbaru-Riau,yg penting tetap sabar dan tawwaqal,berobat/berihktiar terus dan berdoa kepada Allah swt,menurut para pakar kesembuhan 60% ditentukan oleh diri sendiri tentunya dengan sabar dan berdoa,20% medis/pengobatan,20% keluarga/kerabat,oke dinda jangan sedih semua sudah ada yg ngatur,yaitu yang Maha Kuasa.
Wassalam,semoga bermanfaat,amiin.
emma menanggapi pada tanggal January 28th, 2009 jam 3:01 pm assalamuallaikum…
salam sejahtera semuanya..
saya mau tanya,beberapa bulan ini leher bagian kanan saya tepat di bawah rahang agak membengkak,memeng tidak terlalu besar tapi saya cukup khawatir memikirkannya karena ini juga dibarengi dengan pusing sampai ke mata kanan,saya sudah sering periksa ke dokter bagian dalam,saya pernah di rujuk ke dokter gigi juga karna di duga itu berasal dari gigi saya yg berlubang dan akhirnya gigi saya dicabut tapi beberapa waktu kemudian saat saya hendak melihat gigi saya di cermin ternyata saya temukan juga bercak putih ditenggorokan,saya kmbali periksa ke dokter dan dokter bilang itu nanah karena radang tenggorokan kronis sampai saat ini sudah lebih daru 3kali saya pergi kerumah sakit untuk mengobatinya saya juga slalu diberi anti biotik tapi bercak putih itu tetap ada,saya juga sering demam..
kira2 apa benar yang saya derita adalah radang tenggorokan..?? trims buat yang mau nanggapi… smga qta semua diberi umur panjang yang bermaanfaat..amien
pliz beri masukan ya..
Buat Pak Nasir dan rekan-rekan sekalian yang sedang berjuang melawan kanker.
Jangan putus asa dan jangan menyerah !!
Saya kurang setuju dengan kalimat ‘dipasrahkan saja’.. kok rasanya nga simpatik amat yah itu OKNUM di RS.. coba kalo ada anggota keluarganya yang begitu.. saya tanggung beliau tidak akan ngomong kyk gitu.
Bapak jangan give up !! Bukan berarti kanker stadium IV itu tidak bisa sembuh.. kenyataannya, jika TUHAN mengijinkan.. tidak sedikit kita dengar stadium IV juga bisa sembuh !..
TUHAN jauh lebih kuasa dari manusia dan tidak ada yang mustahil bagi DIA.
Menurut saya.. tetap harus positif dan terus berjuang karena usia penderita masih muda, daya tahan tubuhnya masih baik.. pasti ada jalan.
Syaloom,jangan pernah menyerah,harus kuat selalu,Tuhan punya rencana yang indah bagi Anda sekeluarga,Slalu berdoa,Minta kesembuhan PadaNya,sebab Bapa di Surga yang memelihara Kamu’jangan takut,ok..GBU all,,,,,,,
Assalammualaikum,
maaf Perkenalkan saya adalah pasien tumor ganas di hidung yang telah menjalani operasi dan pengobatan lanjut, saya mungkin ada saran sedikit dan cerita agar saudara dapat mengambil hikmah dari kejadian saya.
Pada tahun 2006 hingga tahun 2007 saya mengalami tiap hari pendarahan dihidung saya setiap hari, dan ini terjadi pagi, siang , malam. dan pendarahan yang saya alami ialah mimisan yang tiada habisnya, seperti Maaf (kran air bocor). selama 2 tahun saya anggap penyakit saya ini sebagai hal yang sepele. hingga suatu hari saya sudah tidak dapat bernafas dan suara saya bindeng atau sengau. pertama-tama saya lakukan pengecekan dirumah sakit dekat rumah saya di RS Yadika, dokter THT yang menangani saya, mendiagnosa terdapat tumor di hidung saya, pada hari itu saya kurang yakin dengan diagnosa oleh dokter tadi dan saya melakukan pengecekan kedua dirumah sakit Fatmawati bagian swastanya THT dan sama hasil diagnosa endoskopi, saya melihat dilayar bahwa didalam rongga hidung saya penuh dengan tumor, harus segera di biopsi untuk mengetahui apakah ini ganas atau bukan dan harus segera di operasi setelah menjalani serangkaian test sebagai syarat untuk di operasi dan tetapi hal itu tidak saya jalan saya lebih memilih langsung berangkat kerja diluar negeri.
Singkat cerita setelah bekerja diluar negri selama kurang lebih 8 bulan saya masih ada sesekali mimisan tetapi tidak seperti sebelum hidung saya tersumbat tumor tersebut,saya kembali ke indonesia, dan saya mencoba untuk melakukan pemeriksaan kembali di RS Fatmawati bagian negri THT melalui endoskopi saya di vonis tumor dan harus di biopsi untuk mengetahui apakah ganas atau jinak dan harus segera dioperasi setelah menjalankan serangkaian test tersebut, setelah konsultasi dengan istri saya langsung memutuskan hari itu juga saya meminta di biopsi, setelah di lakukan biopsi kecil hasilnya ini saya bawa kebagian Patologi di daerah jalan (surabaya), karena saya dirujuk oleh dokter THT tadi saya disaran kan untuk ke Patologi RSCM atau mau lebih cepat Kejalan surabaya tersebut. setelah saya kesana, dan di janjikan hasil 3 hari kerja saya langsung menuju rumah sakit haji untuk melakukan CT scan,Rontgen paru paru, test darah dan lain 2 karena saran dari dokter tersebut untuk syarat 2 serangkaian test pemeriksaan sebelum saya menjalani operasi . setelah semuanya hasil nya keluar,saya langsung bawa semuanya ke rumah sakit fatmawati untuk menanyakan hasil diagnosanya, dan alangkah terkejutnya saya, saya dinyatakan terkena tumor ganas, dan tumor ini telah menyebar ke hidung hingga ke daerah sekitar muka sebelah kiri saya, bahkan mau menjalar ke mata, tumor ini belum menyebar ke paru paru dan test darah hasilnya bagus tipe jenis tumornya low grade. alhasil saya syok, saya disarankan untuk operasi dan operasinya itu harus merobek kulit daging muka untuk agar bisa disingkap untuk di ambil tumornya tersebut. saya walaupun sempat syok tapi saya tidak putus asa, hasil 2 itu saya bawa kembali dan saya berangkat kerumah sakit RSCM bagian THT swasembada, dan saya langsung ketemu dokter THT dan dokter THT nya menyerahkan langsung diserahkan ke dokter Spesialis Onkologi THT, dan setelah saya ketemu dokter tersebut, dokternya membaca hasil 2 CT scan dan rontgen saya dan hasil dari Patologi, saya di vonis Kena tumor AdenoCarsinoma stadium 3b, alhasil lemas lah saya, dan saya bertanya ke doter tersebut. sebelum di operasi saya menjalani apa? dokter menyarankan agar mencari ruangan agar bisa segera di operasi karena setelah di biopsi tumor ini berkembang biak setip 3 minggu, karena telah dirangsang oleh biopsi tersebut.
Singkat cerita, setelah saya menjalani operasi yang ditunggu oleh keluarga dan istri saya, walaupun saya takut tetapi doa dan spirit dari semua keluarga dan istrilah saya tegar menghadapi operasi yang memakan waktu 4 1/2 jam lebih, dan operasinya ini kategori operasi besar, yang dimana saya di bius total dan di robek di antara bibir dan gusi saya untuk mengambil tumor tersebut.hasil tumor itu saya kemudian di tunjukkan kepada pihak keluarga saya, dan semua keluarga saya kaget karena tumor saya seperti Maaf (tetelan daging dan lemak),dengan berat kurang lebih 1/4 kg atau lebih. setelah saya siuman 2 hari kemudian. dan seminggu kemudian saya diperbolehkan pulang kerumah. dan di wajibkan kontrol untuk melihat perkembangannya tersebut.setelah kira 2 2 minggu kemudian saya melakukan kontrol balik ke dokter THT, dan dokter saya menyarankan untuk melanjutkan pengobatan lebih lanjut yaitu kemoterapi dan radiasi.pertama 2 saya sempat menolak karena saya anggap sudah selesai pengobatan saya, tetapi setelah saya melihat pasien dokter saya, dia mengalami tumor di lidah dan sudah menjalani operasi tetapi dia tidak menjalani kemoterapi dan sinar, alhasil tumor itu tumbuh kembali dan lebih ganas. akhirnya saya mengikuti saran dokter dan saya langsung dirujuk keruangan Radioterapi dan Hematologi di RSCM, setelah saya menjalankan serangkaian test sebagai syarat untuk kemo terapi dan Radiasi, yang dimana hasil test sebut bagus dan saya bisa menjalankan terapi tersebut, oh ya sebelum menjalankan terapi, saya mendatangi pengobatan alternatif yang berada di daerah Rel kereta api ke Arah kodam bintaro, saya menjalani minum jamu selama 1 minggu, seharusnya saya wajib menjalani minum jamu 4 bungkus selama 4 minggu, tetapi karena saya pada minggu kedua akan menjalani kemoterapi dan radiasi sinar, saya memilih untuk menstop terlebih dahulu meminum jamu tersebut, agar tidak terjadi kontras antara obat dan jamu tersebut.
Singkat cerita saya menjalani kemoterapi sebanyak 7 x selama seminggu sekali dan sinar selama kurang lebih 35 x selama tiap hari, tiap hari saya menjalani pengobatan tersebut untuk kesembuhan saya, pulang pergi saya jalani dari rumah saya kerumah sakit. tiap hari saya jalani hanya sabtu dan minggu libur untuk pengobatan tersebut.dukungan dari keluarga saya dan istri saya dan calaon bayi saya yang menjadi semangat untuk bisa bertahan dan sembuh untuk melawan penyakit tersebut.
Pada saat menjalani sinar ke 27 kali dan kemoterapi yang 3 x, kondisi fisik saya mengalami drop, berat badan saya turun dari 108 kg menjadi 76kg, rambut saya sudah mulai rontok dan mengalami kebotakan, muka sebelah kiri dan leher saya berwarna hitam lebam di karenakan sinar tersebut.sudah tidak bisa makan hingga tidak bisa minum, jika makan dan minum saya selalu mengalami muntah 2.dan di tambah setiap hari saya melihat pasien kanker segala jenis dan segala umur dengan segala tinggkat stadium yang berbeda, ini yang menyebabkan mental saya pun jatuh dan drop. akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dahulu selama kurang lebih 3 minggu untuk mengembalikan kondisi saya. walaupun dari pihak rumah sakit meminta agar pengobatan saya jangan sampai putus/berhenti, ini mengakibatkan pengobatan saya harus diluang dari awal kembali. setelah 3 minggu saya istirahat dirumah dan saya anggap diri saya, mulai fit kembali , saya menjalankan pengobatan lanjut tersebut dan hasil 2 minggu kemudian saya mengalami drop fisik kembali sehingga saya memutuskan untuk istirahat dirumah selama kurang lebih 1 minggu, dukungan dari keluarga saya dan istri lah yang menjadi sekali lagi semangat untuk sembuh saya, dan alhasil saya menjalankan pengobatan tersebut semua dengan tuntas.setelah selesai saya di kembalikan kebagian THT untuk di periksa kembali, setelah menjalani kontrol beberapa kali,dan oleh dokter THT di beri ijin untuk berangkat kerja keluar negri dengan syarat tiap 4 bulan sekali wajib kontrol , setelah 4 bulan pertama saya kembali lagi kejakarta, dan hasilnya didalam hidung saya terdapat kerak, setelah dikasih obat untuk cuci hidung dan anti biotik, dilakukan pengecekan endoskopi alhasilnya, hidung saya bersih dari kerak tersebut. dan saya di wajib kan untuk 4 bulan lagi saya kembali kerumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kembali. dan hingga kini saya tetap melakukan kontrol dan jaga kesehatan saya dan makan makanan yang bergizi yang mengandung buah 2 dan sayur mayur. untuk mencegah penyakit itu, dan jalani cara/pola hidup sehat. itulah sekilah perjalanan hidup saya agar dapat menjadi masukan bagi saudara. yang intinya semua pengobatan itu kita jalankan alternatif dan medis semua itu baik untuk kesehatan kita karena kita wajib berusaha untuk mencari kesembuhan tersebut,support/hibur si penderita dukungan dari keluarga adalah yang utama penting untuk sebagai motifasi si penderita agar optimis selalu.dan berdoa memohan kesembuhan,waspada dan rajin kontrol/chek up dan membaca artikel 2 tentang penyakit tersebut,pengobatannya,pencegahan dan berusaha tetap tegar, beribadahlah untuk diri kita sendiri dan keluarga kita agar diberi kesehatan dan kesembuhan, setelah semuanya telah kita lalu berserah diri ke pada Allah SWT, hanya dengan izin allah semua penderitaan dan penyakit bisa hilang dengan izinnya.penyakit ini bisa terkena kepada siapapun, tugas kita sebagai sesama manusia dimuka bumi ini adalah wajib menolong baik materi ataupun informasi, pengobatan ini memang sangatlah mahal untuk orang 2 yang tidak mampu, tetapi pengobatan ini bisa gratis jika keluarga penderita bisa mengurus kartu miskin/jps/gakin/sktm penderita, semua penderita bisa di bantu oleh pihak rumah sakit RSCM untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut dan baik.
Mohon maaf jika saya tulis ini ada merasa kurang berkenan ke diri saudara 2. sekian terima kasih.
Assalammualaikum Wr.Wb.
saya mengalami hal serupa awal pemerikaan dokter internist/ penyakit dalam ,melihat benjolan di leher saya adalah gejala TBC, hingga beobat terus lelama 2 tahun benjolan di leher semakin bertambah, lalu saya pindah dokter dan ditangani oleh dokter THT, sampai dokter tersebut bosan mengobati saya, benjolan di lehet tetap tak hilang jua.
ahirnya saya lanjutkan pemeriksaan ke RS Boromeus, karna melihat benjolan yang mencurigakan melalui perawat saya langsung diperkenalkan dengan Dokter tht tumor hari itu juga saya diendoskopi dan langsung dibiospi esoknya saya dapatkan Analisa hasil pemeriksaan yang hasilnya saya terkena kanker nasofaring stadium lanjut, perasaan tak menentu mulai membayangi saya seolah kematian mulai mengintai.
beberapa hari setelah itu saya belum ada tindakan apa,apa disamping setahu saya biaya pengobatan yang mahal juga saya harus bertindak dengan tepat,beberapa pilihan pengobatan mulai menjadi bahan pertimbangan saya,medis/non medis/bedah non medis.
ahirnya pilihan saya jatuh pada non medis karna menurut pertimbangan saya tidak ada kemo/bedah , pengobatan saya dengan jamu-jamuan dan pengaturan pola makan dengan pola Vegetarian total obatnya jamu makannya sayuran dan buah, lalu dibantu beberapa terapi seperti pemijatan dengan teknik akupresur, relaksasi sambil tiduran disertai pemberian lumpur pada leher 1 jam sehari, sambil memohon kesembuhan kepada sang pencipta, alhamdulilah menjolan sudah mulai melunak, salam (safari)
@ ivan
terima kasih atas sharingnya, semoga ivan semakin sehat.
@ safari
semoga keadaannya terus membaik ya saf. omong-omong, lumpur yang dioleskan ke leher lumpur apa?
oh ya mau tanya dong ke pada safari, pengobatan lumpur itu dimana dan berapa biayanya, saya harus mencoba untuk kesembuhan saya dengan berbagai cara medis dan non medis, kalo posisi saya di jakarta, bagaimana cara saya mendapatkan lumpur tesebut ,apakah ada juga posisi pengobatan itu dijakarta
terima kasih. salam untuk anda semoga insya allah keadaan saudara menjadi lebih membaik
oh ya kepada titah, bagaimana keadaan beliau, insya allah keadaan beliau lekas sembuh dan cepat membaik. dan untuk seluruh keluarga harus support dan saling membantu untuk demi kesembuhan beliau.motifasi dari keluargalah yang paling penting untuk kesembuhan beliau. salam hangat untuk beliau
beliau siapa, ivan? orangtua nasir? ayolah kita bersama-sama saling mendoakan sahabat2 kita –siapa saja, termasuk ivan juga– yang sedang “bersentuhan” dengan kanker, semoga diberi kebaikan yang banyak oleh Allah SWT, kelapangan dan kesabaran yang tak pernah habis, serta disehatkan kembali jiwa dan raganya dalam keberkahan, amiinn…
Saya adalah penderita Nasofaring juga tapi saya lupa stadiumnya. Saya berobat secara herbal di TCM dgn hasil yg lumayan, benjolan sdh hilang hanya saja pipi kiri dan kuping kiri serta gusi kiri belum enak masih seperti dahulu waktu benjol masih ada. sekarang hidung kiri masih sering keluar seperti ingus dan badan rasanya seperti org mau flu.
Terima kasih
Ibu saya menderita Kanker Nasofaring T1N2M0…
saat ini sudah 3x kemo dengan 5seri dan 33x radiasi.
Pengobatan dilakukan di RSPAD dan saat ini beliau msh pemulihan pasca radiasi dan satu bulan lagi harus kontrol untuk melihat apakah kanker tersebut masih ada atau tidak ????
menurut tmn2 yang sdh sembuh apakah mungkin itu muncul kembali ???
Mohon masukannya ya Temans
@ parulian
Semoga terus membaik, jangan lupa terus dijaga emosinya, kedekatan dengan Tuhan, dan pola makannya ya.
@ astuti
Kemungkinan kanker yang sudah sembuh akan muncul kembali itu, jujur saja ada. Untuk mencegahnya, sebaiknya ibu tetap menjaga pola hidup sehatnya: pola makan yang baik tetap dipertahankan, wajib banyak makan buah tiap hari, tertawa dan berbahagia setiap hari, dekat kepada Tuhan. Itu antara lain, semoga ibu selalu sehat ya!
Dear Titah, terima kasih atas tanggapannya
saya ingin tanya mengenai pola makan yang sehat untuk pemulihan Ca Nasofaring dan menghilangkan batuknya kerena meskipun sdh minum obat batuk tetap batuk dan tdk bisa lepas dari AC.
Mohon saran dari teman2 semua…………….
Dear Astuti,
Batuk pada ca nasofaring kemungkinan karena kankernya atau efek samping pengobatan, tentu saja tidak akan hilang dengan obat batuk. Coba nanti tanyakan pada dokter ya. Tentang pola makan, baca jawabanku untuk anda di sini dan juga pada artikel di rumahkanker ini.
Terima Kasih Titah atas infonya…
maaf mau tanya lagi …….
saat ini ibu saya sudah selesai Radiasi yang ke -33 terakhir tgl 6 agustus tang lalu … kira2 kapan leher ibu boleh terkena air kembali ???
karena waktu kontrol terakhir lupa menanyakan ke dokter ybs. sedangkan kontrol kembali untuk CT-scan baru akan dilakukan tgl 6 September….
Terima Kasih
Dear Astuti,
Sudah selesai 6 Agustus ya.. berarti sekarang sudah boleh kena air. Batasannya sekitar 7-10 hari setelah radiasi terakhir. Semoga beliau cepat sehat lagi ya!
Dear Titah,
Terima Kasih ya….senangnya punya teman yang bisa diajak berbagi keluh kesah…
Amien, semoga ibuku bisa seperpti semula
suami saya sdh 8 bln ini selesai radiasi,dan sdh dinyatakan sembuh oleh dokter,tp kenapa ya..kok pinggangnya selalu pegal pegal dan tdk kuat berdiri lama.mohon penjelasan bagi yg mengetahui..tanks.
Dear Tutut,
Radiasinya untuk terapi apa, Tut? Sesudah dinyatakan sembuh oleh dokter, apa suami rutin melakukan kontrol setiap bulan dan menjaga pola hidup sehat? Walaupun sudah dinyatakan sembuh, kita tetap harus waspada adanya kemungkinan kekambuhan lho ya.. Silakan keluhan pegal dan tidak kuat berdiri itu dikonsultasikan ke dokter untuk diperiksa lebih teliti..
Dear Mba Titah, ibu ku kamis bsk mau mulai kemo lagi..
beliau secara kasat mata sehat sekali tetapi HBnya tidak mencapai 10 sehingga hrs transfusi sebelum kemo padahal saya sudah berusaha memberi ibu BIT makan pun ibu cukup banyak tp berat bdan tidak pernah naik sejak selesai kemo & radiasi. Kenapa ya ?
Mohon doanya agar ibu bisa sembuh u/ kemo kali ini…Amien…
Dear Anonymous,
Berat badan tidak mau naik walau makan banyak dan Hb yang rendah bisa menjadi indikasi masih adanya aktivitas kanker di dalam sana, karena kanker menghabiskan zat2 gizi makanan yang dimakan ibu. Ibu sebabnya ibu disuruh kemoterapi lagi, ya kan? Semoga kemonya direspon dengan baik; kalau pola hidup ibu sudah dijaga baik, jangan lupa kebersihan “hati” dan “pikiran” dijaga juga, terlebih level kedekatannya dengan Tuhan, karena Tuhanlah Sang Maha Penyembuh…
Dear Mba Titah,
Semoga masih ingat aku ya ^_^
Aku mau minta informasi lagi …
saat ini Ibuku sudah menjalani Siklus ke-2 dari Kemoterapi dengan 3x Kemo tiap 3 minggu, sebelumnnya pada siklus pertama beliau sudah menjalani 3x Kemo dan 35x Radiasi…
Alhamdulillah saat ini sudah bisa beraktifitas lagi meskipun berat badannya tinggal 38 Kg dari sebelumnya 68. Dokter Hematologi mengindikasikan bahwa Bulan depan sudah harus CT-scan dan selanjutnya dokter THT mengindikasikan bahwa bulan depan akan dievaluasi dengan cara intip.
Mohon informasi sebenarnya proses evaluasi dan intip yang dimaksud itu apa???
agar kami bisa mempersiapkan kondisi Ibu
Terima Kasih ya Mba Titah
Dear Mba Astuti,
Syukurlah kalau ibu sudah bisa beraktivitas lagi, semoga semakin lama kondisi beliau semakin membaik ya. Tapi maaf banget ya.. aku belum ngerti apa yg dimaksud dengan evaluasi cara intip itu?
OO begini mba Ibuku akan di evaluasi kondisi setelah semua proses terapi yg selama ini berjalan…
mulai dari CT-Scan, Usg ini direkomendasikan o/ dokter Hematologi, sedangkan dari dokter THT akan diintip maksudnya Biopsi ulangan….
Apakah ini memang prosedur yg biasa mba ?
Dear Astuti,
Kalau tidak salah ibu ca nasofaring ya? CT scan masih bisa dipahami, tapi yg akan di-USG apanya? Sedang biopsi ulang saya rasa baru diperlukan kalau hasil CT scan menunjukkan masih ada massa yg mencurigakan. Kalau tidak, apa yg dibiopsi? Tolong ditanyakan lagi ya..
Dear Mba Titah,
Iya ibu saat ini sudah keluar hasil USG.. Alhamdulillah tdk ada metafisis(penyebaran ke hati dan ginjal ) hasil CT-Scan juga tdk nampak massa kankernya hanya saja ada penebalan di nasofaringnya dan dokter hematologi menyerahkan ke dokter THT dan dokter THT akan melakukan biopsi ulang apakah penebalan tsb massa kanker atau hanya ingus yang menempel… Mohon doa ya mba…
semoga hanya ingus saja ^_^
Mba Titah,
Terima kasih segala dukungannya dan Sharingnya selama ini. Alhamdulillah hasil Biopsi Ibu ku saat ini sudah bersih hanya tinggal ingus yang menempel saja… dan harus kontrol 1 bulan sekali…
untuk evaluasi di THT….
untuk para pejuang Kanker lainnya tetap Smangad ya ^_^
Mba Astuti,
Selamat, kondisi ibu baikkk ya! Wah, sudah lega sekarang. Tapi gak boleh lengah ya, tetap jaga pola makan & pola hidup sehatnya; semoga hasil kontrolnya juga selalu bagusss..
Mba Titah,
Terima kasih untuk tanggapannya pada alm abang saya Parulian pada 13 Agustus 2010. Beliau sudah pulang ke rumah Tuhan pada 29 April 2010 yg lalu. Beliau meninggalkan seorang istri dan seorang putri dan dua orang putera kembar.
Saya baru mengetahui bahwa di blog ini alm abang saya pernah berkomentar. Dia memang penderita kanker nasofaring, pernah mengalami kesembuhan selama 1 thn dan dapat bekerja lagi.
Namun Tuhan berkehendak lain, kesembuhannya adalah abadi dan yg terbaik.
Terima kasih semuanya.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)