aku mau tanya nih, mungkin rekan2 punya solusinya..
ayah saya pernah divonis kanker pita suara ditahun 1997 dan menjalani pengobatan di singapura sampai akhirnya sembuh dan bisa kembali bekerja tanpa ada keluhan lagi. namun awal april 2008 ini mulai merasakan sulit menelan makanan dan minuman. pernah berobat di RS Perhati namun hasilnya kurang memuaskan. sampai akhirnya diputuskan utk kembali berobat di singapore, dan akhirnya di bulan july 2008 dilakukan tindakan biopsi dan diberi waktu 3 bulan utk nanti melakukan kontrol kembali.
menurut hasil pemeriksaan disana sel-sel kankernya sendiri sudah bersih namun terjadi penyempitan disaluran pernafasan (apakah ada kemungkinan disebabkan pengobatan radiasi yg dilaksanakan tahun 1997 ???). setelah kepulangan dari singapore sekitar september – oktober sering mengalami sesak nafas dan sulit kembali utk menelan makanan & minuman hingga beberapa kali pernah dirawat di rs persahabatan. utk makanan & minuman sendiri berupa bubur yg diblender serta buah2an yg diblender… menurut dokter yang memeriksa hasil rontgen serta CT-scan, terjadi penyempitan saluran pernafasan. mungkin ada rekan2 yang bisa membantu dan memberi informasi mengenai tempat yg tepat utk pengobatan seperti yg ayah saya alami?? terima kasih banyak sebelumnya….
refli


Cerita Sejenis:
Sudah 6 sahabat yang menanggapi
Fibrosis terjadi akibat radiasi (apakah dosis atau lama), terhadap sel normal dan sesungguhnya merupakan suatu usaha pemulihan, seperti parut akibat luka. Akibat radiasi bisa datang cepat (akut) atau terlambat (late). Bila akut maka perbandingan antara sel normal yang bertahan dengan sel normal yang rusak masih seimbang hingga pembaruan dapat terjadi atau dapat sembuh. Bila late, sel normal yang rusak luar biasa banyaknya hingga pembaruan tidak mungkin terjadi dan terjadilah pembentukan jaringan ikat yang disebut fibrosis. Selain itu pada late juga terjadi nekrosis (kematian jaringan( borok dlsb. Keadaan ini tidak dapat disembuhkan tetapi di tempat tertentu dapat diakalin dengan operasi by pass. Misalnya bila terjadi di anus akibat radiasi kanker rahim, dapat dilakukan kolostomi (mengeluarkan feses dari perut); di trakea, trakeostomi(memasukkan udara langsung ke saluran napas); esofagus (saluran makan), gastrostomy (memasukkan makanan langsung ke lambung) dlsb.
Semoga Refli dapat meneimanya dan makasih pada Mbak Titah atas kesempatannya.
Terima kasih dr. Bahar atas keterangannya, semoga ayah Refli segera mendapat penyelesaian/kesembuhan terbaik untuk gangguan pernafasan dan gangguan menelannya…
Wah, efek radiasi lumayan juga ya…. apakah ada pencegahan dini untuk efek semacam itu ya?? he-he-he
Tidak ada pencegahan dini Ani karena late effect atau datangnya sesudah beberapa bulan atau tahun.
Maaf dr. Bahar saya ingin menawar, kalau sebelum dan sesudah radioterapi kita mengupayakan berbagai cara agar kondisi tubuh kita bisa sebagus/seoptimal mungkin, bisakah hal itu mencegah atau meminimalisir terjadinya late effect?
He-he-he…Mba Titah nawar, aku juga ikutan nawar dong! boleh ya Dok! Gini aja deh, sejauh ini (dari diskusi teman-teman yang menjalani radisi) hampir 90% dari mereka (maksudnya 15 orang yang gak ngerti 13 orang he-he-he)pasien yang menjalani radiasi, sama sekali tidak dijelaskan oleh dokternya secara JELAS tentang efek samping semacam ini. Jadi….tawaran saya bagaimana kalo mulai sekarang Dokter Bahar bantu kami-kami untuk mengkomunikasikan ini ke dokter-dokter yang berkompetensi di bidangnya. (Ini bukan nawar ya Dok, tapi nyuruh!!!! he-he-he Maaaaaffff beribu maaf)
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)