Saya seorang PNS umur 42 tahun. Di payudara kanan saya tumbuh berjolan kira-kira sebesar kelereng. Saya berobat alternatif (refleksi dan obat herbal) dan setelah 2 bulan benjolan itu berkurang. Tetapi kemudian benjolan itu meradang karena saya ada masalah. Saya type wanita suka mikir atau sensitif dan mudah tersinggung. Saya sudah berusaha bersikap positif tapi kok agak sulit. Yang ingin saya tanyakan bagaimana bersikap optimis secara prakteknya karena teorinya sudah cukup banyak. Karena tiap orang dilahirkan dengan sifat dan karakter yang berbeda dan susah untuk dirubah. Makasih mbak Titah.
Lily


Cerita Sejenis:
Sudah 7 sahabat yang menanggapi
Pertanyaan yang bagus sekali, Lily,
Sebagian sifat dan karakter manusia mungkin memang telah terbentuk sejak lahir, tapi sebagian lagi terbentuk melalui proses interaksi dengan lingkungan dan pengalaman2 yang dialami. Kalau yang bersangkutan punya KEMAUAN KUAT untuk mengubahnya, sifat/karakter itu bisa diubah kok. Memang pada awalnya sangat sulit dan cukup berat, tapi kalau dilakukan secara KONSISTEN, setelah beberapa minggu segalanya akan menjadi jauh lebih mudah.
Begini saran saya untuk mengubah karakter anda:
(a) suka mikir. Sayang Lily tidak menjelaskan lebih detail, yang dimaksud suka mikir di sini suka mikir apa? Kalau yang anda maksud adalah mencemaskan segala sesuatu, coba tanamkan dalam diri anda bahwa “mikir” saja tidak akan menyelesaikan masalah. Kalau yang anda pikir adalah hubungan anda dengan orang lain, kalau anda merasa telah berlaku salah maka lakukanlah sesuatu untuk memperbaiki keadaan. Kalau anda tidak salah jangan dipikirkan lagi, supaya anda tidak menjadi “korban” dalam relasi dengan orang lain tersebut. Tidak usah berpikir terlalu dalam, karena orang lain itu belum tentu memikirkannya lho! Rugi dong Lily mikir sampai pusing?!
Kalau yang anda cemaskan adalah kejadian buruk yang kemungkinan akan menimpa, tanamkan terus-menerus dalam diri anda bahwa segala sesuatu hanya bisa terjadi atas kehendak Tuhan. Apa yang menjadi kehendak Tuhan pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Tuhan pasti tidak terjadi. Apa pikiran kita bisa mengubah kehendak Tuhan? Tidak. So, buat apa mencemaskannya? Lebih baik lakukan upaya terbaik yang bisa dilakukan saat ini, hari ini, lalu berdoalah, dan hapuslah kekhawatiran tentang hari esok. Kita tidak pernah tahu apa yang Tuhan kehendaki terjadi pada hari esok kita.
(b) mudah tersinggung. Apakah Lily suka berteman dengan orang yang mudah tersinggung? Memiliki anggota keluarga yang mudah tersinggung? Tidak, bukan? Orang yang mudah tersinggung membuat lingkungan dan dirinya sendiri menjadi tidak nyaman, bahkan bisa merusak hubungan persahabatan/kekerabatan. Jika ada orang bersikap jelek kepada anda, tenang sajalah, tidak perlu bersikap reaktif atau terlalu membela diri, orang lain tahu kok siapa yang benar dan siapa yang salah… Jika anda mulai merasa tersinggung bayangkanlah betapa rugi dan jeleknya orang (lain) yang gampang tersinggung. Anda tidak mau mengalaminya, kan?
Kalau Lily suka nonton sinetron, mulai sekarang kurangi atau hentikan kebiasaan itu. Sinetron Indonesia merupakan sarana yang dahsyat untuk memupuk sifat penuh prasangka, amarah, dendam, dengki, sakit hati, dan mengajarkan berbagai cara untuk berbuat jahat kepada orang lain. Stop it now!
(c) bersikap positif. Sikap positif itu bisa dibiasakan. Awalnya memang tidak mudah, tapi jangan menyerah. Setiap Lily menemui kejadian apa pun, menyenangkan atau tidak menyenangkan, temukanlah sisi positifnya. Benjolan di payudara Lily misalnya. Sisi positifnya adalah: sekarang Lily lebih berhati-hati menjaga kesehatan, lebih banyak mengingat Tuhan, mulai introspeksi untuk memperbaiki sifat-sifat Lily. Keluarga pun sekarang semakin memperhatikan anda kan? Kalau Lily muslimah, dalam Islam diajarkan bahwa penyakit adalah penghapus kesalahan dan dosa2 kita, orang yang sakit adalah orang yang dicintai dan dikabulkan doa2nya oleh Allah, tidakkah itu semua meningkatkan kualitas hidup Lily dunia-akhirat? Walaupun sakit Lily tapi masih punya uang untuk membeli obat, masih punya akses internet untuk mencari teman dan informasi pengobatan lebih jauh. Coba diperpanjang lagi daftar hal-hal positif ini, maka Lily akan menyadari bahwa ternyata kondisi sakit pun layak disyukuri…
Well, pasti ada juga sisi2 negatif dari benjolan di payudara Lily, tapi jangan diingat-ingat, atasi saja masalahnya sambil fokus mengingat hal-hal positif di atas. Dicoba begitu terus setiap menemui/mengalami kejadian apa pun, Lily pasti bisa kok.
(d) optimis. Setelah terbiasa melihat setiap kejadian dari sisi positifnya, jangan lupa untuk memilih tindakan positif dalam menyikapinya. Kalau sikap positif sudah bisa Lily terapkan secara konsisten, sikap optimis akan muncul dengan sendirinya.
Akan sangat membantu kalau Lily menghindari tayangan berita di televisi, karena televisi cenderung menyajikan berita-berita negatif atau menyajikan peristiwa dari sudut pandang negatif (Istilah mereka: mengkritisi. Coba Lily ingat2, jarang sekali kan televisi menyajikan berita positif atau mengulas peristiwa dari sudut padang positif?) Tayangan2 negatif itu akan membuat kita cenderung pesimis dan negative-thinking. Kalau ingin nonton TV pilihlah tayangan2 yang positif, misalnya pengetahuan, film dokumenter, Kick Andy, seni, kajian agama, atau tayangan olahraga (sorry tidak bisa menyebut contoh lebih banyak, saya jarang sekali nonton TV sih).
Di atas itu semua, usahakan selalu berkomunikasi dengan Tuhan secara khusuk dan intens, resapi dan syukuri kasih sayang Tuhan kepada Lily sekeluarga, syukuri segala yang diberikan Tuhan, maka energi positif akan mengalir ke dalam diri Lily.
Hmmm… panjang sekali jawaban saya. Semoga tidak membuat Lily bosan. Okey, selamat mempraktekkannya. Ingat ya, harus konsisten. Dalam 2-3 minggu Lily akan merasakan betapa hidup Lily menjadi jauh lebih simple dan lebih menyenangkan.
Sifat optimis atau pesimis adalah ekspresi gen yang tentu dapat dirubah. Selain usulan mbak Titah, ibu perlu membuat catatan harian enam kolom di kertas folio. Isinya sederhana yaitu kolom 1, masalah yang dihadapi; 2.optimis atau pesimis menghadapinya, 3 manfaat dan 4 mudarat sikap itu. Nah setiap minggu dibaca kembali. Tuliskan kebalikan kolom 2 di kolom 5. Misalnya bila kolom 2 optimis tulis pesimis di kolom 5 Kemudian tuliskan di kolom 6 mana yang lebih baik apakah pesimis atau optimis. Hasilnya tolong di tulis di situs ini.
Hiii Lily
Saya setuju sekali dengan Mba Titah..
Setiap pagi saat bangun, saya selalu mengucap syukur…alhamdulillah Tuhan masih mengijinkan bangun pagi ini. Saya berwudhu, bersujud dan berdo’a sebagai rasa syukur, mengaji dan mengadu semua masalah padaNya. Selanjutnya saya cium buah hati saya dan belahan hati saya untuk shalat subuh berjamaah. Kami berdo’a bersama sebelum melakukan aktifitas. Ini langkah awal yang saya lakukan untuk berpikir positif di pagi hari….. Jika Lily bukan muslim, saya yakin ada cara yang tidak jauh berbeda dengan saya.semoga bermanfaat amin
bagaimana kalau kita itu punya teman yang selalu tidak bisa menjaga apa yang dia bicarakan itu menyinggung atau tidak.bagaiman kita bisa menaggapinya…..
dengan sikap apa.
Dear Zeta….
Maksudnya menyinggung dalam hal apa? Saya sering mengalami, mendengar dan merasakan tersinggung dan sakit hati (kalo sekarang sudah tidak saya anggap lagi) dalam hal yang berkaitan dengan kanker yang pernah saya derita. Misalnya : Saat berkumpul dengan teman yang tidak pernah mengenal kanker. Secara tidak sengaja mereka bilang”jangan ngajak ani makan diluar, kita nggak bebas dan kebanyakan milih makanan ini itu”. Awalnya saya sedih dan marah, tapi saya sadar mereka mengatakan itu karena mereka tidak mengerti. Akhirnya dengan lugas saya mengatakan di depan mereka bahwa “kalo mau makan-makan jangan ngajak saya ya…kalian jadi tidak bebas.”
Zeta, dimana mana ada orang semacam itu. Kita do’akan saja semoga mereka sadar dan tidak mengulangi perbuatannya. Selamat mencoba resep ini…..he-he-he….
Zeta, kalau kamu cukup akrab dengan teman itu, sekali waktu ketika moodnya kelihatan bagus, ajaklah dia bicara berdua, dari hati ke hati, untuk membahas sikapnya itu. Mengapa ia bersikap begitu; dan dari alasan yang dikemukakannya kamu bisa mengusulkan kalimat/tanggapan yang lebih baik untuk dilontarkan, tentu tetap dalam “point of view”-nya dia. Sambil dia disadarkan tentang akibat dari kata-katanya yang menyinggung orang lain. Mungkin di dalam hati sebetulnya dia kepengin juga bersikap manis lho, tapi sulit, karena sudah bawaan “dari sononya”.
Kalau cara itu belum berhasil, dan ia tetap saja dengan kata-katanya yang menyinggung, take it easy saja. Pertama-tama pahami bahwa mungkin memang begitulah cara bicaranya. Jadi kita yang harus menyesuaikan diri, membuat diri jadi kebal terhadap kata-katanya. Kalau mau menanggapi/menyanggah sebaiknya dengan cara ringan setengah bercanda saja, karena kalau kita ikut bicara keras, berantem jadinya. Kalau diam tanpa menanggapi gimana, mungkin lebih baik?
Salam kasih Tuhan,
Hanya dangan idzin Alloh sagala sesuatu itu terjadi.
Ketika kita terlahir orang bilang tidak dibekali apa-apa, tetapi menurut saya kita telah dibekali kesempurnaan sesuai kodratnya untuk menjadi manusia.
Bagai kiasan, untuk bisa berdiri tegak
pastinya harus ada keseimbangan yang kita peroleh dengan belajar dan latihan. Sama halnya dengan fisik/raga kita.
Mengingat fisik kita terbentuk dari materi yang tentunya bisa rusak dan ada kalanya bisa di perbaiki. Yang perlu diperhatikan adalh pemeliharaan agar tidak cepat rusak. Barang kali ya dengan menjaga keseibamgan baik itu fisik maupun spiritualnya.
Karena jika terlalu banyak kerja tentunya akan kelelahan yang perlu di imbangi dengan istirahat; Jika terlalu banyak berpikir akan menyebabkan stres yang harus di imbangi dg istirahat dari berfikir.
Istirahat-istirahat itupun perlu disesuaikan dg kebutuhan, kondisi & situasi; inilah yang berbeda-beda dg setiap orang. Karena istirahat yang berlebihan juga bisa tidak menguntungkan.
Yang bisa saya lakukan ketika saya lelah bekerja atau lelah berfikir dangan penenangan.
Panenangan yang saya lakukan adalah dengan memposisikan badan se rilex mungkin (baik itu tiduran atau duduk atau bersila),kamudin mandangarkan detak jantung & mengarahkan rasa untuk mersakan aliran darah,dan membayangkan adanya energi di sekitar kita yang bisa kita serap untuk pemulihan kondisi fisik kita.
Maaf Bu Lilly, ini adalah pendapat dari pemikiran saya dan yang saya lakukan selama ini. Karena kondisi setiap orang yang tidak sama tantunya Bu Lilly punya pemikiran dan pendapat yang tidak sama dg yang saya lakukan.
Sallam
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)