keluarga saya ada yang menderita ca paru stad. IV dan udah metastase ke hati. awalnya disangkain sakit maag karena gejalanya mirip banget. kya sakit perut, perih sebelum dan sesudah makan, mual, dll. mungkin karena metastasenya ke hati. setahun ini pake iressa yang diminum sehari sekali. mula2 kondisinya bagus banget. kya g kna kanker deh. ada sih efek samping kya kulit kering dan rambut agak rontok, kadang juga diare. trus dokternya nurunin dosis jadi setengah tablet 1xsehari. kurang lebih udah 3 bulan minum setengah tablet, gejala waktu pertama sakit dulu kyanya kambuh lagi. dan sekarang lebih sering diare. dokternya malah nyuruh berhenti minum iressa selama masih diare. yang saya takutin klo diarenya sembuh trus sel kankernya balik lagi gimana ya???
waktu sakit dulu dirawat oleh dokter gastroenterohepatik dan dokter paru. yang nurunin dosis iressa dokter parunya. karena keluhan saluran cernanya kambuh lagi makanya kmi berobat lagi ke dokter gastro dan dia minta supaya oleh dokter parunya dosisnya dikembaliin lagi ke 1 tablet sehari. tapi dokter parunya yakin bener klo parunya (berdasarkan hasil roentgent & ct scan) bagus. sekarang saya jadi bingung karena keluhan sakit perut yang terus menerus dan kayanya makin berat ditambah dengan diare, apa yang harus saya lakukan??
caca


Cerita Sejenis:
Sudah 5 sahabat yang menanggapi
Wah… bingung banget ya Ca kalau dokter-dokter yang merawat keluarga kita berbeda pendapat? Saran saya, sebaiknya Caca minta penjelasan selengkap-lengkapnya pada kedua dokter tersebut, apa penyebab diare dan sakit perut yang terus-menerus itu. Apa memang ada hubungannya dengan Iressa, sehingga dokter paru menyuruh berhenti minum Iressa? Dan apakah dokter gastroenterohepatik melihat peningkatan aktivitas kanker di liver sehingga malah menyuruh mengembalikan dosis Iressa menjadi 1 tablet sehari lagi? Di sini Caca bisa “menguji” dan “mengadu” pendapat kedua dokter tersebut (minta pendapat dokter paru tentang saran dokter gastroenterohepatik, dan sebaliknya).
Karena perbedaan pendapatnya cukup tajam (berlawanan), sebaiknya Caca minta pendapat kepada dokter lain yang sama-sama senior. Kemudian setelah mendapatkan informasi yang cukup, dalam perbedaan pendapat ini yang paling berhak menentukan pengobatan yang ditempuh adalah pasien sendiri. Pihak lainnya (keluarga, dokter) hanya bisa memberikan masukan dan mendukung. Semoga keluarga Caca cepat sembuh, ya.
Caca….
Dokter berpeda pendapat sangat sangat dan sangat sering saya temui. Saat mencari dokter, 7 dokter saya lalui dengan perbedaan pendapat yang sangat konyol. Satu hal yang mereka lupa. Tidak ada pemeriksaan yang lengkap alias hanya sebagian saja. So…saran saya jika Caca memiliki hasil laboratorium yang lengkap, Caca bisa tunjukkan semua ke mereka. Jika tidak, pendapat saya adalah coba lakukan pemeriksaan lengkap (setiap laboratorium punya standar yang hampir sama). Memang rasanya rugi karena harus mengeluarkan biaya lebih, tapi daripada kita minum obat tanpa dasar yang mendukung tindakan kita??? ini hanya saran, keputusan tetap ada di Caca.
Saya juga pernah mengali hal seperti itu, tapi sekarang untuk lebih jelas dan pasti lakukanlah PetScan di RS Gading Pluit. Berdasarkan pengalaman saya hasilnya lebih rinci dari pada CTscan. Kanker yang masih aktif terdeksi dengan jelas, jadi bisa saja hasil CTscan menunjukan besarnya tetap tapi ada kemungkinan sudah tidak aktif. Untuk pertma kali lakukan Lab terutama Tumor Marker, bila hasilnya lebih baik dari yang dulu mungkin kankernya yang aktif berkurang seperti yang terjadi pada diri saya.
iressa akan mengakibatkan kerusakan pada lever atau hati. Ini memang risikonya dan karena itu Iressa menjadi pengobatan yang kontroversial. Sudah banyak kasus seperti ini. Anda bisa browsing di internet “how danger is iressa” atau kata2 seamcamnya dan jangan kaget kalau begitu banyak kasus serupa seperti yang anda alami. Apa yang harus dilakukan? Stop Iressanya….. dan fikirkan alternatif lain. Yang jelas Iressa itu bukan cara yang baik. Stop dulu.
yang saya tahu ttg iressa obat untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker,
sebenarnya yang namanya obat apalagi diminum dalam jangka waktu yang lama plus dosis yang tinggi pastinya berefek samping, saran saya memang sebaiknya dibicarakan langsung pada kedua dokter yang bersangkutan atau mungkin lebih dari dua yang pakar dalam bidangnya, kalau mereka sudah mengetahui bagaimana kondisi si pasien yang sebenarnya di sertai data2 baik hasil scan ataupun yang lain pastinya mereka akan memberikan alternatif lain. sehingga tidak lagi “beda pendapat” emang nyawa untuk “eksperimen”???
atau saran saya….kalau memang pada faktanya obat iressa itu berbahaya seperti yang Omri bilang, dan “gak ada obat” selain Iressa, gimana kalo Caca sarankan keluarga Caca untuk beralih ke herbal? ya itu langkah terakhir Ca….
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)