Menulis blog untuk pembaca yang mayoritasnya terkena penyakit kanker merupakan hal yang gampang-gampang sulit buat saya. Untuk masalah kesehatan umumnya saya menulis dengan mudah, tetapi untuk yang satu ini, saya memiliki mental barrier dan mungkin sekali karena banyak dari anggota keluarga dan teman saya yang meninggal karena penyakit yang satu ini. Masalahnya adalah penyakit ini [seperti beberapa penyakit berat lainnya] memberikan masalah multi dimensi kepada penderita, juga pada orang disekelilingnya. Penderitaan ini bukan hanya fisik, juga psikis, ekonomi dan lainnya.
Di dalam cara pengobatan kanker pada ilmu pengobatan modern [yang juga disebut allopathic, orthodox] senjata andalan yang ada masih sekedar pengobatan dengan pembedahan, radiasi dan chemotherapy atau kombinasi dari dua ataupun ketiganya. Perkembangan cara diagnosa penyakit ini secara umum lebih akurat, namun dengan risiko yang lebih tinggi, terutama bila alat itu menggunakan sinar radiasi. Masih untung didalam diagnosa payudara mammography sekarang ini telah diberi alternatif thermography, sehingga efek radiasi menjadi hilang, namun mammography masih saja merupakan alat yang dominan. Perbaikan didalam chemotherapy masih berupa jenis obat yang dipakai saja, masih tidak bisa mengobati secara selektif sehingga efek sampingannya masih sangat besar.
Cara pemberian memiliki varian2 yang pada dasarnya tidak mempengaruhi statistik keberhasilan cara chemo therapy yang relatif rendah ini. Secara menyeluruh harus diakui bahwa system pengobatan modern tidak dapat menaklukkan penyakit yang satu ini. Penelitian2 ilmiah tentang kanker setiap tahun membuang uang billion dollar tanpa hasil yang berarti. Sering orang menjadi sinis mengatakan bahwa pabrik obat2an memiliki interest yang berbeda dengan publik, sehingga penelitian2 yang sebahagian didanai oleh pabrik2 obat dilakukan dengan separuh hati sehingga praktek pengobatan yang berlaku sekarang ini tetap dapat berjalan dan menjadi tambang uang bagi pabrik obat. Ini bukan saja berlaku di Indonesia, namun di seluruh dunia. Silahkan membaca blog saya tentang “Dunia pengobatan Modern” dan juga “12 Boeing 737 jatuh setiap hari”. Sangat mengenaskan.
Dari beberapa ajang bertukar komentar di blog kita ini, jelas sekali terlihat bahwa kita ini sebagai publik, tidak memiliki informasi yang cukup mengenai apa yang dinamakan kanker, bagaimana mendiagnosanya, bagaimana cara penyembuhannya, apakah ada alternatif lainnya, bagaimana mencegahnya, dan seterusnya. Dengan kurangnya informasi ini, mayoritas penderita akan dihadapkan dengan sedikit sekali pilihan, yang sangat juga terkait dengan kemampuan finansialnya. Kondisi ini sangat membuat publik menjadi frustasi dan hanya menciptakan komplikasi yang memperburuk kesehatan. Khususnya di dalam penanganan sehari hari antara pasien-dokter atau pasien perawat-rumah sakit, pelayanan yang diberikan sangat jauh dari memadai dan diwarnai dengan kesalahan penanganan dengan hasil yang memang tidak seperti yang diharapkan penderita.
Komuniti kesehatan seperti Rumah Kanker atau blog ini boleh dihitung dengan jari tangan kita, yang dibangun oleh para penderita sendiri atau mantan, atau simpatisan lainnya, yang berusaha semampu maksimalnya memberikan apa yang bisa diberi. Pada suatu titik, kita pun mudah2-an masih bisa bekerja seperti suster Theresa di India, yang duduk di samping orang2 yang sedang dijemput penciptanya.
Penyakit yang satu ini memang “perkasa”, karena ia bukan saja melumpuhkan penderitanya, tetapi juga dapat meruntuhkan sendi social dan ekonomi seluruh keluarga. Beban psychologisnya sering sekali lebih berat daripada beban fisiknya, bukan hanya bagi penderita tetapi juga untuk orang2 di sekelilingnya.
Bagaimana sebenarnya kita harus menyikapi hal ini? Pertanyaan sulit tentunya. Pertama-tama adalah tentunya menjaga hidup kita tetap sehat dan tidak terkena penyakit berat, termasuk kanker ini. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan cara mengetahui bagaimana cara untuk hidup sehat. Saya menulis artikel guyonan “4 sehat 5 sempurna? Salah Dong” hanya untuk mengingatkan bahwa mayoritas kita belum tahu bagaimana caranya untuk hidup sehat. Dengan mengetahui cara hidup sehat, sebenarnya kita sudah terbekali dengan cara menyembuhkan penyakit. Gunakan cara yang sama untuk memperbaiki kesehatan anda.
Kemudian pada tataran pengobatan, dengan fakta kekurangan2 yang ada pada dunia pengobatan modern ini, kita mau tidak mau harus melihat pada cara cara pengobatan alternatif [alternatif terhadap pengobatan modern], di mana pengobatan2 ini juga ditunjang dengan basis ilmu kesehatan yang baik, dikembangkan oleh ahli biologi atau kedokteran, memiliki tingkat keberhasilan yang memadai dan baik. Cara pengobatan ini tersedia, namun membutuhkan kejelian dan ketekunan untuk mencarinya. Banyak cara cara alternatif ini menggunakan cara yang tidak umum di mata kita, memerlukan ketelitian dan ketekunan melakukan terapi yang diberikan. Jangan mengharapkan ada obat yang “cespleng” seperti obat sakit kepala “neuralgin” yang begitu dimakan, langsung sembuh. Neuralgin sendiri juga sembuhnya “pura2” saja koq, karena anda diberi zat analgesik yang bukan menghilangkan penyakitnya, tetapi menghilangkan rasa sakit saja. Penderita harus lebih aktif untuk mencari jawaban alternatif bagi penyakitnya dan bukan pasrah untuk diperlakukan serampangan saja oleh para juru obat ini.
Blog publik dan situs seperti ini tentunya juga memiliki tujuan seperti itu. Dalam media yang lain, diharapkan ada organisasi kemasyarakatan yang peduli dengan masalah kesehatan seperti ini turut membantu para penderita yang tidak memiliki fasilitas internet seperti ini, atau malah tidak memiliki latar belakang pendidikan yang memadai hanya untuk bisa mengerti peroalan mereka yang sebenarnya.
Kita tahu bahwa usaha ini sedang berjalan, namun kita juga tidak tahu persis secara rinci ruang lingkup yang telah dimasukinya. Saya duga ini masih kecil sekali dan hanya terjadi pada masyarakat urban. Bagaimana dengan yang lain? Mereka benar2 terlibat hanya dalam pengobatan modern saja. Untuk pemukiman yang lebih jauh, kondisi masyarakat di pedalaman juga mungkin bisa jadi lebih baik daripada publik urban, karena cara pengobatan tradisional masih terpelihara dengan baik dan berfungsi dengan effektif menyehatkan masyarakatnya.
Kita perlu benar2 menyisihkan waktu untuk meningkatkan pengetahuan kita akan cara hidup sehat dan selanjutnya untuk menyembuhkan diri kita dengan baik dan terakhir adalah menyisihkan waktu kita untuk membantu teman2 kita yang membutuhkan pertolongan ini.
Motto hidup yang saya paling senangi, saya ambil dari seorang ahli kesehatan yang berkata:
Hiduplah dengan Sehat…
Berbuat Baiklah …..
Jagalah Lingkungan.
Be Healthy
Be Kind
Conserve the environment.
Salam,
Omri


Cerita Sejenis:
Sudah 8 sahabat yang menanggapi
Hiiii….Pak Omri (lagi)
Saya setuju dengan anda, dan sedikit menambahkan. Untuk menuju sehat kita menjadi “makhluk aneh”. Kita menjadi minoritas dan asing di lingkungan terdekat kita sekalipun.
Contoh : Anak saya Awan di sekolahnya seringkali beredar “JUNK FOOD” baik untuk acara ulang tahun ataupun outbond sekolah. Ketika saya mencoba sosialisasikan bahayanya “junk food” ujungnya justru debat kusir tidak berbobot dengan mengatasnamakan “hak asasi”. Ha-ha-ha…aneh bin nyata.
Begitupun ketika coolerbox Awan berisi 2 gelas jus buah segar. Teman-temannya malah memainkan blu ice yang ada di tasnya…. ha-ha-ha nyata dan ada. Tidak tertarik pada jusnya, tapi pada minuman kotak & kaleng yang lain.
Bersyukur….Awan bisa punya sikap. Bener-bener Awan luar biasa di mata saya meski “aneh” dimata banyak orang…..maaf nggak nyambung….
Bu Ani, saya jadi ingat serial di TV “Jamie Kitchen” yang berperang merubah menu anak2 sekolah di Inggris [membuang Junk Food], dan setelah berjuang lama ia berhasil dan diterapkan diseluruh sekolah di Inggris. Kapan kita bisa begitu ya? Sementara ini kita perlu Awan Awan yang banyak dan Ibu Awan Ibu Awan yang lebih banyak lagi untuk membangun keluarga sehat.
Anak saya tertua bekerja sebagai petani Sayur Organik, tetapi dalam soal makan dia ngakunya Carnivora. Berarti saya masih punya PR yang belum selesai….
Salam, Omri
@ omri
Thanks untuk artikel yang bagus. Mari kita lakukan, Pak!
@ Ani
Salut, peluk, cium buat Awan. Bener-bener karena dia punya kesadaran, kan?
Buat Pak Omri…
Terimakasih untuk waktu bapak.
Artikelnya bagus sekali. Aku benar2 salut..!
Salam
Yoan
Saya sempat mengup-load beberapa tulisan pak Omri di blog saya…Hmmmm… satu diantara seribu!
Sama kayak “kita-kita” yang bisanya berjuang liwat GERILYA. Banyak buanget musuhnya! Sementara di belahan dunia lain orang-orang dah pada mau pinter, kita malah pengin jadi goblok dengan mengatasnamakan HITECH dan ILMU PENGETAHUAN!
Ada buku yang lumayan bagus dari AGUS MUSTOFA mengenai kesehatan (biasanya sih backroundnya memang agama dan iptek, tapi kali ini dia nyamperin kesehatan hitek pula) Lumayan buat baca-2 dan kembali pada kefanaan diri kita sendiri…
@ Yoan, saya bersimpati dengan usahamu untuk menolong saudara2mu. Mudah2an berhasil dan saya ikut mendoakan.
@ Ibu Dewi, terimakasih. Buku Agus Mustofa itu kalau boleh tau, judulnya apa Ibu? Mudah2an bisa menambah informasi untuk kita semua. Salam. Omri
Maret 2009, saya baru operasi pengangkatan payudara sebelah kiri setelah divonis mengidap kanker payudara ganas (angiosarcoma), saat ini saya menjalani diet (terapi agar sel kanker menjadi mati)dan berobat herbal, selalu mencoba bersikap positif. 2 minggu yll. saya dirujuk oleh dokter untuk menjalani sinar radiologi di RSPAD tapi sampai saat ini belum saya jalani karena saat ini saya dalam keadaan bimbang ? mengingat efek dari terapi tersebut. Saya memiliki 3 org anak yang masih kecil. Tk.
Halo Diah,
Saya bisa memahami kebimbangan anda. Memang radiasi memiliki efek samping yang tidak sedikit, tapi apa pengobat herbal bisa menjamin bahwa anda akan sembuh total dan kanker anda tidak kambuh lagi?
Saat ini dokter sudah semakin terbuka, dan mulai banyak yang mengakui bahwa tindakan operasi dapat merangsang kanker lebih aktif membelah diri. Jadi kalau dioperasi, seyogyanya memang dilanjutkan dengan kemoterapi atau radiasi. Herbal dan diet tetap harus dilanjutkan untuk mengurangi efek samping radiasi sekaligus menjaga atau mempercepat pemulihan kondisi tubuh. Hanya, jadwalnya perlu disesuaikan dengan terapi medis.
Tetap positif dan jaga semangat ya Diah, semoga cepat sembuh. Anda harus mengawal anak-anak sampai dewasa dan berkeluarga, kan?
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)