salam kenal buat semua..
bagaikan petir di siang hari.. mei 2007 papa divonis dokter di spore sakit ca paru stadium 2B. 6juni2007 dilakukan operasi pengangkatan kanker parunya di sebelah kanan sebesar ampir 2/3paru-parunya.. kemudian bln juli dilanjutkan kemoterapi sebanyak 4x lalu dilanjutan radiasi sebanyak 33x. setelah pengobatan selesai dokternya suruh kontrol bln januari2008..
tak disangka2 kankernya sudah bermetastase ke otak.. lalu dilakukan SRT (Surgeon RadioTherapy) sebanyak 5x dan minum Tarceva 150mg 1hari 1butir.. obat yang bukan main mahalnya.. per 1butir 800 ribuan, itu juga kalau kita beli di YKI.. kalau di luaran sekitar 1 juta. sepanjang tahun 2008 papa terus cek up n pet ct scan.. tak disangka di awal 2009 papa diare hebat, berlangsung selama 2 minggu. papa masuk rs 2x lalu disarankan untuk stop Tarcevanya.
tak disangka.. setelah berhenti Tarceva CEA-nya terbang drastis naik dari 12 ke 141,8.. cukup menakjubkan kenaikan CEA-nya. menurut dokter ada progressing kankernya. kita melakukan CT Paru dan MRI Brain 19 januari 2009, disana tidak menemukan hal2 yang mencurigakan… tapi yang mengherankan papa batuk2 berat dan kalau berdiri, jalan, mengedan sempoyongan.. kyk org yg kehilangan keseimbangan. lalu dokter menyarankan untuk kemotherapi ulang. akhirnya kami melakukan kemo pertama 16 feb 2009.
setelah kemo papa mulai melemah.. semua hasil lab darah rutin menurun drastis, termasuk hasil CEA-nya turun menjadi 92,8.. memang sangat kami harapkan penurunan CEA-nya.. tapi.. di samping itu papa sendiri mengalami penurunan kesadaran. lalu tgl 25 februari 2009 kami membawa papa ke rs.. diopname. pada saat masuk rs papa masih bisa bicara, bergerak, tapi keesokan harinya papa sudah semakin turun kesadarannya.. mungkin boleh dikatakan koma.
akhirnya 27 februari, sang dokter berpesan agar kami sebagai keluarga pasrah saja. soalnya menurut beliau sudah tidak ada jalan lagi. sudah tidak mungkin untuk sadar apalagi sembuh. soalnya menurut beliau sel kankernya sudah menembus batang otaknya dan hampir seluruh paru2-nya penuh dgn sel2 kanker. memang dari awal kami sudah ikhlas dan pasrah dalam mengobati papa.. dan akhirnya 1 maret 2009 pukul 15.40 wib papa meninggalkan kami semua buat selama2nya di usia yang relatif muda, 58thn. pas papa menghembuskan nafasnya.. seluruh keluarga kumpul.. mengantar kepergian papa termasuk 2 anak saya yg merupakan cucu kesayangan beliau.. selamat jalan papa.. papa sudah tenang, damai, bahagia di Surga.. di sana tempat yang paling indah, bersih… berakhir sudah perjuangan papa melawan rasa sakit dari kanker2nya… semua keluhan telah teratasi. di surga sana papa sudah sembuh total, tidak merasakan sakit apapun lagi…
selamat jalan, pa… GBU
Juliana


Cerita Sejenis:
Sudah 9 sahabat yang menanggapi
Dear Juliana….
Kami turut berduka….semoga Papa ditempatkan di surgaNya yang indah dan damai…..
Untuk Juliana & keluarga diberi ketabahan dan kekuatan yang juga indah untuk dimaknai.
Sebagai penyintas kanker, saya sarankan Juliana dan keluarga juga menjaga pola makan dan memanage psikis dengan baik. Meski kanker bukan genetik 100% tetapi kebiasaan di keluarga bisa sedikit banyak mempengaruhi berkembangnya sel kanker dengan cepat.
Dear Juliana,
Kepergian Papa tentunya membawa dukacita mendalam bagi anda sekeluarga. Tetapi di sisi lain Papa pergi menghadap Tuhan, Kekasih Yang Maha Pengasih, yang mengasihi Papa melebihi kasih Juliana sekeluarga, yang menjaga dan membahagiakan Papa melebihi seluruh penjagaan dan kebahagiaan yang Papa dapatkan selama di dunia ini. Ya, kini Papa telah tenang, tenteram, dan bahagia.
Ikhtiar total begitu panjang yang dilakukan untuk mengupayakan kesembuhan Papa tidaklah sia-sia, niscaya menjadi ibadah yang membawa kebaikan bagi Juliana sekeluarga. Amin.
Dear Juliana,
Semua jodoh, rejeki dan matinya kita rahasia Allah SWT. Aku sendiri mengalami seperti apa yang kamu alami, bulan Oktober 2008 lalu pas waktunya orang orang bertakbir di semua mesjid. Aku dan keluarga besar harus melaksanakan tahlilan karena ayahku meninggal karena penyakit kanker paru stadium 4, sebelumnya ayahku udah melakukan operasi dan hanya bertahan di kemo sebanyak 5 kali saja. Karena wktu itu ayah dbawa plg karena menunggu kemo ke 6, tapi Allah berkehendak lain Dia menjemput ayahku disaat orang-orang menggemakan takbirnya di setiap mesjid…. Padahal keesokan harinya kita akan menjemput Kemenangan kita yaitu Idul Fitri.. Tahun kemaren dan selanjutnya aku, kedua adikku dan keluarga besar melaksankan hari kemenangan tanpa ayah.. sangat sedih memang..tapi itu yang terbaik untuk ayahku..kami sekeluarga ikhlas..sangat ikhlas mengantar kepergian ayah untuk yg terakhir kalinya. Kita sama mbak julia… ayahku baru punya 1 cucu dari aku..itupun yang diharapkan selama ini yaitu anak “cowok”, karena semua anaknya perempuan. BTW ayahku umurnya 44 tahun… Thanks…
dear Juliana,
Jujur, saya sempat meneteskan air mata ketika membaca tulisan Juliana. Saya tidak bermaksud untuk membuatmu semakin sedih tetapi saya benar-benar berbelasungkawa atas derita yang begitu berat dialami oleh keluarga. Manusia hanya mampu berusaha tetapi Tuhan pula lah yang memutuskan hidup dan matinya seseorang. Saya salut dengan usaha yang Juliana lakukan untuk ayah. Hope God bless you and your family.
Be strong..
Saya mempunyai obat “Tarceva 150 mg” sebanyak 20 butir tablet, dalam bentuk 2 strips.
Kondisi obat dijamin keasliannya karena di dapat di Yayasan Kanker Indonesia, Menteng Jakarta.
Obat ini merupakan sisa yang tak sempat dikonsumsi ayah saya yang mengidap CA paru, karena
beliau telah di panggil Oleh Tuhan. Bagi yang berminat untuk membeli bisa menghubungi saya di
021-70609433 dengan Ronald.
Dear all,thanks berat atas ucapan belasungkawanya..memang benar..semua sudah diatur sama Tuhan..baik saat kelahiran,kehidupan dan kematian.semua takdir yang telah tercatat di dalam buku agendanya Tuhan buat kita semua.Kalo kita boleh memilih..memang ga enak seperti ini.ditinggal sama orang yang paling kita sayangi,dekat.apalagi orang yang membesarkan n membiayai kita sejak lahir hingga dewasa.tp itu semua berpulang kembali sama Kuasa Tuhan yang telah menentukan segalanya buat papa.kami sekeluarga besar sangat ikhlas,tabah,dan pasrah menghadapi cobaan yang paling berat ini.skr..walaupun papa telah tiada,bukan berarti segalanya berakhir..tp melainkan kita yg ditinggalkan harus tetap bertahan n melanjutkan semuanya..melanjutkan kelangsungan hidup kami..paling utama ya harus menjaga dan menguatkan mama.orang paling n super dekat dgn papa….
Ok
Thank
salam kenal…turut berdukacita yang sedalam-dalamnya…saya bisa merasakan kesedihan yang anda rasakan,saya juga pernah mengalaminya..kehilangan papa karena terserang kanker. tetap tabah ya… kalau ada waktu kunjungi blog saya di http://www.ellysurjati.blogspot.com thx
saya turut berduka cita ,kita ini waiting list semua yg dilahirkan akan meninggal jadi harus tabah masih banyak yg lebih sengsara tapi dihadapi dgn tenang dan tertawa biasa saja malah ada yg suaminya malah kabur kawin lagi toh pasiennya biasa2 aja tenang karena bergabung dgn CISC
membaca tulisan mbak, sy bisa merasakan perasaan mbak juliana…
kondisi papa saya saat ini-pun tidak jauh beda dg kondisi papa mbak kala itu
saat ini yang saya yakini adalah….apabila memang Allah berkehendak lain, kami sekeluarga ikhlas karena kami yakin itu jalan tercepat utk menuju surgaNYa
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)