Saat ini kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker dengan penderita terbanyak di Indonesia. Kanker ini jarang ditemukan pada stadium dini, kecuali jika kita rutin melakukan pap smear. Padahal seperti kita tahu, kanker jenis apa pun semakin dini diketahui akan semakin mudah diobati.
Namun, sedini apa pun, biaya pengobatan kanker tidak pernah murah. Selalu dibutuhkan uang berjuta-juta, berpuluh-puluh juta, bahkan beratus-ratus juta juta rupiah, tergantung jenis pengobatan yang dipilih. Taruhlah ada yang memilih pengobatan gratis dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas dari pemerintah, tetap saja pengobatan kanker itu mahal. Hanya, pemerintahlah yang menanggung beban biaya itu.
Sesungguhnya yang paling murah tetaplah upaya preventif. Namun, bisakah kanker dicegah? Bisa! Terutama kanker serviks yang sering juga disebut kanker mulut rahim. Ingin tahu bagaimana caranya?
Ikuti Health Talkshow yang diadakan Rotary Club Cabang Surabaya Kaliasin:
Tema : Teknologi Terkini Dalam Mencegah Kanker Mulut Rahim
Hari, tanggal : Rabu, 22 April 2009
Waktu : 09.00 – 12.00 WIB
Tempat : Ballroom A Hotel Shangri-La, Jl. Mayjend Sungkono 120, Surabaya
Narasumber : Prof. Suhatno, dr. SpOG (K) dan Prof. Suhartono, dr. SpOG (K)
Undangan bisa anda dapatkan pada dr. Maya Syahria Saleh MKes di telepon no. 0856-302-7681 atau 031-7039-1993 dengan menyumbang Rp 75.000 untuk kegiatan sosial Rotary Club. Undangan sangat terbatas. Siapa cepat, dapat. Buruan!


Cerita Sejenis:
Sudah 62 sahabat yang menanggapi
event yang sangat menarik. semoga banyak wanita yang peduli dengan kesehatan reproduksinya
Dear Mbakyu Titah….
Thx banget informasinya. Sayang, kemungkinan besar saya tidak bisa datang. Boleh sharing dikit ya….
Beberapa kali setiap saya mengajar training tentang deteksi dini kanker payudara untuk awam, banyak pertanyaan yang lari ke vaksinasi HPV.
Rupanya sering kali informasi tentang vaksinasi ini sampai kepada awam “Hanya sepenggal”
Misalnya : Tidak begitu detail untuk jenis HPV nomor berapa? Efektifkan untuk mereka yang sudah berhubungan seksual? Jangka waktu vaksin berapa lama bisa bertahan? 1 tahun? 2 tahun? 3 tahun?5 tahun? seumur hidup? apa side effect nya? Seperti halnya imunisasi yang lain, pastinya ada kekurangan dan kelebihan yang bisa kita pertimbangkan sebelum memasukkan ke tubuh kita.
Itu contoh pertanyaan yang saya sering bahas.
Mengapa ini sering dan selalu saya tanyakan? Karena sebagian besar yang mengadakan seminar seperti ini disponsori oleh “perusahaan obat” Tidak bisa dipungkiri jika mereka juga dalam rangka promosi menutupi kekurangan-kekurangan dari vaksin tersebut. Kita sebagai orang Awam harus jeli dan teliti. Tidak ada salahnya, karena vaksin ini juga mahal menurut ukuran kocek saya. Tidak hanya itu, yang terpenting adalah “INFORMASI YANG JUJUR” akan sangat bermanfaat untuk kita semua.
Terima kasih Mbakyu…..saya yakin dikau sudah punya bahan yang cukup mumpuni mengenai “vaksin HPV”
Saya hanya ingin mengingatkan agar pembaca tidak gegabah melakukan vaksinasi untuk cervic cancer. Kasus vaksinasi cancer ini sudah terlalu banyak dan dibawa di pengadilan diberbagai negara. Korban yang jatuh juga sudah banyak. Silahkan dilihat di internet.
Saya harap dan cukup yakin Rotary Club juga tidak mempromosikan vaksin ini.
Salam, Omri
@ DETEKSI
thanks.
@ Ani
Yap, saya menduga seminarnya sedikit-banyak memang akan mempromosikan vaksin itu. Justru dengan menghadirinya kita bisa secara langsung “menuntut” informasi yang jujur itu. Sekedar info, dana yang terkumpul dari seminar ini akan digunakan untuk memberikan kacamata gratis untuk seluruh anak-anak SD yang membutuhkannya di wilayah kerja Puskesmas Balongsari yang dipimpin dr. Maya (9 kelurahan, entahlah kalau diberikan juga di tempat-tempat lain. Pemeriksaan mata-nya sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu).
@ omri
Thanks telah sudi mengingatkan, Pak Omri. Rasanya memang sulit menemukan tindakan (kesehatan) yang tanpa resiko. Pilihannya bukan “aman 100% atau tidak sama sekali”, tapi seberapa manfaatnya dan seberapa resikonya. Keduanya diperbandingkan dan dipertimbangkan dengan cermat, baru kemudian diputuskan layak dilakukan atau tidak. Omong-omong, kalau Pak Omri punya opsi yang lebih baik daripada vaksinasi, bagi dong infonya…
Ibu Titah dan Ibu Ani, apa yang akan saya tuliskan disini sudah Ibu berdua ketahui, tetapi sangat mungkin perlu diketahui oleh teman2 lainnya. Karena itu saya tuliskan saja disini.
Cervical cancer vaccine yang dikenal dengan nama Gardasil dibuat oleh pabrik obat Merck. Hingga sekarang berbagai negara membawa masalah ini dalam bentuk petisi kepada pemerintah atau yang berwenang dinegaranya. Berbagai kasus medis mulai dari gangguan ringan, kelumpuhan dan kematian dilaporkan dan menjadi kasus pengadilan. Negara Spanyol baru baru ini telah menarik seluruh Gardasil dari peredaraan diseluruh negeri. Ada beberapa hal yang menjadi masalah untuk vaccine yang satu ini. Pertama, bahwa cara percobaan Gardasil yang dilakukan oleh Merck dianggap tidak mengikuti kaidah tehnik percobaan yang umum sehingga keabsahannya diragukan. Kedua, korbannya terlalu banyak. Hingga sekarang korban vaccin ini 30 kali lebih banyak dibandingkan dengan vaccin Menatra yaitu vaccin untuk meningitis yang banyak dicela para ahli. Ketiga, cara pemasarannya juga terkesan sangat kasar, dengan melibatkan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dan juga dipasarkan kepada laki2 [agar tidak tertular dari wanita]. Saya cantumkan link yang anda dapat baca mengenai beberapa artikel tentang masalah Gardasil, http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2009/02/19/Katie-Couric-Reports-on-Serious-Vaccine-Issues.aspx dan http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2002/12/11/cervical-cancer.aspx
Secara umum masyarakat harus tahu apakah vaccin itu dan bagaimana cara membuatnya. Kuman dilemahkan dan dimasukkan kedalam badan untuk membuat daya tahan tubuh [anti body]. Itu definisi sederhananya. Yang tidak sederhana adalah bagaimana kuman lemah tadi ditangkap? Caranya adalah menggunakan substansi mercury. Yang menjadi masalah adalah bahwa mercury itu carcinogenic [bahan penghasil cancer]. Sangat tragis bila mengusir cancer dengan bahan penghasil cancer. Hal penting lainnya yang perlu diketahui bahwa tidak ada garansi bahwa kuman atau virus itu cukup lemah pada waktu dimasukkan kedalam badan. Bisa saja dia malah benar2 menghasilkan cancer karena belum lemah. Hal ini terjadi di Indonesia dalam jumlah besar pada waktu vaccinasi Polio. masih ingat? Beratus ratus anak kena polio beberapa saat setelah di vaksinasi Polio, dan pemerintah lepas tangan. Sangat tragis. Pertanyaannya tentunya…. apakah pemakaian vaccine [semua vaccine] beresiko? Ya, tentu, karena semua mengandung mercury. Kapan kita bisa menganggap bahwa penggunaannya masih dapat dipertanggungjawabkan? Vaccine hanya perlu digunakan bila seseorang hidup pada lingkungan yang berisiko tinggi, dimana kemungkinan kenanya jauh melebihi risiko dampak samping vaccine tsb. Contohnya, saya tidak mengizinkan cucu saya sendiri untuk diberi vaccine apapun, karena saya tahu lingkungannya cukup bersih, tetapi untuk seorang gelandangan yang tinggal di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang misalnya, dia perlu beberapa jenis vaccine.
Hal lainnya…. dengan bermutasinya jenis2 penyakit ini, perlu diketahui secara persis, vaccine jenis apa yang anda pakai. Ibu Ani diatas sudah menyinggung hal ini. Vaccine Flu sudah beredar di Indonesia. Anda bisa saja sudah divaccine sekarang dan besoknya akan Flu berat, karena anda divaksin dengan jenis H6, dan terkena H16. Ini namanya hahaha..ha. Berapa lamanya kekebalan anda? Untuk TCD, typis, cholera dan Dysentri, sekarang katanya hanya 3 bulan saja dan kembali lagi, strein yang mana?
Kembali menjawab pertanyaan bagus dari Ibu Titah [yang sudah tau jawabnya]…. bagaimana cara pencegahannya? Tidak ada cara yang instant untuk mencegah penyakit ini[dan semua penyakit lainnya..] Masyarakat kita terbiasa dengan suguhan instant, cepat, effektif, murah, dsb.
Caranya adalah cara hidup sehat, yang berarti mengikuti pola makan sehat, cara hidup yang bersih dalam segala hal, termasuk kebersihan fisik dan fikiran. Dengan cara ini hampir 100% dapat dipastikan anda tidak akan ketularan penyakit, karena sistem kekebalan tubuh anda menjadi sangat tinggi dan prima
Salam, Omri
Dear Pak Omri….
Yang bapak sampaikan sudah seringkali saya baca. Saya juga seringkali menemui di depan mata kasus-kasus kesehatan yang serba “dilematis”. Contoh, di obati bagian perut, yang kena payudara dsb.dsb.Menyedihkan. karena apa? Mata rantai dalam hal ini sangat panjang kaitannya satu sama lain. Mulai dari diri kita sendiri. Pergi ke dokter A, jawabannya tomat, ke dokter B jawabannya jeruk. INFORMASI YANG JUJUR dan BERTANGGUNGJAWAB sangat diperlukan. Tidak ada bedanya semua jenis imunisasi dengan obat-obatan yang dipakai dalam jangka waktu panjang oleh pasien CA seperti Irresa,Tamoxifen, Zometa dan Herceptine. Image yang disebarkan ke orang awam sangat merendahkan martabat. Bersamaan dengan saya, Kakak ipar saya yang juga menderita CA Mamae, beberapa hari ini stress mati-matian karena pada saat kontrol ke dokter, dokternya menyebutkan ada obat bagus untuk pasien CA Mamae dengan HER2 + , sementara keluarga tidak mampu membeli mahalnya HERCEPTIN.Padahal kemo sudah selesai sejak 2007 dan sekarang sehat-sehat saja. Eh, lagi pusing2nya, anak gadisnya yang nganter ke rumah sakit di tawarin VAKSIN HPV dengan image “ibunya dah kena kanker, lebih baik mencegah” Saya dengan tegas bilang “TIDAK PERLU” terlalu mahal yang harus kami bayar secara psikologis melebihi harga obat itu. Please….perusahaan obat, atau siapapun yang berhubungan dengan itu, jangan jualan obat dengan nakut-nakutin orang deh. Secara psikis penderita kanker dan keluarganya sudah pusing tujuh keliling….coba pahami dengan HATI NURANI
Maaf Mbakyu Titah, komentar saya kali ini sedikit senewen. Saya sebagai orang awam sangat menyadari bahwa saya sangat tidak memahami “politik kedokteran” yang orientasinya juga saya tidak pernah tahu. Ini PR buat semua orang, khususnya buat saya dan orang-orang dekat saya. Setiap informasi yang kita terima jangan ditelan mentah-mentah. Baik itu positif ataupun negatif.
Thanks Pak Omri n Ani..
Saya pribadi tidak pernah yakin dengan situasi yang terjadi di luar diri saya. Yang saya tahu semua orang/pihak memiliki sudut pandang sendiri-sendiri, memiliki kepentingannya masing-masing, yang seringkali ternyata sangat berbeda dengan sudut pandang saya. Tidak mungkin kan semua perbedaan tersebut saya satukan dalam sebuah pendapat yang menurut saya paling benar? Karena itu, saya belajar menerima pluralitas.
Demikian juga pandangan saya mengenai vaksin HPV maupun pengobatan kanker secara luas. Bahwa vaksinasi HPV memiliki kelebihan dan kekurangan, itu benar. Bahwa di balik kampanye itu ada kepentingan-kepentingan, itu juga tidak bisa dipungkiri. Bahwa gaya hidup sehat adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit, itu benar. Tetapi bahwa menerapkan gaya hidup yang benar-benar sehat di jaman modern ini (apalagi secara massal) sangat tidak mudah, juga tidak bisa dipungkiri.
Masyarakat luas dengan segala kemajemukannya, tidak mungkin semuanya kita giring ke dalam suatu kondisi yang kita yakini paling benar (walaupun tujuan kita baik). Yang bisa kita lakukan mungkin hanya “mengawal” pilihan masing-masing sambil mengingatkan rambu-rambunya.
Terima kasih Pak Omri berkenan memberikan penyadaran-penyadaran. Saya senang Pak Omri melakukannya, karena ada terlalu banyak hal yang tidak saya ketahui. Harapan saya satu: setiap pernyataan negatif mengenai sesuatu, harap selalu diimbangi dengan pernyataan atau sudut pandang positif yang inspiratif, solutif, dan membangun optimisme. Setiap kritik seyogyanya disertai dengan solusi yang lebih baik. Karena positivisme dan optimisme itulah nafas yang ingin saya tiupkan di blog ini. Sungguh tidak mudah membangunnya, terlebih di kalangan pejuang kanker maupun keluarganya.
Buat Ani, tidak perlu senewen. Dari segenap simpang-siur informasi dan kepentingan di luar sana, ambil pilihan terbaik untuk Ani & keluarga, dan jangan pikirkan sisanya. Kalaupun mau melakukan yang terbaik bagi orang lain, mulailah dari lingkungan terkecil dulu (keluarga), perlahan meluas ke lingkungan sosial Ani, semakin meluas, dan meluas lagi. Step by step. Kalau Ani pengin melakukannya sekaligus, bisa edan Jeng…
kalau saya bilang kanker itu tidak berbahaya pada protes g ya???
he4x….
( anak baru kok koment macem-macem ya??)
memang bahaya sih, tapi itu wujud dari salahnya cara hidup kita bukan??
untuk mbak Aniroh,,,maaf sebelumnya… boleh saya tanya…..
apa sih yang ditakutkan dari kanker?????
kok kayaknya takut amat????
askum….
saya mau tanya……
apakah masturbasi dapat dikatakan hubungan seksual?
apabila setelah melakukan masturbasi, saya sering mengalami pedarahan, apakah ini gejala kanker serviks?
selain itu, saya punya masalah hormonal, saya terbiasa mengalami menstruasi yang banyak. apakah ada hubungannya dengan kanker serviks?
trimakasih
Ibu Titah, thanks dengan commentnya. Secara pribadi saya cukup senang dengan dengan sikap Ibu Titah yang sudah memberi ruang untuk semua pihak untuk memberikan informasi yang mereka punyai, tanpa Ibu Titah harus berpihak kepada suatu metoda atau faham penyembuhan tertentu. Saya menhormati sikap ini dan tidak ada yang salah dengan hal itu. Kita bersama hanya mengharapkan bahwa dengan banyaknya informasi yang ada, para penderita lebih mempunyai wawasan dan referensi untuk memutuskan apa yang terbaik untuk dirinya sendiri. Sebab pada akhirnya, dia sendiri yang harus membuat keputusan apa yang sebaiknya ia kerjakan. Tidak ada seorangpun yang mempunyai kuasa untuk memerintahkan penderita untuk melakukan ini dan itu, atau tidak semua orang juga yang “mau” bertanggung jawab atas hal ini. Saya kira ini cukup fair dan dapat dimengerti. Sebaliknya untuk orang seperti saya, dengan pengalaman yang saya lalui, yang sebenarnya sangat subjective, akan cenderung “berpihak” pada metoda tertentu yang tentunya dapat saya pertanggungjawabkan, atau juga sangat menentang beberapa cara medik tertentu dengan sangat keras, karena merasa mengerti dan sangat takut melihat akibat2 buruk yang ditimbulkannya.
Yang kita harapkan bersama dan saya yakin Ibu Ani juga akan setuju bahwa kita dan teman2 lainnya akan saling mengisi ruang2 yang ada disini. Sebahagian pihak netral dan sebahagian lagi lebih berpihak dan dengan interaksi ini kita bukan saja lebih mematangkan wawasan kita, tetapi dapat membantu teman2 untuk menyembuhkan dirinya. Dan saya percaya, inilah hasil akhir yang kita tuju. Lebih banyak penderita yang menyembuhkan dirinya. Semoga…
Salam, Omri
@Pemudabiasa, saya hanya ingin memberi komentar pada tanggapan anda….
Saya sarankan anda untuk membaca sejumlah artikel di blog ini, membaca komentar yang masuk dan kemudian menyimpulkan sendiri terlebih dahulu, apakah blog ini warnanya merah atau biru atau kuning…, sebelum anda ikut terjun didalamnya dan memberi komentar yang agar sukar dimengerti oleh orang seperti saya.
Tolong saran saya dilakukan…..
@ pemudabiasa
bagus lo kalo kamu bisa tidak takut pada kanker, tapi sebaiknya juga jangan menganggap enteng. apa persisnya penyebab kanker sampai sekarang belum diketahui, sifatnya baru menduga sana-sini, alhasil pengobatannya juga dengan mencoba-coba berbagai cara pengobatan, tanpa ada yang berani menjamin keberhasilannya.
banyak yang berpendapat kanker disebabkan kesalahan gaya hidup, tapi itu pun belum tentu. buktinya tidak sedikit bayi-bayi baru lahir, yang baru berumur beberapa bulan, sudah mengidap kanker. apa yang salah dengan gaya hidup bayi yang baru lahir?
@ aini
sorry saya tidak ingin membahas tentang definisi masturbasi di sini, tapi perdarahan yang tidak wajar itu perlu mendapat perhatian. mungkin cara masturbasinya yang “salah” sampai terjadi perdarahan atau …ya… siapa tahu memang gejala kanker serviks. begitu juga dengan menstruasi yang banyak perlu dicari penyebab dan solusinya. aini sudah pap smear belum?
@ omri
Setuju Pak Omri. Memang itu tujuan diadakannya blog ini, agar kita bisa saling belajar, saling mengisi, saling berbagi informasi, saling mendukung, agar masing-masing dapat memutuskan dan melakukan hal yang terbaik bagi dirinya. Terima kasih, dan salam…
saya mau tanya..sebenarnya gejala kanker seviks ini seperti apa??
soalnya skarang2 ini setiap menjelang datang bulan, saya selalu sakit di perut bagian bawah, dan kadang-kadang vagina saya terasa sakit. apa mungkin itu termasuk gejala penyakit kanker serviks??..saya takut banget, apalagi usia saya masih muda..masih 20 tahun..dan rasa sakit saya itu kurang lebih sudah saya rasakan selama 3 tahun, dari saya masih duduk di bangku SMA.
Hai Hana, kanker serviks stadium dini hadir tanpa gejala sama sekali. Saat gejala mulai muncul, biasanya stadiumnya sudah cukup lanjut (II ke atas). Gejalanya berupa perdarahan, baik perdarahan spontan (vlek-vlek) di luar masa menstruasi, menstruasi berkepanjangan, atau perdarahan pasca hubungan seksual.
Kalau melihat umur kamu yang masih 20 tahun, sepertinya kecil kemungkinannya kena kanker serviks. Keluhanmu itu mungkin pre-menstrual syndrome (sindroma menjelang haid) aja, coba konsultasi ke dokter kandungan ya…
hmm…
apa penyebab dari timbulnya kanker payudara pada remaja?
Kebiasaan hidup yang kurang sehat……
tidak mengganti bra yang sudah kotor.
memakai bra yang terlalu kecil
Dear All….
Seru ya…diskusi di blog ini……ha-ha-ha
@ Mbakyu Titah…..
Thanks untuk kesempatan yang sangat panjang yang telah diberikan Mbakyu sama saya. Saya memilih blog ini sebagi tempat berbagi (sebelumnya sudah jalan-jalan ke blog yang lain ha-ha-ha)karena blog ini “menerima” perbedaan dengan koridor-koridor yang cukup bisa saya fahami. Salut.
Dulu sempat terlintas untuk membuat blog sendiri, tapi rasanya Tuhan memang menentukan jalan saya untuk “melayani” di tempat yang berbeda.
Terima kasih yang tulus dari hati, atas banyaknya informasi yang saya dapat melalui rumahkanker, atas kesempatan yang luar biasa dan kepercayaan yang diberikan mbakyu sama saya (seingatku tidak ada satupun komentar saya di blog ini yang di sensor ha-ha-ha thx). Saya yakin, ada hadiah “surga” untukmu mbakyu….amin.
@Pak Omri
Thanks untuk masukan yang (bagi sebagian orang mungkin provokasi ha-ha-ha). Tapi jika dipandang dan disikapi dengan bijaksana tentunya setiap orang akan mampu menilai dengan kacamata nurani. Ini tidak mudah dan berjalannya waktu insya Allah orang akan sampai pada tingkat pemahaman dan kesadaran tertentu.
@ Pemudabiasa
Maaf, jika anda menilai saya ketakutan, apakah tidak sebaliknya? Identitas pribadi yang disembunyikan adalah salah satu apresiasi seorang “penakut”?
Saya sependapat dengan pak Omri,sebaiknya tolong membaca minimal 10% dari artikel dan komentar yang ada di blog ini agar anda bisa memahami setidaknya BEREMPATI terhadap teman-teman (khususnya orang awam seperti saya) bagaimana berhadapan dengan kanker dan orang-orang yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Jika anda merasa mampu mengubah paradigma di masyarakat bahwa “kanker tidak berbahaya”, saya pribadi ingin melihat kontribusi anda dalam bidang “kanker” seperti apa? Insya Allah saya orang yang bisa menerima perbedaan pendapat termasuk pendapat anda “kanker tidak berbahaya”. Apa solusi yang anda tawarkan? Agar teman-teman tidak “tersesat” dalam menenjemahkannya.Thx
@ iyay
saat ini memang mulai ada remaja yang menderita kanker payudara, walau jumlahnya masih sangat sedikit. secara umum faktor-faktor yang meningkatkan resiko kanker payudara antara lain: (1) adanya gen keturunan penderita kanker payudara, (2) menstruasi dini, (3) kegemukan, (4) terlalu banyak mengkonsumsi protein hewani, (5) terlalu banyak mengkonsumsi lemak, (6) merokok aktif/pasif, (7) mengkonsumsi alkohol.
sekalipun begitu tetap belum ada yang bisa memastikan kenapa seseorang bisa kena kanker payudara padahal yang lain tidak…
wah, sepertinya saya agak terlambat mengetahui blog ini.
saya mau tanya kpd moderator atau rekan2 skalian, saat ini marak dikampanyekan pencegahan kanker serviks, juga disarankan untuk menghubungi tempat pelayanan kesehatan terdekat, pertanyaan saya adalah apakah ada tempat (RS) tertentu yg sudah ditunjuk sbg tempat pelayanan kesehatan spt yg dimaksud oleh iklan2 tersebut? saya pribadi, memiliki riwayat keluarga yg menderita kanker (ayah saya terkena kanker prostat pd thn 2005, dan saya sendiri sering mengalami menstruasi yang ‘berbeda’ dengan wanita pada umumnya. kebetulan juga, pekerjaan saya banyak berhubungan dengan bahan2 kimia yang karsinogenik. sehingga sempat terlintas di pikiran saya, bahwa peluang saya terkena kanker (serviks) sangat besar. sudah lama saya ingin memeriksakan diri, namun saya bingung harus kemana, paling tidak kalau ke rumah sakit saya harus daftar di bagian apa? mohon direkomendasikan tempat pemeriksaan kanker serviks yang mudah dengan harga terjangkau. karena saya berpikir, kalaupun saya terkena kanker, pasti akan lebih mudah diobati jika diketahui dari awal. oya, saya berusia 28 tahun dan belum pernah berhubungan seksual.
terimakasih.
dear siti,
saya belum tahu apa memang sudah ada rumah sakit yang secara khusus ditunjuk untuk melayani vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks. saya menduga, karena harga vaksinnya masih mahal (sekitar Rp 1,3 juta sekali suntik, perlu 3 kali suntik dalam waktu 6 bulan) upaya pencegahan ini belum menjadi program pemerintah. vaksinasinya sendiri sekarang banyak ditawarkan di berbagai klinik dan rumah sakit, khususnya yang menangani kanker, kandungan (termasuk praktek swasta dokter2 ahli kandungan), bahkan juga dokter anak.
bagus sekali siti punya kesadaran/keinginan untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan kanker serviks. untuk mendeteksi adanya kanker serviks atau tidak, siti bisa datang ke pusat-pusat deteksi dini kanker atau ke laboratorium2 besar. pemeriksaan papsmear ditawarkan dalam kisaran harga rp 50-300 ribu (tergantung metodenya), yang lebih murah dan mudah lagi adalah IVA (inspeksi visual asam asetat). dengan metode IVA, kalau ditemukan kelainan bahkan bisa langsung diterapi, lho.
Dear all,
Ketika melihat sebuah iklan yang mengatakan bahwa kanker serviks dapat menyerang wanita dalam usia muda sekalipun. saya sempat bertanya dalam hati, apa sebenarnya kanker serviks itu? Cukup menakutkan menurut saya.
Sebelumnya saya sempat divonis menderita tumor jinak pada payudara (kemudian saya melakukan operasi), tapi jelas saja saya masih ketakutan untuk kemunculan penyakit ini untuk kedua kalinya.
Sebenarnya saya mempunyai riwayat yang menderita kanker payudara ( nenek saya meninggal setahun kemudian setelah mengetahui ada benjolan kecil seperti jerawat pada payudaranya ). Ibu saya pun seorang anak tunggal. Dan saya sedikit tahu bahwa kanker bersifat turunan, dalam keluarga inti, saya yang menderita demikian.
Melihat informasi tentang kanker serviks, saya sangat prihatin terhadap wanita yang menderita penyakit menakutkan ini. Tidak terkhusus pada kanker serviks saja tetapi untuk semua kanker yang memungkinkan wanita untuk menjadi korban utamanya.
oya, saya ingin tanyakan
Apakah saya kemungkinan dapat mengidap kanker serviks? (berdasarkan info) umur saya 20 thn, dan belum pernah melakukan hubungan seksual.
Apakah penggunaan bahan pembersih untuk daerah kewanitaan dapat memungkinkan menjadi penyebab kanker serviks?
Apakah kanker serviks dapat pula dikatakan kanker ovarium?
Terima kasih.
Dear Yulan,
Pertama2 Yulan mesti sadar bahwa iklan yang Yulan tonton itu adalah iklan komersial oleh produsen vaksin HPV. HPV tipe tertentu memang bisa menyebabkan kanker serviks. Nah, sudah pasti sang pengiklan berusaha menggiring penontonnya untuk menggunakan produknya kan? Salah satunya dengan sedikit menakut-nakuti bahwa wanita muda bisa terkena kanker serviks. Kenyataannya sangat langka wanita muda, apalagi belum melakukan aktivitas seksual, yang terkena kanker serviks.
Memang infeksi HPV sering terjadi tanpa kita menyadarinya. Dan sebagaimana infeksi2 virus lainnya, virus HPV yang berusaha menginfeksi kita akan segera dimusnahkan oleh tubuh kita sendiri kalau sistem kekebalan tubuh kita baik. Tapi kalau sistem kekebalan tubuh kita jelek, kemungkinan infeksi akan berlanjut. Jadi poin pentingnya: mari tingkatkan sistem kekebalan tubuh kita dengan pola hidup yang baik.
Kalau dikatakan kanker bersifat menurun, mungkin ada benarnya, tapi kemungkinannya tidak lebih dari 10% kok. Faktor lain yang masih ada hubungannya dengan keluarga, selain terwarisinya gen adalah terwarisinya pola hidup dan lingkungan hidup yang sama. Kalau pola hidup dan lingkungan hidup yang diwarisi “salah”, kemudian kena kanker, kesannya kankernya yang menurun. Padahal belum tentu.
So, perbaiki pola hidup, pola makan, jangan takut, jangan stres, rajin olahraga, tidur cukup, banyak berdoa, banyak berbuat baik (hehe… nyinyir ya…) insya Allah segala penyakit jauh dari Yulan. Oh ya, saya tidak tau pembersih apa yang Yulan pakai, katanya sih sebaiknya membersihkan vagina pakai air bersih aja, gak usah pakai pembersih macam2. Nanti pH vagina terganggu, bikin kuman2 dan virus mudah menginfeksi.
Terus, kanker serviks itu tidak sama dengan kanker ovarium. Kanker serviks menyerang leher rahim (di bawah rahim) sedang kanker ovarium menyerang indung telur (di samping atas rahim). Penyebabnya juga berbeda.
bak apakah pembengkakan pada bibir vagina dapat dikatakan kanker servik ato rahim
enggaklah april, serviks dan rahim itu letaknya jauh di dalam, bukan di bibir vagina.
mba..,bagaimana sih virus HPV bisa masuk ke tubuh manusia dan mengakibatkan kanker serviks. saya sudah punya anak 2, konsul sama suami untuk papsmear. kt suami ga perlu, krn di tempat saya blm ada dokter obsgin yg perempuan, yakin bhw pola hidup kami bersih n memang tidak ada keluhan dg reproduksi saya.yang sebaiknya bgmn ya? terima kasih banyak.
dear ummuhilmy,
periksa papsmear gak perlu ke dokter obsgyn, sekarang hampir semua lab dan rumah sakit bersalin menyediakannya, dan hampir bisa dipastikan pemeriksaan dilakukan oleh tenaga wanita.
HPV menyerang tanpa gejala, jadi tidak adanya keluhan tidak bisa dijadikan ukuran anda bebas dari HPV. justru di situ perlunya papsmear. karena kalau sampai muncul keluhan, seandainya penyebabnya kanker itu berarti stadiumnya sudah lanjut. lebih detail tentang bagaimana HPV menyerang, baca di rumahkanker.com ya.
saya mau tau bagaimana cara menyembuhkan bila seseorng sudah terkena kangker trsebut,,???
jujur saya khawatir dengan adanya kanker ini
dan tolong kasih saya solusinya agar saya bisa mencegah sedini mungkin apa dengan bergonta ganti pasangan itu berpengaruh???
sedangkan pacaran ala anak muda sekarang sudah
tergolong berani????
beri saya solusinya
thx
mungkin dgn ada nya ne,,,, semua cewe” tw nd menjaga agar tidak terkena penyakit mematikan ne,,,,
krena kanker serviks dpt mengakibatkan kematian nd ne bkan masalh umur . mw u msh muda ampe u udah pun u bisa kena,,,,
mulai sekrang utamakan kesehatan,,,,
saya ingin melalukan vaksin HPV, daerah jaksel di rumah sakit apa ya?thanks
@ irma
irma, sorry, saya tidak bisa menjelaskan cara penyembuhan kanker dengan satu atau beberapa paragraf saja. banyak2 aja irma baca artikel2 di rumahkanker.com dan juga di blog ini, dari situ irma akan dapat gambarannya.
sudah tentu bergonta-ganti pasangan sangat meningkatkan resiko, ir! untuk mencegahnya, jaga kondisi tubuh sebaik-baiknya dengan pola hidup dan pola makan yang benar, serta taati norma-norma agama dengan sebaik-baiknya.
@ mnd
betul….
@ arifah
vaksin HPV sekarang banyak dijual di mana-mana, kalau di rumah sakit coba tanyakan ke poli anak atau poli kandungan. dokter-dokter swasta juga sudah banyak yang menawarkan kok…
kalo mau tau beda antara vaksin kanker serviks, liat di http://www.nature.com/bjc/journal/v98/n1/pdf/6604146a.pdf
Semoga menambah pengetahuan kita semua
Salam kenal, blogwalking….
saya mau tanya kanker yang saya derita ko kambuh waktu akhir bulan saja yah ???? hehehehe
salam kenal…
15th yg lalu ibuku mendirita ca servix stadium 3, udah diradiasi dkk. sampai akhrny kondisi membaik. tp 5th terakhr ni ibuku ga mau kontrol…
kira2 1bln terakhr ni klo BAK keluar darahnya, btk cairan n gumpalan, seperti menst
apakah tanda n gejala spt itu menandakan kambuhny ca servix? (hsl usg di ginjal n saluran kemih baek2 aja tdk ada kelain ato batunya)
salam kenal
saya mau tanya, di artikel ditulis bahwa HPV bisa menyebabkan gangguan di mulut, apakah ada yang bisa memberi info lebih tentang gangguan di mulut tersebut. apakah ada yang mengalami HPV di mulut?, gejalanya apa, dan bagaimana cara penyembuhannya?. trus kalo udah kena HPV, apakah bisa sembuh dengan cara di vaksin? trims semuanya.
salam kenal:)
dri artikel2 yang saya baca, ada artikel yang menyatakan bahwa pendarahan di rahim. nah belum lama ini saya mengalami hal tersebut?apa perlu segera di cek? karena ga ada gejala2 yng saya rasakan, sakit nyeri, atau hal yang lain.
kalua di cek, test apa yang paling tepat untuk saya yang belum berkeluarga.????
@ tuti
keluar darah waktu BAK tentu tidak normal tut. kalau memang sudah di-USG dan tidak menemukan ketidaknormalan, coba aja kontrol ke dokter ahli onkologi, atau paling tidak ke dokter ahli kebidanan. semoga masalahnya cepat teratasi. salam buat ibu, ya…
@ misya
secara teori HPV bisa menyerang mulut, karena HPV tipe tertentu memang hidup di selaput2 lendir. kalo udah kena… menurut saya divaksin malah bisa memperparah, kan sama aja ditambahin virusnya tuh? lebih baik jaga kondisi tubuh sebaik-baiknya, dan biarkan tubuh kita sendiri yang menumpas virus itu.
@ nin
apa yang dimaksud dengan pendarahan di rahim, nin? bagaimana kamu tahu kamu mengalaminya, kalau tidak ada gejala yang dirasakan? untuk menceknya, coba datang ke dokter ahli kebidanan & kandungan, ya…
salam kenal..:)saya ibu rmh tgg, umur 31 th .
nyesel deh ketemu blog ini baru aja.., lht komen2nya seru jg, palagi soal kanker serviks. Mo nanya jg, di komen Mbak Titah menyebutkan “Gejalanya berupa perdarahan, baik perdarahan spontan (vlek-vlek) di luar masa menstruasi, menstruasi berkepanjangan, atau perdarahan pasca hubungan seksual”. Beberapa minggu ini, menst saya bener2 tdk teratur [jeda waktu cuma 1 minggu]. Apakah ini gejala dari kanker serviks ? Terus terang, saya bener2 awam masalah kanker ini dan jd takut [parno ya..] Memang ada niatan untk papsmer, tp saya pengin tau jg komen dari yg lainnya.
Terima kasih.
salam kenal, nawang,
menstruasi tidak teratur gak selalu berarti kanker serviks wang, bisa juga karena stress, sakit, kecapekan, yang berakibat pada gangguan hormonal. untuk lebih jelasnya sebaiknya nawang periksa ke dokter kandungan, sekalian minta pap smear.
permisi…mo tanya2 nih boleh kan?aku ibu rumah tangga punya anak 1 umur 29,aku lagi bingung ceritanya sdh 2 bulan ini aku ngerasa haidku bermasalah setiap selesai haid dan aku berhubungan dg suami paginya keluar flek padahal masa haidku sdh lewat,aku pernah baca kalau haid tdk teratur bisa jadi ssalah satu gejala serviks.yg mo aku tanyain apakah yg aku alamin ini adl gejala serviks?apa yg harus aku lakukan supaya haidku normal lagi?aku takut bgt nih…makasih atas jawabannya
halo jiee,
coba periksa papsmear dulu ya… trus hasilnya dikonsultasikan ke dokter kandungan biar ketahuan lebih jelas masalahnya, dan tahu juga bagaimana mengatasinya.
Saya mau tanya,vaksinasi utk pencegahan kanker seviks bisa dilakukan maksimum pada usia berapa.Seandainya yang bersangkutan berusia 39 thn dan belum pernah melakukan hubungan seksual, apakah masih bisa dilakukan vaksinasi pencegahan tersebut. Tks utk jawabannya.
Dear Carol,
Vaksinasi kanker serviks bisa diberikan sampai usia 55 tahun, terutama kepada wanita yang belum pernah berhubungan seksual. Dengan sendirinya, usia 39 tahun masih bisa. Silakan menghubungi dokter SpOG atau lab-lab besar di kota anda.
Hai, Titah. Thanks infonya. Lagi mempertimbangkan untuk vaksinasi HPV. Cuma kalo liat artikel yang ada di http://www.mercola.com tentang efek samping vaksin HPV, jadi ragu2.
@Carol, peringatan yang sama juga diberikan oleh ahli2 lainnya. Secara umum vaccin selalu berrisiko, namun khusus HPV tingkat side effectnya memang sangat tinggi dan fatal. Alternativenya adalah hidup dengan sehat, menjaga lingkungan rumah, kamar, air, udar yang sehat dan makan makanan sehat dan perilaku yang sehat(termasuk kehidupan seksual yang sehat).
Salam, Omri
Dear Pak Omri,
Thanks a lot for the info. Biar bagaimanapun, gaya hidup sehat adalah pencegahan yang lebih baik dari vaksinasi.
Rgds,
Carol
sekedar informasi, kalu sudah berhubungan keluar darah itu sudah pasti harus pap smear karena memenag kenyataannya sudah terinfeksi virus HPV
Rina,
Maaf saya koreksi sedikit, tidak semua yang berhubungan dengan pendarahan di vagina kaitannya dengan inveksi virus HPV. Sebagian mungkin iya, tapi sebagian yang lainnya belum tentu, terima kasih.
kallu kita terkena kanker serviks
hal apa yag pertama kali kita rasakan????
dear ppeo,
kanker serviks stadium dini biasanya hadir tanpa gejala, sehingga tidak diketahui oleh “pemiliknya” yang tidak pernah periksa papsmear/IVA/kolposkopi. kalau penyakit semakin berkembang, gejala yang muncul antara lain berupa vlek-vlek/perdarahan di luar menstruasi, perdarahan pasca sanggama, keputihan yang berbau menyengat, keluarya lendir berwarna abnormal dari vagina (hijau, biru, kuning, merah, dll), nyeri perut bagian bawah, dan sebagainya.
dear mba yg disana .
aku pengen tanya.
1.adakah pengobatan yg dapat mendeteksi penyakit kanker serviks ni selain papsmear ?
karna saya msh berumur 19 thn.
saya tdk mw tes kl tes tsb mengharuskan memasukan alat kdlm vagina kita.
2.baru ini saya mengalami keputihan brwarna merah gt. saya tdk tau ini karena apa. tapi hal ini terjadi setelah 3 hari masa haid saya berakhir ? atau karena wktu kamis kemarin aku cape bgt. aku ketiduran dan lupa membersihkan badan sampai aku lp jg gnti celana dalam.
apakah tu jg berpengaruh ?
3.aku mau tanya berapa ya harga kalo kita mau papsmear ?
aku sangat takut mba.
mohon bantuanya ya mba/mas ?
makasih
dear aynk,
untuk kanker serviks setahuku metode deteksinya memang papsmear atau IVA, yang keduanya mengharuskan memasukkan alat ke dalam vagina. kalau kamu belum pernah melakukan aktivitas seksual sih, sebetulnya belum perlu paptest atau IVA. tapi kalau emang ada indikasi lain (keputihan yg berwarna merah), ada baiknya kamu konsultasi ke dokter kandungan. jangan takut dulu, mungkin aja itu sisa darah mens. ya?
papsmear yang konvensional (akurasinya sekitar 70%) biayanya sekitar Rp 100 ribu, kalau mau yang lebih akurat (90%) pakai papsmear LC Prep, biayanya sekitar Rp 300 ribu.
kpan c adda talkshow d balikpapan tentang kanker serviks khusus buat cewe2 SMA…
kita kan juga mau tahu lebih banyak tentang penyakit yg bisa bnuh kita dgn perlahan niii….
sy mo tnya, stlh sy membaca diakusi dr awal dan akhir, sbenarnya seberapa pentingnya kita melakukan terapi papsmear atau IVA tdi ya? krn kalo toh sdh terdeteksi infeksi virus, bknnya tdi disarankan untuk hidup sehat dgn pola mkn yg sht dan taat trhdp norma2 agama. artinya ya udah sj mski keluar darah dr vagina diluar kebiasaan menstruasi toh intinya harus jaga kebersihan daripad periksa nnti malah ditawarin vaksin atau pengobatan yg lainnya. Sy kasihan sj sm org yg hdpnya pas2an. masa sih harus dizalimi terus2an dgn pengobatan yg mengeluarkan biaya, yg dia sendiri utk mkn aj susah.mhn penjelasannya.
@ rosanta bunga sianipar
ros, kamu bisa bikin kepanitiaan kecil dengan teman2, lalu undang dokter onkologi kandungan di kotamu untuk talkshow di sekolahmu, asyik kan? atau kamu mau sediakan tiket surabaya-balikpapan pp untuk aku sharing di sekolahmu?
@ Afra
Papsmear & IVA sangat penting untuk mendeteksi secara dini ada-tidaknya kanker serviks. Karena kalau terdeteksi pada stadium pra kanker, atau kanker stadium 0-1, dengan pengobatan yang tepat tingkat kesembuhannya boleh dibilang 100%. Pada kanker stadium 2 kesempatan sembuhnya sudah berkurang cukup banyak, apalagi kalau baru diketahui pada stadium 3 atau 4.
Kalau tidak dilakukan papsmear atau IVA, kanker serviks sampai stadium 2 tidak ada gejala apa pun yg muncul… jadi kecil kemungkinannya ketahuan. Lha kalau baru ketahuan di stadium 3-4 di mana mulai muncul gejala perdarahan, keputihan, dll, dan pengobatannya semakin sulit, semakin butuh banyak biaya, serta kemungkinan sembuhnya semakin kecil, apa tidak lebih kasihan tuh? So, tolong berfikir positif dan jangan terlalu berprasangka, ya.
saya ibu rumah tangga usis 43 tahun, saya sudah di vaksin serviks 3 kali,vaksin pertama bulan november 2009, kedua bln desember 2009, yg ketiga seharusnya bulan juni 2010….karena kelalaian bulan januar1 2010 sudah vaksin lagi, yg saya tanyakan apa efeknya bagi tubuh saya???
Dear Mbak Sekar,
Pada dasarnya vaksin adalah kuman/virus yg dilemahkan untuk memancing tubuh membentuk kekebalan. Vaksinasi berseri perlu dilakukan tepat jadwal. Kalau telat… kekebalan yang mulai terbentuk akan hilang kembali, berarti vaksinasi sebelumnya sia-sia. Kalau terlalu cepat, hmm… apa efeknya ya? Saya tidak tahu pasti, tapi perlu diwaspadai kalau2 akumulasi virus yg disuntikkan menjadi cukup banyak/kuat untuk menginfeksi tubuh. Meleset dari tujuan semula dong?! Untuk mencegahnya, jaga daya tahan tubuh tetap prima (olahraga, cukup tidur, cukup makanan bergizi, banyak konsumsi buah segar). Sebaiknya ditanyakan dokter saja tentang kemungkinan efeknya. Jangan lupa rutin papsmear test ya…
dear mba yang baik,
saya berumur 26 tahun belum menikah,namun sudah pernah berhubungan.
akhir2 ini setelah diawal setelah berhubungan sering keluar bercak darah, namun tidak banyak.
mens ku juga sering tidak teratur, namun kata dokter kandungan,itu karena aku stress dan terlalu gemuk.
dengan kedua gejala diatas, apakah saya terkena kanker serviks? karena menurut beberapa sumber, pendarahan pasca senggama adalah gejala kanker serviks.
bulan januari, saya ikut program vaksin kanker serviks. suntikan pertama di bulan januari 2010.
mba, bantu aku jawab pertanyaan ku ya:
1. apakah aku terkena kanker serviks? karena ada bercak darah setelah berhubungan?
2. perlukah aku pap smear? kapan waktu terbaik untuk melakukannya? perlu puasa juga ga yah?
3. kalau vaksin dengan gardasil, apakah menjamin terhindar dari kanker serviks ya mba?
mohon dijelasin ya mba
Dear Sylvia,
Perdarahan pasca senggama bisa menjadi salah satu gejala kanker serviks, tapi tidak selalu. Untuk memastikan apa penyebab perdarahan itu, sebaiknya kamu periksa IVA atau papsmear dulu. Waktu yang ideal untuk periksa papsmear adalah seminggu atau dua minggu sesudah berakhirnya menstruasi. Ga perlu puasa kok… Mestinya sebelum suntik vaksin Sylvia periksa papsmear dulu… kan sudah ada gejala perdarahan? Tapi udah terlanjur, gapapa… segera papsmear sebelum suntik vaksin kedua yah. Kalau ternyata hasilnya ada gejala yang mengarah ke kanker, suntik vaksinnya jangan diteruskan ya say.
Gardasil dapat mencegah infeksi 4 tipe HPV (6,11,16,18), tapi itu pun masa aktifnya terbatas lho (kurang-lebih 52 bulan). Apa menjamin? Belum tentu. Gaya hidup yang benar-benar sehat lebih menjamin tercegahnya kanker daripada sekedar suntikan vaksin.
salam kenal semuanya….
sejujurnya saya jadi bingung stlh baca pendapat teman-teman semua, bingung mau jadi ikutan vaksin atau gak perlu ya??
1 tahun lalu saya pernah general ceck up termasuk papsmear, Alhamdulillah gak ada gejala kanker, tapi memang dokter memperkenalkan bahwa ada vaksin utk mencegah kanker serviks, tp krn wkt itu sy berencana hamil, jdnya dokter menyarankan nanti aja stlh melahirkan.
sbnrnya merk, model atau metode dari vaksin pencegah kanker itu ada brp ya?dan apa yg hrs sy tanyakan ke dokter sebelumnya kalau2 seandanya sy jadi melakukan vaksin itu.
o ya, apakan benar vaksin ini aman untuk ibu menyusui?
kalau di indonesia sendiri apa sudah banyak kasus yg menyertai dari pemberian vaksin ini?
kalau seusia 16 thun apha bsa terkena penyakit kanker serviks…..???
@ wimala
kalau memang hasil papsmear bagus, mending vaksinasinya ditunda sampai selesai hamil & menyusui saja deh. gak mendesak kok. untuk mencegah penularan HPV, hidup sehat dengan menjaga daya tahan tubuh sebaik-baiknya justru lebih bagus daripada vaksinasi.
@ disca
bisa, kalau kamu sudah melakukan hubungan seks…
Sekedar informasi, pengalaman berikut mungkin bisa membuat anda penderita kanker, khususnya kanker serviks, dapat berjuang melawan penyakit yang sedang anda hadapi untuk menuju ke tahap kesembuhan.
http://www.cancerhelps.co.id/Kanker-Servik/
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)