Salam,
Dear all,
Pada 3 bulan yang lalu bapak saya mengeluh karena susah menelan, lalu berkonsultasi pada dokter yang mengatakan bahwa ada gigi yang menyebabkan tenggorokannya sakit sehingga harus dicabut, tetapi masih tidak berpengaruh. Dan bapak saya ke dokter lagi dan di beri obat ternyata juga tidak berhasil. Beberapa hari kemudian bapak saya mulai lemah dan susah makan, lalu segeralah dibawa kerumah sakit untuk di rawat inap. Disana setelah dironsen dokter mengatakan ada flek pada paru bapak saya. Setelah seminggu rawat inap bapak saya minta agar rawat jalan saja. Hingga beberapa 1 bulan lebih tidak kunjung ada perubahan yang terjadi malah bapak saya semakin kurus karena tidak nafsu makan dan susah tidur karena nyeri yang membuat menderita bapak saya.
Akhirnya memutus rawat inap kembali kerumah sakit dan setelah ct scan dan biopsi bapak saya dinyatakan kanker paru-paru stadium 4 dan ganas. Sudah hampir 2 minggu ini bapak saya tidak bisa menelan makanan atau minum jadi harus lewat selang, setiap bergerak terasa cape. Dokter mengatakan bahwa kanker paru itu telah menjalar menutupi leher dan dinyatakan tidak bisa lagi digunakan untuk menelan serta telah kebagian lever, meski mulai naik berat badannya tetapi masih lemah untuk bergerak. Dokter tidak berani untuk mengambil langkah kemoterapi atau pengobatan lain karena kondisinya lemah jadi yang diberikan hanya antibiotik.
Sampai saat ini bapak saya masih di rumah sakit, dan nantinya akan dibawa untuk dirawat dirumah saja. Terus terang saya bingung harus berbuat apa untuk kesembuhan bapak saya, karena kami hanya bertiga jadi cuma saya sendiri yang diandalkan sedangkan ibu saya tidak terlalu sehat sebab pernah dioperasi karena vertigo. Semua memang sudah saya serahkan pada Tuhan yang menghendaki semua ini. Jadi saya mohon mungkin ada jalan keluar untuk kesembuhan bapak saya, semoga bisa memberi masukan langkah yang harus saya lakukan dan obat yang bisa menjadi alternatif bagi bapak saya menuju kesembuhan?
Amin.
Terima kasih atas perhatian teman-teman sekalian
Yuri Setiawan

Cerita Sejenis:
Sudah 35 sahabat yang menanggapi
Dear Yuri,
Cerita anda membuat saya kehilangan kata-kata dan termenung sangatt lama. Apa yang saya lakukan seandainya saya ada di posisi Yuri? Kanker stadium lanjut seperti bapak menempatkan kita pada posisi yang sangat dilematis. Di satu sisi kita mengharap kesembuhan, di sisi lain kondisi yang sudah lemah menyulitkan masuknya obat-obatan.
Di luar sana banyak klinik pengobatan alternatif, banyak juga perorangan yang menawarkan berbagai suplemen yang dikatakan manjur sebagai obat alternatif kanker, tetapi untuk kondisi seperti bapak saya kira statusnya sebatas coba-coba, tidak ada yang bisa menjamin keberhasilannya. Saya punya satu masukan tapi tidak ingin menyebutnya di sini (karena saya tidak dalam posisi berpromosi), nanti saja saya sampaikan via email.
Bagaimana pun kesembuhan itu mutlak milik Allah, Dia memiliki hak prerogratif untuk memberikan atau tidak memberikannya kepada seseorang. Saya berdoa semoga Allah memberikan kesembuhan kepada Bapak –entah bagaimana caranya– tapi bagaimana kalau tidak?
Maaf saya terpaksa menyinggung hal ini, Yuri, semata-mata karena panggilan rasa sayang saya kepada bapak anda. Bagaimana pun kita mesti realistis juga, kan? Jadi di samping terus berikhtiar mencari kesembuhan, sebaiknya Yuri juga mempersiapkan bapak untuk kemungkinan yang lain, yakni menghadap Sang Pencipta. Secara halus dan persuasif kondisi mental & spiritual bapak dibangun sedemikian rupa, sehingga bapak benar-benar siap jika saatnya tiba. Tanyakan juga pada bapak kalau-kalau masih ada persoalan yang mesti diselesaikan (harapan, keinginan, persoalan bisnis, utang-piutang, dll). Yang kita harapkan dari persiapan ini adalah akhir yang baik dari kehidupan dunia ini, serta kehidupan akhirat yang baik pula (khusnul khatimah). Percaya tidak, Yuri, ketika dokter telah “angkat tangan”, tante saya ternyata malah sembuh ketika dia bersiap-siap untuk menghadap Tuhan (baca di sini).
Tolong disampaikan salam saya pada bapak, ya. Saya mengharap kebaikan yang terbaik bagi beliau. Salam.
Dear Yuri Setiawan,
Turut prihatin atas kesehatan Bapak Yuri. Saya merasa senasib karena mendiang Ibu saya juga mengidap kanker paru pada stadium lanjut. Seluruh paru kirinya dipenuhi cairan hingga menyebabkan sesak nafas. Pada kondisi Ibu saya itu, perawatan yang dapat dilakukan hanya untuk meringankan pasien, dengan membuat saluran dengan selang untuk mengeluarkan cairan dari parunya agar beliau bisa bernafas. Bahkan sayapun menderita kanker paru stadium IV, untungnya cepat diketahui sehingga saya sempat menjalani radiotherapi dan chemotherapi pada tahun 2007 yang lalu. Jika Yuri ada waktu untuk membaca berbagai artikel di blog ini, banyak kok cara pengobatan alternatif yang dapat dicoba. Semoga dapat membawa kesembuhan Bapak, Amin, Salam
Ah…. lagi-lagi saya kagum dengan jawaban mbak Titah.
Saya baru-2 ini saja bergabung di rumahkanker. Website ini memang bagus sebagai sebuah forum yang membantu penderita, khususnya bagi saya adalah sebagai tempat mencari semangat dalam penyembuhan.
Pada blog saya di rumahherbalku.wordpress, saya selalu mengajak pembaca untuk berpikir positif. Bagaimanapun kondisi anda dan penderita. Karena menurut literatur-2 yang saya baca, terutama dari buku-2 yang merupakan referensi saya (saya tulis di blog), juga kekuatan bantuan dari pihak lain. Support yang disesuaikan sepenuhnya dengan keadaan penderita dan ketulusan yang tanpa menyerah.
Dukungan semacam ini memang yang TERSULIT yang dapat kita berikan, mengingat kesibukan dan aktivitas kita sebagai seorang individu. Namun untuk penyakit-2 yg masuk dalam kategori rumahkanker, hal ini justru merupakan salah satu yang UTAMA!
Dengan memberikan support lahir batin, mampu memicu terbentuknya pikiran positif. Dan apapun yang menjadi PILIHAN hidup pasien harus kita hormati. Dengan demikian kita sudah memberikan kontribusi yang JAUH LEBIH BERARTI daripada hanya sekedar PENGOBATAN atau PENYEMBUHAN saja.
Pengobatan alternatif terapi herbal seperi yang saya dalami, untuk pasien dengan kondisi yang anda ceritakan, biasanya memberikan efek-2 untuk MENUNJANG kelancaran metabolisme dan kestabilan ORGAN-2 tubuh lainnya sehingga penyakit yang dirasakan TIDAK LAGI bersifat MENYAKITI.
Daun cakar ayam bisa jadi alternatif untuk mendukung kesehaan paru-2nya (jika sudah susah menelan, bisa diberikan dalam bentuk minuman dari serbuknya diampur madu). Life improvement yang paling murah, mudah meriah, teh Mahkota Dewa. Mungkin kedua tanaman ini bisa membantu MERINGANKAN penderitaan sambil MENGUATKAN organ tubuhnya.
Terimakasih!
http://rumahherbalku.wordpress.com/2008/12/16/kekuatan-pikiran-dalam-proses-penyembuhan/
Nak Yuri Setiawan,
Kalau nak Yuri mau mencoba dengan pengobatan alternatif Rei Ki, sebagai praktisi Rei Ki saya bersedia membantu ayah nak Yuri dengan setulus hati dan tanpa pamrih dari jarak jauh. Kalau setuju silahkan infokan via email nama ayah nak Yuri beserta alamat lengkap.
Sebagai manusia kami hanya mampu berusaha dan hasilnya Allah juga yang menentukan.
Saya tunggu secepatnya kabar nak Yuri dan jangan lupa terus berdoa memohon kesembuhan kepada Nya.
wassalam,
harsono
assalau’alikum..
maaf sebelumnya, tapi memang kanker yang telah sampai pada stadium lajut harapan sembuhnya paling besar hanya 30% saja,. hanya kecil dan akan susah sekali. Tapi mbak Yuri juga harus optimis. toh susah dan mustahil bukan hal yang sama bukan???
Kalou mbak Yuri mau ada banyak tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan. jangan terlalu bergantung pada pengobatan di rumah sakit, karena ( maaf ) tubuh yang sudah tua tak akan mampu terlalu lama menerima efek samping dari bahan kimia. Perlu diketahui, saya sendiri penderira kanker kulit stadium 3. Tapi saya sedikit beruntung karena usia saya baru 19 tahun,. Badan ini cukup kuat menerima obat-obatan. Walaupun akhirnya saya beralih pula pada herbal, dan lumayan berhasil. ( buktinya saya masih hidup sekarang ) hehehehe…
Berbeda dengan bapak Mbak yuri. Saya sarankan cobalah pengobatan alternatif. herbal khususnya. Kuno memang, tapi tak sedikit yang berhasil. Oiya,, tanaman herbal untuk tiap kondisi pasien berbeda-beda, untuk itu bila Mbak ingin mencoba pengobatan herbal sebaiknya tanya langsung pada ahlinya, jangan hanya “katanya”.
makasih da
wassalamu’alaikum
Saya dari desa terpencil di kota Blitar. Seminggu yang lalu tepatnya tanggal 21 April 2009 setelah kami melakukan CT Scan dan Biopsy di RS. Dr. Soetomo Surabaya keluarga kami baru tahu bahwa bapak yang berusia 77 tahun ternyata telah menderita kanker paru stadium 4 lanjut dengan katagori Ganas. Menurut dokter ahli yang menangani, karena tumornya sudah menyebar maka pengobatannya hanya ada 2 alternatif, yaitu Kemoterapy atau Herbal.
Seketika itu juga bapak kami bawa pulang dan kami sekeluarga secepatnya musyawarah serta mencari info alternatif terbaik demi kesembuhan bapak kami yang tercinta. Dari beberapa info dan saran yang kami peroleh akhirnya kami memutuskan (sama sekali bukan karena pertimbangan biaya) untuk melakukan terapy herbal. Alhamdulillah, setelah 4 hari ini bapak kelihatan mulai baik dan kami mempunyai keyakinan bahwa bapak akan sembuh total INSYA’ALLOH. Mohon Do’a restu dari semuanya. Amin.
yth ,
berobat ke dokter paulus w halim,di serpong ,telp : 5382114 Jl,Suplir sekt.1.5 blok F1 no.13,,,nggak pungut biaya..bayar obat herbal saja,,kira2 1 juta utk 1 bulan,,dan obatnya digodok,,harus vegetarian murni dan bnyk makan sayur dan jus buah2an,,,tanpa operasi,,karena tidak dianjurkan utk operasi,,tetapi dengan meningkatkan imum dan system tubuh kita sendiri,,sekarang cara yg effective adalah dengan minum jus buah dan sayur ,,,jgn yg kimia…
Ass wr wb,
Saya senang sekali bisa menemukan blog yang sangat bermanfaat ini. Bapak kami 2 bulan yang lalu juga baru saja didiagnosa menderita kanker paru stadium 4 dan sudah menjalar sampai ke tulang sehingga untuk bergerak sudah susah karena rasa kesakitannya. Bapak memutuskan untuk tidak melakukan khemoterapi dengan alasan takut efek sampingnya dan akhirnya memilih untuk pengobatan alternatif herbal di rumah. Selama hampir dua bulan ini bapak sudah minum kapsul keladi tikus (dihentikan setelah 1 bulan)dan ramuan rebusan yang terdiri dari daun dewa, benalu, tapak dara, dan akar alang alang. Juga disupport dengan minum madu, juice dan susu kambing. Akan tetapi sampai sekarang hasilnya tidak /belum membaik. Bagi yang sudah berpengalaman mohon tanggapannya barangkali mempunyai pengalaman yang lebih bermanfaat dan cepat dalam menangani penyakit kanker paru ini. Untuk bapak Muchlis, sudikah bapak berbagi cerita detail obat herbal apa yang sudah diberikan kepada bapak anda?
Terimakasih atas tanggapannya.
Sori kawan2
Trims buat sharingnya.
Ibu saya jg baru di ct scan minggu lalu di singapur
Dia jg divonis kanker paru2 stadium 4 dan sudah menjalar ke otak
Di otak sudah ada 2 tumor.
Saya sangat down sampe tdk ada semngat dlm diri saya lg
Dia blom tau soal penyakitnya karna kami takut dia jd down,karna dia orgnya takut kpd sgala penyakit.
Saya bingung dgn byknya pengobatan alternatif yg telah saya baca.
Misalnya mahkota dewa,keladi tikus,akupuntur.
Saya sampai bingung jalan mana yg harus saya ambil,karna saya takut saya ambil salah keputusan.
Satu2nya yg paling saya bisa usahain adalah kasih dia jus dan sayur dan membuat dia happy.
Hari ini beliau akan kembali dari singapur,saya takut tdk kuat bertemu dengannya.
Adakah dari bapak ato ibu memberi harapan kepada saya bagaimana menyembuhkan ibu saya?
Saya sangat menanti bantuan bapak ibu
@ Rumi
Wa alaikum salam Rum. Bagaimana dengan pola hidup bapak? Apakah makannya diatur dengan baik, cukup istirahat, hatinya positif, tenang, dan ikhlas, semangatnya tinggi? Sebenarnya waktu 2 bulan belum cukup untuk menilai efek sebuah pengobatan herbal, tapi biasanya sudah mulai ada perubahan sih. Paling tidak kondisinya tidak memburuk, itu juga sebuah keberhasilan lho. Berarti perkembangan kankernya tertahan, kan?! Semoga cepat kemetu obat yang cocok deh, ya.
@ halim
Memang berat ketika mendengar ibu kita terkena kanker stadium 4. Shock banget. Tapi itulah kenyataannya. Kita mesti terima dulu, baru kemudian bisa bangkit. Halim mesti bangkit, mesti kuat, karena harus mensupport & merawat ibu kan?
Kalau ingin memilih pengobatan, datanglah ke ahlinya masing2. Gak papa kok datang hanya untuk konsultasi. Kalau masih ragu gak usah beli dulu. Lalu konsultasi ke ahli pengobatan lain. Dari situ bisa dipilih yang paling tepat dan sreg untuk ibu, sesudah itu jalanilah dengan mantap. Jangan mudah bimbang karena omongan kanan-kiri, karena keraguan membuat jiwa tidak tenang, dan itu tidak baik banget buat pejuang kanker.
Lakukan yang terbaik untuk ibu. Jangan hanya memberi ibu jus buah dan sayur, tapi temani ibu untuk bersama2 meminumnya, supaya ibu lebih semangat dan tidak merasa menderita sendiri. Soal hasil (kesembuhan) itu rahasia Tuhan, kita tidak bisa mengaturnya, kita hanya harus menjalani prosesnya sebaik mungkin. Tetap semangat ya Lim.
SyaLLom ..
saya pernah baca kisah saLahh satuu dokter yang mempunyai penyakit kanker yang sudahh dikemo beberapa kaLi dah bahkann sudahh berobat ke Luar negri . Tapi hasiLnya tidak sembuh juga kemudian beLiau mencoba benaLu mangga dan Puji Tuhan penyakit dokter itu sembuhh totaL . Sampai saat ini dokter tersebut sudah berkerja kembaLi .
SeLamat mencobaa . JBU .
assalamu’alaikum…
ingin ikut berbagi.
mama dulu juga terdiagnosa dengan kanker paru stadium IV… sudah metastase ke tulang belakang. sempat ri operasi karena mendesak sumsum tulang belakang… sakit sekali dan mama tidak bisa jalan.
operasi memang tidak menyembuhkan, tapi mengurangi desakan di sumsum tulang, dan rasa sakit mama berkurang. walaupun hasilnya tetap tidak bisa berjalan.
sejak di operasi, saya diam2 (tanpa sepengetahuan dokter) memberikan herbal berupa keladi tikus, daun dewa (karena ada pengentalan darah)dan tapak dara (untuk anti radangnya)… berlangsung kira2 3 bulan… saya rubah menjadi keladi tikus, kunir putih dan lingzie…
herbal memang tidak terlihat secara langsung efeknya. dan perlu di perhatikan pula fungsi hati dan fungsi ginjal si pasien. bila fungsi kedua oran tersebut terganggu… penggunaan herbal harus di awasi ketat.
Alhamdulillah, fungsi kedua organ tersebut baik jadi bisa di teruskan. hasilnya??? saat di kemo dan di radiotherapi… di saat pasien lain tidak tahan dengan kedua terapi tersebut… alhamdulillah, efek mual pada mama karena terapi tadi amat sangat berkurang di bandingkan pasien lain….apa ini efek dari herbal? Wallahualam.
yang pasti sampai akhir hidup mama… walaupun beliau sering berkata bosan minum obat… tapi herbal tetap di minum.
mama bisa bertahan hingga 2 tahun sejak terdiagnosis. alhamdulillah… hanya itu yang bisa saya ucapkan. mungkin itu yang terbaik tuk mama.
tuk teman2 yang lain… pemakaian herbal menurut saya amat sangat membantu. tidak ada salahnya tuk di coba di kombinasikan dengan pengobatan modern.
mudah2an membantu. tq
Hallo Yuri,
Saya juga sama dengan kamu. Papa saya 2 bulan ini menjalani kemoterapi divonis kanker paru stadium 3 sebelum menjalani kemo, kami sekeluarga sempat shock dan rasanya seperti akan kehilangan papa. Tapi saya tidak patah semangat, karena saya anak tertua dan kami 2 bersaudara saya berusaha mencarikan supplemen yang terbaik untuk papa saya sebelum menjalani kemoterapi karena pada waktu itu kondisi papa sangat lemah dan saya minta waktu dokter 2 minggu untuk memulihkan kondisi Papa sehingga siap dikemo. Alhasil usaha saya menampakkan hasil Kemo yang pertama akan dijalani Papa berhasil dengan kondisi Papa yang stabil dan menurut beliau tidak merasakan pusing ataupun mual. Sangat luar biasa saat ini sudah menjalani 4 kali kemo dari 8 kali kemo yang dipaketkan dokter. Saya tidak berhenti minta sama Tuhan supaya kemo ini berhasil dan saya yakin Papa saya akan sembuh. Yuri, ayo terus berjuang untuk orang tua kita…. jangan putus asa ya…
Dear all,
Baru2 ini papa saya juga didiagnosa menderita kanker paru. Dokter memperkirakan sudah berada di stadium IIIB, akan tetapi masih belum pasti, karena hingga saat ini masih dalam proses staging, untuk menentukan stadium berapa kanker tersebut sedang ‘menjelejah’. Mulanya gejala yang dialami papa saya adalah mual, lemas, tidak nafsu makan, dan batuk berdarah. Ada seorang teman yang memberi tahu saya untuk menggunakan daun suji, yakni 7 lembar daun suji segar dikasih air kr2 1 gelas, lalu diblender, dan disaring, airnya diminum. Dalam hitungan 1 hari papa saya sudah merasakan efeknya. Masih lemas memang, tapi sudah lebih bertenaga, gas lambung keluar, sehingga mual jg berkurang, dan darah di dahaknya perlahan2 berkurang, hingga saat ini sdh lbh krg 1 minggu papa saya minum jus ini, darahnya hampir tidak ada. Teman yang memberitahu saya tentang ramuan ini, punya mertua yang menderita tumor prostat. Dalam hitungan 3 hari setelah mengkonsumsi jus ini, tumor di prostatnya mengecil. Buat yang punya ortu dengan problem yang sama dicoba deh. Tapi tetap harus berobat ke dokter. Jalani aja semua pengobatan yang dokter sarankan, tapi akan lebih baik bila kita memberikan pengobatan lain untuk efek yang lebih sempurna dan cepat. Saya juga pernah baca tentang TF, yaitu semacam suplemen bagi para pasien kanker ataupun penderita infeksi berat, yang dapat membantu meningkatkan sistem imun bagi para penderita kanker, sehingga bisa lebih cepat sembuh. Coba cari aja info nya di internet.
Dicoba ya guys, demi ortu2 kita tercinta………
Untuk vivi, saya ingin tahu perkembangan dengan minun daun suji ?
Di tunggu informasinya, tq
Dear All,
Mau cerita sedikit ya..
Bapak aku juga kena kanker stadium 4 teman….
Kondisi saat ini sudah di bawa pulang ke rumah, karena dokter juga sudah mengatakan mungkin cukup sampai di sini saja pengobatan medis, karena badan bpk juga sudah tdk menerima alat kedokteran, karena lemahnya badan, dan tdk dpt masuknya makanan-minuman.
Dan yg terjadi sekarang adalah keluarnya darah dari liang dubur sampai hari ini semakin banyak keluar…(Bpk memang punya sakit ambeien)
Aku cuma bisa berdoa saja yg terbaik buat bapak…semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan tuk menjalani semua ini..amien..
Mohon yg membaca artikel ini juga turut mendoakan Bpk.M Djuhdi Kadir…
@Delima…
Coba di tanyakan ke rumah sakit yang bersangkutan. Biasanya ada perawatan paliatif untuk membantu pasien.
Do’a kami untuk Bapak….insya Allah Tuhan memberikan jalan yang terbaik, amin. Jangan putus harapan untuk yang mendampingi, saat-saat seperti ini adalah ladang amal buat kita, karena Tuhan telah punya rencana dan rahasia sendiri untuk hambaNya.
Suamiku meninggal karena kanker paru stadium IV. yang terlambat diketahui karena suamiku juga stroke sudah 3 kali.Jadi konsentrasi pengobatan ke pencegahan strokenya. ternyata kanker paru telah merenggut nyawanya.Dengan stroke yang 3 kali beliau masih bisa bertahan.Padahal 2 bulan terakhir sedang dalam pengobatan dan pemerikasaan di RSCM.Belum sampai tahap kemoterapi.Scan tulang,Bronchoscopy,PA dll yang cukup melelahkan sehingga semakin memperburuk kesehatannya.Diawali dengan gejala sesak nafas suamiku berpulang…..
Mbak Retno,
Allah pasti menakdirkan yang terbaik bagi kita semua. Semoga suami anda mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya, dan Mbak Retno sekeluarga ditambah-tambah keikhlasan dan ketakwaannya, amin.
apa penyakit kanker paru-paru menular kan & apa masih bisa hidup lebih lama lagi gak sih
Dewi,
Kanker itu bukan penyakit menular. Dan soal umur itu hak prerogratif Tuhan, kita manusia gak ada yg tau lho berapa lamanya. Lebih baik kalau kita tidak terlalu merisaukan apa yg belum terjadi, tetapi menjalani hari ini sebaik-baiknya, hingga tak ada penyesalan di kemudian hari. Oke ya say?
Ppku menderita kanker paru stadium 4.kata dr ga bs dikemo krn usianya udah 67thn.dan ga bs dioperasi.sgt amat down mendengarnya.2mgg yg lalu sblm pp prg.pp merasa kesakitan kl tgnnya ditarik selalu minta dipijit.ada benjolan dibahu sebelah kanan.
Makannya hanya 3sendok minumnya pun kurang.badannya lemas bahkan (maaf)pupnya geden ga kuat,buang air kecil ga kuat.kami terlambat membw krmh skt.sungguh ga terpikir olehku pp akan pergi pagi itu pdhal kelihatan sehat.sblmnya mkn hanya 3sendok minumherbal dr shin she.dan pil keladi tikus 2biji lgsg mersa ga enak perutnya dan pucat pasi.oh Tuhan aq sgt menyesal,apa yg aq buat sptnya sia sia.blm bs trm kenyataan.waspada ya kl ada keluarga yg skt.hrs berkumpul melewati hari dan kesan supaya ga nyesel
saya baru menikah 1 bulan, sebulan setelah itu istri saya berumur 27th dan saya 26 th ,istri saya di vonis kanker paru lalu dokter bilang katanya kanker itu ganas.. saya bingung harus bagai mana saya?? saya tidak ada pengetahuan di penyakit ini
dear all,
baru kemarin saya juga mengetahui ibu saya divonis kanker stadium 4, shock mendengarnya…saya benar2 berjuang sekuat tenaga untuk kuat. Dengan membaca komen di forum ini…terus terang saya semakin dikuatkan karena ternyata saya tidak sendiri….sampai saat ini, ibu saya belum tahu kalau beliau menderita kanker ganas. Saya akan coba juga pengobatan alternatif untuk ibu saya, boleh tanya pengalaman vilia dengan dr.paulus w halim di serpong? Kalau boleh tahu dr.paulus itu dokter spesialis atau dokter umum?
@Delima …
bersabar dan selalu mohon petunjukk Nya adalah langkah bijak..
sedih itu boleh..tp harus kita pahami juga sedi itu tidak memberi apa2 dalam hal ini…
lakukan yang terbik buat ayahanda tercinta, dan berusahalah tuk ttp senyum di dpannya, krn tu akan mengurangi bayak rasa sakit yang ayahanda alami..
Tuhan beserta anda dan keluarga
@ Reini
Rasa kehilangan itu pasti ada Rein, apalagi kepergian papamu belum begitu lama. Tapi tidak ada yang perlu disesali, semua yang Tuhan tetapkan pasti itu yang terbaik untuk Papa dan kita semua. Tugas papa di dunia telah selesai, kini beliau telah tenang di tempat yang indah di sisi-Nya.
@ farra nanda
jangan bingung farra, kamu harus tetap tenang supaya bisa maksimal membantu istri kamu. bersyukurlah pada Tuhan yang telah menunjukkan blog ini kepada kamu, di blog ini banyak teman2 senasib yang berbagi pengalaman, berbagi semangat, kamu tak akan merasa sendirian, dan bisa mengambil manfaat dari pengalaman mereka. juga, banyak2 membaca artikel di rumahkanker.com, pasti akan banyak bekalmu untuk mendampingi istrimu. jaga semangat dan tetap positif ya, semoga istrimu diberikan jalan kesembuhan oleh Tuhan, amin.
Dear All,
Mau sharing saja,pada bulan January 2004,saya di diagnosa kena kanker paru-paru stadium 3B oleh dokter,kemudian saya harus di operasi pada bulan itu juga,dan dilanjutkan khemo setiap 3 minggu sekali selama delapan kali.
Puji Tuhan,hingga hari ini (sudah 6 tahun lebih)hidup saya kembali berjalan normal,dan aktifitas saya lakonai kembali seperti biasa dengan tetap menjaga gaya hidup sehat.
Awal-awal saya harus tetap rutin melakukan check up mulai dari setiap bulan,tiap tiga bulan,sampai pertahun hingga hari ini,dan itu harus saya lakukan sepanjang hidup saya,tujuannya untuk memastikan agar sel kankernya jangan sampai kembali dan berkembang tanpa diketahui.
Buat saya saat ini,yg penting bagaimana menyikapi semua ini dgn cara positip,krn realita yg hrs sy hadapi memang harus seperti itu,jadi kunci utama kesembuhan terletak pada keyakinan dan respon saya terhadap bgmn menghadapi kejadian yang terburuk sekali pun.
Sebagai informasi,sejak pertama dapat khemoteraphy memang saya mengkonsumsi sejenis umbi2an yang namanya Bit (warnamerah)satu hari dua kg dgn cara di blender (sarinya turut diminum),dan dibagi dua kali sehari,dan masih tetap saya lakukan sampai hari ini,.Dan empat tahun terakhir saya menjalani teraphy minum air putih,setiap bagun pagi meminum 1,5 liter air putih sekaligus (interval kira-kira 5 menit).
Puji Tuhan hingga hari ini saya merasa sehat tidak ada halangan untuk melakukan aktifitas sehari-hari,yg kadangkala saya harus berjalan kira2 8-10 km perhari.
Demikian sekilas pengalama saya,sebagai orang yg pernah mengidap kanker paru-paru ,yg sampai hari ini masih tetap menjalankan langkah-langkah antisipatif dan yg terpenting positif thinking.
@Retno dk…
salam..!!!
semoga orang yang anda kasihi tersebut diterima di sisiNya. untuk kedepannya mohon lebih tanggap lagi ,,,(ttp smagt menjalani hari dan sllu berserah diri pada Nya)
@Farra Nanda..
salam….!!!
anda coba untuk berpikir lebih tenang,,,dan jgn sesekali mengabaikan nasihat dokter,,,karena bisa berakibat fatal….
jika anda merasa ak kuat lagi dan orang yang anda kasihi tersebut tahu hal itu… dia jg akan ptah semagat,,, cobalah untk ttp ceria didepannya.. dan beriakn yang terbaik (kesan indah)sama seperti andar pertama mengenal dia
Buat Irene…
tx buat info nya mudah2an banyak faedahnya….
@ henry david
makasih sudah sharing dan menguatkan sahabat-sahabat kita, semoga sehat selalu dalam limpahan berkah Tuhan, amin. henry, kalau tidak keberatan kisah perjuangannya dalam menaklukkan kanker ditulis lebih lengkap dong supaya bisa ditiru sahabat-sahabat pejuang kanker melalui rumahkanker.com. bisa dikirim melalui email saya.
dear all,
salam…
anda smua adalah mahluk mulia…sklaipun banyak tantangan yang mgkin tak bisa anda terima dengan akal sehat, YAKIN lah hidup anda akan berubah,,,
JIKA anda bersabar dan tidak bersungut- sungut akan segala sesuatu yang kita terima, Tuhan pasti melihat itu smua,,,
ttp SMANGAT.. dan SAMBUT lh hri esok dengan senyuman…
saat ini SEDIH… beok pasti BAHAGIA…
Dear all,
Setelah saya membaca tulisan sahabat-sahabat semua, hati saya yang semula bingung tidak tau akan membawa ibu saya berobat kemana dan dengan jalan apa, tapi hari ini saya yakin Ibu saya masih ada kesempatan untuk bisa sembuh. Awalnya di akhir januari 2010 ibu saya baru menyadari ada benjolan dibelakang kuping yang ternyata setelah dibiopsi hasilnya adalah tumor ganas, oleh dokter ibu saya disuruh kemotherapi, tapi ibu saya tidak mau, lalu kami mencoba berobat ke dokter langganan kami sambil berobat alternatif, namun ternyata benjolan semakin banyak dan sekarang sudah menyebar ke mata (benjolan dimata sebelah kiri) dan beberapa benjolan dipinggiran muka. karena semakin banyak benjolan terutama benjolan dimata yang mengakibatkan penglihatan ibu saya terganggu, keluarga meminta ibu saya untuk kembali periksa ke rumah sakit dan hasilnya baru kemaren didapat dan dokter mendiagnosa adalah kanker dan untuk mengetahui apakah sudah menyebar ibu saya disarankan untuk biopsi tulang belakang, tapi setelah kami sekeluarga berembuk, maka kami memutuskan untuk mencoba pengobatan dr. Paulus saja, namun kami mencoba untuk menelpon belum berhasil dan sudah berganti nomor telponnya, kami hanya mau tanya hari apasaja beliau prakteknya. Apakah ada dari sahabat-sahabat yang tau tempat praktek dr. Paulus masih sama atau sudah pindah dan mengetahui hari apa saja beliau prakteknya.
Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan ibu yang sangat kami sayangi. Mohon bantuannya dengan sangat. Terimakasih atas bantuannya.
Salam.
Selamat siang kawan-kawan,
Membaca kisah-kisah di blog.rumahkanker sungguh membuat hati saya terenyuh. Tp mungkin apa yang di alami oleh ayah saya, masih di anggap beruntung. Karena, ayah saya kalau di lihat fisik wajah memang terlihat segar- dan normal-normal saja, walaupun badannya kurus.
Ayah saya di vonis kanker paru-paru stadium 4 oleh dokter di St. Carolus.
Gejala awal yang dia derita adalah benjolan di sekitar leher, tapi kemudian sembuh, sampai akhirnya kami menemukan bahwa paru-paru kanannya sudah terisi cairan. Dan bejolan tersebut kembali terdeteksi. Lalu dilakukan biopsi.
Pengambilan cairan itu sudah dilakukan 3x dari tgl 13 juli. pertama 1.5lt, kedua 2 lt, terakhir 2 lt.
Menurut dokter, benjolan dan kanker itu yang memproduksi cairan. Dokter menganjurkan untuk di kemo- tidak ada cara lain untuk menghentikan kanker tapi ayah saya menolak.
Setelah cairan di ambil, napsu makannya baik. Tapi kalau sudah penuh, ayah saya mulai tidak napsu makan, dan mual.
Dengan kata lain ayah saya harus datang tiap minggu untuk pengambilan cairannya. Yang sungguh memakan biaya yang cukup besar ditambah obat.
Saat ini, ayah saya melakukan terapi “Propolis” dan mengkonsumsi jus buah & sayur.
Adakah alternatif cara untuk menghentikan proses produksi cairan tersebut?Terima kasih banyak atas bantuannya.
Dear Revi,
Dokter ayah anda benar, kanker itulah yang memproduksi cairan. Karenanya, satu-satunya cara untuk menghentikan proses produksi cairan tentu dengan menghentikan pertumbuhan kankernya. Tetap berpikir positif, pola makannya diatur dengan baik, semoga terapi yang dipilih ayah memberikan hasil yang baik. Semoga terbantu juga dengan keluasan hati ayah dan kondisi spiritual yang bagus yaa… Salam untuk ayah, semoga dimudahkan Tuhan mendapatkan kesehatannya kembali.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)