Ass.Wr. Wb.
Salam Sejahtera
Saya seorang pemuda 30th memiliki seorang kakak ipar perempuan yang berusia sekitar -+ 43 th. Di sini saya ingin bercerita terlebih dahulu sebelum bertanya..
Tepatnya 2 tahun yang lalu, kakak ipar saya beraktivitas seperti umumnya seorang ibu rumah tangga dengan dikarunia 2 orang putra dan putri. Pada suatu malam harinya dia mengeluh mengalami sedikit nyeri disekitar ketiaknya. Awal-awalnya dia mengabaikan apa yang dia rasakan apalagi ada benjolan kecil disekitar payudaranya kira-2 sebesar biji kacang. Maklum kakak ipar saya orang yang minim akan informasi teknologi apalagi mengenai kesehatan tepatnya tanda2 kanker payudara. Berselang 6 bulan kemudian ia baru menyadari kalau apa yang ia rasakan selama ini dari benjolan kecil seukuran kacang sampai seukuran kelereng adalah benar kanker payudara.
Kami sekeluarga bagaikan tidak percaya apalagi info ibu & nenek yang kebetulan masih hidup, bahwasannya background keluarga baik dari kakak ipar saya dari ibu,nenek sampai buyut tidak ada yang mengalami kejadian seperti ini. Kalut & bingung tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya suami kakak ipar saya yang kebetulan hanya pegawai TU biasa mencoba mengambil keputusan untuk pengobatan alternatif dari yang tradisional sampai 1/2 paranormal pun pernah dicoba. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan walaupun hanya dengan pengobatan biasa. Waktu terus berjalan sekitar menginjak -+1 tahun. Benjolan yang tadinya mulai membesar tiba-tiba pecah sehingga terjadi luka dan mengeluarkan nanah, darah dan bau yang tidak sedap.
Kekalutan kami makin menjadi apalagi kakak ipar saya selaku penderita mencoba dirujuk ke rumah sakit terdekat dan mendapati kabar kalau kankernya sudah dinyatakan stadium 4. Seketika itu hari-hari yang dilaluinya hanya bisa menangis, melamun, merintih kadang mengomel sendiri tanpa masalah yang jelas. Bisa dibilang dalam pikirannya hanya ada 1 harapan “MATI” kalimat itu yang sering terlontar dan terdengar setiap kami sekeluarga kerumah. Tidak sedikit kami keluarga, tetangga, kerabat & teman memberikan support walaupun kadang yang kami terima hanya makian. Apalagi keluarga dan kerabat kakak ipar hampir semua hanyalah orang biasa dan pegawai rendahan. Apalagi mengetahui seperti biaya operasi atau apalah namanya butuh biaya yang sangat luar biasa besarnya apalagi kalo dirinci ibaratnya jual rumah itu aja hanya cukup untuk biaya terapinya saja.
Sampai saat ini, hari-hari kakak saya hanya bisa terbaring di atas tempat tidur, tangan kirinya mulai membengkak kemungkinan peredaran darah tidak lancar karena disekitar ketiak tangan kiri ada benjolan, dan disampingnya lagi ada luka menganga yang sudah mengeluarkan nanah & bau yang kurang sedap.
Pertanyaan saya :
1. Apa yang bisa kami lakukan untuk kesembuhan kakak ipar saya?
2. Apakah ada kemungkinan kakak ipar saya untuk sembuh?
3. Apakah ada orang/yayasan sosial yang bisa membantu biaya pengobatan kakak saya? Kalo ada bagaimana caranya?
Atas perhatiannya, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.
Wass.Wr. Wb.
Arief Kuswanto


Cerita Sejenis:
Sudah 29 sahabat yang menanggapi
Assalamualaikum Arief,
Saya bisa mengerti kekalutan yang dialami kakak iparmu dan keluarganya, karena itu dialami oleh hampir semua orang ketika pertama kali tahu dirinya atau keluarganya terkena kanker. Juga saya bisa memahami situasi kakak iparmu yang sering marah-marah dan memaki keluarga serta tetangganya yang ingin memberikan support. Itu merupakan pertanda kakakmu menderita depresi, dan kemarahan itu adalah bagian dari PROSES yang sedang dilaluinya.
Begini ya Arief. Dalam mengobati kanker, bukan hanya fisik yang diperhatikan, tapi kesehatan psikis dan spiritual juga harus berjalan bersama. Untuk saat ini kakak iparmu perlu diajak menata batin terlebih dahulu. Kalau keluarga tidak mampu melakukan pendekatan, bisa minta tolong pada seseorang yang cukup dekat dan disegani oleh kakakmu. Pemimpin kelompok pengajian, misalnya. Juga, di rumah sering-seringlah diputar siaran keagamaan di TV/radio.
Kalau memungkinkan, tolong kakak iparmu diajak ke Poli Paliatif Puskesmas Balongsari Surabaya, buka tiap hari Senin jam 9 pagi. Bisa juga ke Poli Paliatif RSU Dr. Soetomo, buka tiap hari jam 8 pagi. Kalau kondisi kakakmu tidak memungkinkan untuk bepergian, bisa diwakili oleh keluarga yang sehari-hari merawatnya. Jangan lupa hasil pemeriksaan lab dan foto2 (kalau ada) dibawa ya. Di sana nanti akan dibantu untuk mengatasi depresi kakakmu, cara merawat luka dan lengannya yang bengkak, atau mengatasi keluhan2 lain (nyeri, mual, tidak bisa tidur, dll). Bisa juga ngobrol2 bertukar pikiran dengan relawan yang ada.
Untuk pengobatan selanjutnya, kalau memang biaya menjadi kendala kan bisa mengurus Kartu Jamkesmas atau Surat Keterangan Tidak Mampu? Dicoba, dari RT/RW/lurah dulu ya. Semoga Allah memberikan rahmat dan kemudahan untuk kesembuhan kakak iparmu, amin…
Membaca cerita mas Arief ini aku hanya bisa turut prihatin.
bagaimana cara pncegahan kanker payudara??
I’m so sorry to hEar that,,
Saya setuju dengan tanggapan dari saudara Titah,karena saya mempunyai pengalaman yang serupa dengan Bibi saya (adik dari ibu saya).Coba usahakan untuk mendapatkan jamkesmas sesegera mungkin, karena penyebaran sel kanker sangat cepat.Menurut pengalaman saya jika sudah memasuki stadium 4 harus segera dilakukan penanganan dengan tepat.Sekedar gambaran mungkin akan dilakukan biopsi,kemoterapi,lalu operasi besar atau jika dirumah sakit seperti Dharmais dilakukan radiasi.
Mohon partisipasi dari semua keluarga dan yang sakit untuk berusaha mengobatinya,bahwa kanker bisa diobati selama kita berusaha.
Sekedar contoh adalah bibi saya dengan kasus serupa dengan kakak ipar anda,setelah menjalani serangkaian pengobatan rutin selama 1 tahun kini alhamdulillah sudah sembuh.Hanya tinggal kontrol sebulan sekali dan minum obat seharri sekali tiap harinya.
Harus banyak bersabar baik yang sakit dan keluarga.semoga bermanfaat.
@ Triyono & PuEtZz
Mari kita doakan semoga Allah memberikan jalan dan kemudahan untuk kesembuhan kakak ipar Arief.
@ PuEtZz
Kanker payudara bisa dicegah antara lain dengan menghindari polusi, asap rokok, alkohol, banyak makan sayur dan buah-buahan, kurangi makanan berlemak & protein hewani, cegah kegemukan. Olahraga cukup, tidur cukup, dekat dengan Tuhan, hati dan pikiran tenang.
@ Ratih
Thanks for sharing.
Saya juga mengalami pengalaman yg sama dng pak Arif pada ibu saya,kondisinya persis sama sekitar 6bln lalu sdh dikemo hasilnya positif lanjut minum pil Tamofen setiap hari tp menginjak bln ke5 sdh menyebar kepydara kanan,dada atas&liver padahal obtnya rutin diminum dan diet ketat/vegetarian,pemeriksaan dr.nya harus dikemo lagi tapi ibu saya trauma dng penderitaan&efek negatifnya dan 2bln ini menjalani pengobtan herbal tapi blm berhasil, apa kira2 pengobatan yg tepat u kondisi sprt itu ya ??..
Dear Eka,
Memang respons setiap orang terhadap pengobatan tidak sama. Mungkin kebetulan obat yang diminum ibu tidak cocok atau tidak direspons dengan baik oleh tubuh ibu. Atau, mungkin diet ibu kurang tepat, atau ada kondisi2 lain yang terganggu, misalnya kejiwaan yang kurang tenang (sedih, marah, stres, pesimis, dll), banyak polusi, doa yang kurang intens, dan penyebab2 lain. Kalau ingin berhasil semuanya memang harus berjalan bersama, dan saya tahu ini tidak mudah.
Minum obat herbal dalam kurun waktu 2 bulan memang belum bisa diharapkan hasil yang terlalu banyak. Saran saya sebaiknya dicoba saja kemo dipadukan dengan herbal, semoga berhasil. Salam buat ibu ya Eka, semoga beliau tetap semangat.
saya tahu gmn rasanya jk slh satu kluarga kita mengalaminya.saya hanya berharap semoga tetap tabah menghadapinya.tetap semangat yach!
‘Tuk pak Arief dan keluarga: saya turut prihatin ya.
Mba Titah, bgmn dgn herceptin? Apa sdh byk diberikan di Indonesia? Mgkn bisa membantu ipar nya pak Arief.
Saya blm tau trlalu byk, tp rencananya mau konsultasi k dokter. Siapa tau bisa jg buat saya. Tp ktnya ada tes nya dulu ya?
Ass.Wr. Wb.
Salam Sejahtera
Saya adalah orang yang menulis kisah tentang kakak ipar saya.
disini tidak banyak kata yang bisa saya sampaikan,selain ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas tanggapan dan support dari rekan-rekan yang peduli untuk kesembuhan kakak ipar saya.harapan saya bloger-bloger semacam ini bisa menjadi wacana yang positif untuk kedepannya.
cumen.. semua itu kembali lagi, dimana ada kelahiran pasti juga ada kematian itulah hidup…
1 minggu yang lalu tepatnya tgl 9 juni 2009, dengan perjuangannya, kakak ipar saya pada akhirnya menutup mata untuk selamanya.
walaupun kita sekeluarga telah berusaha semaksimal mungkin mengupayakan yang terbaik untuk kakak.tapi saya yakin tidak ada suatu perjuangan yang sia-sia walaupun nantinya hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan harapan,tapi minimal kita jadi tahu dan mengerti arti indahnya hidup sehat.
akhir kata,
terima kasih
Wass.Wr. Wb.
Arief Kuswanto
Pak Arief Kuswanto, saya pribadi turut berduka atas berpulangnya kakak ipar Pak Arief. Inilah jalan Tuhan yang terbaik. Semoga Pak Arif dan keluarga yang lain diberi kekuatan n ketabahan dalam menghadapi peristiwa ini. Kita semua akan berpulang, hanya kita tak pernah tahu kapan waktunya….semoga kita sudah mulai dan selalu siap jika saat yang penuh rahasia itu datang. Salam untuk keluarga…
Turut berduka atas kepergian kakak ipar mas Arif. Semoga dilapangkan tempatnya di sisiNYA. Amin
Wa alaikum salam wr wb, Arief,
Turut berdukacita atas kepergian kakak ipar Arief. Semua yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah. Insya Allah sakit yang diderita kakak iparmu telah menjadi penebus dosa-dosanya, dan insya Allah semua ikhtiar yang dijalaninya sekeluarga menjadi penambah pahala. Beliau telah tenang sekarang, tinggal kita yang masih terus berjuang mengarungi hidup yang diamanahkan-Nya.
Mas Tri (Triyono) sendiri gimana kabar ? Progress to Mas ?
Dear mas Umam, terima kasih perhatiannya. Alhamdulillah secara umum kondisi tubuh membaik, berat badan naik, nafsu makan bagus. Dari pantauan terahir tumor primer mengecil sedangkan penyebaran pada tulang rusuk sudah tidak terlihat lagi.
saya ada informasi pengobatan kanker yang lebih nyaman secara finansial ataupun hasil nya, memang secara alternatif tapi parkembangan kerabat saya positif
Dear Dea…..
Pengobatan alternatif seperti apa? Silahkan dibagi informasinya secara terbuka di sini….biar kita-kita tahu, karena kami menyadari bahwa pilihan pengobatan sangat bervariasi, yang terpenting bahwa apapun itu adalah sesuatu yang bisa dipertanggungjawabkan (terutama secara moral) agar tidak menyesatkan. Thx
saya peribadi trut berduka cita atas meninggalnya kk ipar pak arip… smoga bapak skluarga diberikan ketabahan dan kesabaran.. amien.
dimana tempat pengonatannya mohon dijawab ya.
Ini dialami istri saya sudah 2 tahun lamanya.
Saya udah coba alternatif tapi tak ada hasilnya.
Makasih ya
Waalaikum salam Arief, apa khabar?
1. kanker stadium 4 biasanya disebut stadium akhir. bedah, kemo dan radiasi mungkin sudah tidak mungkin dilakukan lagi, satu2nya adalah paliatif. support keluarga, psikolog dan rohaniawan lebih diperlukan oleh pasien stadium 4 plus suplemen untuk meningkatkan imun pasien.
2. sakit dan sembuh itu urusan yang maha pencipta, kita hanya berusaha da berdo’a.
3. pembiayaan rs, dapat memanfaatkan program pemerintah JAMKSESMAS. cari info di Puskesmas atw Dinas Kesehatan st4
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh/imun Transfer Factor bagus.
YA AMPUN KASIAN BGT C
AKU TURUT PRIHATIN YAA SAMA KK KAMU
YAA MUNGKIN INI DAH YANG HARUS DIJALANIN JADI TABAH N SABAR AZA YAA….
TUHAN PASTI MENDENGAR DOA2 UNTUK KESEMBUHAN KK KAMU
DAN PASTI ADA JALAN TERBAIKNYA
SEMANGAT YAAAAAA………
Assalamualaikum,
Dulu saya hanya membaca artikel2 di media mengenai kanker dan apa yang dirasakan oleh para penderita maupun keluarga penderita kanker, hal tersebut terasa jauh. Dan seolah saya berada pada zona yang cukup aman, untuk bisa bersimpati terhadap apa yang dirasakan oleh penderita dan keluarga.
Namun zona aman itu kini telah hilang. Karena beberapa bulan yang lalu ibu saya divonis menderita kanker stadium akhir. Sebenarnya ibu saya sudah mengetahui adanya benjolan di payudara semenjak 10 tahun silam. Ibu saya tidak pernah mengeluhkan atau menceritakan kepada keluarga dengan pertimbangan utama adalah ekonomi keluarga tidak memungkinkan dan beliau tidak mau penyakitnya semakin membebani. Sampai sekitar 3 tahun yang lalu, ibu menceritakan kepada saya.
Kini saya telah memiliki penghasilan dan berusaha untuk kesembuhan ibu saya. Tetapi beliau tidak mau menjalani perawatan medis dengan alasan takut akan berbagai resiko dan dampak terapi medis sebagaimana yang sering diberitakan dalam media.
Ibu saya pun memilih untuk menjalani pengobatan alternatif. Dari sinilah beliau mengetahui kalau benjolan di payudaranya telah berkembang menjadi kanker stadium lanjut.
Saat sekarang inilah saya benar benar bisa merasakan apa yang dulu hanya saya baca di artikel artikel media.
Meskipun saya meragukan pengobatan alternatif yang sedang dijalani oleh ibu saya (karena ada beberapa posting yang menceritakan pengalaman pengobatan di tempat yang sama namun tidak membawa hasil meskipun sudah menghabiskan banyak biaya) namun melihat optimisme dan semangat ibu saya, saya hanya bisa memohon kepada Allah agar dimudahkan jalan bagi ibu tercinta.
Untuk mbak dea, pengobatan alternatif seperti apa yang mbak dea maksud. Mohon informasi nya.
Terima kasih
Saudaraku sekalian,di dalam menyikapi kanker,khususnya kanker payudara seperti yang saya alami memang kita tidak bisa lengah sedikitpun.Yang sudah selesai menjalani pengobatan sering merasakan nyaman tidak merasakan sakit akan tetapi sel kanker kadang hanya tidur sementara dan tak segan-segan muncul lagi seperti yang saya alami di tahun 2008,kanker saya muncul lagi sementara saya sudah operasi dan menjalani kemo di tahun 2004 dan saya juga sudah rutin kontrol.Untuk itu apabila anda atau saudara anda sudah divonis kanker kami mohon untuk rajin kontrol dan pola hidup sehat harus dijalani.Dan…yang lebih penting selalu bermunajat kepada Allah swt untuk senantiasa mohon ampunanNYA.Kiat saya untuk menjalani kehidupan pasca menderita Kanker 2x adalah :-Hidup sehat(jus buah pagi dan sore,makan
nasi sedikit pagi dan siang,hindari lemak
vitsin,susu kedelai pagi hari)
-Memperbaiki dan meningkatkan ibadah
-Menghindari stress
-Selalu berprasangkabaik pada Allah swt
yang selalu menolong umatNYA.
Saudaraku semua itu pengalamanku menghadapi kanker,tapi saya tidak memusuhi,saya sadar hidup bersama kanker sehingga saya harus mempelajari bagaimana agar kanker bersahabat dengan saya.
Semoga bermanfaat.
Saya ini ibu saya mengalami kanker payudara juga stadium 2,apa saja ya yg bisa saya lakukan??? Utuk operasi nya akan dilakukan lusa.
Mkn ada saran2 dari temem2 semua
Thx
@ nina
Wa alaikum salam Nin. Soriii baru kebales. Gimana kabar ibu? Sudah sehatkah? Semoga sakitnya ibu menjadi sarana turunnya karunia Allah dalam bentuk lain (ampunan, pahala, hidayah, kebersamaan, dll) bagi nina sekeluarga, ya. amin…
@ Anung
Terima kasih telah mengingatkan kita semua. Semoga tetap sehat ya! Mau nulis pengalamannya lebih lengkap nggak, untuk dipublish di rumahkanker.com?
@ Emsa
Coba deh Emsa baca-baca artikel di rumahkanker.com, pasti Emsa akan tahu apa saja yang perlu dilakukan. Okay? Semoga ibu cepat sembuh ya, salam untuk beliau.
saya punya kakak yang lagi menderita akibat penyakit kanker payudara ini,sudah stadium lanjut.sekarang ini kondisinya memprihatinkan,pauyudaranya sudah megeluarkan nanah dan darah sehingga berlobang,sampai sampai kami nggak gak sanggup lagi melihat kondisinya,..kami hanya bisa pasrah.
Saya pernah baca artikel obat herbal dari tanaman keladi tikus (bisa search di google ada fotonya) untuk mengobati kanker, kabarnya tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) ada tumbuh di Jawa, dulu diteliti oleh dokter Malaysia dan sampai sekarang masih dipakai di Penang, Malaysia untuk mengobati pasien kanker. Keladi tikus juga ada dibudidayakan di Indonesia, kalau ada yg pernah punya pengalaman sembuh mohon di-sharingkan kepada kita dan jelaskan stadium berapa yg sembuh.
jangan pasrah dong ros, kasihan kakakmu. sebagai adik kamu harus bisa membangkitkan semangat kakakmu, untuk itu kamu sendiri harus bersemangat, pantang menyerah! lakukan upaya yg bisa kamu lakukan, apa pun itu.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)