Cerita Sejenis:

Sudah 4 sahabat yang menanggapi

Subscribe ke thread ini: comment rss or trackback url
mygif
Titah menanggapi pada tanggal July 23rd, 2009 jam 10:56 pm

Wa alaikum salam wr wb Riska,
Memang demikianlah kompleksitas permasalahan yang menyertai kanker. Begitu berat dan rumit. Proses pengobatan begitu panjang, melelahkan, penuh efek samping dan penderitaan, mahal pula! Menghadapi kanker bukan hanya pasien maupun keluarganya yang tertekan, dokter pun sangat tertekan. Apalagi seorang dokter harus menghadapi dan memecahkan persoalan berpuluh-puluh pasien yang berbeda setiap harinya. Sungguh tidak mudah.

Kalau sekarang ibu berkeras pulang ke Bukittinggi, menuruti keinginan beliau adalah tindakan yang bijaksana. Beliau punya “otonomi penuh” untuk menentukan pilihannya sendiri. Tentu jangan lupa untuk membekali dengan obat-obatan yang dibutuhkan. Mengenai perawatan ibu sehari-hari, kalau ada dana sebaiknya menggunakan tenaga profesional yang bersedia merawat orang sakit di rumah, misalnya pensiunan perawat rumah sakit.

Mengenai pengobatan alternatif, biasanya resep dari sinshe sudah lengkap sekali. Tapi boleh juga ditambah dengan madu atau royal jelly, jus buah, atau suplemen & multivitamin yang kira-kira dibutuhkan. Jangan dilupakan suasana hati yang tenang, tenteram, dan bahagia, terlebih dekat kepada Allah, akan sangat memperkuat kondisi ibu. Semoga Allah memberi kekuatan, pertolongan, dan kemudahan kepada Riska sekeluarga, khususnya ibu. Salam untuk beliau ya, Ris. :)

mygif
Ani menanggapi pada tanggal July 24th, 2009 jam 9:31 am

Dear Riska…..
Apa yang Ibu Riska alami, ada sedikit persamaan dengan apa yang pernah saya lewati dalam menghadapi sikap dokter.Ini sangat menyita pikiran, membuat kita marah dsb. Tapi satu hal yang harus kita sadari, tujuan kita adalah sembuh. Sembuh bisa berarti kondisi membaik, terbebas dari sakit dsb,dsb. Nah, untuk mendapatkan itu semua yang terpenting adalah pengendalian diri, terutama bagi si pasien. Karena apa? Psikis 70% sangat membantu. Jadi tolong, untuk kebaikan semua terutama Ibu, mari sama-sama kita maafkan kelakuan “mereka” yang kurang menyenangkan. Maafkan juga diri kita sendiri. Seperti kata Mba Titah, ini panjang dan melelahkan…kita perlu energi positif yang bisa membantu kita untuk tetap “fresh”.
So…tentang keinginan ibu pulang kampung saya sependapat dengan Mba Titah.
Selanjutnya, jika saat ini sudah menjalani pengobatan Sinse, tolong kesabarannya juga ditingkatkan. Pengobatan alternatif proses penyembuhannya cenderung lebih lambat, dan sedikit banyak hal ini bertentangan dengan medis konvensional. Dan yang harus digarisbawahi, untuk mencari kesembuhan pada kanker sangat dituntut sikap yang konsisten dan keyakinan yang tinggi. Sertakan do’a dan kepasrahan padaNya…insya Allah Tuhan akan campur tangan dengan caranya yang sangat baik. Salam untuk ibu….semoga selalu dalam penjagaanNya, amin.

mygif
Susanto menanggapi pada tanggal July 24th, 2009 jam 9:52 am

Assalamualaikum wr.wb.
Selamat pagi mbak/ibu Riska.
Saya ada info solusi pengobatan alternatif herbal,insya allah ini bisa jadi jalan kesembuhan buat ibu anda. Ibu pernah denger pa belum tentang Propolis? InsyaAllah bisa untuk segala jenis penyakit. Dasarnya ada di Al-Quran QS. An-Nahl.”…Akan keluar dari perut lebah beraneka warna,yang mana ada obat untuk kesembuhan penyakit untuk umat manusia…”. Semoga ini bisa jadi jalan keluar yang diridhoi Allah SWT. Amin Ya Rabbal ‘Alamiin ! Sekian. Wassallam.

mygif
tiena menanggapi pada tanggal July 27th, 2009 jam 6:05 pm

Waalikkum salam.
Riska, kanker yang menyebar mamang butuh penanganan extra. penanganan kanker ada 3 cara : bedah, kemotherapy dan radiasi atau gabungan 2 bahkan k 3nya. peran keluarga sangat dibutuhkan oleh pasien kanker. keputusan ibu harus kita hormati, kalau memang ibu ingin di kampung silahkan. mungkin beliau akan lebih tenang dan nyaman dari pada beliau tinggal di jkt yang penuh keramaian, polusi dll sehingga beliau kurang nyaman dan stress (salah satu pemicu kanker adalah stress). untuk meningkatkan imun ibu, riska cari informasi ttg Transfer Factor (TF). saya punya sedikit pengalaman dengan TF untuk pasien kanker, responya luar biasa. ibu teman saya kanker payudara std 3 (tgl. di medan), tidak mau berobat karena trauma : kakak dan anaknya yang sulung meninggal dengan kanker. kebetulan teman saya mampir ke RS Kanker Dharmais (t4 saya mengabdi) dan bertemu dengan salah satu dokter anak yang merekomend TF, Alhamdulillah sampai sekarang masih survive dan bisa beraktifitas kembali.
Salam, semoga bermanfaat. Amieen

Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)

 Nama (*wajib diisi)

 Alamat Email (*dirahasiakan)

 Website (*optional)