Cerita Sejenis:

Sudah 9 sahabat yang menanggapi

Subscribe ke thread ini: comment rss or trackback url
mygif
Ani menanggapi pada tanggal August 11th, 2009 jam 2:48 pm

Chapter,
Kamu posisinya dimana? Jakarta? Silahkan datang di “support group” CISC atau hubungi 081388802009. Kami suka berkumpul tiap Jum’at di Jl. Imam Bonjol dan di RS Mitra Kelapa gading. Kamu bisa datang dulu untuk lihat bagaimana kami saling menyemangati satu sama lain. Nah, setelah itu kamu bisa ajak ayahmu. Di sana suka hadir juga beberapa dokter. Silahkan datang ya…

mygif
Titah menanggapi pada tanggal August 20th, 2009 jam 11:43 pm

Dear Chapterz02,
Kalau salah satu anggota keluarga kita menderita kanker, memang sangat besar harapan kita untuk kesembuhannya. Begitu besarnya, sampai terkadang berbaur dengan kepanikan, membuat kita tidak sabar ketika suatu saat si sakit terlihat kurang bersemangat atau semau gue seperti ayah kamu.

Tetapi kita perlu menyadari betapa capeknya berjuang melawan kanker: selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun harus minum obat/vitamin tiap hari, berdiet ketat, menahankan berbagai gangguan & penderitaan dalam kondisi tubuh yang lemah, tanpa pernah jelas kapan dan bagaimana ujungnya. Itulah yang aku rasa sedang dialami ayahmu. Capek. Atau justru ayahmu sudah pasrah, dan siap menghadapi “kenyataan”.

Tidak mudah menghadapi situasi seperti ini, karena pemaksaan tidak akan ada gunanya. Kalaupun kamu berhasil memaksa ayah untuk minum obat atau tidak melanggar pantangan misalnya, stres/kekecewaan/kemarahan yang ditimbulkan oleh pemaksaan itu akan menimbulkan hormon2 yang merusak kesehatan dari dalam. Apalagi dokter di Guangzhou pun belum mampu memperbaiki kondisi ayah. Lalu apa lagi yang bisa kita lakukan?

Ada, Chapterz. Jangan pernah menyepelekan kekuatan doa. Doakanlah ayahmu dengan sungguh2, karena apa yang mustahil bagi manusia itu mudah bagi Tuhan. Tidak sedikit testimoni di blog ini, tentang bagaimana seseorang yang telah divonis dokter tidak punya harapan lagi, ternyata berhasil sembuh setelah seluruh keluarganya mendoakan dengan sungguh2. Sementara itu perlakukan ayah dengan lemah-lembut. Kalau menolak minum obat misalnya, jangan dipaksa, tetapi tundalah beberapa waktu sampai kondisi ayah terlihat nyaman. Atau tawarkan alternatif obat lain yang lebih bisa diterima ayah. Kalau menginginkan sesuatu yang menjadi pantangannya, berikan saja sedikit sekedar sebagai penawar keinginan (bahasa Jawa-nya: tamba pengin).

Doakanlah agar ayah dituntun menuju kesembuhan. Dituntun oleh Tuhan secara fisik, mental, spiritual, dipertemukan dengan obat yang tepat, juga dibukakan hati dan kesadarannya untuk menjalani pengobatan dengan baik. Kalau Tuhan menghendaki ayahmu sembuh, jalan itu pasti dibukakan. Tetapi jangan lupa, terlalu mengharap kesembuhan bisa membuat kita stres lho. Karena itu kamu dan ayahmu juga harus siap seandainya Tuhan tidak berkenan memberikan kesembuhan, dan berdoalah untuk yang terbaik jika itu yang terjadi.

Semua perkembangan terjadi dalam garis takdir Tuhan, dan semuanya baik asal bisa menjalaninya dengan ikhlas, sabar, dan iman. Okay? Semoga Tuhan memberikan pertolongan dan kemudahan kepada Chapterz & ayah sekeluarga.

mygif
deni prast menanggapi pada tanggal August 30th, 2009 jam 1:08 am

100 buat mbak titah,, saya jg ngalami ap yg dirasakan ma Chapzter..
Mbak titah maaf nanya lewat sini, tiap mau bagi cerita ga isa trus.
Ibu sy 1 mingg lalu divonish kanker paru Stadium IIIB, trus ibu saya belum saya kasih tau karena sy takut beliau shok.
Yang saya tanyakan apakah ad oba herbal atau alternatif??
Apa tidakan saya untuk tidak membri tau ibu itu salah?
Trimakasih.. deni

mygif
Titah menanggapi pada tanggal September 1st, 2009 jam 8:49 pm

Dear Deni,
Untuk obat herbal, baca jawabanku untukmu di sini ya…
Apakah ibu sebaiknya tahu kondisinya yang sebenarnya atau tidak? Deni lebih bisa menilainya daripada aku, terutama menyangkut kondisi kejiwaan ibu. Kalau kiranya ibu cukup kuat, sebaiknya ibu tahu apa yang dideritanya, supaya lebih mudah/kooperatif dalam menjalani berbagai pengobatan dan pengaturan pola hidup yang akan butuh waktu sangat panjang. Kalau tidak tega menyampaikan sendiri, Deni bisa minta tolong seseorang yang cukup bijak & tenang (nenek, paman, bude, dll) untuk menyampaikan hal ini pada ibu. Gitu ya Den… :)

mygif
deni menanggapi pada tanggal September 6th, 2009 jam 10:43 pm

mkasih mbah titah yang bijak,,,,

mygif
rery hendrawati menanggapi pada tanggal September 29th, 2009 jam 8:25 pm

Malam mbak, saya juga ingin berbagi cerita disini saja.Suami saya juga sedang divonis kanker hati,yang saya lakukan sekarang adalah memberinya support untuk dia punya semangat hidup…dan pasrah kepada Allah SWT karena saya percaya Tuhan tdk akan merubah nasib orang itu kecuali mau merubahnya,tdk ada ada yg tidak mungkin bagi Tuhan untuk kesembuhan suami saya.Yang saya lakukan sekarang adalah tetap berusaha mencari obatnya supaya sembuh, karena untuk medis biayanya kami tdk sanggup. sekarang suami saya sering browsing di internet untuk mencari obat kanker. Suami saya sekarang diet dgn sayur & buah, minum ramuan sarang semut, buah merah dan keladi tikus….dan yang paling membuat saya senang dia sekarang lebih rajin beribadah dan lebih sabar.

mygif
Titah menanggapi pada tanggal September 29th, 2009 jam 11:07 pm

Rery,
Saya doakan semoga segala upaya Rery dan suami dimudahkan & diridhai oleh Allah SWT, serta dicatat sebagai amal shaleh, amin. Semuanya mudah bagi Allah, dan apa yang Dia tetapkan, itulah yang terbaik bagi kita semua.

mygif
Anonymous menanggapi pada tanggal October 20th, 2009 jam 1:38 am

Pagi mbak,aq sbenar ga tau haruz crta dari mana,awalna q bwa bpak kers dmana q bekerja kbetlan aq radiografer disbuah Rs dikotaq,4blan lalu dokter blang bpakq pnemonia dan Diabetes..tiap minggu kntrol dan gula darah terkendali slama 4 minggu begtu jga foto thorax dalam perbaikan,sblan kntrol dokter mendiagnosa bpak q TBC,akhrna pengobatan pun berjalan sebulan yg dgn rutin,anehna bpakq makin kurus dan sesak napas..dan smua bdan bengkak memerah,lalu dirawatlah(obat tbc dihentikan krna hasil rontgen tdk mendukung) slama 12hari dgn diagnosa baru yg amana hasil dari ct.scan Tumor paru stadium lanjut,betapa hancurna perasaan q dan aq mulai tegang dgn hasil ct scan,cukup lama hasil itu aq sembunyikan dari keluarga dan setlah pulang dari opname baru pelan2 q kshtau kekeluarga kecuali Bapak,q takut dia stres krna pernh bebrapa tahun lalu bpak jath,kakina patah,tanpa operasi kakina sembuh,tpi dia stres merasa tdak terima kakina patah,..tapi setelah sebulan lgi bpak drawat sampe saat ini dan dia jga belum tau penyakitna,apakah aq salah dan berdosa membhngi bpak,.??memang keladi tikus dah ada kmi dpat dan skrg sudh kami tanam,cma kami takut memberikan keladitikus krna kondisi bpak yg msh lemah,dan dia cma mau obat2 dari dokter..apa aman diberikan pda kondisi saat ini ??umur bpak skrg 58 tahun..thanks.

mygif
Titah menanggapi pada tanggal October 23rd, 2009 jam 3:03 pm

Dear Ano,
Ano lebih tahu bagaimana kondisi psikologis bapak sehari-hari. Kalau kiranya bapak tahu tambah stres, tak apa dirahasiakan dulu, asal bapak tetep rutin menjalani pengobatan. Kalau Ano mau berikan obat2 alternatif (keladi tikus dll) sebaiknya konsultasilah dgn ahli obat herbal sambil membawa hasil2 lab/foto bapak. Aman dan tidaknya ahli herbal yang bisa menilainya sesuai kondisi subyektif masing2 orang. Saya doakan bapak ketemu obat yang jodoh & cepat sembuh, amin…

Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)

 Nama (*wajib diisi)

 Alamat Email (*dirahasiakan)

 Website (*optional)