Ibu Titah Rahayu yang terhormat,
Perkenalkan nama saya Ernest Patria Raihan, usia 37 tahun biasa dipanggil Ernest dan tinggal di Jakarta. Ibu, beberapa bulan lalu, ayah mertua saya 69 tahun, didiagnosis ada tumor yang dimensinya sangat besar di ginjal kirinya, hasil dari MRI menunjukkan diameter yang melebihi 10 sentimeter. Beberapa minggu lalu, dokter melakukan operasi pengangkatan tumor tersebut, dan alhamdulillah berhasil dengan baik, dan ayah saya seakan telah pulih seperti sediakala.
Namun ternyata Bu, hasil analisa patologi anatomik atas jaringan yang diangkat menunjukkan hasil yang buat saya sangat mengerikan, hasilnya tertulis sebagai berikut:
“Massa bulat diameter sekitar 10 cm, berisi bekuan darah padat dan jaringan kekuningan rapuh. Sediaan massa diluar ginjal ini terdiri atas bekuan darah dengan sel2 tumor diantaranya berupa lembaran padat, kadang dengan struktur papil2 / kelenjar, dengan inti2 hiperkromatik / vesikuler, agak pleomorfik. Sitoplasma ada yang jernih. KESIMPULAN: Histologik menunjukkan TUMOR MALIGNA (Masya Allah bu.., ini tumor ganas) tidak bertentangan dengan suatu RCC (Renall Cell Carcinoma = kanker ginjal) dengan skor Fuhrman = 3.
Begitulah Bu.. saya benar2 cemas dengan hasil ini, apa yang sebaiknya kami lakukan Bu? Karena beberapa kesimpulan menunjukkan ketidakefektifan pengobatan kanker ginjal melalui metode yang umum dilakukan. Terima kasih atas perhatiannya.
Ernest


Cerita Sejenis:
Sudah 6 sahabat yang menanggapi
Ibu Ernest….
Saya mengerti yang ibu rasakan. Tidak mudah menerima kenyataan orang di sekitar kita hidup dengan kanker. Apa yang harus dilakukan? Saya sebagai orang awam yang juga masih bertahan hidup meski kanker melintasi perjalanan hidup saya menyarankan pada tahapan awal sekali adalah mengubah pola pikir untuk menjadi positif.Tidak hanya pasien, tapi juga keluarganya. Terkadang saya menyarankan beberapa teman untuk tidak berkonsentrasi di “angka stadium”. Sebagai contoh: pasien rumah singgah Mba Witi, datang dari Batam dengan ca mamae std 4 metastase ke tulang belakang & liver, kami sama-sama mengatur cara agar pengobatannya efektif. Dia sangat positif, bahwa stadium hanya ukuran manusia, yang menentukan adalah Tuhan. Kemarin dia sms saya sudah bisa makan dan berjalan normal. Selanjutnya adalah menjaga pola makan. Banyak sekali dibahas tentang diet untuk kanker, tapi di awal sekali, hindari gula dan lemak. Jika ibu di Jakarta, silahkan gabung di acara-acara support group, Dharmais mulai rutin mengadakan, YKI juga demikian, CISC dan banyak lagi organisasi nirlaba yang membantu pendampingan pasien.
Dear Mbak Ernest,
Dalam perjalanan mempelajari kanker bersama dengan rumahkanker.com dan blog.rumahkanker.com banyak sharing pengalaman dari sahabat-sahabat saya yang memutarbalikkan prediksi statistik dan prognosis dokter. Saat kondisi tubuh dan prognosis sama buruknya, mengapa ada orang-orang tertentu yang berhasil sembuh saat yang lainnya tidak?
Kalau saya tidak terlalu dini menyimpulkan, mereka yang berhasil sembuh ternyata adalah orang-orang yang tidak mau percaya pada angka statistik dan ramalan atas ketidakefektifan pengobatan. Mereka memutuskan untuk melawan kankernya habis-habisan, dan sejak awal mereka memutuskan mereka harus menang! Mereka menjalani pengobatan dengan tekun dan lapang, mengatur pola hidup dengan sebaik-baiknya, meningkatkan kadar spiritual setinggi-tingginya, selalu menemukan sisi positif untuk disyukuri dalam kehidupannya (termasuk kondisi sakitnya), percaya sepenuhnya pada kuasa Tuhan, dan tentu mendapat dukungan sepenuhnya dari orang-orang dekatnya. Itu pengalaman mereka yang berhasil sembuh Mbak. Tidak mudah dijalani, tetapi bisa.
Begitu juga dengan ayah mertua Mbak Ernest. Kalau pengobatan konvensional tidak terlalu menjanjikan, bantulah dengan detoksifikasi, dengan pengobatan herbal, dengan banyak sayuran dan buah-buahan, dengan doa-doa yang khusyu, dengan membangun situasi yang menyenangkan bagi ayah, dan banyak lagi lainnya. Di rumahkanker banyak artikel mengenai hal ini, silakan dibaca-baca Mbak. Semoga Tuhan memudahkan ayah mertua Mbak Ernest dalam menjalani pengobatan. Salam untuk beliau ya, Mbak.
Dear All,
Saya baru pertama kali mengunjungi web ini. Nama saya Arum, usia 27 tahun, tinggal di Karawaci. Membaca postingan dari mba Ernest di atas, sepertinya kasus mirip dengan yang dialami ayah saya sekarang.
Ayah saya berusia 58 tahun. Pada bulan September tahun 2009, ayah saya didiagnosis dokter menderita tumor ginjal. Saat itu dokter mengatakan bahwa operasi pengangkatan ginjal harus segera dilakukan. Namun karena belum siap secara mental, akhirnya ayah saya menolak tindakan operasi tsb.
Saat ini rasa sakit di ginjal kiri semakin terasa. Ayah saya kembali dirawat di RS. Tumor sudah membesar 1,5 kali dibandingkan tahun kemarin. Stadium tumor berkisar 3 atau 4. Dokter mengajukan agar dilakukan operasi dengan tindakan Neprectomy kiri (pengangkatan ginjal kiri) dan Bypass vena cava cara vena zezygos atrium dexta (pembuatan bypass dari pembuluh darah di bawah ginjal ke jantung). Resikonya, saat operasi bisa terjadi pendarahan hebat, thrombus lepas, bisa menyumbat jantung. Resiko lainnya adalah penyebaran sel tumor ke organ lain. Operasi ini sangat besar dan harus dilakukan bersamaan.
Kami pihak keluarga sangat bingung untuk memutuskan apakah menyetujui tindakan operasi atau tidak. Dokter pun menyarankan mencari alternatif lain. Namun kami sangat minim informasi terkait kanker ginjal ini.
Apakah ada masukan atau informasi mengenai pengalaman dan pengobatan seputar kanker ginjal ini? Ataukah ada komunitas/grup dimana kami bisa mendapatkan dan berbagi informasi?
Terimakasih untuk semuanya,
-aRum-
Dear Arum
Anda bisa bergabung dengan Cancer Information & Support Center (CISC). Untuk info lebih jelas silakan hubungi email cancerclubcisc@gmail.com atau
sms ke 081388802009.
Dear Mbak Titah,
Nama saya Iryanto atau biasa dipanggil TOny. Secara tidak sengaja saya menemukan web ini melalui mesin pencari google yang awalnya bertujuan untuk mencari informasi mengenai tips hidup sehat pasca operasi tumor ginjal yang sudah saya jalani pada pertengahan agustus 2011 lalu. Saya benar-benar tidak mempunyai informasi mengenai hal-hal yang boleh/tidak dikerjakan, makanan yang boleh/tidak boleh dimakan pasca operasi tersebut dan hal lain yang tidak saya ketahui sebelumnya. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
Salam hangat,
Tony
Dear Mas Tony,
Gambaran umum tentang makanan yang boleh/tidak boleh dikonsumsi silakan dibaca di rumahkanker.com. Di sana banyak lagi artikel2 lain yang bisa jadi tambahan wawasan tentang tumor dan kanker secara umum. Semoga bermanfaat.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)