Hai semua, nama saya Lani.
Saya sedang mencari artikel mengenai kanker, dan menemukan situs ini.
Pada saat ini saya masih shock dengan vonis dokter terhadap bapak saya, dia terkena kanker hati dan paru-paru stadium lanjut. Kalaau boleh saya bercerita, awalnya dia mengalami hb rendah, pada saat itu hbnya 4, dia sudah disuruh diopname tapi dia menolak dengan harapan dia bisa menaikkan hb sendiri dengan makanan dan obat2 herbal, walhasil tiap minggu dia hanya cek hb saja, dan memang naik sedikit2, setelah dipaksa kembali periksa ke dokter lain dan dibilang ada pendarahan di pencernaan dan harus endoskopi, sekali lagi dia menolak dan merasa bisa dengan obat dokter, kemudian setelah itu dia mulai tidak bisa makan, sering merasa mual dan kembung. Akhirnya dia melakukan endoskopi tp tidak ditemukan apapun hanya ada luka saja.
Setelah berapa minggu setelah itu dia masih tidak bisa makan, dalam hal ini maksudnya adalah makan tp mual dan keluar lagi. Akhirnya minggu kemaren dia diopname dan untuk berapa hari awal dia hanya diberi obat penahan sakit, makanan melalui infus dan obat penutup lukanya. Tp setelah melakukan USG, diketahui ada tumor di hati yang merupakan metastase, akhirnya dilakukan CTscan dan dari hasilnya kami diberitahu bahwa itu adalah kanker paru paru dan hati. Bapak saya sudah bersikeras tidak mau melakukan tindakan apapun kecuali alternatif.
Saya mohon saran dan tanggapan dari teman-teman sekalian, dari dokter menyarankan untuk dibawa ke luar negeri karena sudah stadium akhir, tentu hal ini menjadi pertimbangan tersendiri karena persoalan biaya yang tidak sedikit. Sebagai informasi dia menderita diabetes selama hampir 15 thn dan perokok berat. Setahu saya, penyakit kanker itu membuat penderitanya kesakitan, saya ingin tahu bagaimana cara membantu meringankannya atau adakah obat herbal yang dapat membantu meringankan. Terima kasih.
Lani


Cerita Sejenis:
Sudah 14 sahabat yang menanggapi
Dear Lani,
Kompleks juga tuh situasi bapak ya… Langkah paling awal, semoga bapak berkenan menghentikan rokoknya. Langkah kedua, diabetesnya dikontrol semaksimal mungkin. Karena rokok dan diabetes adalah dua faktor yang menyuburkan kanker. Kemudian pola hidupnya diatur dengan sebaik-baiknya, mulai dari pola makan, pola tidur, pola spiritual, pola aktivitas, dan lain-lainnya.
Saya gak begitu hafal dg obat herbal yang bisa menghilangkan nyeri, tapi kalo bapak mau obat medis bisa minta resep dokter.
Kalo dokter bilang stadium akhir, trus ke luar negeri itu tujuannya apa Lan? Menurut dokter apa yang bisa dilakukan di luar negeri tapi tidak bisa dilakukan di sini? Kalau memang biaya menjadi kendala, sebaiknya cari pengobatan alternatif di dalam negeri saja. Asal saran-saran di atas bisa dijalani dengan disiplin, pengobatan di dalam negeri juga cukup memadai kok.
Dear Lani,
Ini ada tulisan bagus yang bisa dijadikan referensi sebagai pendamping pasien.
http://cancerclubcisc.wordpress.com/2009/08/20/jangan-lagi-ada-penyesalan/
Saya mengerti perasaan mbak LAni, karena bapak saya bln Maret yl juga divonis kanker paru paru stadium IV metastase ke tulang. Bapak sejak awal sudah tidak mau dikemoterapi dan akhirnya hanya menjalani pengobatan alternatif dengan minum rebusan daun dewa, benalu, tapak dara dsb. Usaha kami sudah maksimal, akan tetapi Tuhan berkehendak lain dalam waktu 4 bulan (sesuai perkiraan dokter) akhirnya bapak meninggal dunia bln juli yl (smoga khusnul khotimah bapak..). Menurut saya turuti saja kemauan bapak mbak Lani, apa yang beliau ingin pilih termasuk untuk pengobatan alternatif. Untuk mengurangi rasa sakit di tulang, bapak sy dulu sering minta di olesi minyak (sejenis minyaksereh bisa di beli di apotek). Minimal dapat menurangi rasa sakit dan dapat melancarkan peredaraan darah di sekitarnya. Saya dulu tidak tega melihat beliau kesakitan, yang saya salut bapak begitu sabar menerima sakitnya itu…sampai detik detik terakhir bapak hanya minta analgetik parasetamol sehari 2x menjelang beliau tidur. Dan kata beliau, cukup parasetamol saja…sudah bisa membuat beliau tidur pulas.
Sementara itu, nasihat dokter itu tidak cukup beralasan, mengapa harus di bawa ke LN??
Demikian sharing saya, mudah2han mbak Lani sekeluarga diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Mba Lani, terkadang kita memang harus menerima kenyataan hidup sepahit apapun, tapi saya yakin Tuhan tidak akan pernah memberi cobaan diluar kendali makhluknya..
untuk penyakit bapak, saya sarankan untuk tetap memprioritaskan pengobatan medis (kemoterapi, radioterapi, hormonal)di dalam negeri. walaupun bapak menolak, Mba Lani harus tetap berusaha membujuknya dan menjelaskan bahwa second opinion (pengobatan nonmedis)hanya akan dilakukan jika segala upaya tidak berhasil.
Selain itu, Mba Lani, atur pola makan Bapak dengan banyak mengkonsumsi sayuran dan buah2 karena banyak terkandung antioksidan untuk menumpas sel2 kanker.
tetap semangat dan terus berdoa!
Mba Lani..
Pertama kali bersinggungan dgn kanker adalah “JANGAN PANIK”.. panik menyebabkan kita bertindak tanpa dasar, yg dikemudian hari menyebabkan keadaan menjadi lebih buruk.. Utk kasus-2 kanker tertentu tidak melakukan apa-2 selama bbrp minggu bahkan bbrp bulan (sambil mencari tahu ttg kanker ) lebih baik drpd melakukan sesuatu yg tdk mendasar dikarenakan panikk ( dari yg saya baca di bbrp buku/website dan juga pengalaman sendiri )..
Dan spt yg dikatakan mba Titah, dlm menghadapi kanker yg utama adalah sikap mental, pola kehidupan spiritual/rohani,pola makan-minum,pola tidur-olahraga-relaksasi dan pengetahuan yg memadai..stress, pribadi yg negatif spt uring-uringan,pemarah,tdk bs menerima diri dan org dll diketahui mempunyai peranan penting yg memicu atapun memperberat kondisi dan sebaliknya pribadi yg menerima, murah hati, sabar, pemaaf dan mau minta maaf , mempunyai kasih membuat apa yg dilakukan, makanan yg di makan, minuman yg diminum, udara yg kita hirup mempunyai daya sembuh bagi tubuh. Byk cerita nyata ttg percaya, taqwa, pasrah kpd Yang Maha Kuasa bs menyembuhkan kanker. Dgn pengetahuan yg memadai, tepat menjadikan kita paham, mempunyai dasar yg kuat, benar ttg hal terbaik yg kita lakukan. Dan dgn pengetahuan yg memadai juga bisa meningkatkan hal-2 diatas menjadi lebih baik( sikap mental, kehidupan religi, relaksasi ). Adapun ttg pengetahuan ttg kanker dan hidup sehat, perkenankanlah sy sampaikan bbrp hal yg saya ketahui :
– artikel-2 di website http://www.rumahkanker.com ini.
– http://www.breastcancer.org
– buku keajaiban enzyme oleh hiromi shinya
– buku Cancer cured & prevented naturally by Betty L Khoo & Kingsley.
Salut utk Sharing Rumi dan alm. Bpk nya atas sikap,pandangan, tindakannya dlm menghadapi ca alm. bpk nya.. Sharing yg sangat mengsipirasi kita semua.. Semoga bpk nya Rumi diberikan tempat yg layak oleh Yang Maha Kuasa dan juga bagi Rumi sekeluarga diberikan iman, kekuatan dlm menghadapinya..
Semoga mba Leni bisa segera menemukan solusi dan kesehatan bpk nya semakin membaik..
Kami akan senang bila mba Leni bisa mensharingkan pengalaman mba Leni sendiri dlm mendampingi kesembuhan dan perkembangan bpk nya.
Terima kasih. Tuhan memberkati semua..
Salam sehat,
Andre
Dear lani,,
Saat Tuhan menjawab doamu, Dia menambah Imanmu
Saat Tuhan belum menjawab doamu, Dia menambah kesabaranmu
Saat Tuhan menjawab doamu, dan tak sprti keinginanmu
Dia memilih yang terbaik untukmu,
Tetaplah berdoa, karena berdoa menjadi penghubung antara kita dengan Sang Pencipta……
dear lani.
saya survivor cml,
da lima tahun bertaan dari leukemia.
kunjungi sy di :
http://ocekojiro.wordpress.com/my-secret-teraphy/
trims
Dear lani,
Musibah yang kita alami sama, hanya bedanya kalau keluarga Lani yang sedang menderita adalah Bapak, sedangkan saya yang menderita adalah istri saya tercinta. Sejak Januari kemarin istri saya menderita kanker paru-paru stadium IV (padahal kami sekeluarga tidak pernah merokok). Kebetulan kami tinggal di luar negeri tepatnya di Amerika dan saat ini istri saya masih menjalani perawatan medis seperti chemoteraphy dan radiation teraphy. Saya juga sedang mencari pengobatan alternatif khususnya obat-obat tradisional dari Indonesia. Karena menurut dokter secara medis istri saya tidak akan bisa sembuh total dan seumur hidup harus menjalani perawatan seperti chemo dan radiasi.
Sis, gmana kabar Bapaknya?
uda baekan ato gmana?
saya juga punya crita ni…
pa2 saya juga perokok berat…
dari umur 15, n skarang dy uda 42 taonn..
dari dlo dari dolo pihak kluarga uda minta pa2 untuk tdak mrokok n minum minuman keras lagii….
tapi pa2 oranknya sangat keras n tdk mau menerima saran kami…
pa2 mulai batuk dari bulan januari 2009 [ masih tetap merokok ]
kita semua mengira hanya batuk biasa, n ternyata batuknya berlanjut hingga lebih dari 1 bulan.. merasa ada yg aneh, pa2 memeriksanya keberbagai dokter n pengobatan tradisional gitu… tapi tak ada 1 pun yg bsa memberikan kami jawaban yg memuaskan.. mereka hanya bilang pa2 menderita batuk biasa? lha, sapa yg percaya?
batuknya aja non stop, apalagi kalo malamm..
suatu hari, pas itu saya inget banget, pas tgl 14 feb 2009, saya mendapat telepon dari saudara yg memberitahukan saya kalo pa2 masuk rumah sakit, pikiran menjadi kacau, ntah apa yg terjadi, slama perjalanan ksana, saya bingung banget.. ketika sampai dsana, saya gak tahan melihat pa2, dia terbarink di atas kasur.. ternyata seharian itu dia tidak bisa bernafas.. setelah diperiksa dokter, dokter hanya blg kalo paru2nya kotor, kami sedikit lega dengan jawaban dari dokter, tapi tidak bgitu puas..
5hari di rimah sakit, tidak membuahkan hasil apa2, n akhirnya, saya menemani pa2 ke Malaka, disana rawat inap 2 hari, n dokter juga bilang hanya paru2 kotor dan dikasi obat.
sesampai dirumah, pa2 mengonsumsi obatnya beberapa hari, n hasilnya semakin parah,n akhir kami kembali lagi ke Malaka, dan hasilnya NIHIL..
sebenarnya saya mulai putus asa…
ntah ada apa, tiba2 saja pa2 n ma2 memustuskan akan memeriksakan skali lagi di Singapore,..
Hasilnya??
pa2 di vonis kena kanker paru-paru stadium 3 yg usianya kurang lebih 6bulan..
dan dokter mengatakan bahwa kalau tidak cepat ditangani, hidup pa2 hanya bs bertahan sekitar 3 – 4 bulan saja.. n akhirnya pa2 menjalankan kemoterapi, setiap 1 minggu skali pa2 n ma2 harus bolak balik ke singapore.. kemoterapi yang ke 1 – ke 4, membuahkan hasil yg bgus, kanker pa2, mengecil dari dianogsa awal.. tapi 5 – 8, hasilnya memburuk, dan dokter memberikan obat yg lebih ampuh katanya… n hasilnya?
hasil ke 12[ 6 oktober 2009], kankernya membesar lagii.. dan saya, menemukan 2 situs yg menawarkan sebuah cara penyembuhan kanker, yaitu transfer factor n noni tahitian juice… pa2 membeli kedua2nya, n sekarang pa2 sedang mengkonsumsi transfer factor, baru 3 hari, blum ada hasil yang menampakkan perubahan, tapi saya sangat berharap, ini bener2 bisa membantu pa2..
mungkin sis bsa ngecek 2 produk itu yg mungkin bsa membantu..
semua dokter akan memberikan saran yang terbaik tetapi sebleum itu coba anda mencari pengobatan alterantif dahulu, memakai ramuan atau produk2 yang nutrisi
Dear M’bak Henny…..salam kenal…saya mau bagi cerita juga…, papa saya kanker paru stadium 4 metastase ke tulang…sekarang di lagi coba tahitian noni juice dan sepertinya ini alterntif terakhir utk pengobatannya…kelihatan sedikit ada perubahan tapi masih dalam tahap pemantauan…bagaimana dengan papa kamu…, aku lagi cari pengalaman orang yang benar2 sama dengan papaku..kanker paru, stadium 4 dengan alternatif tahitian noni juice.., apakah Henny tahu? setidaknya kita lebih yakin dengan yang kita pakai…, terima kasih sebelumnya….
@Lisbeth
Jika stadium 4, biasanya bisa dikatakan memasuki perawatan “paliatif”. Jika dengan tahitian noni bisa meningkatkan kualitas hidupnya, mengapa tidak? Obat medis/alternatif tidak selamanya benar atau salah. Saran saya, bagaimana nyamannya pasien dengan minum tahitian noni? Karena saya pribadi memiliki pengalaman mengkonsumsi tetapi lambung saya kurang bisa menerima. Selain itu, pola makannya mungkin perlu dijaga juga, karena bagaimanapun itu sedikit banyak berpengaruh. Hindari gula dan lemak.Gorengan jika kepengin banget pakai minyak kelapa menggorengnya.He-he-he ada artikelnya Mba Titah tuhhh… Semoga papamu terus membaik kondisinya ya!!
PAda tanggal 23 nopember 2009 di vonis mengidap kanker payudara dan tgl 3 desmber 2009 dilakukan pengankatan payudara (mastektomi) sebelah kiri saat ini menurut dokter kanker tsbut telah metastase ke kelenjar getah bening di ketiak dan tidak ada penyebaran ke organ lain yg ingin saya tanyaka stadium brapakah kanker tersebut dan langkah apa yg harus saya jalani adakah langkah alternatif selain cemo dan radiasi
Dear Asni,
Kemungkinan kanker anda stadium 2B atau 3A. Selain stadium masih banyak kondisi lain yang memperngaruhi pilihan pengobatan. Sebaiknya ikuti saran pengobatan yang diberikan dokter, dibantu dengan pendekatan total kepada Tuhan, pola makan yang baik, hidup sehat secara menyeluruh (fisik psikis, spiritual, sosial), kalau perlu ditambah herbal dan suplemen.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)