Assalamualaikum
Salam sejahtera buat kita semua….
Seminggu yang lalu ibu saya divonis dokter kanker paru stadium IIIB, saya kaget dan bingung harus bagaimana, sedangkan ibu adalah tulang punggung kluarga, tabungan sudah habis buat mondok di rmh skit 2 minggu. Terus yang ingin saya tanyakan, ada ga sih pengobatan alternatif atau herbal untuk kanker paru stadium IIIB…? Karena untuk chemo jelas2 kami tidak mampu.
Yang kedua, saya bingung harus bagaimana melangkah ke depan. Ibu sakit, adik masih kuliah sampe tahun depan, sedangkan saya kerja sambil kuliah. Dengan kondisi ibu sakit secara otomatis biaya kuliah adik saya mau tidak mau saya yang menanggung. Saya bingung apakah harus cuti kuliah dan cari kerja lagi buat nyukupin biaya kul adik dan pengobatan ibu… Tolong saran yang terbaik.
Terima kasih untuk saran dan masukannya.
Wassalam…
Deni Prasetyo

Cerita Sejenis:
Sudah 35 sahabat yang menanggapi
Wa alaikum salam wr wb Deni,
Aku bisa mengerti kebingungan kamu menghadapi kondisi ibu dan kondisi ekonomi keluargamu.
Pengobatan alternatif banyak ditawarkan di luar sana, tetapi kalau Deni mau coba pengobatan alternatif murni tanpa medis, sebaiknya berobatlah pada orang-orang yang memang dikenal sebagai ahli pengobatan alternatif (jangan sembarangan). Biayanya variatif, ada yang relatif “murah” (sekitar 500 rb – 1 jt untuk kebutuhan 1 bulan), ada yang sangat mahal juga. Berobat secara alternatif harus dibayar tunai, kalau kemoterapi di rumah sakit pemerintah kadang bisa gratis atau mendapat keringanan dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu (tanyakan dulu ke RS-nya, bisa atau tidak, kalau bisa bagaimana prosedurnya).
Mengenai biaya kuliah, harapan saya sih kalau bisa semuanya dipertahankan (kuliah kamu & adik, dan pengobatan ibu tetep jalan). Sebaiknya adik/kamu menghadap ke dosen wali untuk meminta keringanan biaya kuliah atau syukur bisa mendapatkan beasiswa. Sedang kebutuhan textbook untuk sementara pinjam kakak kelas atau perpustakaan, atau cari ebook di internet saja… Mungkin di sela-sela waktu kuliahnya adik pengin bantu cari uang, biarkan saja asal tidak mengganggu kelancaran kuliahnya. Kalau tetep tidak mencukupi, baru dipikirkan untuk cuti kuliah.
Aku percaya Deni tidak pernah lepas dari doa, Allah Mahakaya dan Mahapemberi, Dia-lah Pengatur Terbaik segala urusan, semoga Allah memudahkannya untuk Deni sekeluarga, khususnya ibu. Sabar, ya.
Wassalam.
makasih banget mb titah buat sarany, kalo ada saran buat alternatif yang baik mana ya..?
Terus satu lagi yang mau saya tanya, ibu saya sampai saat ini belum tahu tentang sakitnya. Menurut mbak lebih baik gimana,, diberitahu apa tidak?
Terima kasih
Dear Deni…
Saya mengerti yang Deni hadapi…so, waktu terus berjalan tanpa kita mampu menghentikannya. Saya sependapat dengan Mba Titah tentang bagaimana menghadapi semua ini.
Posisi Deni di mana? Jika di Jakarta, RS Dharmais dan Cipto melayani pasien dengan Jamkesmas/Askeskin. Tanyakan pada rumah sakit dan juga RT/RW dimana kamu tinggal. Oke?
mkasih y mbak ani,, Smoga waktu bnar bs menjawab dengan ijin Tuhan.
sy tingggal d semarang mbak…
Dear Deni….
di Semarang ada teman aktifis CISC (Cancer Information & Support Center) namanya Mba Naning. Dia banyak membantu pasien dan keluarganya. Silahkan hubungi 08122552220, bilang dari Ani-CISC Yogya.
Deni,
Sorry saya belum tau di mana pengobatan alternatif yang baik di Semarang. Kalau di Surabaya saya menganjurkan teman2 datang ke Poli OTI (Obat Tradisional Indonesia) RSU Dr. Soetomo, kebetulan RS tsb ditunjuk pemerintah menjadi pilot project pengobatan herbal di RS. Pasien yang datang diperiksa secara medis oleh dokter2 spesialis penyakit dalam, ahli farmakologi, dll yang memang mendalami herbal; setelah itu diberi resep berupa jamu rebusan/kapsul, dan setiap bulan hasilnya dicek secara medis juga (tes darah, foto, dll). Jadi bisa dipertanggungjawabkan, dan kebetulan biayanya nggak terlalu mahal. Mungkin di bawah 500 rb/bulan; tergantung kondisi & resepnya sih!
Tentang ibu, kalau sekiranya cukup tegar menghadapi, lebih baik ibu tahu apa penyakitnya. Supaya lebih mudah mengatur langkah-langkah yang mesti ditempuh, kan nanti Deni perlu memberitahu ibu juga apa yang sebaiknya dilakukan, apa yang harus dihindari. Jadi ibu tahu alasannya dan lebih mantap menjalani.
dear mb titah @ mbah ani,,
mkasih banget mbak buat info dan saranya. Sy emg bingung harus gmn, krena saya sbgai kpala kluarga…
Saya akan coba hubungi yg mbak titah & mbak ani sarankan.
Tp untuk saat ini saya akan coba alternatif di daerah klaten yang diberitau teman ibu,, katanya kmaren ada pasien kena kanker payudara bisa sembuh. smoga ibu jg bisa sembuh,, Amin Ya Rabb…
Buat mbak-mbak yang baek hati,,
mbak sy mau nanya,, sayur & buah-buahan yang baek buat penderita kanker apa saja ya…???
Terima kasih..
secara umum semua sayur dan buah bagus untuk pejuang kanker, tapi saya pribadi lebih menganjurkan sayur/buah dari tanaman yang bersifat alami. misalnya, saya lebih menganjurkan makan buah sawo, jambu, atau pepaya yang ditanam di pekarangan rumah (karena pasti nggak disemprot pestisida dan hampir gak pernah dipupuk kan), dibanding melon atau semangka hasil pertanian intensif, karena pasti sering disemprot dan rajin dikasih pupuk kimia. begitu juga sayur, kayaknya daun singkong, rebung, atau daun/buah pepaya dari “tegalan” lebih sehat dibanding bayam atau kacang panjang hasil pertanian intensif deh…. info lain deni bisa baca di sini.
mkasih mb titah infonya,,
Oya mbk,, kmaren saya meriksain ibu k alternatif, tp kok malah dilarang mkan syur bayam ya..? menurut mbak gmana?
Trus saya sampe skarang masih bingung dengan keluhan ibu yang di pahanya,, sering sakit dan kayak ada gumpalan darah/ benjolan gitu. Apa sakitnya itu kira2 efek dr parunya atau apa sy msh ragu, apa langkah terbaik yang harus sy lakukan?
Terima kasih…
Oya mbk titah,, anda tahu tidak pengobatan alternatif Yayasan NurSyifa’yang beralamat di Jl. Gg. Tembok 26 – Menteng Raya – Jakarta Pusat??
Trimakasih
Dear Deni,
Kalau alternatif memang beragam sekali, begitupun dengan dokter. Nah sebagai pasien, sekarang kita belajar mencerdaskan diri sendiri yuk! He-he-he… apa yang dilarang oleh mereka kita tanyakan kembali pada mereka ” Mengapa dilarang?” atau “Mengapa diharuskan?” Tentunya mereka akan memiliki alasan tersendiri. Nah kalau kita memiliki pengetahuan yang berbeda dengan mereka, jangan takut juga untuk “sharing” dengan mereka. Siapa tahu mereka tidak/belum mengerti yang kita ketahui. Terkadang / bisa jadi mereka tidak berkenan dgn pendapat kita….nah disitu kita di uji untuk bersikap, karena kita/ terutama pasien yang sangat mengerti tubuh kita.
Untuk keluhan sakit, tanyakan ke dokter ada atau tidaknya terapi untuk hal itu, misalnya di kompres dengan air hangat atau diolesin minyak apa…gitu? Mudah-mudahan bermanfaat apa yang saya sampaikan. Dan pesan saya, jika ke alternatif, timbang juga biaya, karena banyak teman yang terjebak dengan alternatif yang kurang bertanggung jawab.
@ d3121i86@yahoo.com
Ada banyak kemungkinan mengapa bayam dilarang. mungkin, pengobat alternatif itu “melihat” ibumu alergi dengan salah satu atau beberapa zat yang terkandung dalam bayam. atau mungkin zat-zat dalam bayam ada yang “bertentangan” dengan obat alternatif yang diberikan. mungkin juga seperli alasanku di atas: terlalu banyak disemprot pestisida dan pupuk kimia. tanyakan aja langsung apa sebabnya bayam dilarang.
Err… benjolannya di paha mana? Di lipatan paha, maksudnya? Tentang Nursyifa, duluuu… saya pernah nengok websitenya, tapi wong ya cuma lihat di internet, mana tahu kenyataannya, ya nggak?
wassalam…………
lam kenal ya kak deni
kak,harus kakak ingat ALLAH itu maha melihat,, kakak gak boleh putus asa dan jgn menyerah….
stiap permasalahan pasti ada penyelesaiannya,,
asalkan jgn pernah lari dari masalah itu,,
kakak harus optimis..selain itu juga berusaha lah semampu kakak,,
icha pengen banget kalau udah gede jadi dokter kanker…… doain ya kak,,
aku yakin kakak pasti bisa!!!!!!!!!!!!!!!
Mksih mbk ani & mb titah.
Mbak tahu ngga obat herbal yang bisa mengurangi rasa skit/ nyeri..
Soalnya ibu sekarang ngeluh nyeri N panas d parunya.. Kalo dr dokter udah di kasih sih smcam dr bhan morphine, takutny klo ntar kecanduan?
Trimakasih sebelumnya.
dear icha,,
Salam kenaljg cha..
Mkasih banget buat supportnya ya.. InsyaAllah saya bisa ngelewati semua ini dengan tabah. Amin
Saya jg ikut berdoa smoga yang dicita2kan icha dapat terwujud. Amin..
buat deni….
sebelumnya semoga kamu diberi ketabahan dan rezki yang melimpah dari Allah sebagai jalan untuk kesembuhan ibunda tercinta…
saya juga pernah mengalami menjaga ibunda yang terkena kanker selama 2 tahun lebih, yang penting ikhlas dan jadikan ladang ibadah untuk berbakti pada orang tua…bersama keluarga adalah hal terindah den…meski sangat berat pasti ada jalan…
kalau masih memungkinkan teruskan kuliah kamu sampai selesai dan sarankan adik kamu untuk juga membantu mencari kerja sampingan, setidaknya biar beban keluarga bisa dirasakan sama2 dan belajar untuk memikul tanggung jawab, jika tidak memungkinkan saran saya cuti kuliah dulu tidak masalah, nanti kan bisa diteruskan lagi…untuk ibunda makanan atau dietnya saya sarankan konsultasi ke ahli gizi (biasanya di RS ada) karena itu sangat penting…dan untuk pengobatan saya lebih percaya ke medis, tapi saya pernah lihat pengobatan alternatif “Gus Muh” di An-TV, semua pengobatan boleh dicoba tapi harus selektif ya…semoga selalu tabah, sabar dan jangan putus asa…
@ deni
saya belum pernah dengar ada yang kecanduan morfin yg digunakan untuk pengobatan kanker; karena pasti dosisnya udah diatur sedemikian rupa oleh dokter. makanya, obat2 berbahan dasar morfin harus diminum persis seperti yang disarankan dokter, jangan sampai melanggar jadwal, dan jangan berhenti sembarangan… okey den?
dear mb titah, mb wiwin..
trimakasih banget bwat saranya,, jujur skarng sy benar2 bingung,, keuangan sudah tidak memungkinkan / dibilang udah minus.. Hrus mikir biaya berobat ibu, adik kuliah ( kuliahnya ga bs buat smbil kerj soalny d akbid ), trus kbutuhan sy sendiri..
Tinggal tanah yang tersisa, apakah layak sy jual buat nutup smua itu..???
Trus tiap liat ibu n ngeluh ” kpan to bisa sehat..?”.. Rasanya hati ini ingin menangis tp jg ga isa… apa jalan terbaik yang harus sy lakukan mbak….??!!!!
Trimakasih
dear deni,
sorry sebelumnya ya den, deni & ibu mesti sadar sepenuhnya, pengobatan kanker dengan cara apa pun gak mungkin selesai dalam 1-2 bulan; hitungannya pasti tahun! bisa setahun-dua tahun, bertahun-tahun, atau bahkan seumur hidup. kenapa ini aku sampaikan? bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya deni & ibu siap mental dan bisa mengatur strategi yang paling tepat sesuai kondisi keluarga deni.
kalau sekarang kondisi keuangan udah minus, perlu ditinjau lagi strategi pengobatannya. apa mau beralih ke jalur medis (pakai surat keterangan tidak mampu atau jamkesmas); atau tetap bertahan di jalur alternatif. kalau mau bertahan di alternatif, mesti pinter-pinter milih alternatifnya; mana yang masuk akal dan biayanya terjangkau. hati2 dgn tawaran alternatif yang “heboh” dan “meyakinkan” karena banyak sekali lho di masyarakat “pengobatan alternatif” yang tipu-tipu belaka, buntutnya cuma mau ngabisin duit kita. pokoknya kalau ada tawaran pengobatan alternatif tanya sampe jelas metode pengobatannya pakai apa, ramuannya apa aja, lalu crosscheck ke internet apa metode seperti itu memang ada, masuk akal, bermanfaat, atau sudah ada yang kena tipu.
soal jual tanah, itu tergantung kesepakatan keluarga sih. kalo boleh tahu tanah itu tanah apa? tanah yang ditempati rumah sekarang, atau tanah di tempat lain? kalo tanah di tempat lain gak masalah sih dijual untuk menutup biaya-biaya, tapi ya itu tadi… perhitungkan bahwa biayanya harus dicukupi sampai beberapa tahun ke depan. jadi walaupun dapat uang banyak dari penjualan tanah, mesti bijak mengelolanya untuk kebutuhan jangka panjang, ya?
lha kalau tanah itu ditempati rumah… sebisanya ya jangan sampai terjual lah. kalau dijual, lantas kalian mau pindah ke mana? pindah2 kontrakan akan lebih menyusahkan. selain repot, setiap kali juga harus cari uang untuk biaya kontrak. kalau rumah/tanahnya cukup luas, lebih baik dikontrakkan sebagian.
den, semua ini teramat berat kalau kamu pikul sendirian. kalo kamu mau menangis, menangislah. menangislah pada Tuhan, dan sesekali curhatlah pada teman/keluarga yang bisa mengerti kamu, itu akan sangat membantu. oke? doaku untukmu & ibu selalu.
kalau menurut anda cuti kuliah dan kerja lagi memang lebih baik ya di lakukan saja biar bisa fokus untuk mengurusi ibu
dear mb titah,
mkasih banget mbak, rasany emang berat & ingin menagis tp belum bs menagis di hadapan Tuhan.
Trus untuk tanah, bukan tanah yang ditempati. tanah itu emang simpenanibudulu yang rencana buat adek/saya.
Kalo jamkesmas kmaren udah sy urus tp belm bs karna pendataanya dimulai awal taun, jadi kmaren cuma dpat jamkesda. Itupun hanya bisa digunakan di boyolali tempat kelahiran ibu. Sedangkan posisi ibu di semarang karena saya dan adek jg d semarang. Mudah – mudahan di awal taun bner2 bisa diurus.
MOga aja sy & keluarga bisa menjalani ini semua dengan lancar mbak, Amin.
Mkasih ya mbak buat semuanya…
Okey Den, doaku menyertai selalu…
mbk, ibu skr kalo kumat keliatan kok tambh parah y,bwat jaln tambh susah, trus klo kumat kadang paru bgian bwh, kdang paru bgian atas, kdang jg d punggung jg skt. ap yg hrus sy perbuat? altrntif yg sy lakukn blm membrkan efek yg signifikan, ap sy hrus blik lg k medis. trmkash
Deni, harus ditambah sabarnya ya….
Berikan sesuatu yang hangat di bagian dada/punggung. Misaalnya botol air panas dibungkus handuk letakkan di bagian dada/punggung.
Yang sangat efaektif adalah berjemur di pagi hari sambil terlentang di alasin kasur di teras rumah. Cobain ya Denn…
Dear Deni,
Memang gak gampang menemukan obat yang cocok untuk mengatasi kanker seseorang. Mungkin pengobatan yang dijalani selama ini belum cocok untuk ibu, perlu dipertimbangkan untuk menggunakan metode pengobatan lain. Balik ke medis boleh juga. Coba aja ibu diajak berobat ke Boyolali dulu, di sana nanti minta dirujuk ke Semarang. Tanyakan dulu seh di RS Kariadi pasien Jamkesda dari Boyolali harus bayar ga?
mkasih ya mbak2 yang baek hati,,,, Smoga Tuhanmembalas kebaikan Anda. Amin
M’bak Titah atau yg membaca ini, kami mau tahu alamat pengobatan alternatif di daerah Boyolali untuk kangker otak yg sedang diderita oleh sodara saya.
Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.
dear yudi:
saya turut prihatin dengan sodara ms yadi,,, smoga diberi ketabahan n ksabaran buat saudara n kluarga.
Ada ms d daerah klaten,, setau saya dulu pernah ada pasien kanker payudara Alhamdulillah bisa sehat sampe skarang menurut info dari mas yg ngobaaaaatin Tapii Selama 2 bulan ini ibu sy bawa kesana belum ada perubahan positif yang kelihatan.. tapi saya tetep bertahan memakai ramuanya… Smoga dengan ksabaran n keikhlasan Tuhan YME menghendaki kesembuhan buat ibu saya.
Kaau ms yadi ingin mencoba nanti saya beri tau persisnya…
Semangat..!!!!!!!!!!
Maaf mbak titah,,
Mbak ibu sy akhr2 ini ko pengen k boyolali menrut mbak gmana ya..??
Seangkan sy d smg,, kalau sy harus mondar-mandir smg-boyolali jujur tidak sanggup.. sminggu sekali aja berat ap lg harus tiap hari/ 2 hr skali. Gmana ya mbak…???
Dear Deni,
Ke Boyolali untuk apa, Den? Berobat di RS Boyolali? Atau sekedar nengok kampung halaman? Atau yah… mudik?! Kalo bisa sih, keinginan ibu dipenuhi. Mungkin salah satu, kamu atau adikmu, terpaksa cuti kuliah dulu untuk menunggui ibu di sana. Sebuah pilihan yang tidak mudah, tapi mungkin harus ditempuh. Coba dibicarakan lagi dengan keluarga, minta masukan juga pada Pakde, Bude, Om, Tante, dll.
Dulu waktu kuliah aku juga pernah terpaksa gak ikut semesteran dan mengulang tahun berikutnya karena nungguin ibu sakit, tapi sampai sekarang aku gak pernah menyesali hal itu. Justru aku merasa “bahagia” punya kesempatan untuk sedikit “membayar hutang” pada ibu.
Omong2, kalau berobat di Klaten selama 2 bulan belum menunjukkan hasil positif apa pun, kenapa diteruskan saja?
met tau nbaru ya mbak titah, n semuanya.
Mbak 2 minggu yg lalu sy rongten paha ibu sy trus hasilnya itu keliatan kropos gtu. So, ay konsul ke ahli tulg bilang ini sudah menyebar, klo emg sudah ga kuat nahan skitnya y hrus d amputasi. Gmana y mbak??
Trus dah 4 hari ini paha n telapak kaki ibu sy bengkak n tidak bisa jaln,, jadi apa2 hrus d kasur. Sy jd tambah bingung mba…???
Mau sy bw k dkter ga bisa buat geser pentan 10 cm aja ksakitan n teriak2. Gmana mbak, tolong kasih saran biar sdikit tenang.
Trimaksih
Dear Deni,
Kalau boleh jujur, aku tidak setuju tindakan amputasi karena itu tidak akan membantu apa-apa; tidak akan mengurangi keparahan kankernya, justru membuat mental ibu dan anak2nya down. Kalau sekedar untuk menghilangkan nyeri, coba deh deni minta obat antinyeri ke dokter, ibu butuh antinyeri khusus yang tidak dijual bebas (golongan morfin atau lainnya).
Paha & kaki yang bengkak akibat penyebaran kanker, sebaiknya waktu tidur diganjal dengan bantal yg empuk supaya posisinya agak tinggi & gak memperparah bengkaknya. Tegar & sabar ya Den dalam melayani ibu, tetaplah senyum dan ceria di hadapan ibu, itu akan mengurangi penderitaan beliau. Jangan lupa semakin dekatkan diri Deni & Ibu kepada Tuhan, semoga Ia segera mengulurkan pertolongan-Nya. Amin ya Rabb.
mkasih mbak saranya,, dari awal ib dah konsumsi MST 10 mg,, ap perlu d tambah yg 20 mg y???
pokona mkasih ya mbak,, Yg pasti q btuh support..
Dear Deni,
mungkin memang dosis MST-nya perlu ditambah, atau perlu dikombinasi dengan antinyeri lain. aku pernah dengar ada antinyeri khusus untuk nyeri tulang, tapi sorry lupa namanya. coba deh tanyakan ke dokter, ya. doaku selalu…
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)