Dear friends..
Saya mau curhat karena saya sudah tidak sanggup lagi..
Hari ini saya sudah terlalu capek dan sedih dengan keadaan papa saya. Sudah ga ada yg peduli dgn dia, cuma saya aja yang mau ngurusin dia sekarang. Saya punya 2 orang adik. Yang cewe di semarang dan udah punya bayi. Yang cowo, agak terganggu jiwanya. Oh Tuhan…saya ga sanggup, capek, dan habis2an, utang sana dan sini. Saya sudah bersuami, tapi sekarang penghasilannya cuma cukup bayar kredit rumah kami, biaya2 bulanan lainnya. Dan saya baru saja diphk oleh perusahaan karena merugi.
Dari bulan Juli, pertengahan, papa saya tiba2 ga mau makan sudah 3 hari dan sempet pingsan 1 kali. Saya baru dikasih tau oleh sahabat papa saya di Bogor. Saya langsung ke Bogor dan jemput dia untuk berobat ke Jakarta. Setelah dapat hasil lab, saya ke dokter A, dan dia bilang Leukimia. Saya tidak percaya, kita ga ada keturunan leukimia, secara saya orang awam, yang cuma denger sana dan sini. Saya tanya2 ke 3 dokter, dan semua sama, malah parah yang terakhir bilang Leukimia LGK. Dia bilang tenang saja pasti sembuh tapi obatnya mahal sekali. “Ya Tuhan, kenapa pas lagi keadaan seperti ini.” Saya menangis sambil telefon semua saudara saya, adik, tante dan semuanya. Akhirnya dia di transfusi darah di 2 rumah sakit, tes lab terus, dan ct scan..
Tapi pas hari ini, kondisinya kian menurun. Dari kemarin dia susah BAB, dia sudah tidak mau makan. Saya stres juga, makan ga mau, roti ga mau, katanya ga napsu makan. Dan saya sempet dimarahin dengan tangisannya. Ya sudah saya sudah pasrah. Untung hari ini dokter dari Yayasan datang…Puji Tuhan, ditengah2 kesulitan keuangan dan kepenatan kami ada yg menolong. Tapi mentok lagi di soal biaya tes lab dan pengobatannya. Oh Tuhan, bagaimana ini?
Rasa ini udah bercampur-campur, rasa ingin memaki, kesal, sedih dan bingung. Padahal papa saya ada uang di tabungannya, sedikitpun dia tidak ada rasa kasihan atau apalah. Ini untuk kesembuhan dia sendiri bukan buat kesenangan saya semata. Tuhan, kenapa papa saya dibutakan oleh harta duniawi padahal ajalnya sudah mau dekat. Bukannya bertobat dan mendekatkan diri pada Mu, Tuhan, malah dia diam saja tanpa ada rasa apa2. Papa saya memang aneh, dari pertama kami menikah, dia selalu minta jatah bulanan. Dan sakit ini dia mau di RS yang berkelas. Saya tau dia takut akan kematian, saya disisinya mengingatkan harus pasrah dan minta pengampunan dosa atas semua kesalahannya supaya jangan disiksa seperti ini. Tapi saya selalu ditolak dan dimarahi untuk jangan mengingatkan dia mendekatkan diri dengan Tuhan atau apa. Sejak saat itu dia makin parah. Dirumah sakit saja dia agak sehat, pas pulang selalu makin menurun hari ke hari.
Saya usul untuk jual rumah saja, tapi dia tetap tidak mau, katanya “Dia belum mati rumah itu ga boleh dijual”. Maksud saya selama waktu yang tersisa buat dia senang. Dia mau jalan2 ke luar negri, saya akan ajak, atau mungkin berobat ke singapur. Tetapi dia tidak mau.
Oh ya, saya juga kehilangan akal, akhirnya setelah dia tanya2 terus penyakitnya apa. Saya kasih tau dengan jelas. dengan maksud supaya dia rajin minum obat, minta kesembuhan dan minta ampun sama Tuhan. Tapi yang saya lihat dia hanya rajin saja minum obat. Papa saya dulu orang yang taat beribadah. Tiap minggu ke gereja, kalau ada perkumpulan doa dia selalu ikut. Ada novena apapun dia selalu ikut. Sejak dia sakit, saya ajak ke gereja saja dia takut jatuh bilangnya. Fiuhhhh… Cape. Maaf saya mengeluh terus, karna saya memang merasa seperti itu melihat dia tiap hari, saya coba hibur, ceria, tetap dia mengkerut wajahnya.
Dia pernah marahin saya, karna saya selalu menyinggung perasaanya. Karena dia pelit. Dia memang begitu dan ga akan berubah, dia bilang seperti itu. Jadi jangan coba untuk pinjam uang atau jual rumah itu. Sekarang saya sudah diam saja, ga punya uang ya diam, di marahi dia saya diam, dia bilang apapun saya iya saja. Karena percuma berusaha merubah batu karang yang keras dan sudah tidak ada Cinta dalam dirinya.
Adek saya sudah habis puluhan juta dan sekarang mereka sudah tidak ada tabungan lagi. Keluarga dari mama saya, sudah jangan masuk rumah sakit atau dokter lagi, karena percuma toh pasti akhirnya akan meninggal juga dan dia sudah tua, sudah waktunya. Tapi saya tidak bisa, saya ada bersamanya setiap waktu, dan sejak bulan juli saya sangat stress, sampai2 saya stop berobat untuk hamil demi papa saya. Tidak tega rasanya melihat dia tersiksa seperti itu, sesak napas, jatuh, kehilangan keseimbangan, dan ga mau makan. Hydrea dan sangobion seakan2 tidak berfungsi malah tambah parah.
Apa yang harus saya lakukan? Kemarin saya sudah coba mengajak papa saya kembali ke Bogor dengan alasan refreshing, tapi dia menolak mau tetap bersama saya. Pikir saya apakah dia butuh teman curhat. Di bogor banyak teman dan dia dulu selalu ribut mau ke Bogor tempat kelahirannya.
Sebelumnya terimakasih sudah mau mendengarkan curhatan saya.
Salam,
Deean


Cerita Sejenis:
Sudah 14 sahabat yang menanggapi
Dear Deeean…
Saya cukup perihatin dengan kondisi papamu, tapi saya ingin yakinkan dirimu, bahwa peristiwa yang sedang kamu alami adalah LADANG IBADAH yang luar biasa. Saya yakin, para malaikat mencatat semuanya. Kesabaranmu, pengndalian emosimu dan ketulusanmu akan mendapatkan point prioritas dari Tuhan. Jangan menyerah Deean…nanti ada hikmah yang akan kamu dapatkan. PASTI…
Untuk menghadapi papa….
1. Coba diskusikan dengan pastur atau siapa yang memiliki kompetensi secara agama untuk menyadarkannya. Datangkan mereka ke rumah…jika papa tidak berkenan, Deean bisa mengatakan bahwa kunjungan mereka adalah kunjungan pelayanan,bukan atas permintaan siapapun.
2. Deean…sesekali kamu harus refreshing…tarik nafas sejenak, karena kondisimu sedang hamil, jika terus menerus stress, kasihan janinnya.
3. Coba hubungi CISC di Jakarta, kontak Bu Yuniko atau Bu Sri,0816822868,teman-teman di Bogor juga ada, mereka dengan rela hati akan mengadakan kunjungan mendatangi pasien yang sedang membutuhkan dukungan secara GRATIS.Mereka adalah survivor dan keluarganya. Deaan bisa curhat dengan mereka lewat telfon atau ketemu langsung.
Ok Deean, kamu juga perlu untuk lebih ikhlas dan menenangkan diri serta lebih ditambah sabarnya…
Doa kami menyertai…..
Deean,
Menghadapi orang, khususnya dengan penyakit kanker memang tidak semudah yang kita bayangkan. kita harus tahu, bukan hanya fisik mereka saja yang sakit, namun banyak tekanan psikis yang membuat emosi mereka cenderung tidak stabil, malah kebanyakan menjadi sangat sensitive (seperti ayah Deean). saya memang bukan penderita kanker, tapi kalau boleh berpendapat, cobalah ajak Ayah Deean untuk bergabung dengan Yayasan pemeduli kanker (seperti YKI, atau yayasan pemerhati lainnya- maaf saya kurang hapal). komunitas ini biasanya memang diperuntukkan bagi para penderita kanker yang membutuhkan motivasi. mangapa saya bilang begitu?? karena tidak sedikit loh pasien-pasien kanker yang kondisinya jauh lebih buruk dari bapak Deean, namun berkat dukungan moril dari para relawan kanker, semangat mereka muncul kembali dan itu sangatlah membantu mereka dalam menumpas penyakit menyebalkan ini. selain itu, Bapak Deean juga bisa sharing dengan sesama penderita kanker ataupun para mantan penderita kanker yang sudah sembuh dari penyakit ini. singkatnya, berbagi pengalaman dan motivasi merupakan salah satu kunci penderita kanker untuk survive dan melupakan sejenak tentang penyakitnya.
buat bapak Deean, saya harapkan yang terbaik selalu untuk kesembuhan Bapak. semoga saran saya dapat sedikit bermanfaat untuk Deean dan keluarga. tetap semangat dan selalu berpikir positif. “bukan kanker yang akan mengalahkan kita tetapi kitalah yang akan mengalahkan kanker”…
Dear Deaan…
Kekuatan doa spt sharing mba Titah http://blog.rumahkanker.com/2008/06/kesembuhan/kekuatan-maaf/
dan cerita nyata di http://www.cerita-kristen.com/joomla/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=86 sangatlah luar biasa..
Menurut saya hal utama dan pertama dlm menangani kanker adalah kehidupan religi/spiritual, pikiran/sikap mental yg positif/menerima/murah hati/pemaaf, tdk stress/terlalu capek, doing sport/relaksasi, dan makan minum/diet sehat..
Semoga Sharing mba Tita/ cerita nyata di diatas dpt menginspirasi Deaann dan papa Deann..
Salam,
Andre
Deaan..Ttg kegalauan Deaan pada Papa Deaan akan harta duniawi, 3 hari yl saya beli buku rohani bagus berjudul “Kata-Kata Pedas Bernas” ditulis oleh Surip Stanislaus OFMCap yg salah satunya membahas Sabda Allah “Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum drpd seorang kaya masuk ke dlm kerajaan Allah” ( Mrk 10:25// Mat 19:24// Luk 18:25 ) yg diuraikan oleh penulis secara pas,mengena, menjadikan kita sadar ttg iman,keduniawian..
Semoga buku tsb bisa menjadi inspirasi bagi Deaan dan Papa Deaan..
Salam,
Andre
Dear Deean,
Saya mengerti perasaan Deean, memang begitu banyak persoalan-persoalan pelik yang menyertai kehadiran kanker. Bukan hanya butuh pengobatan, tapi kanker benar-benar mengubah seseorang (dan keluarga/lingkungannya) secara fisik, psikologis, ekonomis, sosial, dan juga spiritual.
Tentang papa Deean yang tidak mau ke gereja karena takut jatuh, menurut saya itu bukan alasan yang mengada-ada. Karena fisik orang yang terkena kanker kebanyakan sangat merosot. Deean sendiri menulis papa sering sesak nafas, jatuh, kehilangan keseimbangan, kan? Jadi lebih baik seperti yang dianjurkan Ani saja, coba undang pemuka agama atau teman-teman gerejanya untuk berkunjung ke rumah. Kalaupun papa menolak diingatkan untuk mendekatkan diri pada Tuhan, untuk sementara biarkan dulu. Mungkin papa sedang mengalami depresi pada fase “marah”; pada fase ini papa akan marah pada siapa saja, baik pada dirinya sendiri, pada keluarganya, pada dokter, maupun pada Tuhan. Fase ini pasti akan lewat kok… Kalau papa bisa mengeluarkan kemarahan-kemarahannya dan ada yang bisa mendengarkan/menampungnya secara bijak, papa akan lebih cepat keluar dari fase ini.
Menurut saya, menghadapi hal yang sulit ini Deean jangan terbawa marah. Deean tahu tidak, kalau tanpa kita sadari batin kita itu sesungguhnya berkomunikasi dengan batin-batin lainnya? Jadi, batin Deean diam-diam berkomunikasi dengan batin papa. Kalau Deean memendam kemarahan dalam hati, tanpa Deean keluarkan pun sinyal kemarahan itu ditangkap dan direspons oleh batin papa. Apa yang terjadi? Ya sikap papa yang sulit didekati dan diajak bicara itu.
So, coba ubahlah rasa marah itu dengan rasa kasih sayang dan kelembutan hati. Lihatlah lagi, tidakkah tubuh tua yang lemah dan sakit-sakitan itu dulu adalah tubuh tempat kamu bergelayut manja dan merawat kamu penuh kasih sayang ketika kamu masih kecil dan begitu merepotkan? Ingat-ingatlah lagi, tidak pernahkah kamu dulu mengabaikan kata-katanya; dan siapa yang mencukupi segala kebutuhanmu ketika kamu belum dewasa?
Saya yakin, kalau batin Deean penuh kasih dan lembut terhadap papa, batin papa dapat menangkap dan merespon getar kasih itu. Papa pasti akan lebih lembut dan mudah didekati. Tentunya sambil Deean terus berdoa semoga Tuhan mengampuni papa, melembutkan dan membuka hati papa untuk menerima hal-hal yang baik bagi dirinya.
Dalam suasana yang penuh kasih, papa pasti bisa diajak bicara mengenai apa pun. Deean bisa berterus terang kalau Deean dan adik sudah mengalami kesulitan keuangan, sambil menanyakan apa rencana papa dengan uang tabungannya (kok tidak boleh digunakan untuk pengobatan. Siapa tahu papa memang punya rencana yang lebih penting?). Tapi inget ya, membicarakan hal ini harus dalam suasana yang penuh kasih, pengertian, lembut, dan hati-hati. Jangan ada pemaksaan-pemaksaan.
Saya mengerti kamu penat sekali menghadapi situasi ini. Maka sekali waktu keluarlah dari situasi ini, mungkin dengan jalan-jalan sama teman, renang, pergi ke spa, atau melakukan apa pun yang kamu sukai; kemudian kembalilah ke rumah dengan pikiran dan perasaan yang lebih segar. Seberat-beratnya situasi yang Deean pikul, masih lebih berat situasi yang papa hadapi. Tidak percaya? Coba aja tanya dirimu sendiri, mau tidak “bertukar tempat” dengan papa? Tidak kan?
So, tetap semangat ya Deean. Kamu bisa kok mengatasi masalah ini dengan baik.
Dear deaan,,
Saat Tuhan menjawab doamu, Dia menambah Imanmu
Saat Tuhan menjawab belum doamu, Dia menambah kesabaranmu
Saat Tuhan menjawab doamu, dan tak sprti keinginanmu
Dia memilih yang terbaik untukmu,
Tetaplah berdoa, karena berdoa menjadi penghubung antara kita dengan Sang Pencipta……
dear deean.
saya survivor cml.
sudah lima tahun hidup dengan leukemia.
saya beritahukan sebuah rahasia pengobatan saya
dan gratis. kunjungi :
http://ocekojiro.wordpress.com/my-secret-teraphy/
trimakasih
teman..
aku juga mengalami hal yang sama sekarang..Bapakku mengalami kanker lidah udah nggak tahu lagi mau buat udah menghabiskan uang banyak..tapi tak ada perubahan..hanya pasrah saja pasa tuhan yesus..moga dia memberikan kekuatan baut kamu dan aku juga
teman…
menjaga dan merawat orang tua yang kena kanker memang bukan hal yang mudah, bahkan akan menjadi sangat sulit ketika kita diujung putus asa, dan ujungnya yang kita tahu adalah kembali pada-Nya…saya melewatinya dengan ibu saya yang terkena kanker ovarium bertahan selama 2 tahun, ibu saya meninggal 20 maret 2009 setelah melewati pengobatan yang panjang, melelahkan dan memakan biaya yang tidak sedikit…satu hikmah yang bisa saya petik dan ingin saya bagikan pada teman…jangan pernah menyerah, terus bertahan, jadikan itu semua sebagai ladang ibadah dan bakti kita kepada orang tua, karena akan jauh…jauh lebih indah ketika kita masih bersama orang tua meski sakit daripada kita kehilangan mereka…saya bersyukur masih bisa menemani ibu saya diakhir hidupnya, melihat ibu saya pergi dengan tenang dan tanpa melihat rasa sakit yang sudah lama diderita…
dear dean
aku tahu itu pasti cobaan yang berat banget buat kamu, aku hanya memberikan saran, berdoalah supays pspamu dilembutkan hatinya, supaya Tuhan menjamah papamu, dan pasti tetaplah berdoa dan percaya pada rencana-Nya, Tuhan pasti tidak akan memberikan cobaan melebihi kekuatan umat-Nya, malah dia akan membantu menguatkan kita dan dari kejadian ini tersisip rencana Tuhan yang paling indah yang kita tidak ketahui, percayalah dan imanilah….
Tak usah sedih,bimbang dan takut, jika sesuatu urusan kita tak mampu untuk mengurusnya, maka serahakan saja pada yang Maha Pengurus, tapi jangan pasrah dan berputus asa,dunia ini hanya tempat bermain-main saja,ngak lama koq yang paling lama tak sampai 125 th ananda kami hanya bermain selama 11 th 4 bulan dengan kanker dibatang otak ia menghadap Illahi pada tgl 19 Oktober 2009 Namanya Maulana Mahendra Haq lahir 29 Juni 1998, sekarang istri saya juga udah bisa nerima .sedih tak perlu dibuang, air mata tak perlu ditahan , kehidupan harus tetap berjalan Allah telah memberikan deposito kepada keluarga kami ..Alhamdulillah….innalillahhi wainallillahi rajiun , dua kalimat yang mestinya kita satukan dalam setiap cobaan . jadi intinya mbak Dean jangan berprasanka buruk pada Tuhan.yakinlah bumi ini kecil kalau ngak percaya lihat aja dari bulan,apalagi kita yang melata diatasnya………sedih tetap sedih..duka tetap duka tapi sedih dan duka bukanlah sesuatu yang buruk sebaliknya gembira belum tentu sesuatu yang indah . mari tetap Sujud padaNYA
Innalillahi wa innaillaihi rajiun,, Yang sabar yapak, saya turut berduka cita. Smoga arwah anak bapak M.Taufik diterima disisi-Nya. Amin
Dear Dean..mungkin saya tidak bisa membantu apa2. Saya hanya ingin mencoba membantu menguatkan…disetiap yg diberikan oleh Tuhan selalu ada rencana baik di belakangnya…jadi bersabarlah selalu.
percayalah Tuhan punya rencana baik & indah untuk Dean sekeluarga pada waktunya rencana itu akan jadi nyata. tetep semangat ya Dean.
Sejak 5 tahun lalu, LGK atau CML telah ada obatnya.
Glivec atau GLEEVEC terbukti ampuh dapat menyembuhkan leukemia (LGK) sekitar 13% penderitanya dan selebihnya tetap tidak bisa bertahan karena kerasnya obat jenis ini.
Mahalnya obat ini juga bisa membuat penderita leukemia (LGK) mati berdiri, bayangkan harga sebutir glivec berkisar antara 220.000 hingga 260.000 Rupiah perbutir, padahal seorang penderita LGK bisa mengkonsumsi 6-8 butir glivek dalam sehari.
Obat yang digunakan bagi penderita LGK sebelumnya adalah HYDREA, namun sulitnya mendapat hydrea di jakarta dan seluruh indonesia membuat para penderita LGK bergelimpangan.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)