Dear Ibu Titah Rahayu,
Salam kenal. Saya Laksmi dari Bali. Usia 30 tahun. Keluarga saya punya riwayat keturunan kanker. Yang ingin saya tanyakan , dapatkah kita melakukan pengecekan adanya bibit kanker sejak dini? Pengecekan apa saja yang harus dilakukan? Mulai umur berapa sebaiknya melakukan pengecekan? Mohon infonya, agar dapat dilakukan pencegahan atau pengobatan sedini mungkin. Terima kasih.
Rgds,
Laksmi


Cerita Sejenis:
Sudah 47 sahabat yang menanggapi
saya bingung pha saya kna kanker otak atau tidak tp dari situs internet saya mengalami gejala gejala kanker otak…
pha yang harus saya lakukan sekaranr???????????
Dear Laksmi,
Anda benar, memiliki riwayat keturunan kanker merupakan alasan bagi kita untuk bersikap waspada dan rajin melakukan deteksi dini. Tetapi bukan berarti harus hidup dalam bayang-bayang kekhawatiran lho ya, karena kekhawatiran berlebihan justru akan merusak kesehatan kita. Sayangnya sampai saat ini belum semua kanker bisa dideteksi secara dini. Yang bisa dilakukan antara lain:
Screening kanker payudara: lakukan sarari (pemeriksaan payudara sendiri) rutin tiap bulan seminggu setelah mens mulai umur 20 tahun, dan melakukan pemeriksaan payudara pada dokter mulai umur 30 tahun. Pemeriksaan mammografi dianjurkan mulai umur 40 tahun.
Screening kanker serviks: rutin menjalani papsmear test 3 tahun setelah aktif melakukan kegiatan seksual atau mulai usia 21 tahun. Waspada terhadap adanya bercak2 darah di luar siklus menstruasi atau sesudah sanggama.
Screening kanker usus besar & dubur: sigmoidoskopi atau kolonoskopi mulai umur 50 tahun, cukup 5 atau 10 tahun sekali. Tetapi kalau keluarga initinya ada yg menderita kanker usus/dubur, sebaiknya mulai periksa sebelum umur 50 tahun. Waspadai adanya pendarahan dari dubur/tinja.
Selebihnya kita harus selalu waspada terhadap kondisi2 abnormal tubuh kita, misalnya batuk yang tidak kunjung sembuh, suara serak berkepanjangan, luka/sariawan menetap & tidak kunjung sembuh, pendarahan abnormal, benjolan abnormal, berat badan turun tanpa sebab, nyeri berkepanjangan pada bagian tubuh tertentu, dll. Tapi, sekali lagi, waspada bukan berarti menyimpan kekhawatiran apalagi ketakutan lho ya! Yang penting jalani hidup sehat lahir-batin, selalu berpikir & bertindak positif, semuanya akan baik-baik saja, kok.
@ eka
kalau kamu merasa mengalami gejala kanker otak, periksa ke dokter dong sayang…
Yang jelas apapun penyakit kita termasuk kanker kita harus bisa belajar mencintai diri kita, walau hanya 1 bulan waktu untuk hidup, kita jg gak boleh merasa sendiri, kita juga gak boleh menghindar dari orang2 yang kita sayang..
karena apapun penyakitnya,obat yang paling mujarab adalah perhatian dan kepedulian orang terhadap kita, kita harus kuat dan tegar menghadapinya
karena q juga belajar untuk itu..
oleh karena itu..q cuma mau bilang kita gak sendiri..kita gak perlu takut apapun..gak perlu takut untuk cek atau berobat…karena siapa tau kalian akan mencegah sebelum kalian mengobati…
smagat….^^
Hiiii Eka,…
Kalo berandai-andai mbok ya jangan kena kanker to. Yang laen aja knapa?. Yang enak-enak gitu. hehehe. Vonis kanker itu vonis berat Eka. Menjalani nya apalagi lebih berat. Jadi cobalah untuk berfikir positif sehingga kamu tidak menyiksa diri sendiri.
Untuk menyimpulkan seseorang terdiagnosis kanker tu ga sesederhana kamu membaca artikel atau postingan di internet trs kemudian kamu menarik kesimpulan dengan gejala yang identik tersebut berarti kamu sakit kanker. TErlalu prematur. Ada serangkaian pemeriksaan yang dinamakan penegak diagnosis sampai akhirnya dokter bisa menyimpulkan bahwa seorang pasien terdiagnosis kanker.
Kalo kamu merasakan gajala yang hampir serupa pun itu bukan kepastian bahwa kamu pasti terdiagnosis kanker. Haemorhoid atau Ambeien gejalanya sangat-sangat mirip dengan kanker kolon. BAB darah, bermaslah dengan BAB. Sehingga kalo kamu mengalami gejala seperti itu, apa itu berari kamu kena Kanker ? Blum tentu kan ? Dokter yang paling berpengalaman pun tidak akan melakukan itu. So supaya kamu tidak tersiksa dengan kekhawatiran-kekhawatiran kamu sendiri, segera aja ke Dokter seperti yang disarankan Mbak Titah. Sehingga kamu mendapatkan jawaban yang bertangung jawab.
Tetep sehat yaa,… Salam.
hi bu Titah..slm kenal.. saya sudah baca artikel “Periksa Payudara Sendiri Yuk!”
saya pernah melakukan SADARI tapi hnya sebatas meraba dengan sekilas, tidak sedetil itu. saya masih bingung dan tidak paham dengan hasil SADARI itu,apakah normal (area “gumpalan besar”,area “hamparan pasir”, dsb.)atau berkelainan seperti yg tertulis di artikel, tapi yg menimbulkan tanda tanya besar bagi saya, apakah benar2 ada kelainan adalah keluarnya cairan putih pekat seperti susu di bagian puting, meski hanya sedikt dan tidak setiap hari keluar.pernah saya cerita kepada ibu saya dengan menunjukkan sebuah artikel dari surat kabar yg memuat ttg tanda2 kanker payudara,dan saya meminta untuk diperiksakan ke dokter tp tidak ada respon.lalu apa yg harus saya lakukan?saya ingin memeriksakannya ke dokter tp tidak tahu dokter mana yg saya tuju (pastinya dokter kanker)? maksudnya apakah ke RS.Umum Daerah bagian poli kanker (emang ada y poli itu?) atau mungkin bu Titah punya rujukan sendiri?tp pasti biayanya mahal y kalo spesialis gitu..
mohon sarannya..terimakasih.
Dear Ibu Titah Rahayu,
“Screening kanker payudara: lakukan sarari (pemeriksaan payudara sendiri) rutin tiap bulan seminggu setelah mens mulai umur 20 tahun, dan melakukan pemeriksaan payudara pada dokter mulai umur 30 tahun. Pemeriksaan mammografi dianjurkan mulai umur 40 tahun.”
1. apa mamografi harus umur 40th?kenapa?
2. calon istri saya umurnya 30th dia sudah 3 kali operasi kista mamae. saya mau tanya apa itu bisa jadi kanker?
3. apa dokter tidak di perboleh kan menceritakan keadaan terburuk dari pasien?
terimakasih
@Tyus
1. Barusan saya dapat email tentang larangan mamografi di Amerika Serikat, tapi saya belum baca artokel sebenarnya. So…selama kita tahu, apapun peralatan medis yang kita gunakan sedikit banyak memiliki risiko selain memudahkan dokter menentukan diagnosa suatu penyakit termasuk juga Mamogram. Jadi saran saya cari tahu sebanyak-banyaknya tentang informasi alat medis yang dipakai.
2. Dari banyak referensi yang saya baca, kista sangat beragam jenisnya. Ada yang bisa berkembang menjadi kanker dan ada juga yang tidak. Yang terpenting saat ini untuk isteri adalah menjaga pola makan, olahraga teratur dan hindari stress.
3. Hak pasien salah satunya adalah hak atas informasi. Jadikan itu pegangan untuk mendapatkan informasi yang jujur dan benar dari dokter yang kita datangi.
@ Pie
Saya sarankan coba ke YKI (Yayasan Kanker Indonesia) di sana ada pemeriksaan dengan paket “deteksi dini” yang murah. Telp. 108 tanya YKI….ok!
@ pie
nah pie, saran mbak ani benar. cari YKI atau pusat deteksi dini kanker di kotamu. kalau belum ada, konsultasi aja ke dokter kandungan dulu. soal biaya relatif sih, kalau mau murah periksalah ke rumah sakit pemerintah (poli kanker atau poli kandungan atau poli bedah). aku gak tau berapa biaya di kotamu, di surabaya paket pemeriksaan deteksi dini kanker payudara lengkap di sebuah RS swasta (pemeriksaan payudara oleh dokter spesialis, USG payudara, mammografi, FNAB, konsultasi spesialis) tarifnya 400 ribu.
@ Tyus
1. Pada umur di bawah 40 tahun payudara wanita masih banyak mengandung lemak, sehingga pemeriksan mammografi tidak bisa memberikan maksimal. Tapi kalau ada indikasi mengarah ke kanker, pemeriksaan ini akan diberikan juga walaupun usia pasien masih di bawah 40 tahun.
2. Kista sangat jarang berubah jadi kanker, tapi bisa tumbuh berulangkali. Sebaiknya perbaiki pola makan dan pola hidup secara keseluruhan.
3. Dokter tidak diperbolehkan menceritakan keadaan (bagaimana pun) pasiennya selain kepada si pasien atau orang yang diijinkan oleh pasien untuk mengetahuinya. Pasien boleh tanya apa pun tentang keadaannya dan dokter wajib menjawab dengan jujur. Dengan mempertimbangkan kondisi psikologis pasien, terkadang dokter bersikap hati-hati menyampaikan hal-hal buruk. Dan… kita sendiri sebagai pasien sebaiknya tidak terlalu membayangkan hal-hal buruk, sampai ada kecenderungan tidak percaya kalau dokter mengatakan hal-hal baik.
terimakasih sarannya. tapi saya blm bekerja jd ndak punya uang buat priksa,lagipula saya periksa tanpa sepengetahuan ortu/keluarga, modal saya cuma askes, apakah bisa? kalo CT scan bgmn? jd sekalian periksa yg lainnya gitu…di askes ada layanan CT Scan jg.
ada yg kelupaan, saya tinggal di surabaya…alamat yki surabaya dimana y? trus, untuk alamat RS. swasta itu juga..dikirimkan lewat email saya saja. terimakasih.
dear pie,
kalau berobat pakai askes, kamu harus mulai dari puskesmas dulu; nanti puskesmas akan merujuk kamu ke rs dr. soewandhie untuk melakukan pemeriksaan2 yang diperlukan. pasien askes kayaknya nggak bisa pilih2 pemeriksaan ya, semuanya dokter yang menentukan sesuai dengan kebutuhan. o ya, yki surabaya ada di jl. mulyorejo (nomernya berapa ya… lupa…); sedang rs swasta yg saya maksud adalah rs onkologi di jl. arif rahman hakim (belakang ITS).
@pie,mamography, CT Scan maupun MRI memiliki risiko untuk memindai payudara. Baca artikel berikut ini http://kesehatan.kompasiana.com/2009/11/19/kontroversi-sekitar-mammography/
Carilah cara yang lebih aman.
Salam.
Saya sudah 4 tahun ini merasakan sakit kepala yg berlebihan malah kadang saya tidak kuat menahannya. ketika kepala saya sakit keluar darah di gigi dan terasa mual ingin muntah. apakah itu termasuk tanda-tanda saya terserang kanker?ada riwayat tumor kandungan dari ibu
saya sudah baca, terimakasih warningnya, saya jd ragu buat periksa ke dokter, trus pake cara apa? cara yg lebih aman itu seperti apa? apakah cara yang dimaksud adalah cara alternatif?
@pie, tergantung dari kondisinya, USG dan Tumor marker dapat memberikan indikasi awal apakah ada kemungkinan CA. Jangan lupa bahwa kedua cara maupun kombinasi ini juga terbatas akurasinya. Minimal cara ini relatif aman.
@ Ria…ke dokter donk untuk tau diagnosanya apa, tapi nggak ada salahnya mulai sekarang Ria menjaga pola makan dan juga hindari stress trus olah raga yang teratur untuk mengembalikan tubuh pada kondisi sehat.
wah, banyak sekali ilmu yg saya dapatkan dr rumah kanker, ikut nimbrung yah. trus semangad buat tmn2 semua.
saya ingin bertanya, apakah ukuran payudara wanita yang tidak sama besar kanan kirinya itu normal?? karena saya mengalaminya. setelah membaca banyak artikel kanker payudara, saya jadi takut. terlebih lagi pada ketiak muncul benjolan kecil beberapa kira2 dua atau tiga di ketiak kanan kiri. oleh karena itu saya melakukan “sarari” namun hanya sebatas meraba saja dan belum paham.. saya ingin ke dokter juga bingung di dokter mana.. bisa tolong bantu saya memberi masukan?? tnx
@Yanthi…
Detekdi dini bisa dilakukan di Yayasan Kanker Indonesia.
@ ria
Sudah 4 tahun sakit kepala berkepanjangan, apa tindakan yang sudah pernah Ria ambil untuk mengatasinya? Sudah pernah periksa ke dokter secara komprehensif? Sudah dipastikan tidak ada kelainan pada rongga mulut, mata, sinus, telinga, dan sekitarnya? Kalau memang semuanya oke, saatnya Ria periksa ke dokter ahli syaraf untuk diagnosis lebih jelas. Okey?
@ pie
yang penting datang aja dulu ke dokter pie. kalau tidak salah cairan yang keluar dari puting bisa juga diperiksa di lab (imprint) untuk mendeteksi adanya kanker atau tidak. cairan abnormal itu bisa juga sekedar ketidaknormalan hormon, kok.
@ omri
sedikit yang saya tahu, tumor marker tidak bisa digunakan untuk diagnosa awal, karena tumor marker baru dapat terdeteksi kalau kanker sudah stadium lanjut. juga, tumor marker tidak selalu spesifik: kadang beberapa jenis gangguan tubuh (tidak selalu tumor/kanker) memberikan perubahan “tumor marker” yang sama. USG memang bisa digunakan untuk deteksi kanker kalau tumornya sudah cukup “besar”, sementara mammo bisa mendeteksi selagi bibit kankernya masih berupa titik-titik kecil (mikrokalsifikasi).
@ yanthi
pada wanita2 menyusui ada kecenderungan lebih sering menyusui dengan payudara kiri; akibatnya ukuran payudara kiri cenderung (sedikit) lebih besar daripada payudara kanan. tentu perbedaan ukuran ini perlu terus diamati waktu demi waktu, kalau memang stabil ya tidak ada masalah. tapi kalau berubah, perlu diwaspadai. sebaiknya yanthi datang ke klinik atau rumah sakit yang mempunyai fasilitas deteksi dini kanker, dokter2 di sana terlatih untuk mengenali kelainan2 pada payudara.
Salam kenal…
Saya Amel 23th, sy pny 2 anak. Stlh melahirkan anak k2 dg secar, asi sy sdkit keluar. Stlh 2 bln, sy b’hubungan dgn suami sy. Saat itu suami saya (maaf) “megang2″ puting sy. Stlh itu besok’y skit dan ad benjolan d dlm bwh pting susu. Stlh 4bln kmdian benjolan’a tmpak kluar d smping puting, tp sprti luka yg kn panas. Kalo d raba sprti ad cairan di dlm’a. Kira” tumor bkn ya? Trz bila d usg, akan k’tauan ga y? Dtggu jwbn’a.
Terima kasih sblm’a…
salam kenal . . .
saya ika 15th,sya ingn lbih mengetahui tentang pha kah kanker payudara bsa menyerang pada remaja seusia saya?
Ibu Titah, Mengenai tumor marker, memang sangat terbatas kemampuannya dan tidak bisa berdiri sendiri. USG relatif lebih baik hasilnya, itupun harus dilakukan oleh Radiolog yang baik, bukan para Oncologist yang pura2 jadi radiologist. Namun mamography, seperti yang saya sebutkan sebelumnya cepat atau lambat akan dilarang. Yang perlu dipahami adalah bahwa Mamography dapat mendeteksi dini Kanker, juga dengan sejumlah kesalahan, namun lebih penting dari itu “Mamography menyebabkan kanker”. Ini yang tidak dapat diterima.
Salam, Omri
screening ya di ambil di dalam usus besar yg disebut kolonoskopi tuh memnag bener mendeteksi kanker usus
gini bu,saya lagi bingung ap saya terkena kanker payudara atau tdk.soal’a saya tkut memberi tahu ini sm ortu saya.tkt’a ntr mrk pd kpkrn.tp,sprt’a tnd2 itu emng ada.terus saya harus bagai mana?klo meriksakan ke dokter kira-kira biaya’a brp ya?
@ Amel
Duh, sorry ya Amel baru sempat jawab. Gimana keadaanmu sekarang? Sudah baik? ASI-nya sudah lancar? Benjolannya sudah hilang? Berhubung kamu masih dalam masa menyusui, kamu bisa mengkonsultasikan kondisimu pada dokter kandunganmu dulu atau pada dokter anakmu. Beliau pasti bisa menindaklanjuti masalahmu. Okay? Semoga Amel & baby-nya sehat-sehat, ya.
@ syadhika
Sampai saat ini belum ada remaja usia 15 tahun yang kena kanker payudara. Rekor termuda 18 tahun. Tapi nggak ada jeleknya lho waspada mulai sekarang; sebaiknya kurangi makanan yang berlemak ya, karena itu bisa memicu kanker payudara.
@ Omri
Terima kasih selalu setia mengingatkan, Pak Omri.
@ Sinta
Besarnya biaya mungkin tergantung di mana kamu periksa. Yang saya tahu, di sebuah RS swasta Surabaya biaya paket deteksi dini kanker payudara Rp 400 ribu (pemeriksaan payudara oleh dokter, USG/mammografi, FNAB, konsultasi). Di RS pemerintah mungkin lebih murah.
mbak titah sy punya mslh yang sama seperti mbak amel mohon penjelasannya. melihat tanggapan dari mbak titah kok banyak pertanyaan terkesan bahaya gitu. mohon mbak amel berbagi informasi sudah jadi periksa apa belum?? semoga ada kbr menyenangkan buwat sy.
saya di atas mata tepatnya di pelipis mata ada benjolan kecil,yang saya tanyakan apa itu kanker apa bukan???
@ erlin
lin, saya menganjurkan periksa ke dokter supaya dokter bisa memeriksa dengan teliti dan mengevaluasi masalahnya, kemudian memberikan jalan keluar yang tepat. bukannya menakut-nakuti dengan bahaya… tapi kalau ada sesuatu yang tidak wajar semestinya kita bersikap waspada.
@ hari harmono
untuk menjawab pertanyaan anda, seorang dokter butuh melakukan pemeriksaan fisik, mengajukan banyak pertanyaan, kalau perlu dengan pemeriksaan2 lain yang mendukung seperti CT scan, tes darah, dan pembedahan kecil. jadi satu kalimat anda seperti di atas, sama sekali jauh dari gambaran jawabannya, maaf ya. tapi jangan terlalu khawatir, mungkin itu cuma kotoran yg terjebak di dalam kulit, atau infeksi ringan yang istilah Jawa-nya “timbilen” itu?
saya senang bergabung di rumah kanker jdnya saya dapat pengetahuan lebih…..
makasih ya….
untuk semuanya tetep semangat!!!!!
saya mendukung kalian semua….
slm knal dari saya….
aq mau nanya juga nih, klo sering merasakan nyeri di sekitar payudara itu ada kemungkinan kanker payudara jg yah? Walaupun gak ada benjolan dipayudara aq. Trus klo dimakasar itu t4 untuk konsultasi mslh kanker payudara dmn yah? Tq
kanker stadium dini jarang menimbulkan nyeri. tapi daripada was-was, lebih baik konsul ke dokter ahli kebidanan & kandungan…
Saya adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga yang sedang mencari seorang orang tua dari anak penderita kanker yang bersedia menjadi subyek skripsi saya.
Bagi orang tua yang memiliki anak yang sedang menderita kanker, berdomisili di surabaya dan bersedia berbagi dimohon kesediaannya untuk mengirimkan email kedebby_cahyani@ymail.com.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Hai Deb,
Coba aja berkunjung ke Bangsal Kanker Anak di RS Dr. Soetomo, kamu bisa kenalan langsung dengan mereka. Jangan lupa bawa sesuatu untuk menggembirakan hati anak2 itu ya…
kalau mau coba periksa ke dokter, di dokter khusus bagian apanya??
periksa apa mia?
Dear ibu titah…
nama aku dewi..usia 30 th, akhir2 ini (krng dr 1 bln) payudara kanan aku terasa sakit (nyeri dan terasa panas) bila ditekan kira2 kenapa ya?, dan kalaupun aku hrs berobat ke dokter kira2 pemeriksaan apa yg tepat u/ aku dan referensi di RS mana di jakarta yang biayanya terjangkau..trims ya bu
Dear Dewi,
Aku menyarankan kamu periksa ke dokter Obsgyn dulu, mungkin ada peradangan di payudaramu. Datang aja ke RS pemerintah terdekat dengan rumahmu… cepat sembuh ya..
saya sering merasa nyeri di daerah mrs. V saya….saya pengen periksa.tapi, karena ekonomi saya belum mendukung, saya belum sempet priksa….saya takut itu penyakit yg berbahaya…..mohon saran nya.terimakasih..
Dear Vitri,
Kalau ada gangguan kesehatan, masalah biaya jangan dijadikan alasan untuk tidak periksa, kan pemerintah sudah menyediakan sarana pengobatan yang murah? Datang aja ke puskesmas terdekat dengan rumah, mudah2an gangguan yg kamu alami bisa diatasi di sana. Oke?
tunangan saya berumur 21 tahun mempunyai masalah di payudaranya . awalnya payudaranya terasa gatal dan dia garuk garuk sampai timbul tekstur kulit yg beda seperti dilapisi plastik warnanya rada gelap dari warna kulit normal, tadinya sedikit tapi sekarang melebar . dugaan saya sih antara penyakit kulit atau kanker payudara (naudzubillahiminjalik) . kalo menurut ibu gimana?
saya berniat membawa dia ke rumah sakit untuk memeriksa tp saya takut biayanya mahal karena saya belum berpengasilan . kalo seandainya saya bawa periksa sebaiknya ke dokter kulit apa kanker ya bu? boleh tau range harga untuk memeriksanya?
Dear Ilriju,
Mengingat dana masih menjadi kendala, pemeriksaan awal sebaiknya diperiksa di puskesmas aja dulu yang biayanya saangat murah. Kalau memang penyakit kulit biasa tentu dokter puskesmas dapat mengatasi tanpa kamu & tunanganmu keluar banyak uang. Kalau memang memerlukan pemeriksaan lanjutan dokter puskesmas yang memeriksa juga dapat memberikan arahan/rujukan harus periksa ke mana sekaligus dapat memberi gambaran berapa biayanya. Semoga cepat sembuh, ya?
permisi bu titah, mau sedikit mengomentari pertanyaan bu laksmi
saat ini pemeriksaan genetik molekuler bisa dilakukan risk assessment (evaluasi resiko), yang bertujuan untuk mengevaluasi kemungkinan seseorang bisa mendapatkan kanker ketika mencapai umur tertentu. saat ini risk assessment dianjurkan bagi seseorang yang memiliki sejarah kanker di keluarganya, terutama kanker payudara dan kolorektal.
biasanya apa yang disebut individu dgn resiko tinggi telah mewarisi mutasi genetik yg rentan memicu kanker adalah:
1. 3 atau lebih anggota keluarga inti yg terdiagnosis kanker. pembuktiannya perlu disertakaan data patologi anatomi yg menegakkan bahwa anggota keluarga tersebut memang mengidap kanker.
2. umur ketika terdiagnosa kurang dari 40 tahun. umur ini tidak kaku, tetapi patokan 40 tahun ini umum dipakai sebagai nilai cut-off utk menjelaskan apa yang disebut early onset cancer (penderita kanker pada usia muda).
kalau dua (2) ciri diatas dipenuhi maka individu itu dianjurkan untuk melakukan genetic testing. Dari hasil tes akan bisa didiskusikan implikasinya. Berita baiknya, kanker adalah bisa disembuhkan selama terdeteksi dini. lalu, perkembangan obat anti kanker sudah mulai spesifik mengenali perubahan mutasi gen tertentu sehingga hasil pengobatan lebih tepat dan efek samping yang lebih terkendali.
gen yang perlu di tes untuk kanker payudara tipe keturunan adalah BRCA1 dan BRCA2. sedangkan utk kanker kolorektal tipe keturuanan adalah MLH1 dan MSH2.
untuk laboratorium di jakarta memang belum banyak yang melakukan untuk penderita kanker. lab kami sendiri di pulomas jakarta sebenarnya rutin melaksanakan pemeriksaan genetik, namun untuk kasus seperti ini perlu didiskusikan kasus per kasus.
saya berusia 24 tahun, saya mempunyai masalah dengan payudara. payudara saya tidak simetris dengan salah satu puting yang tertarik ke dalam,, kira2 1 tahun yg lalu saya sempat check up namun setelah di lakukan deteksi dini (di raba oleh dokter) belum ada pernyataan klo itu kanker,, selain itu karena saya merasa salah satu ketiak saya ada yang berbeda (seperti da pembengkakan sebelah) akhirnya d sarankan untuk usg ketiak,, dan setelah d usg dokter menyatakan itu pembengkakan otot ketiak karena sering membawa beban berat sebelah (kebetulan tangan kanan)..
saya..
apakah itu tanda2 kanker payudara??
sebaiknya saya periksa ke dokter/test apa yha untuk deteksi kembali???
klo melakukan mamografi d usia remaja bisa tidak??, coz dari beberapa artikel katanya mamografi untuk usia 35th ke atas
@ ahmad
terima kasih atas tambahan keterangannya.
@ sira
coba putingnya ditarik keluar sira, bisa? dia akan terus berada di luar selama beberapa lama/jam, walaupun nanti mungkin akan tertarik ke dalam lagi. kalau demikian halnya, itu tidak apa-apa. nanti setelah sira punya anak, puting akan berada di luar untuk seterusnya.
pemeriksaan mammografi tidak dianjurkan untuk remaja, karena masih banyaknya sel-sel lemak dalam payudara akan mengaburkan hasil mammografi. yang biasa digunakan hanya USG saja.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)