Beberapa bulan yg lalu (kira2 bulan Juni 2009) Bapak saya mengeluh badan terasa ngga enak. Karena sebelumnya beliau mempunyai gula darah yg tinggi, maka seperti biasa beliau pun melakukan check gula darah di puskesmas terdekat. Dari hasil test itu petugas puskesmas bilang bahwa kadar gula darah bapak masih normal.
Setelah beberapa bulan kondisi badan Bapak saya tidak semakin baik, bahkan beliau sering tiba2 berkeringat dingin (kaya orang demam) saat tidur malam hari. Selain itu juga Bapak sering mengalami mual yg luar biasa. Lagi2 beliau periksa ke puskesmas & mendapat obat maag. Keadaan tidak semakin membaik. Pada bulan September 2009, kira2 pas lebaran Bapak bilang ada bisul di punggungnya, tapi bisul itu tidak juga pecah. Kata orang puskesmas lagi, bisul yg tidak kunjung pecah tsb disebabkan krn Bapak saya punya gula darah yg tinggi. Seiring itu, kaki (lutut) Bapak mulai terasa sakit, bahkan untuk sekedar gerak (di sekitar lutut juga terdapat 2 benjolan).
Akhirnya bapak dirawat di RSU Muntilan, dan dokter melakukan pembedahan “bisul” yg ada di punggung bapak. Hasil diagnosa sementara dari dokter, bapak terkena “FIBROMA PUNGGUNG”. Namun itu belum final, krn harus menunggu hasil lab dari RS Sardjito Jogja. Hasil lab keluar, ternyata bapak divonis kanker, jenisnya apa saya juga tidak tau karena waktu itu hanya ibu dan adik saya yg menemani Bapak. Beliaupun disarankan untuk segera ke RS Sardjito Jogja.
Tgl 10 Dec bapak ke sana (dengan susah payah, krn kondisi bapak makin hari makin lemah). Di sana bapak menjalani serangkaian test (rontgen, penyedotan di beberapa benjolan yg ada). Karena kondisi psikis bapak yg labil, maka dokter memberitahu hasil diagnosa kepada adik saya. Betapa terkejutnya kami, krn dokter bilang kanker bapak sudah menyebar sampai ke liver.
Kami disarankan untuk menjalani kemoterapi secepatnya, kami bingung karena dari informasi yg kami dapat Bapak harus menjalani kemo tiap 3 minggu, sedangkan biaya sekali kemo sekitar 3 jt. Dari mana kami memperoleh uang sebesar itu?
Kemarin, 22 Dec kami ke RS Sardjito, tapi betapa kecewanya kami karena kami harus balik tanpa hasil. Sementara kondisi fisik bapak semakin lemah. Ruangan di RS Sardjito penuh, sedangkan pasien kemoterapi harus menjalani rawat inap 3 hari setelah kemo. Tapi bagaimanapun, kami tetap berusaha agar bapak mendapat perawatan secepatnya. Kami takut kalau sapai telat. Tapi kami sadar, bhwa semua sudah di atur oleh Sang Maha Pengatur. Kami hanya berusaha sekuat dan semampu kami. Kami tetap berdoa untuk kesembuhan bapak kami.
Regards
Ambar


Cerita Sejenis:
Sudah 9 sahabat yang menanggapi
Dear Ambar,
Bagaimana kabar bapak sekarang? Sudah menjalani kemoterapi? Seringkali dokter yang praktik di RS pemerintah juga praktik di RS swasta. Kalau lain kali mengalami hal yang sama (perlu segera masuk RS namun RS yang dituju penuh), anda bisa menanyakan pada dokter tsb di RS mana alternatif lainnya, mungkin RS Panti Rapih? Bethesda? Atau lainnya? Saya ikut berdoa, semoga Tuhan selalu menyertai dan menolong Ambar sekeluarga dalam mengupayakan kesembuhan bapak, amin…
@ Dear Mbakyuku Titah….
SELAMAT TAHUN BARU, Semoga kita senantiasa diberi nikmat kesehatan yang lebih baik, kebaikan dan kebaikan selalu, amin. Maaf aku lammmmmmaaaaaaa tidak online. Kami pindah rumah di atassss di lereng Merapi he he he baru sekarang nyambung internet, inipun masih lemoooooootttttt. Maaf tak ada kabar.
@ Ambar….coba diatur nutrisinya. Baca buku Miracle of Enzyme, kita belajar bagaimana tubuh kita mampu menyembuhkan diri sendiri. Semoga Bapak segera mendapat penanganan yang terbaik, amin.
Hi Ani,
Wah, selamat menempati rumah baru ya.. Di atas sebelah mana tepatnya? Mbayangin udara bersih lereng Merapi, aku jadi pengin nginap di rumahmu, bahkan udah janjian sama Mbak Natarini, haha… Oya, Mbak Natarini udah lama nyari2 Ani, kayaknya ada something special, coba kontak dia deh…
Ani, mestinya ada house warming party. Mbak Titah pasti lebih cepat datang.
Wah…
Besok besok tempat tongkrongan pindah nih, gak di kaliurang lagi tetapi dirumah mbak Ani, trus pagi2 dah nyampe puncak merapi deh…he he
Dear Mbak Titah..
terimakasih tanggapan dan sarannya.
sebelumnya sayamohon maaf,baru sempet OL lagi karena baru saja melahirkan (tgl 28 Dec kemaren)
posisi saya sekarang ada di batam, sementara Bapak ada di Muntilan bersama Ibu dan adik bungsu saya.
Mbak..,untuk berobat ke RS pemerintah saja kami bingung dgn biaya nya.Bagaimana dengan RS swasta?
apa di RS swasta SKTM berlaku?
kemrin sempet juga adik saya minta JamkesMas,ke RT setempat, juga ngurus langsung ke Dinas Kesehatan magelang, tapi sudah ngga bisa lagi?apa benar? padahal keadaan ekonomi kami benar2 sulit
Dari informasi Adik dan ibu saya, sekarang keadaan Bapak makin lemah, sedih…krn selama Bapak sakit saya belom bisa pulang.(kemaren krn hamil saya dah masuk bulan ke 7, pas tau Bapak kena kanker)
sekarang pun saya belum bisa pulang, krn baru saja melahirkan, dan ngga mungkin ninggalin si kecil.
saya bingung
apalagi kemaren adik saya bilang, selain kondisi bapak yg makin lemah…mata dan tangan bapak berubah menjadi kekuningan.Yaa Robbi…Apalagi ini?
saya tau dan sadar bahwa ini semua adalah rangkaian ujian dari NYA, yg pasti punya hikmah dan Dia pasti punya rencana yg paling Baik di balik ini semua…
Dear Ambar,
Memang sejak 1 Januari 2010 SKTM tidak berlaku lagi. Kalau bapak tidak punya kartu jamkesmas bisa mengurus jamkesda. Caranya (kalau di Surabaya): minta surat keterangan dari dokter yang merawat bapak mengenai sakit yg diderita bapak dan pengobatan apa yg harus dijalani. Surat itu kemudian dibawa ke RT-RW-Kelurahan-Puskesmas-Dinas Kesehatan, nanti bisa digunakan sebagai pengganti jamkesmas.
Mengenai tangan dan mata yang kuning, mungkin efek dari kanker yang beraktivitas di liver. Sabar ya Ambar, semoga Tuhan segera memberi jalan keluar yang terbaik…
Dear mbak Titah
terimakasih info nya mbak…
2 hari yg lalu (27 Jan’10,jam 2.15)bapak telah di panggil oleh Nya.
kami semua sangat kehilangan sosok pengayom kami.
kami sudah berusaha semampu kami, tapi Allah punya kehendak lain.
kami yakin, inilah yg terbaek buat Bapak dan kami semua.
semoga Allah mengampuni segala dosa,menerima amal baiknya,melapangkan kuburnya,dan menempatkan bapak di sisiNya yg mulia,amin
Dear Ambar,
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un… kiranya ini yang terbaik untuk Bapak. Insya Allah dosa2 Bapak telah tertebus oleh sakitnya, tinggal amal2 sholehnya yang membawa Bapak ke tempat yang mulia di sisi Allah. Maaf sekali saya telat menjawab pertanyaannya kemarin, ya…
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)