Cerita Sejenis:

Sudah 4 sahabat yang menanggapi

Subscribe ke thread ini: comment rss or trackback url
mygif
Titah menanggapi pada tanggal February 16th, 2010 jam 10:04 pm

Dear Raehan,
Sangat bisa dipahami keresahanmu, saat melihat istri tergolek sakit, dan semua jalan seperti buntu. Tapi sudah benar sikapmu, memasrahkan semuanya pada Tuhan (ya Allah… berkahilah saudaraku ini beserta istrinya). Pasrah sepenuhnya, seraya menyadari semua yang terjadi adalah kehendak-Nya, tak ada satu pun yg terjadi tanpa kehendak-Nya, begitu juga sakit yg diderita istrimu dan lika-liku pengobatan yg harus dijalani. Jangan ada gundah dan penyesalan di hati; dan tidak perlu marah kepada siapa-siapa, Kalau Tuhan menghendaki kesembuhan, itu sangat mudah bagi-Nya, pasti Ia akan menuntun dan memudahkan jalan kesembuhan itu.

Nah, Raehan, kalau tak banyak lagi uang di tangan, carilah alternatif pengobatan lain yg lebih murah. Di rumahkanker.com ada beberapa resep obat herbal yg bisa kamu buat sendiri dengan biaya murah; selain itu harus dibarengi dengan pola makan yg sehat (baca juga patokannya di rumahkanker.com), hati yg ikhlas, pasrah, dan percaya sepenuh-penuhnya kepada kuasa Allah, banyak2 istighfar kepada Allah dan memaafkan semua kesalahn orang, insya Allah bisa menjadi jalan kesembuhan. Salam ya untuk istrimu, semoga selalu sabar dan tegar. :)

mygif
Niken menanggapi pada tanggal March 30th, 2010 jam 5:20 pm

Pak Raehan yang baik,

Kesetiaan dan kasih sayang Bapak kepada istri tercinta yang sedang didera derita penyakit mematikan seperti kanker sungguh sangat luar biasa dan sangat menyentuh perasaan setiap orang yang membaca blog ini.

Begitulah kondisi negara kita yang tercinta ini pak, penuh ketidak adilan, ketidak pastian dan tidak ada jaminan sosial dan jaminan kesehatan yang benar-benar dapat membantu orang-orang kecil seperti kita yang tak mampu menggapai biaya perawatan kanker yang memang selangit, kejadian yang sungguh berbeda di negara-negara maju dan bersih dari korupsi.

Namun demikian, jangan putus asa dan menyerah pak, masih ada Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan Maha Mengetahui segala kesulitan yang dihadapi oleh umatNya, tinggal kita sebagai umatNya harus yakin dan memohon petunjuk dan pertolonganNya, sambil terus berusaha mencari jalan keluar, atau meringankan sedikit penderitaannya dengan kasih sayang dan obat-obatan herbal dan tradisional yang masih bisa Bapak usahakan. Banyak sekali kasus penderita kanker yang meskipun telah dirawat dengan pengobatan modern dan mutakhir di tangan dokter berpengalaman internasional sekalipun, hasilnya tidak membantu bahkan juga tidak membuat penderitanya sembuh atau terbebas dari derita. Sekali lagi, Allah selalu bersama orang-orang yang sabar dan tetap tawakal dalam menerima cobaanNya.

Teruslah berdoa dan merawat istri anda dengan sabar pak Raehan, Insya Allah segera sembuh atau berkurang penderitaannya. Yakinlah, segala yang telah terjadi adalah kehendak Allah dan apa yang akan terjadi adalah yang terbaik bagi Bapak sekeluarga.

mygif
Andre menanggapi pada tanggal April 10th, 2010 jam 3:23 pm

Kalau boleh tahu, Bapak tinggal dimana ya? Kalau di Kalbar (Pontianak), di RSUD Soedarso, penyakit kanker pun bisa berobat dengan kartu JAMKESMAS. Paman saya sekarang sedang menggunakan fasilitas tersebut, karena tidak ada uang lagi. Berobat gratis di ruangan kelas 3 juga gratis, semoga bisa mendapatkan kesembuhan, kalaupun tidak sembuh, kita sudah berusaha semampu kita, Tuhan pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk umatNya. Paman saya sekarang sedang menjalankan kemoterapi, dia menderita kanker nasofaring stadium lanjut… lehernya membesar, tinggal 5x lagi kemo, mau mendapatkan pengobatan sistem sinar, tetapi tidak ada dipontianak. Cobalah untuk bertanya dan meminta bantu pejabat yang kita kenal atau anggota DPRD yang kita pilih untuk mendapatkan pengobatan gratis itu, rasanya memang sudah gratis jika menggunakan JAMKESMAS, teruslah berusaha, terima kasih

mygif
Curie menanggapi pada tanggal June 18th, 2010 jam 8:51 am

Apabila memang peraturannya demikian, bahwa kanker tidak termasuk penyakit yang ditanggung jamkesmas, bapak jangan putus asa. Coba buat surat kepada pimpinan pemda setempat, menulis di surat pembaca di koran, atau syukur syukur ada teman wartawan yang bisa membuat artikel atau tulisan yang menggugah, yang isinya mohon untuk diberikan jalan dan kemurahan hati untuk mendapatkan pengobatan bagi istri bapak. Doa dan ikhtiar lain yang memungkinkan jangan ditinggalkan. Dokter memang memberikan pengobatan tetapi Tuhanlah yang memberikan kesembuhan.

Tetap diingat bahwa dalam setiap kesempitan/kesulitan selalu ada kemudahan dan Tuhan tidak memberikan cobaan melebihi kemampuan kita. Karenannya jangan putus asa, terus mencari ikhtiar dan cara, tetap semangat dan optimis terutama bagi si penderita. Dalam setiap ujian kehidupan selalu banyak hikmah yang dapat dipetik.

Semoga Tuhan memberikan jalan terbaik bagi istri bapak dan keluarga dalam menggapai kesembuhan.

Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)

 Nama (*wajib diisi)

 Alamat Email (*dirahasiakan)

 Website (*optional)