Dear Bu Titah Rahayu,
Saya Anton Soeparno dari Purwokerto, dan sebagai Ketua Program Skrining Prakanker Leher Rahim Rotary Club Purwokerto. Kami bekerjasama dengan dr Tonny S. Moerdijat SpOG dan bidan anggota Rotary Community Corps (RCC) Utami. Sejak tahun 2003, kami sudah melakukan skrining prakanker leher rahim dengan metoda IVA (Inspeksi Visual Acetic acid) dan sampai kini sudah memeriksa 22.000 wanita di wilayah eks Karesidenan Banyumas (4 kabupaten), Wonosobo, Jogjakarta, Kota Solo, Pekalongan, dan Wisma Hijau Depok, Cimanggis.
Pada 7 Maret kami akan melakukan IVA di Wisma Hijau, Depok Cimanggis kerja sama dengan Yayasan Bina Swadaya dan Universitas Al Azhar Indonesia. Kami berangkat dengan tim terdiri dari 16 orang bidan dan perawat, dokter kandungan, dokter umum serta konselor.
Situs rumah kanker sangat membantu memberikan informasi kepada masyarakat.
Regards,
Anton Soeparno


Cerita Sejenis:
Sudah 18 sahabat yang menanggapi
Dear Pak Anton,
Luar biasa kegiatan Anda bersama tim, yang begitu aktif melakukan deteksi dini kanker serviks. Semoga dengan demikian semakin banyak wanita yang tercegah dan terselamatkan dari kanker serviks. Hmm… Rotary Club Purwokerto bisa beraktivitas sampai kota-kota di propinsi lain ya Pak? Hebaaatt… Kalau boleh tahu, bagaimana sistem kerjasamanya?
Di puskesmas dekat rumah saya (di mana saya terlibat aktif sebagai koordinator relawan paliatif) juga beberapa kali diadakan pemeriksaan IVA & papsmear gratis untuk masyarakat tidak mampu, bekerjasama dengan Rotary Club Surabaya Kaliasin. Memang kiprah Rotary Club selalu luar biasa.
Senang sekali berkenalan dengan Anda. Salam untuk kawan-kawan di Purwokerto, ya Pak Anton.
Dear Bu Titah Rahayu,
Terima kasih atas balasannya. Ya, saya membaca tulisan ibu di situs rumah kanker, menarik dan layak diketahui masyarakat. Kegiatan IVA dilakukan dengan pola kemitraan terutama mengajak Rotary Club di District 3400. RC Solo Kartini dan RC Bengawan Solo sudah mandiri karena kami melatih dokter dan bidan untuk lima angkatan, didukung Pemkot Solo membeli 3 (tiga) unit koagulator.
Di Jogja kami bekerja sama dengan RC Jogja Merapi melakukan IVA bagi wanita buruh gendong di Pasar Beringharjo yang ternyata tidak ditemukan kutil. Juga RC Pekalongan melakukan kemitraan kerjasama RSU Bendan. Kabupaten Wonosobo melatih bidan di sana dan melakukan IVA tiga bulan berturut-turut.
Sedangkan di Wisma Hijau Cimanggis untuk kedua kalinya, pada 7 Maret mendatang dengan target peserta 1.000 orang wanita warga Kelurahan Mekar Sari. Kami didukung pak Bambang Ismawan dan bu Silvi yang pemilik dan pendiri Majalah Trubus yang sudah beberapa kali datang ke Purwokerto untuk pemberdayaan masyarakat.
Bidan2 RCC Utami sejak tahun 1997 dilatih dokter Tonny untuk pelayanan papsmear dan kini mereka sudah mampu melakukan IVA dengan usapan asam cuka 5%. Pola yang dilakukan adalah See and Treat, periksa dan pengobatan yang kemudian kami kembangkan dengan healing konseling bagi peserta IVA yang positif ditemukan kutil. Konseling itu dimaksudkan agar peserta yang positif ditemukan kutil tidak cemas dan pulang dengan semangat mencegah kanker serviks.
Bila ibu berkenan silakan hadir pada Minggu, 7 Maret 2010 di Wisma Hijau, karena kami dibantu dosen perempuan dari Universitas Al Azhar Indonesia dan mahasiswa melakukan healing konseling. Kami akan gembira bila bu Titah berkenan hadir sehingga lebih paham terhadap upaya pencegahan kanker serviks dari RC Purwokerto.
Pak Anton,
Pak, boleh tahu dimana alamat Wisma Hijau, karena saya ingin jadi peserta, trus daftarnya dimana , bisakah saya mendapatkan PICnya dan No telp atau HP yang bisa saya hubungi.
Terima kasih Pak Anton
Dear Pak Anton,
Jadi kegiatannya tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga melatih para dokter dan bidan? Sebuah langkah nyata dan program pemberdayaan yang luar biasa, dengan demikian program deteksi dini ini semakin cepat dikenal masyarakat.
Sebetulnya ingin juga saya datang ke “gawe besar” di Wisma Hijau, sayangnya tanggal 6-7 Maret ada acara di Surabaya yang tidak bisa saya tinggalkan. Mudah-mudahan lain kali ya Pak Anton. Semoga acaranya lancar dan sukses, serta terus berjalan dari waktu ke waktu.
Dear Didin Ferdiana,
Alamat Wisma Hijau, Kampus Diklat Bina Swadaya
Jl Mekarsari RayaNo 15, Mekarsari,Cimanggis,
Depok 16952.
Silakan hubungi : Siska or Wulan 021-872 9060, Murti 021-8411653, Diana 021-4204402.
Bila kurang jelas silakan kontak saya : 0811 260 299.
Wah terima kasih kalau berminat untuk periksa, rencana kami akan layani sekitar 1.000 orang. Maka buruan daftar, dan pada 7 Maret 2010 daftar ulang lebih awal agar tidak kesiangan.
Dear Bu Titah Rahayu,
Pada 13 Feb 2010, kami melatih dokter dan bidan Muslimat NU se Jawa Tengah ada 30 orang di Balai Diklat BKKBN Kabupaten Banyumas. Esok harinya, praktik pada Pelayanan IVA di Kecamatan Ajibarang, Banyumas,Jawa Tengah. Tentu ada MoU dengan Rotary Club Purwokerto.
Kalau tgl 7 Maret tidak bisa hadir, pada 21 Maret 2010 ada kegiatan IVA di Kecamatan Kedungbanteng, Kab. Banyumas, Jateng peserta sektiar 400 orang.
Sampai dengan awal Agustus 2010, kami melakukan IVA setiap dua minggu sekali kerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas.
Selasa, 23 Feb 2010, saya dan istri adakan sosialisasi IVA bagi kader kesehatan Kelurahan Mekarsari, hadir juga Dr Fidesrinur Dekan Fakultas Fak Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta dan Bu Ira ketua Prodi Healing konseling konseling serta mahasiswa yang akan melakukan healing konseling bagi peserta yang ditemukan kutil.
Nah, kami melakukan kegiatan dengan pola kemitraan melalui Promosi Kesehatan yang merupakan pendidikan kesehatan plus.
Dear pak anton,
Apakah yg di wisma hijau cimanggis juga bisa untuk cek kanker payudara? Apakah hanya untuk masyarakat cimanggis saja atau umum juga boleh? Syaratnya apa saja ya pak? Terima kasih.
Dear Mbak Elfi Dasmi Yanti,
Terima kasih atas perhatiannya, dan IVA di Wisma Hijau hanya untuk skrining prakanker leher rahim dengan metoda IVA (Inspeksi Visual Acetic acid). Kami bekerjasama Yayasan Bina Swadaya dan Universitas Al Azhar Indonesia dan kegiatan itu gratis. Peserta selain warga Kelurahan Mekarsari, ada juga dari luar/umum. Kalau berminat silakan aja datang. Syaratnya, wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, tidak dalam menstruasi, dan tidak dalam keadaan hamil. Kami akan senang jika anda datang dan saya tunggu di Wisma Hijau.
@ Pak Anton
Luar biasa… lagi-lagi hanya itu yang dapat saya katakan. Gerakan deteksi dini kanker di Jawa Tengah rupanya sudah seaktif itu. Syukurlah… saya ikut senang. Di Jawa Timur aktivitas deteksi dini massal sudah mulai ada di sana-sini tapi belum se-masif yang Pak Anton lakukan bersama kawan-kawan di Jawa Tengah. Di sini yang lebih mendapat perhatian adalah perawatan paliatif. Kebetulan RS Dr. Soetomo ditunjuk pemerintah menjadi Pusat Pengembangan Paliatif & Bebas Nyeri Kanker. Surabaya mencanangkan diri menjadi Kota Bebas Nyeri Kanker 2010; untuk mendukung program itu di Surabaya perawatan paliatif kanker bisa didapatkan di semua puskesmas.
Dear Bu Titah Rahayu,
Terima kasih. Kegiatan itu dilakukan karena dokter Tonny S Moerdijat SpOG alumni FK Unair sangat peduli masalah kanker. Apalagi beliau sampai kini menjadi Wakil Ketua YKI Kabupaten Banyumas. Bukan itu saja, beliau telah melatih anggota Rotary Community Corps (RCC) Utami yang anggotanya 16 orang bidan dan perawat dengan keterampilan metoda IVA.
Kami salut dengan yang dilakukan Bu Titah Rahayu, kami pun ingin belajar kepada ibu. Selamat ya bu dan mari kita sama-sama meningkatkan derajat kesehatan kaum wanita untuk mendukung kesejahteraan keluarga.
Dear Bu Titah Rahayu,
Pelayanan deteksi dini prakanker di Wisma Hijau Cimanggis Depok, Minggu 7 Maret 2010 berhasil melayani 534 wanita dan telah mengobati 64 orang yang ditemukan kutil. Pengobatan dilakukan dokter Tonny S Moerdijat SpOG yang alumni FK Unair Surbaya. Setelah diobati, 64 wanita itu mengikuti konseling yang dilayani mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Psikologi Universitas Al Azhar Indonesia yang dipimpin dekan fakultas itu Dr Fidesrinur serta dosen Bu Ira dan Bu Erika.
Kegiatan itu diadakan Yayasan Bina Swadaya pimpinan Bambang Ismawan kerjasama Rotary Club of Purwokerto, dan dilaksanakan bidan dan perawat anggota Rotary Community Corps (RCC) Utami.
Anton Soeparno
Pak Anton,
Sukses ya untuk kegiatan deteksi dininya. Tidak ditemukan yg positif kanker kan? Semoga. Dan yg ditemukan kutil pun sudah diobati, semoga sehat untuk seterusnya. Tiba-tiba saya berpikir, alangkah hebatnya kalau 534 wanita itu sekaligus di-training melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Sudah pernah dilakukan deteksi dini kombinasi begitu, Pak?
Salam ya untuk kawan-kawan RCC Utami dan seluruh team.
Dear bu Titah Rahayu,
Untuk pemeriksaan payudara sendiri belum. Tapi ketika Universitas Al Azhar Jakarta mengadakan seminar masalah kanker, selain dokter Tonny S Moerdijat, diundang juga pembicara lain dokter Tjipto cerita masalah kanker payudara dan mengajak pasien untuk testimoni.
Bu Titah, kalau itu diadakan berbarengan dengan skrining prakanker kayaknya tidak pas karena tim kami hanya khusus masalah kanker serviks. Bagi peserta pun mungkin jadi bingung. Mana dulu kanker rahim atau kanker payudara yang ditangani? Atau ada usul lain ?
saya baru saja menjalani test iva di rmh bidan desa, di cikampek. saya positif terinfeksi. yg akan saya tanyakan, apakah saya terkena kanker mulut rahim? dan berapa lama saya akan di theraphy? dan bagaiman caranya?
Dear Bu Titah Rahayu,
Saya penyuluh KB dan Kespro, di masyrakat banyak permintaan untuk pelayanan papsmear IVA karena biaya yang terjangkau tetapi di wilayah saya hanya ada 1 bidan (BPS) yang bisa melayani. Bagaimana caranya agar BPS yang lain disekitar wilayah saya agar bisa melayani Papsmear IVA. Mohon saran dan informasinya
@ bellany
Positif IVA belum tentu berarti kanker mulut rahim, sering hanya infeksi kuman atau infeksi jamur biasa yang sembuh dengan pengobatan yang sederhana. Kalau memang positif kanker rahim tentu anda sudah dirujuk ke dokter spesialis, tapi tidak toh? Berarti bukan kanker…
@ nining
Wah, bagus sekali. Banyak permintaan IVA di masyarakat, ini berarti penyuluh KB & Kespro-nya berhasil menyadarkan masyarakat tentang pentingnya deteksi dini nih. Silakan bicarakan ini dengan Kepala Puskesmas atau ajukan usulan ke Dinas Kesehatan setempat, semoga segera mendapat perhatian. Oya Mbak Nining, kalau mengadakan penyuluhan lagi mungkin bagus juga kalau sekalian diajarkan tentang vagina toilet untuk mencegah kanker serviks. Caranya silakan baca di sini. Sukses ya!
Dear pak Anton,,,
Saya mau tanya, apakah seorang wanita yang sudah menjalani pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asamasetat) dan dinyatakan IVA positif, maka otomatis wanita tersebut sudah terinfeksi HPV (Human Papiloma Virus)????? Sebagai informasi, saya sudah mencari-cari hal ini di website, tapi tidak ada. sekian, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih…
Dear Pak Anton… saya baru tahu mengenai test IVA yg di laksanakan di puskesmas-puskesmas..
dan saya ingin sekali mencoba test tersebut.. apakah masih ada test tersebut di puskesmas? dan pusekesmas mana yg masi melayani test tersebut?
terima kasih..
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)