salam sejahtera..
mamaku tersayang 3 thn lalu mengidap cancers sreviks,stadium 2b, kemudian dilakukan penanganan pengangkatan rahim, radiotheraphy, chemotheraphy. pada tahun ini mamaku yg tercinta mengalami pincang di kaki sebelah kanan. setelah diperiksa mri dan ct scan … ternyata ada:
1. tumor 55 mm di sekitar pinggang
2. penyebaran yg meningkat di area paru-paru
3. penyebaran di dinding usus.
setelah mencari keterangan dari beberapa ahli medis akhirnya dilakukan kembali radiotheraphy dan chemotheraphy kembali. kenapa saya hanya selalu diberikan informasi tentang penyakit sudah menyebar kesana atau kesini. kenapa tidak ada yg memberikan rincian yg jelas sudah stadium berapakah penyakit mamaku? saya bertanya ke dokter, dokter menjawab sudah tidak ada stadiumnya. saya bertanya:apa maksudnya dok? dokter menjawab: ya sudah menyebar… saya bingung…
kadang saya lihat mamaku tercinta mengeluh sakit, kadang mamaku tersayang biasa2 saja… kadang mamaku terkasih putus asa. saya sangat bingung dengan situasi ini… kira-kira bagaimana keadaan yg sebenarnya mamaku yg sangat kukasihi itu? apakah ahli medis sekarang tidak mau menceritakan keadaan yg sebenarnya untuk tujuan meningkatkan kualitas hidup atau hanya untuk agar si pasien tidak berhenti berobat dan datang terus-menerus? ataukah ahli medis sekarang sudah lupa berkomunikasi yg tepat untuk menghadapi pasien dan keluarga dengan penyakit kronis seperti ini? bagaimana persiapan dan apa yg musti saya lakukan?
mohon petunjuk dari mbak titah dan para ahli-ahli medis serta teman-teman yg di sini. sekian, terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.
Rivaldo Lepar


Cerita Sejenis:
Sudah 8 sahabat yang menanggapi
Dear Aldo,
Memang tidak gampang berkomunikasi dengan orang yang terkena kanker atau keluarganya; umumnya mereka dalam ketakutan yang sangat, kegelisahan, rasa ingin tahunya tinggi, harapannya tinggi sekali, sementara kondisi riil yang harus dikomunikasikan sering tidak sesuai dengan harapan pasien/keluarganya. Dokter pun manusia, mereka berempati terhadap masalah2 yang dihadapi pasiennya, tapi ya itu tadi… tidak mudah menyampaikannya. Kadang ada perasaan tidak sampai hati, kadang khawatir pasiennya shock (yang justru berakibat lebih buruk bagi kesehatannya), dll. Lagipula, dalam pendidikan kedokteran di Indonesia memang belum ada matakuliah komunikasi lho.
Baiklah Aldo, kalau anda benar2 ingin tahu kondisi mama, saya beri tahu ya. Kanker yang sudah menyebar ke organ lain di luar organ asalnya (dalam hal mama ini ke pinggang, usus, paru-paru), berarti sudah memasuki stadium 4. Secara statistik medis, pasien kanker stadium 4 yang dapat bertahan hidup sampai 5 tahun kurang lebih 5-10% (tergantung kondisi, komplikasi, dan jenis kankernya).
Bukan berarti tidak ada harapan lho ya! Banyak juga kok kanker stadium 4 yang berhasil sembuh, setidaknya bertahan lebih lama dari statistik medis, tapi untuk itu benar2 dibutuhkan totalitas, semangat baja, dan kekompakan seluruh keluarga, kerabat, dan sahabat untuk mendukungnya. Yang penting harus dibangun dulu semangat juangnya dengan tetap mempertahankan optimisme, keikhlasan, serta kegembiraan dalam keluarga Aldo terutama pada jiwa ibu. Baru setelah itu dijalankan program2 untuk kesembuhannya. Okay ya? Tetap semangat!
Awal-2 mengetahui istri saya terkena kanker saya juga concern ttg stadium..setiap onkology yg saya temui saya tanyakan hal ini sambil mencocokkan dgn buku-2,informasi2, website2 yg saya baca/dengar..dan stage nya adalah 3B.. namun kini stage tsb tidaklah lagi penting, krn apa? stage brp pun pengobatan/terapi nya adalah sama yaitu menjalankan hidup sehat jasmani,rohani secara ketat,disiplin.. benar solusi nya hanya kalimat singkat dan pendek.. bagaimana pelaksanaan/prakteknya? tergantung yg menjalani nya? bisa rilex,ringan,tanpa beban..bisa juga ribet,penuh komplein, putus asa, berat sekaliiii krn ga blh makan ini itu sana sini… ttg hidup sehat jasmani,rohani itu spt apa? dpt di explore di blog ini..byk sharing, tip-2, buku-2 yg tlh dituliskan di blog ini..
Semoga bermanfaat.
Salam,
Andre Laksono
Dear Rivaldo, turut bersedih ya dengan kisah mama.
Saya, eks penderita kanker nasofaring stadium 2B dan saya adalah seorang dokter umum. Saya didiagnosis kanker sekitar 6 bulan yang lalu dan telah menjalani kemoradiasi. Saat ini saya memasuki fase kontrol dan recovery.
Saya bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi mama kamu dan bagaimana rasanya menjadi dokter yang harus menjelaskan kondisi pasien kepada pasien dan keluarganya. Dari sisi pasien, pasang surut perasaan dan semangat itu pasti ada. Kadang saya merasa sedih, terpuruk, tapi kadang saya juga bisa merasakan enjoy, masa bodo, dll.
Dari sisi dokter, saya memahami bahwa tdk gampang menjelaskan kondisi penyakit kepada pasiennya. Saya mengalami hal ini ketika saya dirawat pada saat memasuki kemo ke-6 dan ke-7. Saya menderita batuk hebat, demam dan kadang2 sesak napas. Saya hanya berpikir ini batuk biasa karena efek radiasi. Saya bertanya berulang kali kepada dokter yang merawat dan dia selalu menjawab hanya batuk biasa saja, yang penting minum obat dan istirahat. Setelah saya dibolehkan pulang, saya kaget melihat resume medis pulang. Saya dinyatakan ketika dirawat itu menderita sepsis karena pneumonia. Sepsis adalah suatu kondisi infeksi yang berat yang diakibatkan radang pada paru-paru saya. Saya sempat protes kenapa dokter tdk memberitahu saya secara jujur tentang penyakit saya, toh saya seorang dokter. Tapi setelah dipikir2, apalah gunanya saya mengetahui saya sakit apa, hanya akan menambah berat beban pikiran saya saja dan akan mempengaruhi pengobatan. Yang terbaik adalah memilih dokter yang tepat dan kita percaya, menjalani terapi yang dianjurkan dan yang terpenting membangun motivasi positif.
Kalau saya boleh saran, keluarga sebaiknya membantu mama dengan menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung baik dari segi moril maupun materil. Mama dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan ringan yang bisa membuatnya lupa dengan sakitnya, misalnya menyiram bunga, menyulam, dll. Tidak ada kegiatan akan membuat mama memikirkan penyakitnya terus menerus.
Begitu saja, semoga mama cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi ya..
tidak ada setadum lah pasti ya sih bisa sembuh lah kita harus optimis lah yayaya lah mas ya sih yayayayaya lah ya sih pasti tuhan yesus punya muziyat kali ya
Aldo Menurut Saya Jangan pernah memikirkan stadium brapa kangker ibu anda, tetapi beri beliau semangat hidup karena kangker menurut saya bukan suatu penyakit, itu adalah sel dari tubuh kita yang perkembangannya tidak normal, brapapun stadiumnya pasti bisa sembuh. Saya yakin karena ibu saya juga mengidap kangker, dan alhamdulillah telah sembuh. yang penting rutin berobat dan minum jus sehari paling tidak 3 x dengan 3 macam buah satu kali membuat jus.( WORTEL, BIT, JAMBU,PEPAYA,tomat dll ).untuk macam buah tersaerah anda.
terkadang dokter tw g mw ngsh tw sbrp prh skt yang d alami pasiennya , kadang saya juga suka kesal jadi kita mesti mondar mandir ke dokter
kalo dokter ngash tw sbrp sakit kita pasti dia rugi karna g da yang periksa ma dokter tw
saya penderita kanker tiroid, yang sudah sembuh total….sebaiknya kalau kita mau benar2 sembuh, harus berpikiran yang baik kepada dokter, keluarga kita juga allah swt….
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)