Hi..
Namaku Laura, 30 th dan tinggal di Jakarta.. aku kebetulan lagi browsing-browsing trus liat ada blog ini.. bagus banget blognya.. ![]()
Aku sendiri baru beberapa hari yang lalu selesai operasi terakhir dalam rangka mencegah breast cancer.
Tahun lalu aku minta memutuskan untuk ‘mastectomy’ kedua payudaraku. Kenapa aku melakukan ini, pertama-tama karena aku punya sejarah keluarga yang sangat terkait dengan breast cancer. Oma dan mamaku meninggal pada usia muda (di bawah 50th) dan beberapa tanteku pun ada yang terkena breast cancer. Selain itu, dari umur 25 tahun, aku sudah beberapa kali dioperasi karena ada tumor jinak (fibro adenoma). Tahun lalu, aku merasakan ada benjolan lagi, setelah dioperasi ternyata itu adalah DCIS (stage 0 dari kanker, atau pre cancer). Kata dokternya, selain dioperasi aku harus memperoleh radiasi, dan setelah itu setiap 6 bulan aku harus cek ke dokter..
Hal inilah yang membuat aku memutuskan untuk melakukan tindakan preventif, yaitu mastectomy (kedua payudara diangkat). Alasan utama adalah karena aku ingin bisa menikmati hidup tanpa dihantui rasa khawatir setiap kali harus melakukan check up. Hanya saja, keputusan itu bukanlah keputusan yang mudah, terutama karena aku sendiri belum menikah.. perasaan ingin menyusui anakpun pasti terpikir dalam pikiranku, atau apakah akan menghambat aku dalam menemukan pasangan hidup? hehehehe.. Untungnya aku punya bbrp teman yang sangat mendukung, dan dia selalu bertanya, “Lebih baik mana? menyusui anak tapi ternyata tdk bisa menikmati masa2 indah bersama anak hingga tua atau melakukan sesuatu, hidup lebih tenang, dan bisa bersama2 anak hingga tua?”
Yah, memang ini bukan jaminan.. tp pada prinsipnya itu adalah pemikiran yang benar. Hanya saja, kalau terkait dengan breast cancer, orang2 di Indonesia pada umumnya lebih berpikir mengenai pengobatan daripada preventif. Setiap aku cerita bahwa akan melakukan tindakan ini, pasti teman/keluarga bertanya, “Memang sudah separah apa? Sudah coba alternatif ini atau anu?” Seakan-akan keputusanku ini aneh bin ajaib.
Tapi sekarang, setelah aku melewati proses ini, rasanya lega sekali.. Ini semua ga mudah, tetapi aku senang karena memutuskan untuk melakukan ini. Dan karena aku melakukannya pada stage yg sangat awal, aku ga perlu mengalami radiasi dan proses rekonstruksi, lebih mudah dan lebih baik hasilnya. Oya, setelah dioperasi dan dicek ternyata salah satu payudaraku memang ga sehat dan dokter bilang sooner or later, bisa berkembang menjadi kanker. Selain itu, dokter pun menyatakan karena aku melakukannya pada stage ini, kemungkinan terkena breast cancer menjadi kurang dari 1%.
Aku cuma ingin sampaikan bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Jadi, buat teman2 yang lain, selalu cek secara reguler dan kalau menemukan sesuatu yang aneh, jangan takut untuk cek ke dokter. Apalagi kalau ada sejarah kanker di keluarga. (Aku sendiri melakukan cek kemungkinan kanker melalui pengecekan family history di Belanda pada waktu usia 22 th, 1 th setelah mamaku meninggal. Saat ini pun aku melakukan mastectomy dan reconstruction di Belanda juga, di Daniel Den Hood Hospital, di Rotterdam, RS khusus untuk breast cancer.
Oya, sampai saat ini aku belum ketemu teman sharing yang kondisinya sama.. kalau Mba Titah punya teman yang seperti aku (melakukan mastectomy dan rekonstruksi pada usia sebelum menikah), mohon dikenali ya mba.. Ingin sharing pengalaman.. karena buatku ini pun masih perjuangan secara emosional dan tentunya hal ini bisa menjadi salah satu bentuk emotional support.
Itu aja yang bisa aku share mba.. semoga bisa bermanfaat buat teman2 yang lain juga..
-laura-


Cerita Sejenis:
Sudah 36 sahabat yang menanggapi
Two thumbs untuk Laura. Belum pernah aku ketemu gadis yang seberani dan setegas kamu. Secara medis dasar pemikiranmu dan sahabat-sahabatmu itu sangat masuk akal. Semoga Tuhan memberimu pasangan hidup yang mengerti dan mencintaimu sepenuh hati ya, Laura…
suatu keputusan yang tidak mudah dan hebatt .. salut…! hmm ..haru dan terkesan, ini kali ke dua aku mendengar hal yang sama. percayalah Tuhan pasti sayang pada mabak Laura, dan pasti dikasih pendamping hidup yang bisa menerima sepenuh hati.
luar biasa sekali mbak laura. saya tersentuh, semoga mbak laura tetap sehat selalu.
sy sendiri mempunyai cyst di payudara, jinak. tapi dengan riwayat keluarga sy yg punya histori kanker, membuat sy jdi takut takut, untuk kontrol sekalipun.
satu tante saya sudah dipanggil yang Kuasa karena kanker paru2. tante sy yang satu lagi kanker usus. mendampingi mereka memberikan wawasan yg banyak, membuat kita lebih sayang pada kesehatan kita masing2, tak dipungkiri juga membuat sedikit traumatik.
hebat mbak laura! sy tiru semangatmu.
Sekilas saya baca blog rumah kanker sangat bagus karena sebagai tempat mediasi dan sharing bagi penderita maupun pembacanya.Saya sendiri sudah mempelajari metode herbal secara otodidak(dalam dunia medis sangat minim tentang herbal/fitofarmaka) dan syukur banyak juga tentang Ca (Ca cervix,osteosarcoma dll)yang saya terapi herbal di katakan sembuh oleh dokter lainnya..umumnya penyebab Kanker menurut saya adalah faktor makanan/pola makanan yang di konsumsi di dalam keluarga sehingga seolah-olah faktor keturunan yang menyebabkan..memang kanker momok bagi kita semua dengan adanya sharing akan meringankan beban si penderita dan menambah wawasan bagi pembacanya
Salam kenal dr. Ujang,
Terima kasih berkenan singgah, dan mangga silakan teman-teman yang sharing dibantu juga.
dear laura,sungguh keputusan yg sulit dan pilihan yg tepat.namun percy pa tuhan d balik semua ini ada pelajaran yg brharga,moga lekas smbuh ea
Hi laura, aku umur 26thn berencana utk mastectomy dan rekonstruksi.. Boleh aku minta email kamu utk kita boleh sharing? Thanks
hi…laura,salam kenal…& tuk semua’naa
…& sekedar sharing aja.
Aku umur 25 thn & sdh menikah bru berumur 1 tahun ,di thn 2005 ku sdh melakukan operasi & dinyatakan fibro /tumor jinak,selang beberapa bulan akhirnya tumbuh lg & di operasi lg di thn 2007 masih tumor jinak & kemudian tumbuh lg s/d tahun ini,ku jrg melakkukan chek up lg,dan ku sdg mempersiapkan batin & hati saya untuk pengangkatan di kedua payudara saya. karena yg saya takutkan ini sdh masuk stadium…??
Dan baru 1 minggu ini saya menjalani operasi kista karena sudah mengalami keboocran tp tidak sampai pendarahan di miss. v.
Kista saya ada di bagian sektr rahim di bagian kanan indung telur & saluran telur..& saya masih belum tahu apa hasil PA nya. Dan itu sangat membuat saya tegang,& terkadang mencoba tuk ttp tenang.
Yang saya khawatirkan saat ini,kedua payudara memasuki satdium,mudah2an saja tidak sampai bgt,tuk memastikanna saya hrs chek up kembali,tp setelah saya sehat dr operasi kista 1 mgg yg lalu tp penasaran + takut jg…
apa saya bs PD klu tanpa kedua payudara saya? tq
Dear Nelly,
Tumor payudara yang berulang tumbuh, juga kista di dekat rahim, mengindikasikan adanya masalah ketidakseimbangan hormon dalam dirimu. Dicoba dulu diperbaiki pola hidupnya ya: pola makan yang baik dan seimbang, kurangi daging & makanan goreng, sebaliknya perbanyak buah & sayur. Jangan lupakan olahraga, sinar matahari pagi, tidur cukup, dan minum banyak air putih, dan sikap hidup yang positif. Itu semua sangat membantu.
Dear Titah,
Tq banget atas sarannya ..bs share di sini rasa’naa lebih lega..tp apakah ada pengobatan alternatif yang sehat tanpa menimbulkan efek samping. tq b4
GBu
Dear Anonymous,
Sudah pernah coba Tahitian Noni Juice. Ini beneran barang bagus dan banyak yg terbantu. Efek sampingnya ada: penyakit2 lain yg ga niat diobati ikut sembuh dengan sendirinya.
Laura… salut banget sama kamu.
Cara berpikir kamu yang berbeda dari kebanyakan perempuan Indonesia yang merasa tabu karena mastektomi. Aku yakin, cara pandang kamu karena kamu punya cara berpikir yang lebih maju yang mementingkan kesembuhan. Mastektomi bukan berarti kehilangan kewanitaan… dan rekonstruksi adalah salah satu jalan yang terbaik buat kamu. Selamat ya…
Mbak Titah… thanks ya… kita jadi bisa share…
Wah, saya mau tanya mbak. Ma2 saya baru melakukan operasi mastectomy, cuma di bagian operasi didalamnya kayak ada cairan, kayaknya tambah banyak apakah itu bermasalah gak ya? Ma2 saya kena kanker payudara grade 3 (T2 N1a MX)
dear Wira,
Kapan mama operasinya? Biasanya pasca mastektomi memang masih keluar cairan selama 1 minggu – 10 hari, yang dikeluarkan dari tubuh lewat selang kecil dan ditampung di kantong. Itu wajar kok. Lama-kelamaan produksi cairannya akan makin berkurang seiring dengan mengeringnya luka bekas operasi.
UGH…. SAYA SEDANG SEDIH DAN DOWN BANGET. KMRN SAYA MEDICAL CHECK UP AND DOKTER MENEMUKAN BENJOLAN DI KEDUA PAYUDARA SAYA.
SAYA SHOCK BERAT, PERMASALAHNYA SEDERHANA, SAYA TIDAK PUNYA UANG UTK PENGOBATAN, MGKN YG SAYA LAKUKAN ADALAH PENGOBATAN DENGAN ALTERNATIF.
ATAU INI AKAN MENGEROGOTI TUBUH SAYA DAN SAYA TINGGAL MENUNGGU HARI “H” SAYA
Dear Mbak Titah,
Ma2 Operasi tgl 09 maret 2011, kemarin sih sudah sedot cairan tersebut. Dan sekarang sudah menjalankan kemoterapi untuk pertama kalinya. Kasian liat ma2 saya tak bisa makan, badan lemas.Biasa efeknya berapa hari ya mbak? Makan apa supaya stamina kuat untuk kemoterapi yang ke 2 kali?
@ Fifi
Jangan sedih & down dulu Fi… kan benjolannya belum tentu ganas? Lagian banyak juga kok obat yg murah, so berpikirlah positif, karena Tuhan menyayangi hamba-hamba-Nya yang beriman dan penuh harapan.
@ Wira Wahyuni
Efek kemo yg lemas & tidak enak makan biasanya sekitar seminggu, tapi bisa juga kurang atau lebih, sangat dipengaruhi oleh pikiran & perasaan mamamu sendiri. Kalau beliau tegar & optimistik, biasanya efeknya gak seberapa parah. Sebaiknya ibu banyak makan sayur & buah, hindari segala daging (kecuali ikan segar), susu, goreng2, gula, dan makanan beli.
Dear Mbak Titah susu, gula dan daging gak bole ya? Kenapa ya? Soalnya Dokter bilang makan apa yang bisa dimakan, untuk menambah daya tahan tubuh. Supaya bisa menghadapi kemo yang kedua kalinya. Agak bingung mbak yang benar yang mana. Banyak sih yang saya baca emg gak bole makan daging, susu, gula. Bingung berat mbak
Dear Wira,
Pasien kemo biasanya kehilangan selera makan, jadi dokter pikir mending makan apa saja daripada tidak makan. Tapi coba pikir lagi deh, batuk aja ada pantangannya, pilek ada pantangannya, diare ada pantangannya, masak penyakit seberat kanker gak ada pantangannya?
Memang sudah diteliti bahwa proses metabolisme daging dan susu membuat tubuh menjadi asam, nah kondisi yg asam ini menjadi tempat yg sangat ideal untuk tumbuhnya kanker secara cepat. Begitu jg tubuh yg kaya akan gula, akan membuat kanker tumbuh cepat. Tentu Wira tidak mau itu terjadi kan? Jadi lebih baik hindari saja dulu, masih banyak pilihan lain kok: sayur-mayur, buah2an, biji-bijian… itu semua malah bisa membantu menghancurkan kanker.
Dear Mbak Tita
Salam kenal.
Saya beruntung membuka blog anda, karena saat ini hati saya diliputi rasa khawatir, karena tadi malam sewaktu saya menemani anak bungsu sy tidur, saya temukan ada benjolan kecil di sebelah kanan bawah. 2 tahun yg lalu saya telah cek mamography dg hasil nihil, lega hati saya. Tapi saat ini kekhawatiran menghantui saya.
Salam
Dear Dyah
Benjolannya di mana? Seberapa? Dipegang terasa sakit/tidak? Bisa bergerak/tidak? Jangan terlalu khawatir dulu, coba dibanyakin makan buah segar, semoga benjolannya hilang ya!
apakah hanya dengan mencek ada tidaknya benjolan di payudara merupakan pertanda kita terkena kanker ini?
Tidak sesederhana itu Aini. Kalau memang teraba ada benjolan yang tidak normal di payudara, mesti diperiksa lagi oleh dokter bedah untuk memastikan benjolan itu kanker atau bukan..
Mbak Titah, tahun lalu aku pernah ngerasa nyeri yang ilang-timbul di payudara. Pernah dicek sama dokter umum, tapi tidak ada benjolan. Tapi tahun ini aku ngerasa nyeri lagi di payudara kanan. Cuma menurut pengamatanku, nyeri-nya datang 7-10 hari sebelum mens.
Kira2 aku mesti kawatir?
apakah tidak ada efek lain dengan melakukan “Mastectomy” dalam mencegahan kanker payudara ini?mungkin ada cara pencegahan yang lain yang dianggap lebih bijak, seperti obat herbal, ataupun menkonsumsi makanan sehat dan berkualitas
Nofi,
Kayakya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan nyeri payudara yg timbul menjelang mens dan hilang beberapa hari setelah mens dimulai; itu akibat perubahan hormonal yg menyebabkan mens aja kok..
Aini,
Efek samping melakukan mastektomi tentu ada. Kalau boleh memilih, tentu tidak ada wanita yang mau payudaranya diangkat. Tapi kadang seseorang berada pada situasi yang membuat ia harus mengambil keputusan yang paling tepat dengan dirinya, keadaannya, walaupun mungkin keputusannya itu bukan keputusan terbaik menurut orang lain. Kalau Aini masih bisa melakukannya; jalani pola hidup sehat lahir-batin, dan jika perlu konsumsi herbal yang tepat, itu pilihan yang lebih baik.
saya lagi was2 nih, payudara saya sebelah kanan sering sakit sampai ketiak tp hilang lagi, dan diputing sebelah kanan ada tumbuh daging yg sangat kecil dan ini sudah hampir 1 thn, puting terasa gatal dan lebih merah dari sblh kiri. saya takut periksa ke dokter krn takut dgn hasil diagnosanya.
assalamualaikum mb titah.. Bagus bgt blog yg mb buat.mw sharing ni.. Umur sy 26th lg menyusui ank pertama 4bln.dl taon 2010 sblm menikah da benjolan d pydr kiri sy.sy g brani priksa k doktr.trus k alternatif.katanya sy kena kanker payudara stadium1.nah waktu hamil benjolan itu hilang.skg wkt sy menyusui,benjolan itu ada lg d payudara kiri sy.sy hrs gmn?oy mengenai tahitian noni juice emg bagus bgt tapi harganya mahal.menurut mb,jinten item gmn?makasi y mb.. Maaf panjang bgt..
Mbak Laura,
Semangat mu perlu dicontoh utk perempuan Indonesia .. two thumbs up for u!!
Mbak Titah,
Untuk pengencekan awal benjolan-benjolan itu ke Dokter Spesialis apa ya? adakah rekomendasi? thanks before.
Terima kasih utk teman-teman yang sudah mau sharing ya..
teruskan budaya sharing informasi dan ilmu akan membuat Indonesia lbh pintar dan kuat..
@ madinah
walaikumsalam wr wb mbak..
tentang jinten item maaf sy belum pernah mempelajarinya. kebanyakan sih herbal bs membantu penyembuhan kanker, yg jadi soal adalah tahukah kita dosis yg pas/cukup untuk kondisi kanker?
@ Rhenald
Untuk cek benjolan bisa minta biopsi ke dokter bedah Pak..
tetap semangat yah para Survivor !!!
saya juga dulu pernah mengalami tumor payudara dan riwayat keluarga juga banyak yang terkena kanker ini. karena hal itu saya sekarang mengangkat nya sebagai tema skripis yaitu tentang kemampuan Resiliensi pada wanita yang mengalami kanker payudara. resiliensi yaitu faktor yang mempengaruhi ketahanan psikologis seseorang saat menghadapi kondisi yang menekan
mohon bantuannya jika berkenan untuk mengisi kuesioner penelitian saya di link
Form kuesioner 1:
https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dHVWQkhUT3k4cGRlUkZZNEQ3WUx0Mnc6MQ
Form kuesioner 2:
https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dHdxNmdvWXpnVmhBcXZacHR0UEZVUHc6MQ
dapat menghubungi saya di :
sintahaqim@gmail.com
data yang terkumpul akan terjaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian semata.
Dear all,
seneng deh tau ada blog ini, jadi bisa sharing pengalaman
saya 26 tahun, sejak 2 tahun saya merasakan ada benjolan di payudara kanan, tp kecil, namun belakangan membesar, dan skrg ukurannya sekitar 3 cm, tidak terasa sakit. saya sudah cek ke dokter, diagnisisnya tumor jinak dan dokter menyarankan untuk langsung operasi. Tapi saya takut, karena ada beberapa kasus yg saya tahu, operasi bukan jaminan tumor tidak akan tumbih lagi, dan ketika tumbuh lagi malah berubah sifat menjadi ganas. saya mencoba alternatif rebusan daun sirsak, sudah saya konsumsi sekitar 1 bulan, tp belum terlihat hasilnya juga. Mohon pendapatnya ya, sebaiknya apa yg harus saya lakukan. terima kasih
salam,
inna
Inna : menurut sy km segera ke dokter onkologi
sy umur 26th, 1 bulan lalu sy merasakan ada benjolan kecil di payudara kanan sy, lalu sy cek ke dokter. usg dan hslnya sy di suruh operasi, sblm operasi dok vonis sy tumor jinak. tapi setelah operasi hasilnya ganas stadium 1 dan dokterpun menyarankan sy utk membuang 1 payudara sy/mengambil jaringan yg terdapat pd tumor itu sehingga payudara sy tetap ada. sy mempunyai 1 org anak laki2 yg sdg lucu2 nya umur 19bln sy pikir tak perlu pikir panjang, sy mau SEMBUH dan sy masih harus mendidik anak sy smpai dia besar nanti sy akan jalani apa yg dokter sarankan. mohon doa dari teman2 agar sy bs melewati proses operasi dll nya. sy yakin Tuhan menemani sy dan dia tidak akan mencobai umatnya lebih dari batas kemampuannya. Tuhan pasti saya sembuh. Amien.
@ inna
pengobatan dengan herbal kalau baru 1 bulan memang belum terlihat hasilnya, mungkin 2-3 bulan baru terlihat ada perubahan (kalau memang responsif), kalau setelah 3 bulan tidak ada perbaikan apa pun berarti tidak cocok. memang operasi hanya mengangkat tumor yang ada, bukan jaminan tumor tumbuh lagi, karena yg mempengaruhi pertumbuhan tumor adalah pola makan yang tidak tepat dan mungkin juga pikiran/perasaan yg sering negatif. jadi kalau tidak mau operasi, sebaiknya ubah total gaya hidup anda menjadi gaya hidup sehat lahir-batin-sosial-spiritual.. dan kalau setelah 6 bulan tidak ada perbaikan apa pun, ikuti saja nasehat dokter untuk operasi.
alhamdulillah bisa menemukan blog ini.. saya 38 tahun, masih menyusui baby andra 6m, kadang menemukan bagian payudara yang keras di bagian atas puting, tapi kadang hilang, apakah hanya karang susu…saya ingin periksa lebih lanjut, tapi dari info yang saya browse, syarat mammografi salah satunya tdk menyusui…dan mammografi saja tyt blm cukup dapat disimpulkan jenis dan stadiumnya.. utk mammografi saya jg agak berat mengingat andra sama sekali gag mau susu formula, sedangkan asip saya sgt sedikit.
lain cerita, mama saya 66tahun minggu lalu melakukan mammografi, dan diprediksi ada benjolan 2cm yang didiagnosa kanker dan diberi saran untuk segera diangkat dengan biaya 27juta. saya tadi baca posting mb titah, katanya tdk boleh konsumsi susu ya?untuk alternatif pengobatan, mohon sarannya di email saya, krn mama saya kepikiran dengan hsl diagnosa dan biaya yg tinggi tsb sehingga tensinya jd naik….email saya milasari.arie@gmail.com..terimakasih
@ arie mila
pendapat saya yang teraba keras di payudara dan kadang hilang itu mungkin sumbatan saluran susu, karena tidak tersedot dengan baik sehingga numpuk dan menimbulkan pembengkakan di sekitarnya, sakit jadinya. tidak apa-apa, itu sering terjadi pada ibu menyusui.
untuk mama, mengingat usianya yang sudah sepuh, operasi (yang pasti akan dilanjutkan dengan kemoterapi atau radioterapi) agak beresiko. saran saya gunakan saja terapi yang lebih aman, tanpa efek samping, namun tetap efektif karena sekualitas obat dokter, yaitu tahitian noni. Biayanya lebih murah juga, bulan pertama butuh sekiar 5 juta, bulan kedua sekitar 2-3 juta, seterusnya cukup 2 juta aja sampai sekitar 6 bulan. lebih jelasnya lihat di link ini
untuk kanker, selain susu harus berpantang makanan hewani, goreng-gorengan, dan juga makanan beli yg pasti mengandung berbagai zat kimia tambahan. semoga dengan demikian mama cepat sembuh.
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)