Hello Titahrahayu,
Dear all, saya sebenarnya tidak tahu harus memulai dari mana, tapi saya bersyukur sekali bisa memenukan blog ini untuk berbagi, saya berharap ada rekan2 yang bisa membantu memberikan informasi bagi saya.
Bapak saya berumur 61 tahun, seorang pensiunan sebuah BUMN. Semasa kariernya bapak termasuk orang yg memegang prinsip untuk tidak ikut arus sehingga sampai pensiun hanya memiliki rejeki yang cukup dri apa yg ia kerjakan. 4 Tahun yg lalu bpk pensiun dan dari perusahaan hanya mendapat jaminan perusahaan sampai 2 tahun setelah pensiun. Bapak mengalami diabetes dan tanpa kami sadari bapak ternyata juga mengidap kanker pada usus besarnya. Karena takut akan operasi kami menempuh jalur alternatif, yg banyak menghabiskan dana tapi kurang membuahkan hasil.
Singkat cerita 1 bulan yg lalu bapak mengalami amval, karena kondisinya sudah drop banget ditambah sudah tidak bisa buang air besar. Karena kondisi darurat ini kami akhirnya terpaksa masuk di RS swasta di dekat rumah kami. Puji Tuhan bapak tertolong dan dinaikkan kondisinya melalui infus makanan dan vitamin yang harganya juga tidak murah. Setelah konsultasi dengan dr internis. Kebetulan di RS tersebut ada dr bedah digestif, sehingga kami dirujuk ke dr tersebut dan keluarga putuskan untuk operasi saja. Akhirnya kanker bisa diangkat dan usus bapak dipotong +/- 40 cm, kemudian disambung lagi. Dan menurut dokter bapak tetap harus di kemo yang satu kali siklusnya harus membayar +/- 12 jt sampai 6 kali siklus. Ini sudah sangat berat bagi kami. mengingat kami sudah habis2an untuk operasi dan pengobatan alternatif sudah habis sekitar 40 juta.
Saya sudah coba mengurus jamkesmas dan jamkesda, tapi permohonan kami ditolak gara2 kami tinggal di perumahan, padahal rumah yg kami tinggali saat ini adalah menumpang rumah kredit a/n kakak saya, yg nota bene rumah paling kecil di lingkungan kami. Saya sudah cerita kondisi kami dan bapak yg seorang pensiunan yg sudah tidak dapat jaminan apa2 tetap tidak diloloskan. sedangkan kami anak2nya hanyalah pegawai swasta dengan gaji yang pas-pasan untuk hidup keluarga kami. Ini sangat tidak adil bagi kami mengingat ada orang2 yg lebih mampu tapi karena kedekatan dengan pejabat/apalah bisa mendapatkan fasilitas itu dengan mudahnya. Apalagi menonton kasus Melinda Dee.
Lepas dari itu semua, kami mohon bantuan sekiranya ada informasi dari rekan-rekan ada yang mengetahui donatur/yayasan yg bisa kami mintai tolong untuk pembiayaan kemo ayah saya. Saya sudah coba mencari informasi ke Yayasan Kanker Indonesia tapi kami masih kurang mendapat informasi yg baik dan diberi keterangan karena kami tidak melalui RS pemerintah tidak ada bantuan pengobatan. Terima kasih atas bantuan rekan-rekan. Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih. Tuhan memberkati kebaikan rekan2 sekalian.
Salam…
Berco


Cerita Sejenis:
Sudah 12 sahabat yang menanggapi
Menurut saya, operasi tersebut tidak perlu disertai chemo. Ini adalah kebiasaan buruk dari para dokter untuk mencari uang dari chemo. Saya sarankan anda baca buku Miracle of Enzyme dan mujizat Mikroba dari Hiromi Shiniya. Ada di gramedia. Yang perlu adalah untuk memperbaiki nutrisi dari pasien dan juga lakukan enema kopi secara rutin. Kasus yang sama dialami saudara saya, umurnya sudah mendekati 80 tahun, operasi dan kami menolak untuk chemo dan sudah 5 tahun ini beliau tetap sehat.
Salam, Omri
Dear sahabat Omri,
Terima kasih atas tanggapan dan sharenya, saya akan coba cari buku tersebut. Tapi apakah memang benar2 aman jika setelah operasi tidak kemo, mengingat stadium ayah saya sudah stad 3. Kami sebagai anaknya kok belum tega klo nanti terjadi apa apa.
Tapi sekali lagi terima kasih sharenya sahabat Omri, mgkn ada sahabat lain yg bisa share juga dengan kami???
Menurut saya, chemo akan merusak apa yang telah dicapai. Sepupu saya sudah pada tahap stadium-4 dan saya setuju untuk dioperasi karena sudah menyumbat usus sehingga tidak bisa BAB. Chemo akan merusak semuanya.
Omri
Bisa melihat tanggapan saya lebih banyak pada blog saya di http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2010/09/17/chemotherapy-cara-penyembuhan-kanker-yang-tidak-manusiawi/
Hi Berco ,
Saya bisa memahami apa yang anda alami, karena saya pernah menghadapi kasus yang sama yang menimpa istri saya. kamu dikejutkan dengan biaya yang begitu tinggi untuk penyakit kanker ini. Istri saya menderita kanker otot dan tulang sekaligus, stadium 3. Kami di sodorkan dengan biaya operasi, kemo dan radiasi yang ditotal lebih dari 100 juta rupiah. Dari mana dapatkan uang sebanyak itu, kami adalah pegawai biasa, tidak dilindungi oleh asuransi baik ditempat kerja atau asuransi pribadi. Mengurus jamkesmas pun gak mungkin karena kami tinggal di perumhan (masih kredit juga) sudah pasti ditolak..kami menghubungi beberapa yayasan juga ditolak …serba susah jadi yang di tengah-tengah…gak miskin gak kaya juga…tapi biaya sedemikian besar. Saya sempat miris dengan keadaan, ketidak adilan ini, rakyat tidak dilindungi…pengobatan begitu mahal….siapa yang peduli…saya berusaha tegar didepan anak dan istri….padahal di belakang mereka saya menangis sejadi-jadinya…Akhirnya dalam keadaan yang terpuruk saya mendapat jalan terakhir …berhutang…saya masih bersyukur karena masih ada yang mau memberi pinjaman, dan sampai sekarang saya belum bisa menyicil sepeserpun setelah 8 bulan. Mungkin mereka tidak “enak” menagihnya karena masih dalam proses pengobatan, belum sembuh. Saya masih menjalani semua ini dengan tabah..semoga ada hikmahnya.
salam kenal mbak…
saya baru papsmear hasilnya cervicitis kronis non spesifik & negatif intra epitelial lessian… itu bahaya ga mbak???
mohn jawbannya
rina,
hasil papsmearnya bagus kok, itu gak bahaya, lanjutkan saja pola hidup sehatnya, ya!
Ibu saya sudah hampir dua tahun terbaring ditempat tidur akibat sakit kangker ganas, bahkan sudah oprasi 2 kali tetapi blm sembuh juga, orang tua kami sudah menjual tempat tinggalnya untuk berobat tetpi belum sembuh juga, sekarang mereka diam diri mau beobat sudah tidak ada uang atau biaya, bagaimana solusi yang terbaik untuk membantunya !
sumarjan ( 085214356448 )
bp sumarjan yth,
anda bisa mengurus jamkesmas/jamkesda/surat keterangan tidak mampu untuk mendapatkan pengobatan gratis di rs pemerintah. selain itu jangan berkecil hati dengan kondisi keluarga anda, karena iman & doa bisa jadi obat yang sangat hebat, begitu juga pola hidup yg sehat dan seimbang.
membantu ibu bukan hanya soal mencari pengobatan, tapi bagaimana membuat ibu merasa lebih nyaman sehari2, bagaimana mempertahankan kondisi kejiwaan ibu supaya tetap tenang dan lapang (syukur2 gembira), bagaimana lebih mendekatkan ibu kepada Tuhan, dll. pokoknya lakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk ibu, walaupun kelihatannya sepele.
adakah yg bisa membantu biaya kakak kandung saya yang menderita kanker payudara stadium 4,untuk biaya dokter kami semua masih kekurangan yang ingin serius membantu,,silahkan kontak saya,berapapun bantuan anda sangat kami butuhkan,,,hub,082138734777,,semoga amal baik bapak dab ibu semua mendapat imbalan dari ALLAH SWT,,,,,,
buat saudara omri samosir, harap anda jangan sembarangan kalau berbicara. Setiap kanker punya protokol pengobatan masing-masing sesuai tipe sel kanker dan stadium kanker, yang sudah disepakati secara internasional. Jika memang harus dikemo itu memang sudah protokol standar yang harus dijalani. Operasi saja tidak cukup untuk kanker-kanker stadium lanjut, karena berbagai alasan, misalnya: kanker sudah menjalar ke tempat lain (metastasis), tepi sayatan tidak bebas tumor, ditemukan penyebaran pada kelenjar getah bening, dsb. Jadi tolong jangan sok tau dan sembarangan bicara apalagi sampai mengatakan bahwa kemo akan merusak apa yang telah dicapai, karena hal ini akan menyesatkan. terima kasih.
Untuk saudara Utami, saya tidak ingin berdebat kusir diforum ini, terutama karena ini bukan blog milik saya. Apa yang saya katakan itu bukan sembarangan dan sangat scientific. Mungkin saja anda seorang dokter, atau Oncologist, namun tetap saja anda harus melihat data statistic pengobatan chemo secara jujur dan terbuka. Penyembuhan cancer dengan cara chemo didunia ini hanya memiliki success ratio kurang dari 3%. Saya ulangi lagi… kurang dari 3%. Bila anda ingin penjelasan rinci mengenai hal ini, anda bisa berkunjung di link yang saya beri diatas dan bisa berdiskusi secara terbuka dengan saya disana. Saya harap anda bisa mampir untuk memperkaya informasi anda.
Tabik
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)