Cerita Sejenis:

Sudah 3 sahabat yang menanggapi

Subscribe ke thread ini: comment rss or trackback url
mygif
sema morgan menanggapi pada tanggal May 12th, 2012 jam 11:53 pm

Menurut saya mencari kesembuhan kanker dengan belajar dari kisah kesembuhan orang lain, apalagi langsung dari orangnya, merupakan cara terbaik.

mygif
Titah menanggapi pada tanggal September 1st, 2012 jam 3:28 pm

dear Jess Morgan,

turut berdukacita atas berpulangnya mertua anda, dan mohon maaf post anda baru terjawab sekarang.

karakter orang Indonesia dalam berkomunikasi tidak se-terbuka orang AS. di sini perasaan lawan bicara sangat dijaga, sehingga informasi yang kurang baik tidak disampaikan secara 100% blak-blakan, tetapi diperhalus, sehingga menjadi agak terselubung. tidak mudah menafsirkannya, terlebih bagi orang asing seperti Anda.

mengenai Pak Fadil, kata-kata “pasti bisa dibantu” tidak selalu berarti bisa disembuhkan. tanda besar “Pak Fadil: paliatif” di mesin morfin menunjukkan bahwa tujuan pengobatan Pak Fadil bukan untuk penyembuhan (kuratif), melainkan untuk meningkatkan kualitas hidupnya saja (paliatif). mungkin saat itu kondisi beliau sudah terlalu lemah, atau kankernya telah menyebar, sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan/dijanjikan dokter untuk penyembuhan; yang bisa dilakukan hanyalah mengurangi penderitaannya. jadi, membantu di sini dalam arti “mengurangi penderitaannya”. karena sangat tidak mungkin dokter di indonesia mengatakan secara terus-terang “mertua anda tidak punya harapan lagi”.

mygif
Irvan rifai menanggapi pada tanggal October 1st, 2012 jam 8:09 am

Postingan diatas sangat mirip dengan yg dialami keluarga q, keluarga q tinggal dimagelang, saat ini adek q umur 17 thun menderita kangker tulang, saat pertama kali dibawa ke rumah sakit dijogja, dokter mengatakan ”knpa tdak dibawa kesini dr kmren kemaren” mendengar perkataan tsb keluarga q serasa mendpatkan hrapan bhwa kangker adk q bisa disembuhkan, bru 5 hr dirawat (diperiksa dokter bru 2 hari), rumah skit dan dokter’nya menyarankan untuk dibawa pulang, alasa’nya macem” sperti bpak morgan tadi,
Dan yang paling parah’nya dokter ga ngasih tau hrus dirujuk kemana klo disitu emang tdak bisa menangani…..
Sumpahh Demi tuhan saya muak dengan dokter2 dan rumaah skit diindonesia, apa mereka sudah ga punya rasa kasihan, rasa iba??

Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)

 Nama (*wajib diisi)

 Alamat Email (*dirahasiakan)

 Website (*optional)