Dalam berbagai literatur kita baca bahwa sikap positif dan stres sangat mempengaruhi proses penyembuhan kanker. Sikap positif dengan mekanisme tertentu dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu proses penyembuhan; sedang stres dengan mekanisme tertentu pula justru menimbulkan berbagai gangguan yang menghambat penyembuhan, bahkan bisa memperparah keadaan.
Teori tersebut mendapat pembenaran ketika kita membaca atau mendengar kisah orang-orang yang berhasil sembuh dari kanker. Selalu ada satu hal dalam kisah itu: sikap positif. Berfikir positif, bertindak positif, menjaga semangat, dan pantang menyerah.
Masalahnya adalah, tidak mudah untuk tidak stres dan tetap bersikap positif ketika kita berhadapan dengan kanker. Kanker memang “vonis” yang berat. Tapi tetap ada sisi-sisi positif di dalamnya. Ada hikmah yang baik. Misalnya, membuat kita sadar akan gaya hidup yang salah yang pernah kita jalani, kemudian memperbaikinya. Misalnya lagi, membuat kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Membuat keluarga kita semakin kompak dan solid. Membuat kita menemukan sahabat yang benar-benar tulus. Bahkan ada lho, yang menemukan karir barunya justru karena terkena kanker!
Nah, sudahkah Anda menemukan hal-hal positif dalam “takdir kanker” yang Anda atau keluarga Anda alami? Bagi kepada sahabat-sahabat di sini ya, supaya mereka juga bisa menemukan hal-hal positif masing-masing. Semakin banyak sisi positif yang ditemukan, semakin mudah untuk berfikir positif, bertindak positif, dan semakin jauh stres terhalau. Apa hasilnya? Penerimaan yang baik. Kualitas hidup yang lebih baik. Kesembuhan. Khusnul khotimah. Atau malah semuanya. Mudah-mudahan…
Oh ya, dalam rangka launching buku Nobody Happy With Cancer, Be Brave and Smart tanggal 16 Agustus 2008, Siti Aniroh yang berhasil sembuh dari kanker payudara menghadiahkan tiga eksemplar bukunya (dengan tanda tangan asli penulisnya, lho!) bagi tiga sahabat yang memberikan sharing terbaik. Siapa yang berhak menerima akan diumumkan tanggal 28 Oktober 2008, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Ayo kita bersumpah untuk selalu berfikir positif, bertindak positif, dan selalu berusaha menemukan sisi-sisi positif dari setiap keadaan. Mau kan?

Cerita Sejenis:
Sudah 49 sahabat yang menanggapi
saya sudah 4 kali operasi kangker dan sudah 6 enam kali keguguran kandungan saya tegar hidup mandiri dan saya selalu berdoa sholat tahajut mohon kesembuhan dan akhir-2 ini minuman herbal mengkudu saya campur dengan kunyit dan jahe untuk penghilang baunya, dan setiap hari saya senam erobic alhamdulillah sekarang usia saya sudah lebih setengah abat dan kanker tersebut insya Allah pergi dari kehidupan saya ya Allah terima kasih atas semuanya saudaraku berdoalah dan berusahalah insyak Allah anda akan sehat dan sembuh dapat ngobrol dengan saya jika ingin sembuh 081586091645 – 02192361632.
saya sedang bingung saya tidakmenemukan struktur payudara yang mengkerut tetapi sering rasanya timbul seperti bulatan kecil didalam dan kadang kala hilang.
sekarang saya hendak menikah, saya takut kalo yang sedang mem buiat saya gundah benar2 terjadi. saya da berusaha berdoa tetapi tidak bisa.
@ tatiek
subhanallah walhamdulillah, semoga anda benar-benar sehat, begitu juga saya dan seluruh sahabat di sini
@ geglyola
tidak usah bingung dan gundah, mumpung mau menikah datang aja ke dokter kebidanan dan kandungan, periksakan payudara kamu sekalian periksa kesehatan pranikah. jangan mau diteror prasangka-prasangka buruk kita sendiri. tetap berpikir positif dan berusaha mengatasi masalah ya geg. ayo senyum dulu yang manis…
SubhnaAllah banyak hal yg positif dari apa yg kita alami apalgi cancer….aku di vonis cancer indung telur tahun 2004 dan indung telurku sebelah kiri sudah diangkat dgn ukuran cancer 14×14 cm….MasyaAllah suatu hal yang tak terduga karena aku tidak memiliki keluhan apapun kecuali telat haid….Dokter memvonis “ganas’ dan aku mencari alternatif kesana kemari agar tidak perlu kemoterapy….alhamdulillah bertemu dgn Dr Chamim,sekarang rutin periksa darah yg awalnya 3 bulan sekali sekarang menjadi 6 bulan sekali….smoga allah mudahkan sgala urusan…dan menjadi peringatan yang besar bagi kita semua….bahwa persiapan kita didunia untuk menuju negeri yang hakiki insyaAllah…..
Senang bisa ketemu blog ini smoga bermanfaat insyaAllah…..
Awal tahun ini saya diketahui menderita kanker rahim stadium 4. Sedih… shock… terpukul… pasti! Tetapi setelah saya pasrahkan semuanya pada Allah, alhamdulillah saya merasa tenang, ikhlas. Insya Allah takdir ini adalah sarana turunnya rahmat Allah kepada kami sekeluarga. Alhamdulillah juga sekarang saya bisa lebih mengerti dan lebih mensyukuri nikmat Allah. Setelah sempat merasakan napas agak sesak beberapa saat, kini saya mensyukuri betapa nikmatnya ketika bisa bernapas dengan leluasa. Setelah sempat merasakan sulitnya BAB, baru menyadari betapa urusan BAB yang selama ini saya abaikan adalah nikmat tak terkira. Semakin dihitung, semakin tak terhitung nikmat Allah kepada saya dan keluarga.
Kanker juga membuat saya lebih sabar kepada anak-anak dan semakin menghayati cinta dan kesabaran suami. Sekarang saya semakin menikmati waktu demi waktu yang saya miliki, hidup terasa lebih tenang dan tenteram, alhamdulillah… Mohon doa semoga Allah memberi pertolongan dan menyembuhkan saya serta para sahabat semua… amin 3x…
Sebelumnya,saya sangat bersyukur karena dapat menemukan website ini.
Saya salut kepada ibu Nani, cut safitri dan ibu tatiek atas perjuangannya melawan kanker.
Saya penderita tumor jinak di rahim dekat indung telur sebelah kiri Ukuran 5 cm(setidakknya itu kata dokter ahli radiologi)dan harus di operasi.
Karena takut saya berkonsultasi degan keluarga.Ibu menginginkan saya berobat alernatif dulu.Saya berharap dengan patuh pada ibu saya bisa sembuh.
Tahun 2007 saya mengalami 2 kali keguguran.Usia 37 tahun.Masih punya satu anak berusia 11 tahun.
Masalahnya sejak diperiksa dokter sebulan yang lalu,perut bagian kiri bawah masih sering nyeri.Padahal sudah minum jamu herbal dari tabib.Hanya saja saya bisa haid setelah 2 bulan tidak haid.saya sangat berharap saran atau informasi pengobatan alternatif tanpa harus operasi dari pembaca.Jazakumullah Khairon katsiro. . . .
Dear Atin,
Sayang anda tidak menjelaskan kapan memiliki tumor jinak, apakah sebelum punya anak atau sesudahnya? Apakah sebelum keguguran atau sesudahnya? Apakah waktu itu anda sempat menjalani pemeriksaan apa penyebab keguguran tersebut?
Anda juga tidak menjelaskan mengapa periksa ke dokter sebulan yang lalu, bagaimana hasilnya, dan bagaimana saran dokter. Mengapa anda 2 bulan tidak haid? Sempat periksa urine tidak, jangan-jangan hamil?
Sebaiknya anda menjalani pemeriksaan hingga tuntas dan jelas apa penyebab gangguan kesehatan anda; dan kalaupun menempuh pengobatan herbal sebaiknya tetap cek rutin perkembangannya sebulan sekali. Kalau hasilnya bagus, boleh diteruskan. Kalau hasilnya kurang bagus, ya… herbalnya perlu dievaluasi lagi
Minggu2 ini saya sedih sekali. Kakak saya yang berusia 36 tahun divonis mengidap kanker payudara stadium 3. Beliau sudah menikah dan punya 3 orang anak. Tadi malam payudaranya sudah diangkat satu buah. Dia stres sekali, seperti kehilangan gairah hidup. Saya dan keluarga sudah berusaha menenangkannya tapi kok kayaknya susah sekali ya. Kami tahu ini sangat berat, tapi bukankah seharusnya kita tawakkal?
Oh iya, mohon info teman2 disini obat herbal apa yg cocok diminum pasca operasi. Salam dari Budi (02192691889)
Mas Budi….nggak ada orang yang bahagia dengan kanker. Mendengarnya saja menyakitkan hati. wajar kakak mas terpuruk. Saya dulu juga begitu, tapi jangan terlalu dituruti semua kemauannya. Ajak dia bicara dari hati ke hati. So…bilangin, menangis n bersedih hanya akan memperburuk kondisi. Meski kanker menyakitkan dan biadab….tapi pasti ada jalan keluar. Saya pernah baca di blog ini yang ke Sinse Franky, coba aja….siapa tahu oke!Kalo’ ada di jakarta, coba bergabung di CISC (Cancer Information & Support Center). Atau buka cancerclubcisc.com. Disana kami biasa rame-rame ngumpul n cerita sesama penderita….biar tidak merasa sendirian. Ok???
Dear Budi,
Semoga kesehatan kakak Budi cepat pulih lagi ya… Memang dia butuh waktu untuk bisa menerima keadaan barunya, jangan terlalu cepat dipaksa untuk tawakkal, disupport saja dengan “pengertian” dan doa. Tolong disampaikan pada kakak, kehilangan sebuah payudara memang menyedihkan, tetapi lebih baik kehilangan sebuah payudara daripada kehilangan seluruh kesehatannya, atau bahkan seluruh hidupnya. Ya kan?
Lihatlah Ani yang menjawab di atas, dia juga telah kehilangan sebuah payudaranya (lihat gambar sampul bukunya, payudaranya tinggal satu kan?), tetapi tetap tegar, kini dia sehat kembali bahkan semakin semangat dengan menulis buku dan memberikan support kepada sesama pejuang kanker.
Saran saya, setelah operasi sebaiknya kakak menjalani kemoterapi atau radiasi yang disarankan dokter, dibantu dengan mengatur pola makan dan konsumsi herbal yang anda pilih. Doa jangan pernah berhenti, agar tercipta kondisi psikis yang ikhlas dan nyaman. Semoga Tuhan memudahkan segalanya bagi kakak ya…
buat mas Budi..tolong sampaikan juga ke kakaknya bahwa saya saja usia 35thn yg semula dikatakan tumor jinak,tp kemudian setelah frosen section divonis positif kanker payudara dan tindakan berikutnya harus mastectomy…langsung buat keputusan cepat dalam 5 dtk ikhlas diangkat satu payudara,karena saya pikir hidup saya lebih berharga daripada 1 bh payudara yg sudah digerogoti kanker.toh kita sudah memiliki anak,saya sudah punya sepasang anak yg sangat butuh kehadiran saya di dunia ini.walaupun soal umur kita tidak ada yg tau.Nikmat karunia kesehatan sangat mahal.masalah kecantikan,kalo kita tidak sehat apa iya keliatan cantik?nggak kan?! Positif thinking aja…syukurin nikmat yg ada.Wanita yg cantik sempurna tidak dilihat dari fisik jasmaninya.Tapi bagaimana kecantikan itu memancar dari dalam diri.Wanita yg sempurna adalah yg berhasil menghantarkan anak2 memperoleh pendidikan yg tinggi,berakhlak mulia dan soleh.Jadi …smile…masih banyak tugas sebagai seorang ibu yg harus di tunaikan di dunia ini..jangan hanya memikirkan diri sendiri.Tidak ada yg perlu di sesali..ini sudah perjalanan hidup kita yg sudah di gariskan olehNYa.Masih banyak orang lain yg mengalami cobaan lebih berat daripada yg kita alami saat ini.Kembalikan semua padaNYA..Banyak berdoa dan berzikir,hidup ini sebentar kog.Syukurilah nikmat hidup,Insyaallah kita bisa menjadi orang yg ikhlas dalam menghadapi semua cobaan.Ajak kakaknya untuk buka website ini..jadi tau banyak rekan senasibnya yg tegar,mudah2an gak ngerasa sedih lagi.salam untuk kakak mas budi.
Wah ada blog kanker ini ya, saya baru tahu. Terima kasih banyak atas postingannya, kebetulan saya lagi mencari-cari.
Saya baca-baca sedikit sedikit ya, perlahan lahan dipelajari.
Trims
setelah membaca perjuangan orang-orang penderita kanker, saya merasa terharu sekali. Saat ini saya juga merasakan hal yang sangat terpuruk dimana dokter memvonis mama saya menderita kanker mulut rahim stadium lanjut. Saat ini saya sdg berusaha mencari pengobatan yang terbaik buat beliau. Saya mohon ada saran yang terbaik untuk beliau. Terima kasih atas perhatiannya ya….
@ Leni T
Selamat belajar Leni
@ yuly
Menerima vonis kanker memang mengejutkan dan memukul perasaan, tapi segeralah bangkit lagi. Ajaklah mama dan seluruh keluarga untuk ikhlas menerima kanker mulut rahim pada mama, bahkan kalau bisa menerimanya dengan rasa syukur, dengan keyakinan bahwa di dalamnya ada rencana Tuhan yang terbaik untuk mama. Kondisi jiwa yang baik membantu pengobatan lebih dari 50%-nya lho…
Pengobatan sejati hanya berasal dari Tuhan melalui cara yang menjadi rahasia-Nya. Temukanlah cara rahasia-Nya itu melalui berbagai ikhtiar dan doa, jangan pernah berhenti dan putus asa. Salam untuk mama ya, Yul…
Shalom, semuanya ! siapapun kalian dan apapun yang kalian alami, tetaplah semangat terutama si penderita ! Mama saya juga penderita servix stadium II A, mulanya dia sudah mulai putus asa, tapi kami sekeluarga terus mensupport dia. Tidak sedikit airmata yang sudah kami teteskan, biaya, waktu, tenaga, dll tapi kami mau percaya bahwa segala sesuatu yang sudah diijinkan terjadi oleh Tuhan, itu semua ada tujuannya karena manusia dibentuk melalui masalah demi masalah. Intinya, harus segera bangkit dan menghadapinya dengan penuh harapan pada Tuhan maka ketegaran, kekuatan, ketenangan pasti akan diberikan. GBU all.
Aku senang bisa berbagi…..beberapa bulan lalu aku menjalani operasi lupectomy pada payudara kananku….untunglah kata dokter tidak ganas tetapi hal itu membuat perubahan besar dalam hidupku. Aku mulai memperhatikan pola makan, olah raga dan lebih menghargai hidup ini. Saat ini aku sedang berjuang memberikan motivasi dan bantuan kepada kakakku tercinta yang terkena kaker kolon…saat ini kondisinya semakin menurun…semoga Alloh memberikan jalan yang terbaik…Aminn.
Hai Heni….kabar baikmu adalah kebahagiaan buat saya yang mendengarnya. Terlebih Heni sudah memiliki kesadaran untuk merubah life style. Tidak semua orang memikirkan hal itu. Salut.
Untuk kakak Heni yang terkena kanker usus, saya turut perihatin. Dukunga Heni dan keluarga besar tentunya akan sangat berarti buat kakak. Tolong dijaga tidak hanya fisiknya, secara psikis juga jangan sampai drop. Banyak teman-teman yang menderita kanker usus stadium lanjut dan hingga saat ini masih bertahan….salam hangat saya untuk kakak…do’a kami menyertai, tetap optimis dan jangan tinggalkan Tuhan.
Hai semua…
Maaf ya, karena kesibukan saya, saya terlambat mengumumkan siapa “komentator” yang berhak mendapat hadiah buku Nobody Happy With Cancer, Be Brave and Smart. Mestinya diumumkan tanggal 28 Oktober kemarin, terpaksa baru saya umumkan sekarang.
Setelah menyimak komentar-komentar yang masuk, maka yang terpilih untuk mendapatkan hadiah adalah:
1. Tatiek
2. Nani
3. Ratna SD
Selamat! Semoga buku yang berisi pengalaman Siti Aniroh ini lebih meningkatkan motivasi Anda dalam melawan kanker. Silakan mengirimkan alamat lengkap untuk pengiriman buku hadiah
Belum hilang saat yang menguras air mata hingga kering tak bersisa, saat mami terbaring tak berdaya tahun 1995.
Diantara erang tangis menahan sakit yang tak terperi, aku mematung tak bergerak. dunia menjadi kelam dan gelap. Tak ada lagi seberkas cahaya yang membuat aku bisa berharap. Yang ada adalah kelam dan duka yang menganga.
Mami Nicoline, ibunda tercinta, akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Baromeus Bandung, setelah berjuang hampir 6 bulan melawan sel kanker ganas yang menggerogoti payudaranya. Perih dan duka ditinggalkannya padaku sebagai anak sulung. Anak yang sering menjadi curahan hati betapa sakitnya mengidap kanker payudara yang ganas pada bulan-bulan terakhir hidunya. Sepertinya tak cukup hanya erang tangis dan curahan air mata, seluruh rasa pun tersiksa. Raga menjadi layu.
Aku pun harus meringkuk tak berdaya, ketika Opa meradang dan menyalahkan papi yang tak cepat melaporkan kepada keluarga penyakit mami. Opa yang asli berdarah Tiongkok marah besar dan memaki papi sepuasnya, ketika mami telah pergi dalam sakit yang terlalu. Mami memang berdarah campur China dan Jepang dimana tradisi ikatan tali saudara begitu kuat ditangan kepala keluarga. Duka yang menganga di hatiku ketika mami meninggal, harus ditambah dengan murka yang meluap dari keluarga Opa terhadap papi.
Begitulah, telah 13 tahun kesedihan itu berlalu. Kini aku telah menikah dan mempunyai seorang anak perempuan. Aku bersyukur karena kita memiliki Suami yang dangat mengasihiku dan seorang putri yang cantik. Suami dan putri cantik yang mendukung aku sehingga dapat melupakan kisah kelam bersama mami Nicoline yang hnay bertahan 6 bulan menghadapi ganasnya kanker payudara. Aku bersyukur memiliki suami, Joshua MS, yang begitu konsen pada masalah kesehatan terlebih kanker payudara. Terimakasih Tuhan, Engkau yang telah menolong aku dapat melewati kisah kelam di penghujung tahun 1995. Dan dalam doa, kisah itu tak akan pernah ada lagi dalam keluargaku. Amin
Imelda, memang begitulah kompleksnya penyakit yang bernama kanker, selain menghadapi penderitaan yang tak terperi, pengobatan yang sulit dan lama, biaya yang besar, perasaan stres, tertekan, bersalah, jenuh, marah, kecewa, sedih, semuanya bercampur-aduk jadi satu yang memudahkan meletusnya konflik antar anggota keluarga. Sungguh dibutuhkan keikhlasan, kesabaran, ketegaran, dan pengertian yang dalam untuk menghadapnya. Syukurlah semuanya sudah lewat, semoga tak akan pernah terjadi lagi pada keluarga Imelda maupun keluarga sahabat-sahabat yang lain.
Dear Imelda
Turut senang dengan kisah bahagia yang sekarang dirasakan setelah badai yang bernama “KANKER” itu terlewati dengan kedamaian yang abadi, semoga, amin. Banyak hikmah yang saya dapat dari sepenggal cerita Imelda. Semoga ini menjadi pelajaran untuk banyak orang bahwa kanker tidak hanya akan merampas nyawa kita, tapi SEMUAnya. Mari kita belajar bersama-sama untuk tidak menghadapinya dengan arogan.
kaget banget rasanya saat pertama kali aku divonis kanker jaringan lunak di tangan. baru dua hari yang lalu. saat ini aku musti belajar melihat sisi baik dari penyakit ini. beruntung aku bisa ikutan blog ini. semoga alloh ngasih ketegaran dan semangat buat kita semua. ikut gabung ya…..
halo…saya shinta..saya br tau ada blog khusus untuk ini,saya penderita kanker kista stadium satu,saya sebetulnya kaget..karena gak ada gejala apapun..tapi its ok…life must goon kan…btw,aku mau tau dong,cara pengobatan yg ampuh..ada saran?makasih sebelumnya…
Hai Shinta….
Hmmmm apa ya pengobatan yang ampuh!!! he-he-he…
Begini Shin, kanker tuh emang kejam. Pembunuh diam-diam….hiiii serem ya!!! Tapi nggak juga kok Shin… banyak kisah sukses melawan kanker, bahkan di stadium lanjut. Jadi….Shinta beruntung ketahuan masih di stadium awal. Artinya? Prosentase untuk kesembuhannya jauh lebih tinggi. Jadi, pengobatan yang paling ampuh no.1.Keyakinan yang kuat bahwa semua akan baik-baik saja. 2. Lakukan pengobatan (baik medis/pilihan lain) dengan konsisten. 3. Hindari stress 4. olah raga cukup 5. Makanlah banyak sayur dan buah (hindari gula&lemak)6. Jangan tinggalkan Tuhan, apalagi putus asa…..
@ Jatmiko & Shinta
Ya… ayo kita belajar bersama melihat sisi baik dari hadirnya kanker, jaga semangat, tetap optimis, dan mari kita perbaiki lifestyle kita luar-dalam…
Tentang pengobatan yang ampuh, hm… kayaknya pengobatan kanker itu mesti “tailored” ya, tiap orang penanganannya beda-beda banget, karena reaksi tubuh tiap orang terhadap obat kanker juga beda-beda. Tapi secara umum yang dikatakan Ani di atas sudah benar. So, keep on the track ya…
makasih ya pertanyaan aku dah dijawab,aku skrng terapi di rs .aku di sinar seminggu 2kali,dan di beri serum setiap selesai sinar…aku kok takut ya,sebetulnya penyakitku itu parah gak sich?kr aku dari terapi 5x naik ke 10x,naik ke 17x….kt dokter setelah sel dinyatakan siap,br aku boleh diopersi…memang kyk gt ya….trus kalau dioperasi ada jaminan gak kalau kankerku gak tmbh ganas,dan tdk ada lg….tlng dijawab ya….makasih sebelumnya….
Hai Shinta,
Kayaknya kamu perlu tanya lebih jelas pada doktermu, sebetulnya yang kamu derita itu kanker atau kista? Dan lokasinya di mana? Soalnya kanker dan kista itu beda jauh lho, begitu juga penanganannya. Tapi kalau dilihat terapinya disinar dulu baru dioperasi, mungkin kanker ya. Mudah-mudahan dengan disinar dulu sel-sel kanker Shinta lebih mudah diambil dengan operasi. Soal jaminan… aku rasa hanya Tuhan yang punya wewenang soal kesembuhan Shinta, kita hanya wajib berusaha sambil berdoa memohon kepada-Nya. Semoga pengobatannya lancar dan berhasil ya Shin…
ok mbak titah…makasih atas jawabannya…aku sich terus berusaha optimis dan semangat dlm menjalani hidup….aku mau tanya dong…(jgn bosen ya….)ada gak sich perkumpulan orang2 yg terkena kanker?khususnya kanker kista…?kalau ada dimana?mgkn bs membantu kita2 yg baru tau kena kanker,jadi lebih banyak pengalaman dan lebih kuat dalam menjalani terapi/pengobatan…makasih ya mbak……
Yang pernah saya dengar di Jakarta dan Bandung sudah ada. Shinta tinggal di mana? Mungkin teman2 lain bisa memberi informasi…
Dear Shinta… support group sudah ada dimana-mana. Shinta adanya di wilayah mana? Jika di wilayah tinggal belum ada, coba hubungi Yayasan Kanker Indonesia di wilayah terdekat. Biasanya YKI juga mengadakan acara untuk dukungan psikososial yang bisa Shinta ikuti.
Wah banyak hal bisa ditimba dari sini. Dari banyak pengalaman yg tertuang disini, yang saya tangkap sepertinya memang sikap positif punya peran dominan dalam menyikapi musibah. Lebih-lebih jika kita bisa menyingkap hikmah yang menyertainya
oyha ibuku terserang kanker payudara disebelah kiri beliau udah operasi pengakatan tapi akhirnya tumor tesebut keluar dan akhirnya malah membesar sekarang ukurannya sebesar payudaranya…
ku minta tolong adakah obat yang tepat untuk beiau oyah kalu ada tolong dikirim ke E-mail untuk bantuannya saya ucapkan terima kasih
hai aku mau tanya dong
aku punya temen, dia pernah cerita kalau ada benjolan di payudara sebelah kiri
aku suruh dia periksa ke dokter
tapi dia ga mau karena takut
benjolan itu sudah ada dari satu tahun lalu
bagaimana ya supaya dia mau periksa ke dokter ?
sebelum semuanya terlambat.
saya khawatir itu kanker payudara
hai fay,
bagus sekali kamu care pada kesehatan temen kamu. walaupun kecil sekali kemungkinannya remaja belasan tahun kena kanker payudara, bersikap waspada nggak ada jeleknya. tapi jangan lagi temen seumurmu, bahkan orang dewasa/tua pun takut periksa ke dokter kalo sudah mbayangin bakal ketemu dengan kata “kanker”. so, lain kali jangan ditakut-takuti dengan kata-kata “kanker payudara” ya. karena kemungkinan besar cuma pembesaran kelenjar, radang kronik, kista, atau FAM yang sama sekali nggak berbahaya. mintalah dia ngajak mamanya, kakaknya yang cewek, atau sahabatnya untuk menemani ke dokter. okay?
hai kam kenal bt smua,bener kt bu tatik jg yg lain berpkr positif harus dan menerime smu dgn ihklas.Sy sdh 2thn ini ada masa dimata yg menekan syaraf mata.dipayudara jg ada selama 1bln dirawat,chemo pil cheloda selama 12circle,disinar karena tlg sakit linu luarbiasa sebanyak 5x sehrsnya 20x,suntik khusus tlg lwt infus 8x tp bulan.Bukan main sakit dan capek putus asa ktk hari2 hrs menjalani dan merasakan.Skrg selain tetap berobat medis saya konsumsi herbal tp yg penting sll semangat dan yakin Allah tidak tidur.
thanks luckytw atas sharing semangatnya, semoga Allah meridhai dan memudahkan semua ikhtiar lucky, amin…
Salam kenal, nama saya lisa.
Saya bingung payudara saya yg sebelah kanan ada benjolan sebesar biji kacang tp benjolannya bisa di geser / dipindahkan. Itu sudah berlangsung krg lebih 8bln.
Saya mau tanya apa kah setiap benjolan yg ada dipayudara merupakan gejala kanker?
Dear Lisa…
Dari pengetahuan yang saya dapat….80% dari benjolan yang ada di payudara BUKAN kanker. Jangan takut dulu, tapi juga jangan meremehkannya. Periksa ke dokter….mulai sekarang bergaya hidup sehat, hindari makanan yang mengandung Pengawet, Penyedap, Pewarna dll…banyakin sayur dan buah, kurangi lemak dan gula, dan berolahraga yang cukup, oke?
nice blog..
salam kenal mas
Harmendo
at ” memen.wordpress.com “
Saya juga mempunyai mama yang kena kanker di payudara kirinya,hanya saja sedari kecil gak pernah mau untuk di angkat..pernah khemo herbal 7x dari dr quangchow..di rs global tanggerang,memang rambut tidak rontok tapi..berat badannya turun drastis dalam waktu 1 tahun dari 68kg sekarang 30 kg,sekarang dah berobat ke dharmais dan terus menerus di beri morphin,mst dan banyak lagi jenis drugs yang lain.. 1 mg bisa 2-3x ke dharmais karna sudah pecah dan tangan kirinya selain bengkak juga sudah tidak bisa di gerakkan..sekarang ini mengeluh sakit terus di seputar tangan dan di tempat lukanya,dan sekarang ini kakinya bengkak,kemarin sudah sempat test darah dari hasil lab hb,trombosit dsb hasilnya bagus..sudah di lakukan citi scan juga tp hasilnya di pegang dr..dan di anjurkan untuk patologi lagi dan biopsi ulang untuk mengetahui jenis kankernya tapi mami saya belum mau karna trauma dengan citi scan kemarin..bagaimana saya harus menyikapi ini ya,selain bingung..saya sedih sekali karna tidak ada seorangpun yang dapat saya mintain tolong..mhn advicenya..sudah usg paru2 juga katanya bersih gak ada penyebaran hanya suaranya semakin hilang saja,bagaimana lagi ya?herbal saya sudah banyak beli ini itu,tapi lukanya tak kunjung mengering..walaupun kata drnya sudah banyak jaringan yang tumbuh tapi hampir 1 tahun masih tidak ada perubahan di tambah kalo sakitnya datang bisa menangis menahan sakitnya…saya bingung sekali hadapi ini..terimakasih untuk advice yang di berikan saudara saudara yang mau berbagi..
@ Harmendo
Salam kenal juga. Eh, kok Mas? Mbak, Tante, atau Bude lebih pas kali…
@ Hani
Hani sayang, memang bingung banget menghadapi kanker stadium lanjut seperti yang dialami mamamu, sepertinya semuanya serba salah. Untuk kondisi seperti mama Hani, kayaknya lebih cocok kalau dirawat di Poli Paliatif. Coba tanyakan ya… di RS Dharmais ada Poli Paliatif-nya kok. Di sana akan dibantu untuk mengatasi keluhan2 mamamu. Juga, di sana ada relawan-relawan yang siap Hani ajak bicara dan meringankan beban Hani.
Mama sering menangis menahan sakit ya? Morfinnya sudah diminum teratur sesuai anjuran dokter? Morfin itu yang berguna mengatasi rasa sakit mamamu. Harus diminum terus walaupun tidak sedang terasa sakit. Kalau sudah diminum teratur tapi masih sakit juga, mungkin dosisnya perlu ditambah, coba konsul dengan dokter ya. Semoga Tuhan melimpahkan kesabaran dan kekuatan kepada Hani dan mama.
Subhanallah,…. menemukan blog ini sungguh kluar biasa,membuat saya semakin bersyukur.
di thn 2002 ketika usia saya genap 22 thn dan memiliki seorang balita saya divonis kanker usus sta 2b,saya menjalani operasi dan khemotherapi.saya bisa bertahan walaupun 4 thn kemudian muncul lg dan sy menjalani pengangkatan lagi beruntung yg terakhr ini tdk sebesar yg pertama… slanjutnya saya menjalani khemo dan tak henti berdoa dan berikhtiar dgn trus menjaga pola hidup dan konsultasi ke dokter secara rutin.
alhmdulilah kini saya hidup sehat dan baik2 saja,… tentu saja bayangan kanker terkadang menghantui saya,tp saya mencoba berpikir positif dan berusaha slalu bahagia dan menghindari stress…
alhmdulillah bisa berbagi disini, saya baca semua kmntr yg ada dan…subhanallah semoga kita smua diberi kesehatan dan ketabahan,dan diberi kesembuhan bagi yg sdg berjuang.
amienn….
@Senja….thanks untuk kisah suksesnya berdampingan dengan kanker. Sering-sering donk nengokin blog kita….pengalamanmu bisa memompa semangat teman-teman tentunya.
apakah dengan adanya tumor saya masih bisa berpikiran positif ??.. jujur saya belum bisa berpikiran positif karena dengan mendengar kata TUMOR saja sudah membuat saya putus asa n’ hilang harapan …. dengan penyakit tersebut telah membuat susah banyak orang, mis : saya yg menjadi sangat putus asa n’ kehilangan gairah hidup. lalu orang tua yg sulit mencari biaya pengobatan, padahal uang kuliah ku saja sudah membuat orang tua kesusahan. lalu saya menjadi berpikiran kenapa harus saya yg menanggung ini semua. hiks~ T_T *menjadi seseorang yg tidak bersyukur …. Mohon Bimbing saya agar saya dapat berpikiran positif atas ini semua ????..
Dear Citra,
Memang tidak mudah untuk menjaga diri selalu berpikir positif saat kita terkena tumor. Tapi kalau kamu tahu berpikir positif sangat besar pengaruhnya untuk sembuh, tidakkah kamu mau mencobanya? Caranya antara lain dengan menemukan sisi-sisi positif dari keadaanmu. Atau membandingkan kondisimu dengan kondisi orang lain yang tidak seberuntung kamu.
Tentang orangtua yang kesulitan dengan biaya kuliah & pengobatan. Well, mungkin kamu sedikit merasa bersalah kepada beliau. Namun itu tidak perlu. Karena sakit ini bukan kehendakmu, tapi memang kehendak Tuhan untuk menguji kalian semua. Soal biaya biarlah dipikirkan orangtuamu, kamu sendiri bersyukurlah masih punya orangtua yang mendampingimu penuh kasih, setia mendukung, mencarikan biaya pengobatan & menghiburmu kala sakit.
Kenapa harus kamu yang sakit? Itu karena Tuhan sayang kamu, Citra. Tuhan sayang dan rindu pada kamu. Dia rindu mendengar kamu membisikkan nama-Nya lebih banyak lagi, Dia rindu kepengin kamu mendekati-Nya lebih dekat lagi. Dia memberikan cobaan sakit pada kamu untuk menghapuskan dosa-dosamu, untuk menambah pahalamu (kalau kamu ikhlas & sabar), dan untuk meninggikan derajatmu di antara orang-orang beriman. Kalau kamu bisa memahami hal ini, bisa menjalani cobaan ini dengan ikhlas dan rasa syukur, menjadi sucilah kamu Citra, dan surga menantimu di seberang sana…. alhamdulillah…
Ibu saya di’vonis’ Ca Cervicks stad 1B bulan Oktober’08, sudah operasi pengangkatan rahim bulan Nov’08. Tetapi karena kondisi fisik ibu saya yg kurang baik setelah operasi (susah berkemih,lemas,dll)kami tidak melanjutkan saran dokter utk terapi sinar sebanyak 25x, dengan pertimbangan takut terapi sinar tsb menambah susah utk pemulihan rehab medik. Ibu saya pakai kateter terus utk kemih nya, karena sudah lebih dari 3bulan, saya memutuskan utk dilepas agar bisa berlatih kemih. Kondisi psikologis ibu saya memang down skali, merasa berdosa, merasa bersalah. Berbagai macam herbal dan pengobatan alternative kami coba. Tapi kondisi ibu saya naik turun selama itu. check up hanya ke dokter kandungan yg dulu pertama kali menemukan kanker nya. Keluhannya pun bermacam2 punggung yang sakit. tetapi dirontgen tidak ditemukan apa2, hanya sedikit pengapuran. Okt’09 ibu saya mengeluh sakit kepala yg hebat sampai terasa keseluruh wajahnya, dari mata sampai kerahang. Akhir Des’09 kami putuskan kembali ke dokter yg mengoperasi ibu, disarankan utk CT Scan Abdominal dan masalah kepala disarankan MRI. Hasil MRI:Lesi metastase meningeal pada frontoparietal kiri. Lacular infark pada subkortikal frontoparietal kanan dan kiri. dokter menyarankan radioterapi 14x. Apa saja dampak dari radioterapi dikepala?
Apa yg akan terjadi pada ibu saya, terus terang saya putus asa menghadapi ini semua. Mohon teman2 yang punya pengetahuan tentang ini bisa berbagi dan memberi saran kepada saya. O ya utk CT Scan abdominal belum kami lakukan, karena masalah biaya dan ingin konsen ke kepala dulu. Sebaiknya bagaimana, mohon sarannya. Trimakasih
Dear Inda,
Memang tidak mudah mendampingi ibu yang sakit kanker. Tapi sebaiknya sekarang Inda ikuti saja nasehat dokter, karena beliau yang lebih mengerti. Radioterapi memang ada dampaknya, tapi pikirkan manfaatnya juga dong.
Hasil MRI menunjukkan telah ada penyebaran sel kanker ke otak; dan pengapuran di punggung bisa juga merupakan indikasi penyebaran ke daerah punggung. Kira-kira apa yang akan terjadi kalau radioterapi tidak dilakukan? Atau mungkin lebih baik kemoterapi saja? Coba tanyakan ke dokter, ya.
Yang jelas In, bagaimana pun keadaan ibu, kamu harus tabah dan tetap menunjukkan raut wajah manis dan optimis di hadapan ibu, supaya beliau tidak semakin down. Karena kondisi kejiwaan itu besar pengaruhnya lho… Kembalikan semuanya kepada Tuhan, percayalah pada rencana-Nya, karena itu pasti terbaik buat kita.
Dear All,
Adik saya operasi ambein 11 tahun lalu, dan sejak saat itu BAB nya agak terganggu. Tiga bulan lalu dia mengeluh kesakitan klo BAB dan setelah opname di RS dikasih saran operasi karena kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. Adik saya belum siap dan memilih pulang. Dalam perkembangannya ternyata dia lebih memilih terapi herbal. Namun setelah 1 bulan ini dia merasa belum ada kemajuan, malah ada benjolan yang keluar dari anusnya. Setiap habis BAB dia sangat kesakitan. Pertanyaan saya, apakah ada obat anti sakit yang bukan chemical?
Kemudian, kadang di fecesnya ada semacam kulit coklat atau serat serabut. Apakah ini residu dari obat herbal atau jaringan kanker yang mulai rontoK? Berapa lama terapi herbal mulai menunjukkan hasil? Mohon pencerahan dari sahabat-sahabat tercinta. Makasih.
Sedih rasanya mendengar derita penyakit kanker yang sepertinya mulai muncul dimana2. Dalam 1 tahun ini saya mengetahui om saya terkena kanker hati dan sekarang telah menghadap yang maha kuasa bulan Juni lalu, tante saya divonis kanker payudara dan harus diangkat seluruh payudara kanannya bulan November lalu sekarang ibu mertua saya divonis dokter tumor ganas dipayudara hanya karena dari puting mengeluarkan cairan bercampur darah setelah payudaranya terbentur. Apa sekarang kanker jadi mewabah? dan mengapa sepertinya vonis kanker sangat mudah dijatuhkan? dulu ketika adik saya ada benjolan dokter sangat berhati-hati dan menyarankan banyak tes sebelum menyimpulkan hasilnya tapi sekarang begitu ada yang abnormal di payudara dokter merasa tidak perlu tes lagi langsung angkat payudara saja, apa mungkin karena sudah terlalu banyak pasien kanker jadi dokternya merasa sudah pengalaman???
Silakan menanggapi:
(Tanggapan anda akan dimoderasi.)